Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS VII SMP KSATRIAN 1 SEMARANG Stefani Dewi Rosaria; Adiprana Yogatama; Hetty Catur Ellyawati; Dini Anggraheni
TEMATIK Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i1.5682

Abstract

AbstrakDalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menangkap permasalahan yang dihadapi para guru mata pelajaran Bahasa Inggris, yaitu dibutuhkannya model pembelajaran yang atraktif, kreatif, dan menarik yang memicu peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif di kelas dan menikmati proses belajar mengajar sehingga ketrampilan berbahasa Inggris mereka meningkat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih ketrampilan peserta didik untuk berpikir kritis dan aktif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas melalui media gambar berseri.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dan diskusi, serta praktik. Metode ceramah adalah dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat media gambar berseri dan bagaimana menggunakan gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Setelah para peserta didik dibekali dengan berbagai informasi tentang media gambar berseri, mereka dipandu untuk melakukan praktik bercerita.Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan partisipasi aktif dari tiap kelompok peserta didik ketika melakukan sesi diskusi. Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di dalam kelas menjadi lebih menarik dan atraktif. Para peserta didik saling memberikan komentar terhadap cerita yang dipresentasikan masing-masing kelompok. Penguasaan kosakata peserta didik juga lebih baik karena terbantu dengan adanya visual gambar. Secara umum penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Inggris membantu peserta didik menjadi lebih partisipatif dan aktif di kelas.  Kata Kunci: ketrampilan berbicara; penguasaan kosakata; keaktifan peserta didik; gambar berseri    AbstractIn this community service activity, the service team captures the problems faced by English teachers, namely the need for an attractive, creative, and interesting learning model that triggers students to actively participate in class and enjoy the teaching and learning process so that their English skills increase. The purpose of this community service is to train students' skills to think critically and be active in learning English in the classroom through sequencing picture media.The method used in this community service is the lecture and discussion method, as well as practice. The lecture method is to provide an explanation of the benefits of using sequencing pictures and how to use it in learning English. After the students were provided with various information about this media, they were guided to practice storytelling.The results of this community service activity show the active participation of each group of students when conducting discussion sessions. English learning activities in the classroom become more interesting and attractive. The students give each other comments on the stories presented by each group. Students' vocabulary mastery is also better because it is helped by the presence of visual images. In general, the use of picture series media in learning English helps students to be more participative and active in class.  Keywords: speaking skill; vocabulary mastery; students activeness; sequencing picture
Pelatihan TOEFL: Strategi Menjawab Soal-Soal TOEFL bagi Peserta Didik SMK Nusaputera 2 Semarang Stefani Dewi Rosaria; Rati Riana; Yessi Aprilia Waluyo; Tumanda Tamba
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.10287

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sebuah kegiatan yang berjudul Pelatihan TOEFL: Strategi Menjawab Soal-Soal TOEFL Bagi Peserta Didik SMK Nusaputera 2 Semarang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para peserta didik untuk mencapai skor minimal TOEFL, yaitu 450. Metode diskusi, tanya jawab, dan praktik digunakan dalam kegiatan pengabdian ini.. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan wawasan kepada para peserta didik mengenai cara menjawab soal-soal TOEFL dengan menggunakan strategi atau trik di setiap bagian soal TOEFL, yaitu listening, structure, dan reading. Peserta yang menjadi sasaran pelatihan ini berasal dari peserta didik kelas XI SMK Nusaputera 2 Semarang. Prosedur kegiatan ini meliputi pemberian pre-test bagi peserta, diskusi teori dan praktik, dan pemberian post-test sebagai instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi hasil kegiatan pengabdian ini. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini memperlihatkan bahwa pelatihan TOEFL bagi para peserta didik SMK Nusaputera 2 sangat bermanfaat dan membantu mereka untuk mengenal dan mengetahui TOEFL lebih baik. Hal ini dikarenakan para peserta didik sebelumnya belum pernah mendapatkan pembekalan atau pelatihan TOEFL. Antusiasme dari para peserta didik sangat tinggi dalam mengikuti simulasi tes TOEFL, juga ketika pembahasan strategi menjawab soal-soal TOEFL dipaparkan oleh tim pengabdi. Pretes dan post-tes menunjukkan peningkatan pemahaman para peserta didik saat mengerjakan soal-soal tes TOEFL. Menurut mereka soal yang dianggap paling sulit adalah soal structure and written expression. Bagian ini dianggap paling susah karena banyak teori yang harus dipahami.