Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN IBM MENJAHIT BUSANA GAMIS DENGAN POLA METODE CUPPENS GEURS SEBAGAI PEMBERDAYAAN EKONOMI IBU-IBU DASAWISMA DI KELURAHAN TLOGOSARI Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Eem Kurniasih; Lusi Rachmiazasi Masduki; Edi Prayitno
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i1.323

Abstract

Sewing is an activity that is timeless. The number of fashion stores that offer ready-made clothes does not necessarily satisfy buyers. Some are uncomfortable on the body because they don't fit the size, some are not suitable models, and other problems. From this sewing skills are needed. Even skills that are often honed will make you confident, so that it can be used as an improvement in the family economy for dasawisma mothers. The products produced are in demand by fellow friends, and one day they are more developed by selling their products. Starting from that, when partners put forward for sewing training, it was chosen to use the Cuppens Geurs method because it was simpler, more common, and easy to practice. Implementing community service this sewing training lasts for 6 months by optimizing the andragogy training model training program, namely 70% practice and 30% theory. Participants focused more on practical activities using the CG (Cuppens Geurs) method pattern that has been adapted to their respective models that have been selected by partners. The optimization of the program includes the manufacture of women's clothing, namely Gamis clothing. The service activities that have been achieved in this program are dasawisma mothers from Tlogosari Semarang village, from Dasawisma Durian, Dasawisma Pomegranate, Dawis Dahlia, and from the Sunan Kalijaga recitation group to produce gamis products
PEMASARAN DIGITAL MELALUI TIKTOK SHOP DAN SHOPEE PADA PRODUK NSR CARICA DESA BAWANG KABUPATEN BATANG Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Moh. Muzammil; Lusi Rachmiazasi Masduki; ETI FERAWATI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5046

Abstract

NSR Carica ,merupakan UMKM yang berada di Desa Bawang Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Usaha NSR Carica memiliki produk yaitu minuman kemasan sejenis manisan berkuah manis yang segar dan nikmat. Buah Carica yang berasal dari dataran tinggi Dieng, diolah sedemikian rupa sehingga menjadi produk yang dapat memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hal ini karena buah carica yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, sehingga merupakan buah yang langka dan olahannya pun sering dicari konsumen sebagai buah tangan para pembelinya. Dari desa Bawang ke Dieng hanya butuh waktu 30 menit. Sehingga buah carica mudah didapatkan. Olahan buah carica ini memiliki potensi ekonomi yang sangat bagus. Buahnya yang langka, membuat para konsumen merasa penasaran akan rasa dan bentuknya. Pemasaran yang dilakukan masih konvensional dengan cara door to door dan titip di toko, pasar, dan tempat wisata. Dari situ waktu dan tenaga menjadi tidak efisien. Sehingga diberikan solusi dari tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UT Semarang, yaitu pelatihan dan pendampingan pemasaran carica melalui media sosial tiktok shop dan shopee. Kegiatan berupa ceramah, praktik langsung pembuatan toko virtual di tiktok shop dan shopee, juga upload produk. Hasil yang didapatkan dari pengabdian masyarakat ini sangat dirasakan dengan adanya penambahan jumlah karyawan dan naiknya penjualan dan meluasnya pengenalan produk NSR Carica. Sebelum adanya pelatihan dan pendampingan pengabdian kepada masyarakat, karyawan ada 5 orang termasuk owner. Setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat tim dosen dan mahasiswa UT Semarang, kayawan menjadi 9 orang. Penjualan juga yang awalnya produksi 35-50 pack perminggu meningkat menjadi 50-100 pack perminggu.Dalam 1 pack kemasan terdapat 6 cup minuman NSR Carica.
Evaluasi Pelaksanaan Praktik Pengalaman Beracara pada Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh UPBJJ-UT Semarang Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Lusi Rachmiazasi Masduki
Integralistik Vol 31, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.25016

Abstract

Praktik secara langsung dan tatap muka tetap menjadi pilihan favorit mahasiswa pada perguruan tinggi yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh, dibandingkan dengan praktik/tutorial online. Mahasiswa program studi hukum UT selain diberikan materi teoritis akademis secara mandiri dan terstruktur, juga diberikan pengalaman beracara di pengadilan. Selain praktik dan observasi di lembaga peradilan, mahasiswa juga dibimbing untuk menulis berkas/dokumen yang dibutuhkan dalam proses beracara. Metode penelitian dilakukakan dengan metode kuantitatif dan kualitatif (mix methode) dengan instrumen berupa angket dan wawancara. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari angket/kuesioner dan dari wawancara langsung. Data sekunder dari literasi pustaka buku pedoman PPB dan referensi lainnya. Hasil yang diperoleh yaitu pelaksanaan PPB secara tatap muka sejauh ini sudah dipandang bagus oleh mahasiswa yang telah melaksanakan PPB, tetapi ada beberapa aspek yang harus dibenahi sebagai evaluasi dalam membuat program pada semester berikutnya.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan E-Modul Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Syamsul Arifin; Budi Waluya; Lusi Rachmiazasi Masduki
widiyanto Vol 9, No 2 (2023): JPK, Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v9i2.42354

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang sangat penting dimiliki oleh siswa. Namun faktanya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa khususnya dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas pembelajaran dan menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari kemandirian belajar pada kelas yang menggunakan model problem based learning (PBL) berbantuan e-modul. Penelitian ini menggunakan metode campuran tipe sequential explanatory. Prosedur penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian. Sampel terpilih yaitu siswa kelas IV SDN Slarang Kidul 02 sebagai kelas eksperimen (menggunakan model PBL berbantuan e-modul), siswa kelas IV SDN Slarang Kidul 01 sebagai kelas kontrol (menggunakan model PBL tanpa e-modul). Hasil penelitian menunjukan: (1) kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen mencapai ketuntasan lebih dari 75%; (2) rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen melebihi KKM; (3) proporsi ketuntasan kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; (4) rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; (5) peningkatan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol; dan (6) kemandirian belajar siswa melalui model PBL berbantuan e-modul berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model PBL berbantuan e-modul merupakan pembelajaran yang berkualitas dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis. Secara kualitatif siswa berkemandirian belajar tinggi mampu melakukan semua tahapan kemampuan berpikikir kritis matematis dengan baik yaitu mengenal masalah, mengumpulkan data atau informasi, menemukan cara, dan membuat simpulan. Siswa dengan kemandirian belajar sedang masih kurang pada indikator menemukan cara. Sedangkan siswa berkemandirian belajar rendah masih kurang pada semua indikator kemampuan berpikir kritis matematis.Critical thinking is one of the higher order thinking skills that is very important for students to have. However, the fact is that the level of students' critical thinking skills, especially in learning mathematics, is still relatively low, so that quality learning is needed. The purpose of this study was to test the quality of learning and analyze students' mathematical critical thinking skills in terms of learning independence in classes using the e-module-assisted problem-based learning (PBL) model. This study used a mixed sequential explanatory type of method. Research procedures include planning, implementation, and assessment. The selected samples were fourth grade students at SDN Slarang Kidul 02 as the experimental class (using the PBL model assisted by the e-module), fourth grade students at SDN Slarang Kidul 01 as the control class (using the PBL model without the e-module). The results of the study showed: (1) the mathematical critical thinking skills of the experimental class achieved more than 75% completeness; (2) the average value of the experimental class' mathematical critical thinking skills exceeds the KKM; (3) the proportion of mastery of mathematical critical thinking skills in the experimental class is better than the control class; (4) the average mathematical critical thinking skills of the experimental class are better than the control class; (5) the average increase in the mathematical critical thinking skills of the experimental class is higher than that of the control class; and (6) student learning independence through the PBL model assisted by the e-module has a positive effect on students' mathematical critical thinking abilities. It can be concluded that learning with the PBL model assisted by e-modules is a quality learning in improving mathematical critical thinking skills. Qualitatively, students with high learning independence are able to do all stages of mathematical critical thinking skills well, namely recognizing problems, collecting data or information, finding ways, and making conclusions. Students with moderate learning independence are still lacking in finding ways indicators. Meanwhile, students with low learning independence are still lacking in all indicators of mathematical critical thinking ability.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR DENGAN METODE DISKUSI Khotimah, Chusnul; Lusi Rachmiazasi Masduki; Sutopo
Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru Vol. 15 No. 1 (2023): TING XV 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes of 11 IPS 3 students at SMA Negeri 1 Pare Kediri in the mathematics subject chapter on derivatives of algebraic functions. Students' understanding of the material is seen from the cognitive domain, which only reaches less than 30% completeness. The aim of this research is to describe the increase in students' understanding of the material Deriving Algebraic Functions. The discussion method was chosen because this method is considered effective for increasing students' understanding of the difficulty. This discussion method is applied to material derived from algebraic functions using student worksheets with division into groups consisting of 4-5 people. After that, students present their results and discuss them with students in the same class. Using the discussion method resulted in an increase in understanding in the cognitive domain of 38.51%. This data was obtained from cycle 1 which produced an average test score of 47.68% with completeness reaching 18.18%. In cycle 2, improvements to the student worksheets were able to produce an average test score of 86.19% with completion reaching 81.81%. Students are also able to process emotions and appreciate expressing opinions when discussing with groups or when expressing opinions in public.
Pelatihan Digital Marketing Kewirausahaan dan Pendampingan Halal Minumam Carica NSR Desa Bawang Kabupaten Batang Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Muzammil, Moh; Masduki, Lusi Rachmiazasi
Abdi Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v4i2.4148

Abstract

During the post-Covid-19 pandemic, MSMEs began to be reluctant to get back up, after being in suspended animation during the pandemic. As is the case with community service partners who have a typical Carica beverage entrepreneur with the NSR brand located in Bawang village, Batang district, Central Java. The 3 years of non-production has caused several partner problems, including the end of PIRT legality and upgrading of HALAL certification, equipment that is no longer suitable for use because it has not been in production for a long time, and also conventional marketing problems. This third thing made the team consisting of lecturers and students carry out community service through mentoring and training methods for Carica's NSR MSME partners. With the provision of equipment assistance, assistance in HALAL management, and digital marketing training, it provides benefits for partners. After the dedication drink activity was held, the public or consumers are increasingly consuming carica with the NSR brand because in November 2022 a HALAL certificate has been issued. Then the partners have a virtual shop to market NSR Carica drinks on social media Tiktok Shop and e-commerce Shopee. With a combination of conventional marketing and digital-based marketing, the results of increasing sales and increasing number of employees are obtained.
PENGARUH PROJECT-BASED LEARNING DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD Anisa Hikmawati, Anisa Hikmawati; Dwi Winarsih; Lusi Rachmiazasi Masduki
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine the influence of Project-Based Learning and pedagogical competence on the science and science learning outcomes of fifth grade elementary school students. The method used is quantitative research and the data collection method used is the survey one. The results of data analysis regarding Project-Based on science and science learning outcomes for fifth grade elementary school students show a figure of 39.45. This shows that there is a significant influence between Project-Based Learning on the science and science learning outcomes of fifth grade elementary school students. The results of data analysis regarding the influence of pedagogical competence on science and science learning outcomes for fifth grade elementary school students showed a figure of 46.99. This shows that there is a significant influence between pedagogical competence on the science and science learning outcomes of fifth grade elementary school students. There is a relationship between Project-Based Learning and pedagogical competence on the science and science learning outcomes of fifth grade elementary school students. The Project-Based Learning factors and the teacher's pedagogical competence have a positive and very significant influence on the science learning outcomes of elementary school students. The magnitude of the influence on the two independent variables can be seen from R square. It shows the R square value is 0.876 (87.6%), which means that the relationship between Project-Based Learning (X1) and teacher pedagogical competence (X2) simultaneously influence science learning outcomes (Y) by 87.6%. Meanwhile, the remaining 12.4% was influenced by other variables and was not included in this study.
DESAIN PRODUK VIRTUAL LAB GEOMETRI DI UNIVERSITAS TERBUKA SEMARANG SEBAGAI PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD 21 Nurmawati Nurmawati; Lusi Rachmiazasi Masduki; Eem Kurniasih
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.8578

Abstract

The current virtual laboratory conditions are developing so rapidly, one of the indicators is the large number of Mathematics students, both PTN and PTS in Central Java, who are looking for references related to online geometry course practicums between lectures. This raises concern as a lecturer in adding value to lectures, which are adapted to the current 21st century learning era by creating a virtual laboratory based on Virtual Reality geometry courses, research methods using the ADDIE R & D model (Analysis, Design, Develop, Implementation and Evaluation) in this research only up to 3 steps because time constraints in product creation and validation, the results of virtual geometry lab products are expected to be able to display virtual and augmented reality which can increase student motivation and learning outcomes, based on the validation of media experts and material experts on geometry lab virtual products obtaining grades of 91 and 94 a This means that virtual geometry lab products are very suitable for learning geometry during a pandemic at the Open University of Semarang
Pemanfaatan Media Pembelajaran E-Book bagi Guru di SDN Tugurejo 2 Semarang Masduki, Lusi Rachmiazasi; Ngastiti, Pukky Tetralian Bantining; Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Kurniasih, Eem
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 1 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i1.512

Abstract

Perkembangan teknologi mengharuskan guru untuk mengemas media pembelajaran dengan berbasis teknologi. Kondisi beberapa sekolah di SDN kota Semarang belum menunjukkan guru yang menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Mayoritas guru masih menggunakan metode konvensional dalam menyajikan media pembelajaran. Kegiatan yang akan dilakukan adalah pelatihan dengan model andragogi dengan 70% praktek dan 30% teori dengan rincian 1) pelatihan mengenalkan beberapa aplikasi yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, 2) pelatihan membuat media pembelajaran berbasis teknologi sesuai dengan materi yang akan diajarkan di sekolah, 3) pelatihan melakukan uji coba terhadap peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran. Kegiatan yang telah dicapai pada pelatihan pembuatan media digital ini yaitu sebanyak 23 guru dapat membuat e-book dengan materi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Literasi Budaya Rochmawati, Chuzaima Noor; Masduki, Lusi Rachmiazasi; Supriyono, Supriyono
INOVASI Vol. 11 No. 1 (2024): Inovasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/Inovasi.v11i1.p89-100.39726

Abstract

Media buku cerita bergambar memiliki peranan penting dalam kegiatan literasi budaya. Keterampilan berwacana didukung oleh kemampuan membaca dan berliterasi. Hasil Raport Pendidikan Tahun 2024, menunjukkan kemampuan literasi dengan pencapaian terendah di SD Negeri 1 Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa dalam proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik peserta didik pada jenjang sekolah dasar, khusunya kelas V. Keterbatasan ini merupakan salah satu yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca, sehingga berdampak pada menurunnya prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar berupa buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi budaya pada kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian dan pengembangan, menggunakan desain model pengembangan (ADDIE), yaitu: (1) analisis permasalahan dan kebutuhan peserta didik; (2) merancang bahan ajar yang sesuai; (3) mengembangkan produk bahan ajar; (4) mengimplementasikan produk bahan ajar sebagai dasar evaluasi; dan (5) melakukan evaluasi guna perbaikan sehingga produk bahan ajar layak digunakan. Pada tahap pengembangan melibatkan siswa kelas V, dan diksusi kelompok dengan rekan kerja, ahli validator untuk memvalidasi media yang dikembangkan, workshop, dan seminar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh skor rata-rata 3,53 untuk media, 3,53 untuk materi, dan 3,53 untuk bahasa. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap 7 responden menghasilkan skor rata-rata sebesar 3,90. Hasil uji coba kelompok besar terhadap 29 responden, diperoleh skor rata-rata sebesar 3,95. Sedangkan untuk uji coba keefektifan yang dilakukan oleh 3 tahap uji literasi budaya kepada ujicoba peserta didik diperoleh hasil kriteria tertinggi yaitu mendapatkan skor 3 sampai 4 dari setiap kriteria angket ukur keaktifan, sehingga media bahan ajar buku cerita yang dikembangkan mampu menumbuhkan keaktifan belajar siswa. Media buku cerita bergambar dikembangkan berfokus pada tari Turonggo Yakso. Untuk pengembangan lebih lanjut diharapkan agar dapat menambahkan Literasi Budaya yang ada di Daerah Trenggalek. Selain itu, pendidik dapat mengembangkan media buku cerita bergambar untuk meningkatkan literasi budaya sendiri-sendiri sesuai potensi daerahnya masing-masing. Saran untuk pengembangan lebih lanjut agar dapat mengoptimalkan Literasi Budaya supaya lebih baik lagi yaitu dengan mengembangkan buku cerita bergambar mengenai Literasi Budaya lain yang bisa menjadikan buku cerita bergambar berbasis nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Trenggalek ini lebih lengkap dan efektif.