Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN PADA ORANGTUA POS PAUD DI KOTA SEMARANG Arri Handayani; Agung Prasetyo; Muniroh Munawar; Dwi Prasetiyawati D.H.; Ratna Wahyu Pusari
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v2i1 mei.369

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model pendidikan kependudukan pada orangtua (Pasangan Usia Subur) sehingga terbangun kesadaran tentang ber-KB. Populasi penelitian ini adalah orangtua pos PAUD yang merupakan pasangan usia subur yang memiliki anak lebih dari empat orang di kelurahan Tandang, Sendangguwo, Rejosari dan Muktiharjo. Pemilihan sampel dilakukan dengan pertimbangan wilayah tersebut ditetapkan oleh pemerintah kota Semarang sebagai Kelurahan Layak Anak dengan sebagaian besar orangtua merupakan pasangan usia subur (PUS).Rancangan penelitian ini dilakukan dengan memadukan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui prosentasi peningkatan kesadaran ber-KB sebelum dan sesudah diberi pembelajaran dengan model kooperatif Think-Pair-share. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi meningkat/ menurunnya sikap untuk berKB dari para orang tua kelompok sasaran. Dengan demikian, penelitian ini menjadi sangat komprehensif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket skala Likers, wawancara dan dokumentasi.Hasil analisis dokumen pre-test bisa diketahui bahwa alasan masyarakat untuk mengikuti KB lebih ditekankan pada masalah sulitnya mendidik anak karena pada prinsipnya para orangtua ingin generasi penerusnya mendapatkan pendidikan lebih baik. Biaya ber-KB sekarang ini sudah ada solusi melalui program KB gratis atau Jamkesmas/Jampersal (Jaminan Persalinan). Sebagian besar masyarakat percaya kehamilan mengandung resiko, menyebabkan kesengsaraan/menyulitkan di kemudian hari bila tidak direncanakan seperti gizi anak kurang dan juga kurang bagus untuk kesehatan ibu.Setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share dalam pendidikan kependudukan dengan pendekatan andragogi melalui diskusi dan wawancara bisa diketahui bahwa secara umum terjadi peningkatan terkait kesadaran ber-KB sekitar 6,6%; Pemahaman tentang kehamilan dan resikonya sekitar 1,8% dan tanggung jawab orang tua dalam pendidikan dan pengasuhan anak sekitar 1,2 %.Keyword: pendidikan kependudukan, KB
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL MELALUI KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB-TK KHODIJAH 04 TEMBALANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dwi Lestari; Muniroh Munawar; Mila Karmila
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v7i1.2468

Abstract

ABSTRAKLatar belakang yang mendorong penulis melakukan penelitian ini adalah kurangnya kemampuan visual-spasial khususnya pada anak Usia 5-6 tahun di kelompok B. Anak anak kesulitan dalam mengungkapkan imajinasinya ke dalam suatu gambar.Beberapa permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan dalam mengvisualisasikan ide dangagasan pada anaka Kelompok B, anak belum mampu menghubungkan gambar dengan benda nyata, anak belum mampu menghubungkan benda di sekitarnya dengan warna. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Visual-spasial anak usia 5-6 tahun pada kelompok B Ayyub di KB-TK Khodijah 04 Tembalang.            Metode penelitian dilakukan dengan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah anak usia 5-6 tahun kelompok B, yang terdiri dari delapan anak, di Kecamatan Tembalang. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif persentatif dan aktivitas anak-anak didik.            Hasil penelitian menunjukkan kemampuan Visual-spasial yang dicapai anak didik lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya dimana kondisi awal kemampuan visual-spasial pada anak hanya mencapai 12,5%, namun setelah dilakukan praktek penelitian tindakan kelas melalui kegiatan membatik, pada siklus I mengalami peningkatan 50%, selanjutnya dilakukan penelitian ulang pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 87,5%, dimana tingkat pencapaian tersebut sudahmemenuhi target penelitian yaitu 80%. Disimpulkan bahwa melalui kegiatan membatik dapat meningkatkan kemampuan visual-spasial pada anak. ABSTRACT                    The background that encourages authors to do this research is the lack of visual-spatial ability especially in children aged 5-6 years in group B. Children difficulties in expressing his imagination into a picture.               Some of the problems that occur in this research is the lack of ability to visualize the idea dangagasan in anaka Group B, children have not been able to connect the image with real objects, the child has not been able to connect objects around it with color. The objective of this research is to improve the visual-spatial ability of 5-6 year olds in group B Ayyub at KB-TK Khodijah 04 Tembalang.The research method is done by classroom action research. Research subjects are children aged 5-6 years group B, which consists of eight children, in Tembalang District. Data analysis technique used is descriptive qualitative percentage and activity of children.               The result of the research shows that the visual-spatial ability achieved by the students is higher than the previous one where the initial condition of visual-spatial ability in children only reaches 12.5%, but after the classroom action research practice through the batik activity, in the first cycle has increased 50% , then re-examined in cycle II has increased by 87.5%, where the level of achievement is alreadymeet the research target of 80%. It was concluded that batik activity can improve visual-spatial ability in children.
PENINGKATAN KESEIMBANGAN TUBUH MELALUI BERJALAN DI ATAS VERSA DISC PADA ANAK KELOMPOK B PAUD TAMAN BELIA CANDI SEMARANG Wiwik Chitra Pratiwi; Muniroh Munawar
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 Oktober (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v3i2 Oktober.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh melalui berjalan di atas versa disc pada anak Kelompok B PAUD Taman Belia Candi Semarang. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdapat tiga pertemuan dimana masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara berjalan di atas versa disc dengan keseimbangan tubuh yang dimiliki siswa. Hasil yang diperoleh adalah 81,82% peningkatan keseimbangan tubuh pada siklus II dicapai oleh 18 anak dengan nilai B (baik) dibandingkan siklus sebelumnya yang hanya 11 orang sebesar 50%. Pada siklus II menggunakan instruksi dan pengulangan kegiatan serta setting lingkungan yang lebih mendukung yaitu kelompok kecil disertai tes keseimbangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media versa disc sebagai pilihan alternative dalam pembelajaran gerak bagi anak kelompok B dapat membantu upaya peningkatan keseimbangan tubuh anak. Saran harus memberitahu guru agar dapat membantu meningkatkan keseimbangan tubuh siswa dengan menerapkan berbagai gerakan pembelajaran inovatif bervariasi dalam membantu mencapai kematangan neurologis untuk kesiapan anak untuk belajar lebih baik.Kata Kunci : Keseimbangan tubuh, berjalan, versa disc
PENGARUH MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1-10 PADA KELOMPOK A DI RA AS-SYUHADA’ PEDURUNGAN SEMARANG TAHUN AJARAN 2016/2017 Kurnia Dewi Wulandari; Muniroh Munawar
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v6i1.1863

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A RA As-Syuhada. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A yaitu kelompok A1 berjumlah 20 anak sebagai kelompok kontrol dan kelompok A2 berjumlah 20 anak sebagai kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test – post test design. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen adalah 47,1 dan nilai kelas kontrol adalah 63,05. Nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 65,15, sedangkan nilai rata-rata posstest kelas kontrol adalah 48,1. Sedangkan untuk uji t antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan dk=20 dan a=5% diperoleh = 8,37 dan =1,729, jadi  >  maka terdapat pengaruh penggunaan media permainan ular tangga terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10.Kata Kunci : Lambang Bilangan 1-10, Permainan Ular Tangga  This type of research is quantitative. The population in this study were all children of group A at RA As-Syuhada. The sample in this study were all children of group A that is group A1 amounted to 20 children as control group and group A2 amounted to 20 children as experimental group by using nonprobability sampling technique that is purposive sampling. The research design used is one group pre test - post test design. The results showed that the average value of pretest in the experimental class was 47.1 and the control class score was 63.05. The average posttest value in the experimental class is 65.15, while the mean value of the control class posstest is 48.1. As for t test between control class and experiment class with dk=20  and a=5% obtained = 8,37  and =1,729, so  >  then there is influence of usage of game media of snake ladder to ability to recognize symbol of number 1-10.Keywords : Symbol of Numbers 1-10, Snake Ladder Game
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP PERILAKU AGRESIF ANAK PADA KELOMPOK B TK ALBERTUS SOEGIJAPRANATASEMARANG TAHUN AJARAN 2017/2018 Elza Novitasari; Muniroh Munawar; Dwi Prasetiyawati D.H.
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v6i2.2102

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode pembelajaran role playing terhadap perilakuagresif anak kelompok B TK Albertus Soegijapranata Semarang tahun ajaran2017/2018.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam metode pre- experimental design (nondesigns) dengan desain one- group pretest-posttest design.Penggunaan metode pembelajaran role playing memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan perilaku agresif anak kelompok B TK Albertus Soegijapranata Semarang, dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdasarkan sepuluh indikator perilaku agresif anak. Hal ini terbukti dengan hasil analisis pengaruh menggunakan perhitungan uji t yang dilakukan selama proses penelitian, diperoleh thitung = 3,6123387 > ttabel = 1,75 dengan rata-rata pretest53.0469 dan posttest 33.8281 serta terhadap perilaku agresif pada anak memberikan pengaruh positif, yaitu terjadi penurunan sebesar19,22 persen terhadap perilaku agresif anak. ABSTRACT                This study aims to determine the influence of role playing learning method toward the children aggressive group B behavior Albertus Soegijapranata Semarang academic year academic year2017 / 2018.The type of this research is quantitative research in pre-experimental design (nondesigns) method with one-group pretest-posttest design. The use of role playing learning method has a significant influence in decreasing aggressive behavior of children group B Kindergarten Albertus Soegijapranata Semarang, with the implementation of learning activities based on ten indicators of aggressive behavior of children. It is proved by the result of influence analysis using t test calculation done during the research process, obtained tcount = 3,6123387> ttabel = 1.75 with pretest53.0469 and posttest 33.8281 and also aggressive behavior in children give positive influence, that is a decline of 19.22 percent against aggressive behavior of children.
PERUBAHAN MINDSET KADER POS PAUD SEKAR MELATI JAYA TENTANG PENGENALAN CALISTUNG DI PAUD MENUJU PEMBELAJARAN BERORIENTASI BERMAIN Kristanto .; Agus Suharno; Arri Handayani; Muniroh Munawar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i2.965

Abstract

Abstract ?é?á The activities of devotion to the community it was implemented to cadres PAUD post in RW XX Meteseh village, Tembalang district, Semarang city to understand?é?á that?é?á :?é?á (1)?é?á of?é?á the?é?á importance?é?á of?é?á play?é?á as?é?á stimulation?é?á holistic?é?á early childhood; (2) Three types of play to learning oriented play in early childhood . This IbM is using a method of counseling and training. The counseling is about to give : (1) Technically the implementation of the PAUD post (2) Standard primary school curriculum grade 1. While training given to practice of three types of play in early childhood, that is:?é?á?é?á play sensorimotor area, play the role and play development. Mentoring also given as an application from the training practice of playing in PAUD post. The results of the implementation of activities IbM can be concluded that training oriented learning play introduce to cadres PAUD post about the types of play high quality in PAUD very useful in giving the image and equip cadre on the opening?é?á PAUD?é?á post?é?á Sekar?é?á Melati?é?á Jaya?é?á?é?á ?é?áRW?é?á XX?é?á Meteseh?é?á village,?é?á Tembalang district, Semarang city. Keyword: mindset, calistung, play
IbM PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL POSDAYA DURIAN JAYA MENUJU DESA WISATA DI KELURAHAN BUBAKAN, KEC. MIJEN, KOTA SEMARANG Rasiman .; Sudargo .; Mei Sulistyaningsih; Fenny Roshayati; Arri Handayani; Muniroh Munawar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i2.966

Abstract

Abstract ?é?á Based on the data analysis of monograph in Bubakan Village, whichhas various kinds of?é?á potential local resources (e.q:fruits, plants vegetable and cattle), Posdaya Durian Jayaas a partner of IbM, has some potential activities that can be developed?é?á as pioneer of potential local tourist resort intheareaofBubakanvillage. The present activities of the Posdaya are divided into several fields:a.Education;b.Health;c.Entrepreneurship; andd.Environment Care. Those localpotentialresources were still needed serious managerial development in accordance todesign a new local tourist resort. The IbM activities in RW02 Bubakan aimed at 1) making cat fish abon and various food from flourmocaf, 2) conducting a seminar with village officials, community leaders, and the group Posdaya to design a?é?á tourist village. 3) socializing about?é?á nutrients forchildren in Posyandu ?óÔé¼?ôMawar Dua?óÔé¼?Ø. Keyword: local potential resources, Posdaya Durian Jaya, local tourist resort
IbM POSDAYA KUSUMA JAYA KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Eko Retno Mulyaningrum; Suwarno Widodo; Muniroh Munawar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2014): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v5i2.696

Abstract

AbstractEach Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga/Family Empowerment Post) is expected to have four important pillars: education, health, entrepreneurship, and the environment. Posdaya Kusuma Jaya which is the best Posdaya in Semarang is located in the South Muktiharjo still not optimal in developing Posdaya in the environmental field. So there needs to maximize the field of innovation through the creation of an aquaponics. Aquaponics is an integrated crop cultivation techniques with fish ponds, the use of continuous water from fish to plant maintenance and vice versa from the plant to the fish pond. The basis of the system of this technology is the optimum water supply for each commodity by using re-circulating system. In conclusion through IbM Posdaya Kusuma Jaya Muktiharjo Kidul Pedurungan Semarang community can optimize one Posdaya field is the field of the environment. Besides, this IbM hopefully can increase knowledge and skills of the people in the manufacture of aquaponics.Keywords: Posdaya, Aquaponics, Environment
Analisis Penataan Lingkungan Main Indoor yang Mendukung Kemampuan Problem Solving pada Anak Salma Azzah Azahra Zein; Muniroh Munawar; Nila Kusumaningtyas
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v2i1.4147

Abstract

The low ability of problem solving in children requires stimulation efforts in early childhood education, one of which is through the management of the maximum play environment that educators can do in optimizing problem solving abilities in children.  The problem in this study is about the implementation of learning with a play environment that raises problem solving abilities in children aged 5-6 years.  This research was conducted at the Center of Excellence Paud Taman Belia Candi, Semarang City.  This type of research is qualitative research in descriptive form.  Researchers use a naturalist approach, namely the presence of researchers directly in the field.  This study discusses the analysis of indoor play environment that supports problem solving abilities in children aged 5-6 years.  The results showed that the problem-solving ability of children aged 5-6 years could be improved through structuring the play environment in such a way as that at the Center of Excellence PAUD Taman Belia Candi Semarang.  In order for children to achieve maximum development in the aspects of cognitive development in the scope of problem solving development, it is necessary to organize an environment that stimulates or invites children (inviting classroom), facilitates multi-sensory children and provides opportunities for activities for children.  Based on the results of this study, the suggestion that can be conveyed is that in each learning process, the teacher can add knowledge and skills in arranging the indoor learning environment through various sources so that the center room is arranged in an optimal state for the learning process.
Keterlibatan Orangtua dalam Pendidikan Literasi Digital Anak Usia Dini Muniroh Munawar; Fakhruddin Fakhruddin; Achmad Rifai; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam dunia pendidikan adalah adanya informasi yang terputus antara apayang terjadi di rumah dan di sekolah serta kurangnya berbagi informasi antara sekolah dan rumah. Teknologidapat menjembatani hubungan antara sekolah dan rumah sehingga dapat memberikan kesempatan bagi gurudan keluarga untuk berbagi dan memperluas kesempatan belajar, memberikan dan menerima informasi tentangpertumbuhan dan perkembangan anak, menciptakan kemitraan, dan memperkuat keterlibatan keluarga.Keterlibatan orangtua disekolah sebagai bentuk komitmen dan pastisipasi aktif orangtua pada sekolah dananak, yang nantinya berujung pada pencapaian kompetensi anak. Tujuan dari penelitian ini adalahmemaparkan tentang keterlibatan orangtua dalam pendidikan literasi digital anak usia dini pada Taman Kanak-Kanak di Kota Semarang. Penelitian ini mengggunakan metode survei eksploratif dengan melibatkan 120lembaga Taman Kanak-Kanak. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 26,1 % orang tua sudahterlibat dalam pendidikan literasi digital anak di sekolah, sedangkan 73,9 % orangtua belum terlibat dalampendidikan literasi digital anak di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keterlibatan orangtuadalam pendidikan literasi digital anak masih sangat rendah. Oleh karena itu, diperlukan kompetensi danperanan orangtua dalam pendidikan literasi digital pada anak usia dini.