Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penerapan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Karakter Untuk Meningkatkan Hasil dan Kebermaknaan Belajar Nur Fitri Rizkiyah; Stefanus C. Relmasira
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.701 KB) | DOI: 10.30653/003.201842.52

Abstract

This study aims to improve the results and meaningfulness of student learning through the application of character-based integrative thematic learning design. This type of research is Stringer model class action research in two cycles with the look, think, and act stages. Data collection instruments use question instruments, questionnaires, observation sheets, and field notes. Data analysis uses comparative description techniques. The subjects of this study were 4th grade students of Salatiga Elementary School 03. The results showed an increase in the results and meaningfulness of student learning. The completeness of the thematic learning outcomes of students in cycle 1 for the content of Indonesian language learning is 79% and the content of the IPS lesson is 70%. In cycle 2 shows the completeness of learning outcomes for the contents of Indonesian language lessons by 88% and the content of social studies by 76%. Student meaningfulness in cycle 1 reached 76% in the meaningful category, then in cycle 2 increased by 88% in the very meaningful category. Based on the results of the study, the application of character-based integrative thematic learning design can improve the results and meaningfulness of student learning.
IMPLEMENTASI DESAIN PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN KEBERMAKNAAN BELAJAR Nur Fitri Rizkiyah; Stefanus C. Relmasira
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol 6 No 2 (2018): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan kebermaknaan belajar siswa melalui implementasi desain pembelajaran tematik integratif berbasis karakter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model Stringer yang dilakukan dalam dua siklus dengan tahap look, think, dan act. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen soal, angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Salatiga 03. Analisis data dilakukan dengan deskripsi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil dan kebermaknaan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan pada ketuntasan hasil belajar tematik pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, dan PPKn secara berturut-turut pada siklus I 79%, 70%, dan 73%. Selanjutnya meningkat pada siklus II yaitu 88%, 76%, dan 79%. Hasil kebermaknaan belajar siswa pada kategori sangat bermakna pada siklus I sebesar 76% dan meningkat pada siklus II sebesar 88%. Dengan demikian implementasi pembelajaran tematik integratif berbasis karakter dapat meningkatkan hasil dan kebermaknaan belajar siswa kelas IV SDN Salatiga 03.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA AGNES KUMBARANINGTYAS; STEFANUS CHRISTIAN RELMASIRA; AGUSTINA TYAS ASRI HARDINI
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.127 KB) | DOI: 10.32529/glasser.v3i1.215

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Cebongan 03 Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama enam kali pertemuan yang dilalui dalam dua siklus dan berdasarkan pembahasan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan, bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat bahwa model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan berpikir kritis siswa dengan adanya peningkatan dari tiap siklus. Pada pra siklus tidak ada siswa yang mencapai berpikir kritis atau 0%. Namun pada siklus II mengalami peningkatan 2 siswa yang berpikir kritis atau 9%, sedangakan pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 16 siswa atau 70% siswa yang berpikir kritis. Sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan terlihat pada tahap pra siklus nilai yang tuntas hanya 8 siswa atau 35% namun pada siklus I mengalami sedikit peningkatan hasil belajar yang tuntas sebanyak 13 siswa atau 57% pada siklus II mengalami kenaikan pada hasil belajar tuntas yaitu terdapat 17 siswa atau  74%. Dengan hasil berpikir kritis siswa dan hasil belajar yang sudah dibahas mencapai keberhasilan yaitu nilai siswa sudah diatas 70%. Maka dapat dikatakan pada siklus II Berpikir kritis dan hasil belajar siswa meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Keywords:GI, Hasil Belajar, Berpikir Kritis
MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA KELAS IV SD Nur Hidayah; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.699 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar Matematika menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik di kelas IV SD Negeri Pasekan 03. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV sebanyak 30 peserta didik terdiri dari 13 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui empat tahap diantaranya perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdapat teknik pengumpulan data berupa teknik studi dokumen, tes tertulis dan observasi, kemudian data yang didapat dianalisis secara deskriptif. Data keaktifan yang didapat pada pra siklus menunjukan dari 30 peserta didik terdapat (30%) peserta didik yang aktif kemudian mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (50%) peserta didik aktif, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi (100%) peserta didik aktif. Data hasil belajar yang didapat pada pra siklus menunjukan (30%) peserta didik mendapat nilai tuntas mengalami peningkatan pada siklus I menjadi (60%) peserta didik mendapat nilai tuntas, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi (90%) peserta didik mendapat nilai tuntas. Peningkatan tersebut terjadi karena guru telah menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik sesuai dengan sintaknya dan dapat membuat peserta didik terlibat aktif saat proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami materi yang dipelajari. Dengan demikian penerapan model Pembelajaran Matematika Realistik mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Pasekan 03.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SD Miftichatun Chanifah; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.979 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif . Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan non tes. Penelitian ini dilakukan dalam siklus 1 dan siklus 2 masing-masing terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD. Desain penelitian disusun berdasarkan perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada pra siklus yang tuntas diatas KKM hanya 24% kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 49% dan siklus 2 menjadi 67%. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pra siklus 15% siswa yang tuntas kemudian meningkat pada siklus 1 menjadi 38% dan siklus 2 menjadi 56%. Hal itu terjadi karena kelebihan dari model Problem Based Learning yaitu siswa di dorong untuk memecahkan masalah pada sebuah soal dalam kelompok atau individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan urut dan sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar pada pembelajaran Matematika kelas V SD
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 4 SD Rista Okta Fiana; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.304 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Matematika kelas IV. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas IV A sejumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sejumlah 28 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah Desain Quai Experiment.. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan uji prasayarat. Uji prasyarat menunjukkan kedua kelompok tidak homogen dan berdistribusi tidak normal Hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney U diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar  0,010 yaitu kurang dari 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji Mann Whitney U dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan  ada perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelas 4 SDN Bringin 01 dalam pembelajaran Matematika menggunakan model pembelajaran PjBL dan PBL. Simpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based Learning lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dibandingkan dengan model Problem Based Learning
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) KELAS V SD Wahyu Purnaningsih; Stefanus Christian Relmasira; Agustina Tyas Asri Hardini
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2019): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.424 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v3i2.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar dengan melalui penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Tegalrejo 01 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumen, tes dan non tes. Teknis analisis data yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdiri dari dua siklus: (1) siklus I dari penerapan model Problem Based Laerning pada kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata 58,57%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 71,57%; (2) siklus II tindak lanjut dari kelemahan dan kekurangan dalam siklus pertama, pada tahap ini hasil kemampuan berpikir kritis meningkat sebesar 76,19%%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 82,68%. Berdasarkan ulasan tersebut dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Laerning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. ABSTRACT The purpose of this research is to improve Critical Thinking Skill and Learning Result through Problem Based Learning (PBL) model. The type of the research used is Class Action Research and the subject of the research is 28 students of grade V of SDN Tegalrejo 01, consist of 13 male students and 15 female students. The data collection technique include observation, document study, test and non test. The data analysis technique used are descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result of the research consist of two cycles: (1) cycle 1 Problem Based Learning application on critical thinking skills with the average of 58, 57% and for learning result 71,57%; (2) cycle 2 follow up from the weakness and shortage of the first cycle, in this stage the critical thinking skill average increase in the amount of 76,19%, and for learning result increase with the average of 82,68%. Based on the review, it can be concluded that the use of the Problem Based Learning model can improve the students' critical thinking skill and learning result.
Implementasi Problem Based Learning Berbasis Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Putri Ayuningtyas; Stefanus Christian Relmasira
Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika) Vol. 2 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.295 KB)

Abstract

The aims of this reseacrh was to increased the mathematics learning outcomes through the implementation of scientific approach learning based on problem based learning(PBL) models for the fourth grade students. This research is an action research which consists of two cycles. The data collection used some instruments such as test, observation sheets, and field notes. The subjects of the research were students in 4th grade of SDN Salatiga 03. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis by comparing the results of cycle 1 analysis with the results of cycle 2 analysis. The results showed that the PBL learning model has been shown to increase mathematics learning outcomes for 11,8%, by 67,6% in cycle 1and increased 79,4% in cycle 2. Based on the results of the study, the implementation of scientific approach based on problem based learning (PBL) can increase mathematics learning outcome. Therefore, problem based learning is recommended to be applied in mathematics learning.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Tik: Peluang dan Tantangan Pendidikan Indonesia Magay, Deky; Satyawati, Sophia Tri; Relmasira, Stefanus Christian
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/qcebgt96

Abstract

Transformasi digital telah menjadi kekuatan utama dalam mengubah lanskap pendidikan global. Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses belajar-mengajar terbukti mampu meningkatkan akses, fleksibilitas, serta efektivitas pendidikan (Erlangga et al., 2023; Owoc et al., 2021). Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran merupakan inovasi penting yang mendukung akses, fleksibilitas, dan efektivitas pendidikan. Artikel ini membahas berbagai peluang yang ditawarkan oleh pembelajaran berbasis TIK, seperti perluasan jangkauan pendidikan, penggunaan media interaktif, dan personalisasi pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan digital antarwilayah, dan rendahnya literasi digital di kalangan pendidik dan peserta didik. Tujuan untuk mendeskripsikan peluang dan tantangan implementasi inovasi pembelajaran berbasis TIK di Indonesia serta menawarkan strategi rekomendasi melalui kolaborasi lintas sektor. Metode menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka untuk mengkaji potensi dan kendala yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan transformasi pendidikan berbasis TIK yang berkeadilan dan berkelanjutan. disarankan agar pemanfaatan TIK dalam pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga pada Penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan berbasis TPACK.
Inovasi Pembelajaran Abad 21 di Indonesia: Analisis Praktik, Peluang, dan Tantangan Magay, Deky; Relmasira, Stefanus Christian; Sanoto, Herry
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/sj6w3s05

Abstract

Pendidikan abad 21 menuntut adanya transformasi dalam cara belajar dan mengajar agar dapat menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan global. Pendidikan abad 21 menuntut adanya perubahan mendasar dalam pendekatan pembelajaran agar dapat menghasilkan pembelajar yang kreatif, kritis, kolaboratif, dan komunikatif (4C). Di Indonesia, berbagai bentuk inovasi pembelajaran telah diterapkan sebagai respons terhadap tuntutan global dan kemajuan teknologi, seperti penggunaan media digital, model pembelajaran berbasis proyek, dan penerapan Kurikulum Mandiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik inovasi pembelajaran abad 21 di Indonesia, mengkaji prospeknya dalam meningkatkan mutu pendidikan, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan literatur ilmiah 5 tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis TIK dan kurikulum yang fleksibel memberikan peluang besar dalam mewujudkan pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik. Namun, tantangan seperti kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan digital masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan yang integratif dan pelatihan berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan inovasi pendidikan di era digital.