Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA AGNES KUMBARANINGTYAS; STEFANUS CHRISTIAN RELMASIRA; AGUSTINA TYAS ASRI HARDINI
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.127 KB) | DOI: 10.32529/glasser.v3i1.215

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Cebongan 03 Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama enam kali pertemuan yang dilalui dalam dua siklus dan berdasarkan pembahasan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan, bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat bahwa model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan berpikir kritis siswa dengan adanya peningkatan dari tiap siklus. Pada pra siklus tidak ada siswa yang mencapai berpikir kritis atau 0%. Namun pada siklus II mengalami peningkatan 2 siswa yang berpikir kritis atau 9%, sedangakan pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 16 siswa atau 70% siswa yang berpikir kritis. Sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan terlihat pada tahap pra siklus nilai yang tuntas hanya 8 siswa atau 35% namun pada siklus I mengalami sedikit peningkatan hasil belajar yang tuntas sebanyak 13 siswa atau 57% pada siklus II mengalami kenaikan pada hasil belajar tuntas yaitu terdapat 17 siswa atau  74%. Dengan hasil berpikir kritis siswa dan hasil belajar yang sudah dibahas mencapai keberhasilan yaitu nilai siswa sudah diatas 70%. Maka dapat dikatakan pada siklus II Berpikir kritis dan hasil belajar siswa meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Keywords:GI, Hasil Belajar, Berpikir Kritis
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS IV SD Nur Hidayah; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.699 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Pasekan 03. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV sebanyak 30 peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui empat tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdapat teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumen, tes tertulis dan observasi, kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif. Data keaktifan yang didapat pada pra siklus menunjukan dari 30 peserta didik terdapat (30%) peserta didik yang aktif kemudian mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (50%) peserta didik aktif, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi (100%) peserta didik aktif. Data hasil belajar yang didapat pada pra siklus menunjukan (30%) peserta didik mendapat nilai tuntas mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (60%) peserta didik mendapat nilai tuntas, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi (90%) peserta didik mendapat nilai tuntas. Peningkatan tersebut terjadi karena guru telah menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik sesuai dengan sintaknya dan dapat membuat peserta didik terlibat aktif saat proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang dipelajari. Dengan demikian penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Pasekan 03.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SD Miftichatun Chanifah; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.979 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan non tes. Penelitian ini dilakukan dalam siklus 1 dan siklus 2 masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD. Desain penelitian disusun berdasarkan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada pra siklus yang tuntas diatas KKM hanya 24% kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 49% dan siklus 2 menjadi 67%. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pra siklus 15% siswa yang tuntas kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 38% dan siklus 2 menjadi 56%. Hal itu terjadi karena kelebihan dari model Problem Based Learning yaitu siswa di dorong untuk memecahkan masalah pada sebuah soal dalam kelompok atau individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan urut dan sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika kelas V SD
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 4 SD Rista Okta Fiana; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.304 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Matematika kelas IV. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas IV A sejumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sejumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah Desain Quai Experiment.. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan uji prasayarat. Uji prasyarat menunjukkan kedua kelompok tidak homogen dan berdistribusi tidak normal Hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney U diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar  0,010 yaitu kurang dari 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji Mann Whitney U dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan  ada perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas 4 SDN Bringin 01 dalam pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran PjBL dan PBL. Simpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based Learning lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dibandingkan dengan model Problem Based Learning
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) KELAS V SD Wahyu Purnaningsih; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2019): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.424 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v3i2.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar dengan melalui penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Tegalrejo 01 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumen, tes dan non tes. Teknis analisis data yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdiri dari dua siklus: (1) siklus I dari penerapan model Problem Based Laerning pada kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata 58,57%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 71,57%; (2) siklus II tindak lanjut dari kelemahan dan kekurangan dalam siklus pertama, pada tahap ini hasil kemampuan berpikir kritis meningkat sebesar 76,19%%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 82,68%. Berdasarkan ulasan tersebut dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Laerning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. ABSTRACT The purpose of this research is to improve Critical Thinking Skill and Learning Result through Problem Based Learning (PBL) model. The type of the research used is Class Action Research and the subject of the research is 28 students of grade V of SDN Tegalrejo 01, consist of 13 male students and 15 female students. The data collection technique include observation, document study, test and non test. The data analysis technique used are descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result of the research consist of two cycles: (1) cycle 1 Problem Based Learning application on critical thinking skills with the average of 58, 57% and for learning result 71,57%; (2) cycle 2 follow up from the weakness and shortage of the first cycle, in this stage the critical thinking skill average increase in the amount of 76,19%, and for learning result increase with the average of 82,68%. Based on the review, it can be concluded that the use of the Problem Based Learning model can improve the students' critical thinking skill and learning result.
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Putri Ayuningtyas; Stefanus Christian Relmasira
Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika) Vol. 2 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.295 KB)

Abstract

The aims of this reseacrh was to increased the mathematics learning outcomes through the implementation of scientific approach learning based on problem based learning(PBL) models for the fourth grade students. This research is an action research which consists of two cycles. The data collection used some instruments such as test, observation sheets, and field notes. The subjects of the research were students in 4th grade of SDN Salatiga 03. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis by comparing the results of cycle 1 analysis with the results of cycle 2 analysis. The results showed that the PBL learning model has been shown to increase mathematics learning outcomes for 11,8%, by 67,6% in cycle 1and increased 79,4% in cycle 2. Based on the results of the study, the implementation of scientific approach based on problem based learning (PBL) can increase mathematics learning outcome. Therefore, problem based learning is recommended to be applied in mathematics learning.
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) UNTUK PENINGKATAN MUTU BERKELANJUTAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN Pukada, Michael Alan Hirdi; Stefanus Christian Relmasira; Danny Manongga
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/1179

Abstract

Di tengah tantangan global dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan, lembaga pendidikan memerlukan kerangka kerja manajemen yang sistematis untuk memastikan relevansi dan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model implementasi Total Quality Management (TQM) yang komprehensif sebagai strategi untuk peningkatan mutu berkelanjutan di lembaga pendidikan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi TQM yang efektif harus didasarkan pada lima pilar yang saling terintegrasi: kepemimpinan transformasional yang visioner, perencanaan strategis yang berpusat pada pelanggan, manajemen proses pembelajaran yang berfokus pada keterlibatan siswa, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta siklus evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa TQM menawarkan sebuah model holistik yang memungkinkan lembaga pendidikan untuk tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga membangun budaya mutu yang adaptif dan inovatif, sehingga mampu menghasilkan peningkatan kualitas layanan dan hasil pendidikan secara signifikan dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI AI SISWA SEKOLAH DASAR Relmasira, Stefanus Christian
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v16i1.53651

Abstract

While deep learning has become a focal point in the transformation of Indonesian education, its implementation requires further investigation. This study aimed to measure the effectiveness of a deep learning approach in enhancing AI literacy among elementary school students through the implementation of the AMAIL (Associative Model of AI Literacy) model. The study employed a pre-test post-test design across five intervention cycles, involving 118 fifth-grade students from three elementary schools in Salatiga. Data analysis utilized bootstrap techniques for Likert-scale questions and Exact McNemar's tests for dichotomous questions. Results showed a significant improvement in understanding AI personalization (p=0.020) and consistent growth in students' ability to explain AI concepts and demonstrate ethical awareness regarding AI use in later cycles (p<0.001). The developmental trajectory from the first to the fifth cycle underscores the importance of the implementation refinement process for the success of deep learning in enhancing students' AI literacy. This research provides an empirical foundation for developing AI literacy programs using a deep learning approach for elementary school students in Indonesia.
Transforming Mathematical Communication: The Effectiveness of RADEC Learning Model in Elementary Education Sakristi, Maria Putri; Relmasira, Stefanus Christian
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.1996

Abstract

Mathematical communication skills represent fundamental competencies essential for mathematical literacy development, yet elementary students frequently demonstrate passive engagement in mathematical discourse due to traditional instructional approaches that limit collaborative interaction and communication skill development. This quasi-experimental study employed a pretest-posttest non-equivalent control group design to investigate the effectiveness of the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) learning model in enhancing mathematical communication skills among elementary students. Participants comprised 51 third-grade students from SD Negeri Gendongan 01 Salatiga, with 27 students in the experimental group receiving RADEC instruction and 24 students in the control group receiving conventional mathematics instruction. Data were collected through validated essay-based assessments measuring written text, drawing, and mathematical expression competencies, supplemented by observations and interviews. Statistical analysis employed Independent Sample T-Tests using SPSS version 27. The experimental group achieved significantly superior performance with a mean score of 80.56 compared to the control group's mean score of 63.83 (p = 0.015, t = -2.534). Performance distribution analysis revealed 63% of experimental students attained very high achievement levels versus 50% in the control group, while low-performing students decreased from 13% to 4% following RADEC implementation.  The RADEC model's systematic progression through Read, Answer, Discuss, Explain, and Create phases effectively develops mathematical communication competencies by facilitating active engagement with mathematical language, collaborative discourse, and creative representation generation. These findings support theoretical frameworks emphasizing mathematical communication as a fundamental process skill essential for mathematical literacy development and provide empirical evidence for student-centered pedagogical approaches in elementary mathematics education.
ANALISIS EFEKTIVITAS INTEGRASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) TERHADAP KUALITAS PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN MUTU BERKELANJUTAN DI SD NEGERI WATES Destiyani, Gati; Relmasira, Stefanus Christian; Manongga, Danny
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 4 No 3 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v4i3.7267

Abstract

Kualitas pengambilan keputusan kepala sekolah merupakan pengungkit krusial untuk mendorong peningkatan mutu sekolah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi prinsip Total Quality Management (TQM) dan data Sistem Informasi Manajemen (SIM) terhadap kualitas pengambilan keputusan Kepala Sekolah di SD Negeri Wates. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi TQM dan SIM terbukti sangat efektif dalam mentransformasi proses pengambilan keputusan. Sinergi antara filosofi TQM yang menekankan perbaikan berkelanjutan dan fokus pada pelanggan dengan data objektif dari SIM (rekap nilai dan kehadiran siswa) telah meningkatkan kualitas keputusan, menggesernya dari yang bersifat intuitif menjadi berbasis bukti, partisipatif, dan tepat sasaran. Inisiasi program “Zero O’clock” menjadi contoh utama di mana data SIM mengidentifikasi masalah, dan prinsip TQM memandu solusi yang kolaboratif dan evaluatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi yang efektif ini secara langsung meningkatkan kualitas keputusan strategis, yang pada gilirannya menjadi katalisator bagi peningkatan mutu sekolah yang berkelanjutan.