Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Using E-Comics Based on Realistic Mathematics Education in Transformation Geometry Masduki, Lusi Rachmiazasi; Ngastiti, Pukky Tetralian Bantining; Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 4 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The very rapid development of technology in the era of Society 5.0, requires lecturers to package learning that is interesting for students, one of which is with media and learning approaches from abstract material to concrete material. The purpose of this research is to produce e-comic products with a realistic approach. mathematics education in geometry transformation courses that can be used in online tutorials for 4th semester mathematics education study program students at Universitas Terbuka. This research method uses the Dick & Carey development design by including eight steps. Based on the results of student questionnaire responses using e-comic media with a realistic mathematics education approach, namely based on the results of student assessment responses, an average value of 86% was obtained, which means that e-comic media is classified as good as a learning medium. Meanwhile, based on the test of the effectiveness of the use of media on students, it is obtained tcount 3.285 > ttable 2.002 from the two results from the t-test through comparison it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that it means that there is a difference in the average learning outcomes between tutor class scores and the class media score. This means that the e-comic media learning outcomes with the RME approach to this transformation geometry material is effectively used for students of mathematics education program at the Universitas Terbuka. Keywords: research & development, e-comics, realistic mathematics education. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i4.pp1769-1776
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA BERKARAKTER DI SEKOLAH DASAR MELALUI COOPERATIVE LEARNING ?óÔé¼?ôTHIPAS?óÔé¼?Ø Masduki, Lusi Rachmiazasi
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1/MARET (2013): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v4i1/MARET.750

Abstract

Berpola pikir Matematik yang merupakan sebuah kebutuhan, mempunyai peran penting dalam berbagai dimensi kehidupan manusia. Kemampuan berpikir, bekerja sama, dan berbagi dengan kelompok pasangannya dalam menyelesaikan tugas. Keberanian berargumentasi merupakan tujuan utama khususnya guna memacu keaktifan dan keterampilan proses siswa dalam pembelajaran matematika, oleh karena itu kemampuan bermental terpuji yang merupakan salah satu indikator pendidikan berkarakter sedini mungkin hendaknya diberikan bimbingan, dilatihkan, dan dibiasakan kepada siswa SD. Pembelajaran konvensional yang menerapkan metode Ekspositori, sampai sekarang masih dominan dilaksanakan di Indonesia ternyata tidak berhasil membuat siswa memahami dengan baik apa yang mereka pelajari. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu dalam menumbuhkembangkan karakter belajar siswa adalah model pembelajaran Cooperative Learning ?óÔé¼?ôThipas?óÔé¼?Ø yang dikemas dalam CD interaktif. Masalah penelitian (1) seberapa besar pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa dengan penerapan model cooperative learning Thipas? (2) seberapa besar pengaruh keaktifan siswa terhadap karakter belajar siswa pada kelas dengan menggunakan model yang dipilih? (3) seberapa besar pengaruh keterampilan proses terhadap karakter belajar siswa pada kelas dengan menggunakan model yang dipilih? (4) berupa apa sajakah, karakter belajar yang dapat dikembangkan dari model yang dipilih? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model cooperative learning Thipas terhadap perkembangan karakter belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan populasi siswa kelas IV SDN Petompon 5, 6, 7 Semarang, dan sebagai sampel diambil dua kelas secara acak, satu kelas sebagai kelas eksperimen, dan satu kelas lainnya sebagai kelas kontrol. Alat ukur yang digunakan berupa lembar pengamatan, dan tes prestasi belajar. Data hasil penelitian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan: (1) pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 68,97%; (2) aktivitas siswa pada kelas eksperimen berpengaruh positif terhadap karakter belajar siswa, sebesar 13,8%; (3) keterampilan proses siswa pada kelas eksperimen berpengaruh positif terhadap karakter belajar siswa, sebesar 27,5%; dan (4) karakter belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata nilai sebesar 68,97 dan lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yang hanya sebesar 66,75. Artinya dalam kelompok eksperimen terdapat keberhasilan mengembangkan mental terpuji berupa keberanian berargumentasi pada diri siswa lebih baik dari pada kelompok kontrol. Simpulannya bahwa pembelajaran matematika dengan model cooperative learning Thipas yang dikemas dalam CD interaktif adalah efektif digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Selain itu model tersebut dapat dikembangkan untuk materi dan mapel yang lain, agar dapat membantu siswa dalam menumbuhkembangkan karakter belajar berupa mental terpuji yaitu berpikir, bekerja sama dan berbagi dengan kelompok pasangannya. Kata Kunci: Pendidikan Matematika Berkarakter, Sekolah Dasar, Cooperative Learning ?óÔé¼?ôThipas?óÔé¼?Ø
RANCANG BANGUN MATIKLOPEDIA BERBASIS CHARACTER BUILDING DI SEKOLAH DASAR Masduki, Lusi Rachmiazasi; Surtini, Sri
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v5i1/MARET.563

Abstract

This study aimed to develop the learning of mathematics with a medium term Matiklopedia which is based on character education for elementary school students. In accordance with these objectives, the type of study is a research development (educational research and development) by Plomp (1997) and modified Borg and Gall, which includes five phases: (1) initial research (preliminary phase investigation), (2) design (design phase), (3) realisaasi / construction (phase realization /construction), (4) testing, evaluation and revision, (phase test, evaluation revition) and (5) implementation (implementation phase). In this first year has produced Matiklopedia the initial design has been validated by experts and media materials to the value of the matter experts with the percentage 90% are excellent and validation of media experts with a percentage score of 90% are excellent, but there was still construct validated by student SDN Tugurejo 01,02,03 Semarang. Key Word: Development, Matiklopedia, Character Education
Analisis Kemampuan Literasi Matematik Melalui Think-Talk-Write (Ttw) Berbantuan Geogebra Ditinjau Dari Self Efficacy Peserta Didik Kelas VI Nur Azizah, Fitri; Waluya, Budi; Masduki, Lusi Rachmiazasi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.183 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i2.11372

Abstract

Kemampuan literasi matematik merupakan salah satu kemampuan dalam pembelajaran matematika yang sangat penting dimiliki oleh seorang peserta didik. Namun faktanya tingkat kemampuan literasi matematik peserta didik khsususnya dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas pembelajaran dan menganalisis kemampuan literasi matematik peserta didik ditinjau dari self efficacy pada kelas yang menggunakan model Think-Talk-Write (TTW) berbantuan Geogebra. Penelitian ini menggunakan metode campuran tipe sequential exploratory. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas IVA SDN Kemantran 01 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IVB SDN Kemantran 01 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes kemampuan literasi matematik, angket self efficacy, dan perangkat pembelajaran. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara terhadap subjek penelitian, angket/observasi dan dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif dikumpulkan dengan melakukan tes kemampuan literasi matematik. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai validitas perangkat pembelajaran mencapai 89,50% (sangat baik), rata-rata nilai praktikalitas 92,71% (sangat baik) dan rata-rata keterlaksanaan pembelajaran mencapai 90,98% (sangat baik).
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGOLAH MAKANAN DARI BAHAN POKOK SINGKONG MENJADI OLAHAN MAKANAN VARIATIF BAGI IBU-IBU PKK Kurniasih, Eem; Masduki, Lusi Rachmiazasi; Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Prayitno, Edi; Ngastiti, Pukky Tetralian Bantining
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25733

Abstract

Berdasarkan kondisi Ibu-Ibu PKK Dukuh Ocak-Acik RT.01 dan RW.02, Jati, Jaten Karanganyar-Surakarta, berkaitan dengan olahan berbagai variasi makanan dengan bahan dasar singkong mendapatkan hasil yang cukup memuaskan. Kegitan pelatihan IbM ini dapat mengembangkan ketrampilan dalam membuat berbagai olahan variasi makanan dengan bahan dasar singkong. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menambah ketrampilan, mengisi waktu luang dalam mengolah singkong dengan berbagai variasi. Pelaksanakan pengabdian masyarakat IbM ini akan berlangsung selama 6 bulan yaitu lebih tepatnya 8 kali pertemuan dengan mengoptimalkan program penyuluhan dan pelatihan dengan model pelatihan andragogi yaitu 70% praktek dan 30% teori. Hasil yang telah dicapai dalam program pengabdian ini adalah menambah pengetahuan dan ketrampilan Ibu-Ibu PKK tentang berbagai olahan variasi makanan dengan bahan dasar singkong. Mitra dapat menghasilkan karya berupa kue singkong dengan toping coklat, keju, serta wingko babat berbahan singkong dan keju singkong crispy. Sebanyak 11 mitra dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik dan lancar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SMK BERBASIS SOFTWARE GEOMETERS SKETCHPAD DENGAN PENDEKATAN ETHNOMATHEMATIC Masduki, Lusi Rahmiazasi; Buchori, Achmad
Aksioma Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i1.16

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah “Bagaimana proses pengembangkan bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan matematika realistik yang teruji valid?”. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan Ethnomathematic. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah dengan memodifikasi model 4-D. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pengembangan bahan ajar Matematika SMK dengan model 4-D telah sesuai dengan pendekatan Ethnomathematic. Selain itu, bahan ajar telah memenuhi kriteria/valid, yaitu validator ahli materi dengan skor rata-rata 77,50 dan validator ahli media komputer dengan skor rata-rata 82,66. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru-guru untuk menjadikan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika SMK sesuai kurikulum 2013. Kata Kunci: Ethnomathematic, Geometers Sketchpad, Matematika SMK
Developing a Barcode-Based Dice Card Game to Improve Descriptive Writing Skills in Elementary School Puji Astutik; Supriyono Supriyono; Lusi Rachmiazasi Masduki
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 9 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/1chn2607

Abstract

This development research is motivated by the critical need to foster writing skills, a foundational literacy mandate outlined in the Independent Curriculum and Law No. 20 of 2003 on the National Education System. Descriptive text writing, in particular, is a fundamental competency in elementary-level Indonesian language learning that often presents challenges for students. Addressing these challenges requires innovative learning media that not only meets cognitive objectives but also creates interactive, engaging, and contextually relevant learning experiences for students in the digital age. In response, this study aims to develop and test the effectiveness of a Barcode-Based Dice Card Game, named GARDU, in improving students' descriptive writing skills. The research employed the Research and Development (R&D) method, following the Borg & Gall model, combined with a Quasi-Experimental design. The population consisted of third-grade students from SDN Songgokerto 01 and SDN Songgokerto 03 in Batu city, with a sample of 52 students divided into experimental and control groups. Data were collected using validation sheets, observation sheets, user response questionnaires, and descriptive writing performance tests (pre-test and post-test). The results from material and media experts validated the GARDU media as "Highly Suitable," with an average score above 90%. Responses from both students and teachers were also overwhelmingly positive, indicating the media's practicality and appeal. Quantitatively, the data analysis revealed a significant improvement in the experimental group's writing skills, with a classical learning completeness increase of 35.7%. A paired sample t-test confirmed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.05). In conclusion, the Barcode-Based Dice Card Game (GARDU) is a valid, practical, and effective learning medium. It not only significantly enhances descriptive writing skills but also promotes active student engagement, stimulates critical thinking, and accommodates the learning styles of the digital generation by leveraging familiar technology.
Effect of Think Talk Write (TTW) Model with Lagari Media on Primary Students’ Literacy and Communication Skills Mar&#039;atus Solichah; Supriyono Supriyono; Lusi Rachmiazasi Masduki
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 9 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/3ffz9590

Abstract

This study investigated the effect of the Think Talk Write (TTW) learning model combined with serialized picture screen media, known as Lagari, on the literacy and communication skills of third-grade students in an Indonesian elementary school. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the research involved a specific sample of primary school learners to measure the impact of this integrated method. The findings from statistical analyses, including the independent sample t-test and linear regression, were decisive. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), clearly indicating that the TTW model with Lagari media (X) had a significant positive effect on both students' reading and writing literacy skills (Y1) and their communication abilities (Y2). The rationale for this success is rooted in the model's structured yet interactive nature. The TTW framework actively engages students by first requiring them to process information individually (Think), then articulate and debate their ideas within a group setting (Talk), and finally construct and solidify their understanding through written expression (Write). This entire process is effectively scaffolded by the Lagari media, which provides a coherent visual narrative that stimulates discussion and guides narrative construction. The implications of these findings are substantial for educational practice. They confirm that the TTW model, when enhanced with visual aids like Lagari, is a highly effective pedagogical strategy. It is therefore strongly recommended for application in primary education to simultaneously cultivate the critical and interconnected competencies of literacy and verbal communication, which are fundamental to academic success and lifelong learning