Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analysis of Instrument Development to Evaluate Employee Protection from Tuberculosis in Hospitals Lestari, Fetrina; Modjo, Robiana; Kurniawidjaja, Meily; Susanto, Agus Dwi; Alfiyyah, Arifah
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 13 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v13i1.2024.37-43

Abstract

Introduction: Tuberculosis (TB) continues to be a major global public health threat, affecting millions of people annually. Despite efforts to control TB, the number of cases remains high. The situation is exacerbated by the COVID-19 pandemic, which has strained healthcare systems. The increased workload of hospital employees also raises the risk of TB transmission. This study aims to develop an instrument to evaluate employee protection from TB in hospitals. Methods: This study used a qualitative design with an exploratory approach. Data were collected from existing policies and through in-depth interviews with stakeholders, including academics, practitioners, regulators, infection control officers, occupational health and safety officers, and non-government organization representatives for TB. Results: The instrument developed comprised seven components, namely management commitment; program planning; coordination, communication, and education; implementation of TB and other disease management programs in the workplace; handling TB cases in the workforce; training and competence; and monitoring and evaluation. Conclusion: Instrument development is crucial for capturing the current state of TB problems and managing prevention and control programs in hospitals. The terms of reference serve as an effort to protect hospital employees
Analysis Protecting The Health Workers from the Transmission of Tuberculosis at Teaching Hospital: A Review of Policy and Practice Alfiyyah, Arifah; Modjo, Robiana; Bachtiar, Adang
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Tuberculosis (TB) remains a significant threat, especially to healthcare workers exposed by the infected patients in hospitals. Hospital staff with latent TB are at risk of developing active TB. To mitigate this risk, enhancing hospitals through infection prevention and control (IPC) measures is essential. This study aimed to identify policies and practices related to TB prevention, particularly in a teaching hospital where healthcare workers, including medical students, need protection. The research was conducted at a teaching hospital in Depok, West Java, from January to February 2024. The research took place at a teaching hospital in Depok, West Java, from January to February 2024. A qualitative method was used, including in-depth interviews with hospital committee members, nurses, and administrative staff to gather insights, along with policy analysis regarding TB. In the Indonesian hospital TB health services, the regulation of occupational health regarding TB protection for hospital workers state from constitution law, presidential regulation, ministry of health and ministry of Manpower. However, the findings revealed that there are no policies specifically addressing TB to protect the workers in the hospital. Challenges such as financing TB screenings and raising healthcare workers' awareness of TB were highlighted as crucial factors. The study emphasizes the importance of improving risk management strategies and IPC to safeguard healthcare workers, recommending specific regulations for hospitals with national policy. These results highlight the urgent need for specific TB prevention policies, particularly from the government, to ensure implementation across all hospitals.
Penguatan Standar Pengendalian Pencegahan Infeksi dan Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Infeksi Silang dalam Praktik Kedokteran Gigi: Literature Review Widyastuti, Farista; Modjo, Robiana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43973

Abstract

Latar Belakang: Praktik kedokteran gigi memiliki risiko tinggi terhadap infeksi silang yang dapat membahayakan pasien dan tenaga kesehatan. Penularan terjadi melalui kontak langsung, aerosol, atau permukaan yang terkontaminasi. Meskipun protokol pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) telah menjadi standar, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan PPI dalam praktik kedokteran gigi, mengidentifikasi celah kepatuhan, serta mengeksplorasi potensi pendekatan inovatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis. Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Kajian ini mencakup studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, menggunakan pendekatan kerangka PICO untuk memastikan relevansi dengan topik. Basis data seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai. Hasil: Dari 297 artikel yang diidentifikasi, 11 studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan tentang PPI relatif tinggi, kepatuhan terhadap langkah-langkah seperti penggunaan APD, sterilisasi alat, dan pengelolaan lingkungan klinis masih perlu ditingkatkan. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan teknis, dan biaya teknologi modern. Kesimpulan: Penguatan PPI memerlukan pendekatan terpadu melalui edukasi berbasis bukti, dukungan fasilitas, dan penerapan teknologi inovatif seperti suction HVE, filter HEPA, dan pelatihan berbasis teknologi. Selain itu, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas sangat penting untuk memastikan implementasi yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi silang dan meningkatkan keselamatan praktik kedokteran gigi.
Tantangan dan Hambatan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia : Tinjauan Literatur Riview Yudha, Dharma Andika; Modjo, Robiana
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1080

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan hambatan implementasi K3 pada UMKM melalui studi literatur deskriptif terhadap sepuluh artikel dan dokumen kebijakan tahun 2014–2024. Hasil kajian menunjukkan tantangan internal berupa rendahnya kesadaran K3, keterbatasan dana, dan belum adanya sistem manajemen K3. Tantangan eksternal mencakup kurangnya pengawasan, terbatasnya akses pelatihan, serta regulasi yang tidak sesuai dengan kondisi UMKM. Hambatan operasional meliputi fasilitas kerja yang tidak memadai, budaya kerja yang abai terhadap K3, dan minimnya informasi teknis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi adaptif, edukasi berkelanjutan, pendampingan teknis, serta integrasi K3 dalam program pengembangan UMKM nasional.
Analisis Perbaikan Respond Time Door to Needle R-TPA Pada Pasien Code Stroke di IGD RSPON Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta Tahun 2022 - 2023 Trisetiawati, Lami; Modjo, Robiana; Bachtiar, Adang; Candi, Cicilya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i7.2651

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian 131,8 per 100.000 penduduk (WHO, 2023). Penanganan stroke iskemik akut yang optimal harus dilakukan dalam waktu ? 4,5 jam sejak onset, dengan pemberian terapi trombolitik (rtPA) idealnya dalam waktu ? 60 menit sejak pasien tiba di instalasi gawat darurat (door-to-needle time/DTN). Namun, di IGD RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, waktu DTN tahun 2021 masih mencapai 91 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperbaiki alur penanganan pasien code stroke guna mempercepat waktu pemberian rtPA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tenaga medis, dan telaah rekam medis tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi terhadap sembilan titik proses pada lima fase utama—triase, pendaftaran, pemeriksaan penunjang, konsultasi DPJP, dan keputusan rtPA—berhasil menurunkan waktu DTN menjadi 40 menit pada triwulan IV tahun 2023. Penurunan ini melampaui standar pelayanan yang ditetapkan (<60 menit), menandakan keberhasilan reformasi alur penanganan stroke. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem code stroke terstruktur dan berbasis monitoring waktu efektif dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan stroke akut serta menurunkan risiko kecacatan.
Identifikasi Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Penangkapan Ikan Nelayan Muroami Dharmawirawan, Dimas Ari; Modjo, Robiana
Kesmas Vol. 6, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelautan Kepulauan Seribu pada tahun 2009 terdapat 1.722 penduduk berprofesi sebagai nelayan. Sebanyak 299 orang berprofesi nelayan muroami yang menghadapi bahaya keselamatan dan kesehatan kerja tinggi dan hingga saat ini mereka belum mengetahui bahaya pekerjaan tersebut. Penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif ini, bertujuan mendapatkan gambaran bahaya kegiatan penangkapan ikan nelayan muroami di Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu. Penelitian ini hanya mengamati para penyelam kompresor sebagai subjek penelitian dengan mengunakan metode identifikasi bahaya yaitu Job Hazard Analysis. Bahaya keselamatan dan kesehatan kerja pada tahapan aktivitas penangkapan ikan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan penyelaman, dan tahapan penanganan hasil penangkapan. Bahaya yang dihadapi dikelompokkan menjadi bahaya bagi keselamatan dan bahaya kesehatan, bahaya bagi keselamatan pekerja meliputi ombak, lantai licin, duri ikan, terjepit, bahan bakar mesin kompresor, selang api korosif, tekanan udara pada tabung mesin kompresor, tuas terlepas, karang, gigitan biota laut, selang tertekuk, terputus, atau bocor dan tubuh yang tersangkut baling-baling kapal. Bahaya kesehatan meliputi ergonomik, kebisingan, tekanan ekstrim, temperatur dingin, temperatur panas, sengatan ikan dan karang beracun, gas CO, CO2 dan nitrogen. Data from Fisheries and Maritime Affairs Thousand Islands goverment in 2009 there were 1722 people living as fishermen, with 299 people living as muroami fishermen. Muroami Fishermen is one of the informal sector jobs which have high dangers of occupational health and safety, until now the fishermen don’t know the danger of their jobs.The study is descriptive with the approach of this qualitative analysis, aims to find the description on the danger of muroami fishing activities catch of fish, in Kelurahan Panggang Island, Thousand Islands District. This study only observed without intervention to the compressor divers as subjects of research. Hazard identification methods used Job Hazard Analysis. The results obtained OHS hazard description of fishing activities, consisting of: stage of preparation, 2. Stages Stage diving and handling of the arrest. Based on these stages, found the picture hazards can be classified into 2, namely: a danger to the safety of workers (the waves, the ship slippery floors, thorn fish, stuck, compressor fuel, corrosive fire hose, air pressure in the tube compressor machines, lever regardless, the coral, marine biota bites, the bent hose, the hose is disconnected, the hose is leaking and body caught in the propeller ship) and health hazards (ergonomics, noise, extreme pressure, cold temperatures, hot temperatures, and fish stings toxic reef, gas CO, CO2 and nitrogen).
Literature Review: Faktor Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Pengguna Komputer Baraja, Wafi Syukri; Ramdhan, Doni Hikmat; Modjo, Robiana
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i04.3899

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome yang merupakan mononeuropati perifer yang berdasarkan patofisiologi disebabkan oleh tekanan jaringan yang meningkat di terowongan karpal, sepanjang saraf medianus, parestesia (kesemutan), nyeri, dan kelainan sensorik dan motorik disebabkan oleh mekanisme supresi lokal dan iskemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel risiko CTS pada pekerja. Metode dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Pencarian pustaka dilakukan secara daring menggunakan situs web bereputasi baik seperti PUBMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dalam 10 tahun terakhir (2014-2024) dengan menggunakan kata kunci faktor risiko carpal tunnel syndrome . Kajian pustaka dilakukan pada 20 artikel yang terdiri dari 11 artikel internasional dan 9 nasional. Artikel dikaji melalui editing, organization, analyze dan diseminasi. Hasil kajian pustaka ini memperlihatkan bahwa faktor risiko non okupasi meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, riwayat penyakit, merokok, status menikah, tingkat pendidikan, dan minum alkohol serta faktor risiko okupasi meliputi lama kerja, masa kerja, gerakan repetitif, stres kerja, dan postur janggal. faktor risiko non okupasi yang memiliki hubungan kuat yaitu jenis kelamin sedangkan faktor risiko okupasi yaitu lama kerja.
Analisis Perbaikan Respond Time Door to Needle R-TPA Pada Pasien Code Stroke di IGD RSPON Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta Trisetiawati, Lami; Modjo, Robiana; Bachtiar, Adang; Candi, Cicilya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i7.2651

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian 131,8 per 100.000 penduduk (WHO, 2023). Penanganan stroke iskemik akut yang optimal harus dilakukan dalam waktu ? 4,5 jam sejak onset, dengan pemberian terapi trombolitik (rtPA) idealnya dalam waktu ? 60 menit sejak pasien tiba di instalasi gawat darurat (door-to-needle time/DTN). Namun, di IGD RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, waktu DTN tahun 2021 masih mencapai 91 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperbaiki alur penanganan pasien code stroke guna mempercepat waktu pemberian rtPA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tenaga medis, dan telaah rekam medis tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi terhadap sembilan titik proses pada lima fase utama—triase, pendaftaran, pemeriksaan penunjang, konsultasi DPJP, dan keputusan rtPA—berhasil menurunkan waktu DTN menjadi 40 menit pada triwulan IV tahun 2023. Penurunan ini melampaui standar pelayanan yang ditetapkan (<60 menit), menandakan keberhasilan reformasi alur penanganan stroke. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem code stroke terstruktur dan berbasis monitoring waktu efektif dalam meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan stroke akut serta menurunkan risiko kecacatan.
Analisis Hubungan Faktor Fisik dan Individu terhadap Prevalensi Keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) pada Pekerja CV Bengkel Otomotif Tahun 2022 Fajri, Hamzah Fansuri; Modjo, Robiana
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in general can occur due to contraction or excessive loading of muscles or bones. One example of an activity that can trigger the incidence of musculoskeletal disorders (MSDs) is manual material handling work. Manual material handling work is still commonly found in the work done at CV Bengkel Otomotif. This study focuses on looking at the relationship between physical and individual variables with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in CV Bengkel Otomotif workers. This research is a cross-sectional study with quick exposure check and nordic body map instruments. Of the 60 workers who became respondents to the study, it was found that 38 workers (63.3%) had complaints. The part of the body that experienced the most complaints was the waist (25 workers). The results showed that there was a relationship between the variable body mass index (p value = 0.004), and exercise habits (p value = 0.004) with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs).
Manajemen Rumah Sakit dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di RSUD Balaraja: Metode Hospital Safety Index Nisaa, Puspita Gaharu; Modjo, Robiana
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitals are required to provide health services under disaster conditions, serving as the front line to help survivors and patients. RSUD Balaraja of Tangerang Regency, the only Type B hospital owned by the Regency Government, is exposed to high potential disaster hazards, including floods, extreme waves, abrasions and tsunamis, as well as moderate risk of earthquakes. This study aims to analyse hospital management in disaster preparedness using a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches through Module 4 of the Hospital Safety Index and a phenomenological approach. The results showed that hospital management was rated as moderately safe in disaster preparedness, but other essential services were at high risk and required immediate improvement. The hospital's preparedness to protect patients and staff during and after disasters is still inadequate, particularly in terms of disaster management coordination, recovery planning and continuity of essential clinical services. Recommendations were made to improve disaster preparedness planning, procedures for agreements with external parties, sufficient budget and staff training. Keywords: disaster safe hospital, occupational safety and health, hospital, hospital management, management disaster.