Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tanggung Jawab Notaris atas Kelalaian dalam Pembuatan Akta Wasiat Muhammad Taufiq; Sri Hartini; Hanifah Najmah Taufiq; Jizan Ayu Shabrina; Nabilah Isgi
Soedirman Law Review Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.slr.2025.7.1.16097

Abstract

Surat wasiat merupakan instrumen penting yang memungkinkan penerima waris untuk mewarisi harta peninggalan pewaris. Dalam proses pembuatan akta wasiat, Notaris memiliki kewajiban yang harus dipenuhi; kegagalan untuk memenuhi kewajiban ini dapat berujung pada tuntutan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab Notaris atas kelalaiannya dalam pembuatan akta wasiat di Indonesia. Penggunaan pendekatan yuridis normatif pada penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis peraturan perundang-undangan yang relevan serta praktik Notaris terkait akta wasiat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelalaian Notaris dalam pembuatan akta wasiat dapat mengakibatkan cacat hukum, yang berimplikasi pada sanksi perdata maupun pidana. Pihak yang dirugikan akibat kecacatan akta dapat menuntut ganti rugi dan menjatuhkan sanksi pada Notaris berdasarkan ketentuan Undang-Undang Jabatan Notaris atau KUHPerdata. Kata Kunci: Notaris; Tanggung Jawab Notaris; Akibat Hukum Kelalaian Notaris; Akta Wasiat.
Optimization of Livestock Waste Through the Production of Liquid Organic Fertilizer from Animal Feces as an Ecological Step in Kalikuning Village Elly Tugiyanti; Sri Hartini; Sully Kemala Oktasari; Astri Mustika Sari; Wahyu Wulan Utami; Firsty Valinka Azhari; Nikmat Sulaiman Zulfa
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i4.1203

Abstract

Liquid Organic Fertilizer (LOF) is the utilization of animal fecal waste, which contains nutrients and beneficial microbes that can be applied to plants. The animal feces are mixed with EM4, which serves as a source of microbes, while molasses comes from sugar production waste and functions as food for the EM4. By doing so, mixing livestock manure with these materials and then fermenting them for 7 days allows them to be used on plants, making them more fertile. This activity is used as an ecological step to reduce environmental pollution that can cause unpleasant odors and serve as a breeding ground for disease. The activity was conducted using Participatory Rural Appraisal (PRA) through the Student Community Service Program for Community Empowerment (KKN-PMM) for farmer groups and livestock breeder groups to increase harvest yields and reduce unpleasant odors released along with animal feces. The community of Kalikuning Village, especially farmers and livestock breeders, gained knowledge about making liquid organic fertilizer to improve soil fertility for their crops. Conclusion: The community of Kalikuning Village gained new knowledge and insights into spraying liquid organic fertilizer to achieve good crop quality through the transfer of knowledge from the UNSOED KKN-PMM Team to the local residents.