Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh) Nelfa Yanti Tadjema; Ita Mowidu; Marten Pangli
Agropet Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.347

Abstract

Jagung pulut (Zea mays certain Kulesh) mengandung pati dalam bentuk amilopektin yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Jagung pulut memiliki rasa manis, pulen dan beraroma khas sehingga digemari banyak orang. Untuk memenuhi permintaan jagung pulut, pemberian pupuk kandang kambing yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Telah dilakukan percobaan lapangan dengan pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing (0, 5, 10, 15 dan 20 ton/ha) diulang 4 kali yang diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK) untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap panjang dan diameter tongkol serta bobot biji pipilan kering per petak, tetapi terhadap parameter lainnya pengaruhnya tidak nyata. Aplikasi 20 t/ha pupuk kandang kambing memberikan pertumbuhan terbaik dan hasil biji jagung pulut pipilan kering per petak tertinggi (1,72 kg setara dengan 1,43 t/ha) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Perkecambahan Benih Kemiri pada Aplikasi Perendaman dalam Air Kelapa Muda Ita Mowidu; Ramlah Paema; Marten Pangli
Agropet Vol 18 No 2 (2021): Volume 18 No 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.356

Abstract

Kemiri tumbuh secara alami di hutan campuran. Biji kemiri dimanfaatkan sebagai bumbu masak dan bahan baku industri. Pengembangan kemiri melalui budidaya intensif mengalami kendala pada ketersediaan bibit. Kulit biji yang keras, tingginya kadar asam absisat pada kotiledon dan tingginya kadar lignin pada kulit biji menyebabkan kemiri mengalami dormansi dan membutuhkan waktu yang lama untuk berkcambah. Air kelapa muda mengandung hormone auksin, sitokinin dan giberelin sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk memecah dormansi benih. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam air kelapa muda terhadap perkecamabahan benih kemiri telah dilakukan. Perlakuan yang terdiri dari kontrol (perendaman dalam air selama 8 jam), perendaman dalam air kelapa muda selama 2, 4, 6 dan 8 jam diulang 4 kali disusun menurut pola rancangan acak kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman dalam air kelapa muda berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan dan waktu berkecambah benih kemiri. Perendaman selama 6 jam memberikan daya berkecambah dan jumlah benih berkecambah paling tinggi serta waktu berkecambah paling cepat.
Rekayasa Lingkungan Perakaran Melalui Sistem Rorak untuk Meningkatkan Serapan Hara pada Tanaman Kakao Ita Mowidu; Endang Sri Dewi HS
Agropet Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.476

Abstract

Indonesia menjadi negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Meskipun demikian, produksi kakao masih rendah jika dibandingkan dengan kedua negara tersebut. Rendahnya produksi kakao antara lain disebabkan oleh produktivitas tanah yang rendah yang tidak mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao. Oleh sebab itu perlu dilakukan rekayasa lingkungan perakaran untuk meningkatkan ketersediaan dan serapan hara oleh tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun petani di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan September sampai Desember 2021. Unit percobaan diatur menurut rancangan bujur sangkar latin (RBSL). Perlakuan yang diterapkan adalah pembuatan rorak pada pertanaman kakao tua klon Sulawesi yang terdiri dari kontrol (tanpa rorak), rorak 1, 2 dan 4. Tiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 1 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 16 tanaman percobaan.  Kontribusi penelitian terhadap ilmu pengetahuan adalah (1) memberikan gambaran hubungan rekayasa lingkungan perakaran dengan ketersedian dan serapan hara tanaman kakao; (2) menciptakan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produksi kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi rorak pada pertanaman kakao tua meningkatkan kadar N total dan P tersedia dalam tanah. Pada kondisi tanah dengan kandungan bahan kasar tinggi, aplikasi rorak menurunkan kadar C organik dan KTK tanah pada 2 bulan setelah aplikasi. Serapan N tanaman lebih tinggi pada aplikasi rorak, tetapi serapan P lebih rendah pada 2 bulan setelah aplikasi rorak
Mortalitas Walang Sangit Akibat Aplikasi Ekstrak Daun Paitan Arlini Kawura; Ita Mowidu; Endang Sri Dewi Hs
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.496

Abstract

Padi merupakan penghasil beras yang menyuplai pangan utama di Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi padi adalah adanya serangan hama walang sangit yang menyerang pada fase masak susu. Daun paitan merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai pestisida nabati. Maka dari itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun paitan terhadap mortalitas walang sangit. Penelitian berbagai konsentrasi ekstrak daun paitan (0, 10, 20, 30, 40 dan 50 %) yang diulang 4 kali disusun menurut rancangan acak lengkap (RAL). Setiap unit terdiri dari 1 pot padi fase masak susu yang diinvestasikan 5 ekor nimfa walang sangit instar 5 dan diberi sungkup. Ekstrak daun paitan diaplikasikan sesuai dengan perlakuan pada walang sangit sebelum dimasukkan ke dalam pot padi bersungkup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun paitan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama walang sangit. Konsentrasi ekstrak daun paitan 30% menyebabkan mortalitas walang sangit 85% dan berbeda tidak nyata dengan konsentrasi 40 dan 50%. LT-50 pada konsentrasi 30, 40, dan 50% adalah 5 hari. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa LD-50 selama 5 hari diperoleh pada konsentrasi ekstrak daun paitan 14%.
Kajian Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Lada (Piper nigrum L.) di Dusun Ratalemba Desa Masanni Kecamatan Poso Peisisir Karisma Muhammad; Ita Mowidu
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.515

Abstract

Sifat kimia tanah adalah keseluruhan reaksi fisiko-kimia dan kimia yang berlangsung antar penyusun tanah dan bahan yang ditambahkan kepada tanah. Sifat kimia tanah dapat digunakan untuk menilai apakah suatu tanah merupakan tanah yang potensial atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah di bawah tegakan tanaman lada pada berbagai kondisi bentang lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di bawah tegakan lada kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengetahui beberapa sifat kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanah di bawah tegakan lada dengan kondisi bentang lahan datar memiliki tingkat kesuburan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi bentang lahan landai. Kadar bahan organik (C organik) berkorelasi positif terhadap kadar N, P, K dan KTK tanah. Semakin tinggi kadar bahan organik, semakin tinggi pula kadar N, P, K dan KTK tanah. Berdasarkan hasil analisis beberapa sifat kimia tanah yang dikaitkan dengan kesesuaian lahan untuk lada, maka tanah pada bentang lahan landai memerlukan input yang lebih tinggi untuk menaikkan kategori kelas kesesuaiannya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing Terhadap Perumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays certain kulesh) Nelfa Yanti Tadjema; Ita Mowidu
Agropet Vol 15 No 2 (2018): Volume 15 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.516

Abstract

Jagung pulut (Zea mays certain Kulesh) mengandung pati dalam bentuk amilopektin yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Jagung pulut memiliki rasa manis, pulen dan beraroma khas sehingga digemari banyak orang. Untuk memenuhi permintaan jagung pulut, pemberian pupuk kandang kambing yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Telah dilakukan percobaan lapangan dengan pemberian berbagai dosis pupuk kandang kambing (0, 5, 10, 15 dan 20 ton/ha) diulang 4 kali yang diatur menurut pola rancangan acak kelompok (RAK) untuk melihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap panjang dan diameter tongkol serta bobot biji pipilan kering per petak, tetapi terhadap parameter lainnya pengaruhnya tidak nyata. Aplikasi 20 t/ha pupuk kandang kambing memberikan pertumbuhan terbaik dan hasil biji jagung pulut pipilan kering per petak tertinggi (1,72 kg setara dengan 1,43 t/ha) yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Febrianto Moa'e; Ita Mowidu; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.517

Abstract

Penilaian kesesuaian lahan bermanfaat untuk mengetahui potensi sumber daya lahan mendukung usahatani dan memprediksi penelitian yang bertujuan untuk menentukkan kelas kesesuaian lahan actual bagi kakao di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara. Penelitian deskriptif dilakukan dengan survei, deksipsi profil dan pengambilan sampel tanah yang di analisis sifat fisik dan kimianya dilaboratorium Ilmu Alamiah Dasar Universitas Sintuwu Maroso dan laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan wilayah Kodina termasuk tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas kedalaman tanah, wilayah Menci sesuai marjinal (S3, rc, na) dengan faktor pembatas, tekstur agak kasar serta kadar N dan K sangat rendah, wilayah Korobono Kodi sesuai marjinal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas pH, N dan K sangat rendah. Wilayah Pewatua sesuai marginal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas KB dan NPK sangat rendah. Wilayah Marige sesuai marginal (S3, rc, nr, na, lp) dengan faktor pembatas tekstur agak kasar, kedalaman tanah, KB, pH, NPK sangat rendah dan batuan dipermukaan. Wilayah Langgoe sesuai marginal (S3, nr, na, eh) dengan faktor pembatas KB, pH, P&K sangat rendah, kemiringan lereng serta batuan dipermukaan. Wilayah Marosapa sesuai marginal (S3, nr) dengan faktor pembatas KB. Faktor pembatas kedalaman tanah bersifat permanen (tidak dapat diubah) sehingga wilayah kodina tidak cocok ditanami kakao. Wilayah lain dapat ditanami kakao apabila faktor pembatas diperbaiki dengan pemberian bahan organik, pupuk, kapur (dolomit) atau pembuatas teras.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Finalin Debora Manuakali; Ita Mowidu; Marten Pangli
Agropet Vol 16 No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.522

Abstract

Evaluasi kesesuaian lahan adalah proses penilaian penampilan atau keragaman lahan jika digunakan untuk tujuan tertentu. Hasil evaluasi kesesuaian lahan digunakan untuk menentukan klasifikasi kesesuaian lahan tersebut untuk pengguraan tertentu. Oleh sebab itu telah dilakukan Penelitian yang bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk padi sawah dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada bulan Maret sampai April 2018. Analisis sifat fisik tanah dilakukan di Laboratorium llmu Alam Dasar universitas sintuwu Maroso Poso, iedangkan analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Balai pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelas kesesuaian lahan untuk pidi sawah di desa Tokilo adalah sesuai marginal 53 (rh) dengan faktor pembatas retensi hara, yaitu kejenuhan basa dan pH yang rendah. Faktor pembatas retensi hara dapat diatasi dengan pemberian kapur dan penambahan pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik.
POROSITAS DAN KADAR AIR TERSEDIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN JATI Lucky Lutfiana; Ita Mowidu; Endang Sri Dewi HS
Agropet Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.648

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik porositas dan Kadar Air tersedia di bawah tegakan tanaman jati di kelurahan Lawanga Tawongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.  Sampel tanah utuh dan tidak utuh diambil di bawah tegakan pohon jati di kelurahan Lawanga Tawongan untuk dianalisis sifat fisiknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di bawah tegakan pohon jati di Kelurahan Lawanga Tawongan memiliki rata-rata porositas tanah 55,86%, kadar air tanah jenuh 92,46%, kadar air tanah kapasitas lapangan 85,42%, kadar air tanah titiklayu permanen 13,29% dan kadar air tersedia 72,13% Strategi yang harus diperhatikan dibuat saluran drainase permukaan pada bentang lahan yang datar untuk menghindari terjadinya genangan jika curah hujan tinggi Di Kelurahan Lawanga Tawongan. ABSTRACT: The research aims to find out the physical characteristics of the soil under a stand of teak plants in Lawanga Tawongan village. The research method uses descriptive methods. Whole and incomplete soil samples taken under a teak tree in the Lawanga Tawongan village for analyzed its physical properties. The analysis results show that the soil under the Teak tree in Lawanga Tawongan Village have an average BV soil 1.09 g/cm3, BJ soil 2.49 g/cm3, soil porosity 55.86%, water content saturated soil 92.46%, soil water content field  capacity  85.42%,  water  content  permanent  point  wilt  soil 13.29%, available water content 72.13% and pores drainage 7.05%. The strategy that must be considered is making drainage channels surface on a flat landscape to avoid these happening puddles if rainfall is high in Lawanga Tawongan Village. 
PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA PADA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS JOHAR Ridwan .; Ita Mowidu; Gusstiawan .
Agropet Vol 20 No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.652

Abstract

ABSTRAK: Pembibitan tanaman menjadi salah satu faktor penting yang harus di perhatikan dalam membudidayakan tanaman kopi. Pemberian kompos johar dapat membantu mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi arabika pada tanah inceptisol. Aplikasi berbagai dosis kompos johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/tanaman) diatur menurut rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang empat kali, telah dilaksanakan di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir pada bulan Februari sampai Juli 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos johar berpengaruh nyata terhadap lilit batang umur 6, 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam (MST), berat kering akar dan panjang akar, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 14 dan 16 MST, lilit batang umur 14 dan 16 MST serta bobot basah tajuk, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap waktu berkecambah, jumlah daun, bobot kering tajuk dan laju pertumbuhan relatif. Aplikasi kompos johar 13 g/tanaman memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dan berbeda nyata dengan tanpa aplikasi kompos (kontrol). ABSTRACT: Plant nursery is one of the important factors that must be considered in cultivating coffee plants. The provision of johar compost can help meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the growth response of Arabica coffee seedlings on inceptisol soil. The application of various doses of johar compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/plant) arranged according to a randomized block design (RAK) and repeated four times, has been carried out in Lape Village, Poso Pesisir District from February to July 2023. The results showed that the application of johar compost had a significant effect on stem circumference at ages 6, 8, 10 and 12 weeks after planting (WAP), root dry weight and root length, had a very significant effect on plant height at ages 14 and 16 WAP, stem circumference at ages 14 and 16 WAP and wet weight of the crown, but had no significant effect on germination time, number of leaves, dry weight of the crown and relative growth rate. Application of 13 g/plant of Johar compost provided better seedling growth and was significantly different from no compost application (control).Â