Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA ASOSIASI KERAJINAN BATIK DI KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR TENTANG PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI BATIK Yeny Dhokhikah; Noven Pramitasari; Firda Lutfiatul Fitria; Siti Rozaimah Sheikh Abdullah
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 1, Nomor 2, Juli 2020
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.724 KB) | DOI: 10.25105/juara.v1i2.7398

Abstract

Industri batik di Indonesia merupakan industri dengan kategori industri skala besar, menengah, kecil, dan bahkan home industry atau skala rumah tangga. Selain memberikan manfaat secara ekonomi, industri batik juga menimbulkan dampak berupa dihasilkannya air limbah dari proses produksinya. Air limbah batik yang dihasilkan umumnya berasal dari proses pewarnaan, pencucian dan pelepasan malam. Limbah tersebut umumnya mengandung zat-zat pencemar yang kadarnya melebihi baku mutu. Salah satu zat pencemar pada limbah batik adalah zat warna. Zat warna pada air limbah batik dihasilkan dari sisa bahan pewarna pada proses pencucian dan pembilasan kain batik. Bahan pewarna yang biasa digunakan adalah bahan pewarna sintetik karena mudah menghasilkan warna-warna yang cerah. Bahan pewarna ini selain meningkatkan turbiditas air juga mengadung logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perajin batik untuk mengolah air limbah batik yang dihasilkan sampai memenuhi baku mutu buangan limbah yang diperbolehkan untuk dibuang ke lingkungan. Adapun metode pelaksanaan kegiatannya adalah dengan memberikan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman anggota Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) Kabupaten Jember berupa pemaparan metode dan contoh instalasi pengolahan air limbah batik.
Penentuan Metode Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kecamatan Pasirian, Lumajang Erlisa Rika Trispa Puspita Purwanto; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.351 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36644

Abstract

Pada kehidupan sehari-hari manusia melakukkan berbagai kegiatan yang menimbulkan limbah/sampah akibat dari kegiatan yang dilakukkan. Sampah jika dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola akan berakibat negatif pada kondisi lingkungan, kondisi kesehatan manusia dan ekosistem. Kecamatan Pasirian memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Lumajang dan memiliki julukan sebagai Kota Kedua karena pembangunan perekonomian yang meningkat, sehingga berpotensi menjadi penyumbang sampah terbanyak. Berbagai macam upaya pemerintah untuk menekan timbulan sampah dan menciptakan lingkungan bersih diantaranya diberlakukkannya peraturan terkait pengelolaan sampah dan penerapan program bank sampah. Pola pengelolaan sampah Kecamatan Pasirian saat ini masih belum berjalan dengan optimal, karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, cakupan pelayanan yang belum menyentuh kawasan perdesaaan serta minimnya lembaga/organisasi yang mengangani persampahan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan memberikan rekomendasi penentuan alternatif metode pengelolaan sampah yang tepat untuk diterapkan dengan metode AHP. Dari hasil AHP dengan 30 responden didapatkan hasil alternatif metode pengelolaan yang tepat diterapkan ialah pengelolaan sampah skala rumah tangga (pemilahan & pengomposan) dilanjut pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah, dengan bobot 0,336 lebih tinggi dari alternatif metode lainnya. Dari 3 kriteria, aspek lingkungan dianggap lebih penting untuk dipertimbangkan dalam menentukan metode pengelolaan sampah 0,610, sosial budaya 0,227 dan ekonomi 0,163. Dari 9 subkriteria yang menjadi prioritas untuk dipertimbangkan ialah potensi penyebaran penyakit akibat sampah dengan bobot 0,237.
Dampak Eksternalitas Pabrik Ikan terhadap Permukiman di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar dengan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan Dewi Rizqi Arrochimi; Yeny Dhokhikah; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.852 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34533

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki daerah penyumbang perikanan laut terbanyak yaitu Kecamatan Muncar. Hal tersebut mengakibatkan wilayah Kecamatan Muncar memiliki industri pabrik ikan terbanyak di Kabupaten Banyuwangi. Daerah di Kecamatan Muncar yang memiliki pabrik ikan terbanyak yaitu di Desa Kedungrejo. Namun secara eksisting pabrik ikan di Desa Kedungrejo berdampingan langsung dengan permukiman dan bertentangan dengan peraturan dan regulasi yang ada. Permukiman dengan pabrik ikan tidak dapat dipisahkan karena sebagian besar masyarakat sekitar berkerja dan bergantung pada pabrik ikan, sehingga terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang menyebabkan dampak eksternalitas. Diperlukan kajian untuk penanganan dari dampak eksternalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 3 tahap analisis yaitu menggunakan metode analisis wawancara semiterstruktur, analisis korelasi lalu analisis triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu diketahui faktor penyebab dampak eksternalitas di Desa Kedungrejo akibat adanya sumberdaya bersama, barang publik, dan penyelewengan kebijakan. Selain itu pada analisis korelasi didapatkan bahwa aspek lingkungan dengan aspek ekonomi memiliki korelasi negatif, pada aspek lingkungan dengan aspek sosial memiliki korelasi positif, dan aspek ekonomi dengan aspek sosial memiliki korelasi negatif. Adapun penanganan dampak eksternalitas ini yaitu peningkatan monitoring baku mutu limbah, sosialisasi kepada pelaku usaha pabrik ikan skala sedang dan kecil, pembangunan IPAL bagi pabrik yang limbahnya melibih baku mutu dan jika kurang mampu dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah, mempertegas peraturan terkait, pemberian sanksi administratif bagi pabrik yang melanggar, dan pemberian insentif kepada pelaku industri yang membuka lapangan perkerjaan bagi masyarakat sekitar.
Kajian Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang Yovita Inggar Mawardi; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.946 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34534

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat juga bertambah banyak. Bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat ini berpengaruh terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Desa Gucialit merupakan salah satu desa wisata dengan kunjungan wisatawan terbanyak kedua di Kabupaten Lumajang. Para pengunjung juga berkontribusi dalam menghasilkan sampah, sehingga sampah yang dihasilkan semakin bertambah. Masyarakat di Desa Gucialit cenderung mengelola sampah secara konvensional yaitu dibakar, ditimbun, dan dibuang tidak pada tempatnya. Pengelolaan sampah tersebut menyebabkan berbagai macam dampak, seperti polusi udara, kerusakan sumber air, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, mengetahui bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Gucialit. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dan analisis penentuan bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Setelah dilakukan analisis dihasilkan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, yaitu durasi tinggal, pendidikan, dan pendapatan. Selain itu, bentuk partisipasi berdasarkan kesediaan masyarakat dalam pengelolaan sampah ialah 80% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk tenaga, dan 20% masyarakat bersedia berpartisipasi dalam bentuk uang. Rekomendasi peningkatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan, memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill, pembentukan kader lingkungan, optimalisasi bank sampah, penamabahan petugas kebersihan, pembangunan TPS di Desa Gucialit, dan pengawasan pelanggaran pengelolaan sampah.
Pengaruh Jenis Aerator Dan Media Filter Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Reza Megananda; Ririn Endah Badriani; Yeny Dhokhikah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i2.1510

Abstract

The conversion of agricultural land into residential areas will have an impact on the need for clean water which contains various metal contaminants such as iron. One of them is the Randu Housing, Sumberejo Village, Sukodono District, Lumajang Regency, which is one of the many housing estates built from former rice fields. This study aims to analyze the effect of using types of aerators, namely cascade aerators and bubble aerators with a variety of filter media using dune sand and river sand with a discharge of 1 liter/minute. This type of research uses an experimental method which is carried out on a laboratory scale. The results showed the percentage reduction in Fe content in aeration treatment using cascade aerator and bubble aerator was 14,55% and 2,16%, sedimentation treatment was 3.34%, and filtration treatment using dune sand and river sand filter media was 81,85% and 89.13%. The results of the analysis showed that the variables of the cascade aerator, dune sand filter and river sand filter had a significant relationship with the decrease in iron content. While the relationship that does not have a significant effect is the bubble aerator and sedimentation variables. Keywords: Aeration, Sedimentation, Filtration and Iron (Fe)
Analisis Sistem Plambing Air Bersih dan Air Buangan pada Proyek Pembangunan Integrated Laboratory for Engineering Biotechnology David Firman Sudrajat; Yeny Dhokhikah; Ririn Endah Badriani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

When this article is written, University of Jember is conducting a development project for Integrated Laboratory Engineering Biotechnology. In building construction, good plumbing system planning is needed. For this reason, a study was carried out by comparing DED of the plumbing system with the results of calculations according to SNI 2015 based on the number of occupants. The building requires a water discharge of 550 L/minute or 792 m3/day (based on SNI 8153-2015) and 620 L/minute or 893 m3/day (based on DED Figure), while the wastewater discharge is 212 m3/day. The diameter of the clean water used ranges from 2-2.5 inches or 50-60 mm. The underground tank volume is 106 m3 and the roof tank is 40 m3. According to DED Figure, the underground tank volume is 120 m3 and the roof tank is 45 m3. The diameter of the wastewater pipe based on the minimum plumbing tool (SNI 8153-2015) ranges from 80-100 mm and the diameter of the vent pipe ranges from 80-100 mm. The calculation based on the DED Figure shows that the diameter of the exhaust pipe ranges from 100-125 mm, while the diameter of the vent pipe ranges from 80-125 mm. ABSTRAK Saat artikel ini dibuat, Universitas Jember sedang melakukan proyek pembangunan Integrated Laboratory Engineering Biotechnology yang terdiri atas 6 lantai. Dalam suatu pembangunan gedung dibutuhkan suatu perencanaan sistem plambing yang baik. Untuk itu dilakukan penelitian dengan membandingkan DED sistem plambing dengan hasil perhitungan sesuai SNI 2015. Penelitian ini dilakukan sebagai bahan perbandingan dan masukan pada proyek pembangunan gedung. Gedung Laboratory Engineering Biotechnology membutuhkan debit air sebesar sebesar 550 L/menit atau 792 m3/hari (berdasarkan SNI 8153-2015), dan 620 L/menit atau 893 m3/hari (berdasarkan Gambar DED), sedangkan debit air buangan sebesar 212 m3/hari (sesuai SNI 8153-2015) dan 238 m3/hari (sesuai Gambar DED). Diameter air bersih yang terpakai berkisar antara 2-2,5 inci atau 50-60 mm. Didapatkan volume tangki bawah tanah sebesar 106 m3 dan tangki atap sebesar 40 m3. Menurut Gambar DED didapatkan volume tangki bawah tanah sebesar 120 m3 dan tangki atap sebesar 45 m3. Diameter pipa air buangan berdasarkan minimum alat plambing (SNI 8153-2015) berkisar antara 80-100 mm dan diameter pipa ven berkisar antara 80-100 mm. Adapun berdasarkan Gambar DED didapatkan diameter pipa air buangan berkisar antara 100-125 mm, sedangkan diameter pipa ven berkisar antara 80-125 mm.
Penilaian Bencana Kekeringan dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Wilayah Utara Kabupaten Lumajang Setyawan Purnomo; Gusfan Halik; Yeny Dhokhikah
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.02

Abstract

Kekeringan yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Lumajang berdampak terhadap kerawanan ketersediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian bencana kekeringan dan merancang strategi penyediaan air bersih di wilayah utara Kabupaten Lumajang. Pennilaian bencana kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) dengan input data curah hujan mulai dari tahun 2000 sampai 2019. Sebaran ancaman bencana kekeringan dianalisis secara spasial berbasis sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kekeringan (SPI-12) memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan yang terjadi di lapangan. Kesesuaian indeks kekeringan dianalisis berdasarkan data jumlah pengiriman (dropping) air bersih ke lokasi penelitian. Kekeringan ekstrem terjadi pada bulan September 2018 dengan nilai indeks kekeringan (SPI-12) sebesar -2,33, kondisi ini memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan di lapangan yang ditunjukkan dari jumlah dropping air. Strategi mitigasi dampak kekeringan dalam penyediaan air bersih diantaranya: membangun embung atau waduk untuk menampung air hujan di Kecamatan Ranuyoso dan Randuagung, sedangkan strategi penyediaan air bersih di Kecamatan : Padang, Klakah, Kedungjajang dan Gucialit dilakukan dengan memanfaatkan potensi air tanah atau sumur bor.The drought that occurred in the northern region of Lumajang regency impacts the reduced availability of clean water. This study aims to assess drought disasters and determine strategies for providing clean water supply in the northern region of Lumajang Regency. Drought assessment using Standardized Precipitation Index (SPI) with precipitation data from 2000 to 2019. The drought outputs were spatially plotted using geographic information systems. The results showed that the drought index (SPI-12) complies with drought conditions that occur in the field. The suitability of the drought index is analyzed based on the number of deliveries (dropping) of clean water to the site or location. Extremely dry occurred in 2018, with the highest index value (SPI-12) of -2.33 in September 2018. This condition has conformity to the drought conditions in the field indicated by the amount of dropping water. Drought mitigation strategies in providing clean water include building retention basins or reservoirs to accommodate rainwater in Ranuyoso and Randuagung subdistricts. Meanwhile, the strategy of providing clean water in Padang, Klakah, Kedungjajang, and Gucialit subdistricts is carried out by utilizing the potential of groundwater or drill wells.
Pengembangan Jaringan Distribusi Air Minum di Bagian Selatan Kabupaten Banyuwangi Trisnanta, Noverta Astri; Badrian, Ririn Endah; Kartini, Audiananti Meganandi; Dhokhikah, Yeny
Dampak Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.2.74-82.2023

Abstract

The Tegaldlimo branch of Banyuwangi water supply company serves 3 villages and 28 villages in the southern part of Banyuwangi district are not yet served by piped networks. This study aims to analyze the development of piped distribution networks in the short-term, medium-term term, and long-term Southern Banyuwangi Regency. The geometry method was carried out for population projection in 2042 that applied as the basis of average water demand. The calculation of water demand was simulated using EPANET 2.2, with maps of distribution pipelines to illustrate the hydraulic simulation of pipelines. The development of drinking water distribution networks in The Southern Banyuwangi Regency was divided into four stages according to the priority, namely Siliragung, Pesanggaran, Bangorejo, and Purwoharjo district. The development of the drinking pipeline network was carried out by using HDPE in diameters of 200, 180, 160, 140, 125, 110, 90, 75, and 63 mm and pump type of Grundfos UPS Series 200 with a maximum head of 18 m and a maximum flow of 70 cubic meter per hour. Keywords: development, SPAM, PUDAM  ABSTRAK PDAM Banyuwangi cabang Tegaldlimo melayani 3 desa dan 28 desa di Kabupaten Banyuwangi bagian selatan belum terlayani jaringan perpipaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jaringan distribusi perpipaan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang di Kabupaten Banyuwangi Bagian Selatan. Metode geometri dilakukan untuk proyeksi penduduk tahun 2042 yang digunakan sebagai dasar kebutuhan air rata-rata. Perhitungan kebutuhan air disimulasikan menggunakan EPANET 2.2, dengan peta jaringan pipa distribusi untuk menggambarkan simulasi hidrolik jaringan pipa. Pembangunan jaringan distribusi air minum di Kabupaten Banyuwangi Selatan dibagi menjadi empat tahap sesuai prioritasnya, yaitu Kecamatan Siliragung, Pesanggaran, Bangorejo, dan Purwoharjo. Pengembangan jaringan pipa minum dilakukan dengan menggunakan HDPE diameter 200, 180, 160, 140, 125, 110, 90, 75 dan 63 mm dan pompa tipe Grundfos UPS Series 200 dengan head maksimum 18 m dan aliran maksimum 70 meter kubik per jam. Kata kunci: pengembangan, SPAM, PUDAM      
Pemberdayaan Pondok Pesantren Nurul Islam Sebagai Ikon Perubahan Masyarakat Di Kelurahan Antirogo Dalam Mewujudkan Program Desa Peduli Iklim Afifudin Muhajir; Yeny Dhokhikah; Achmad Fauqi Aksan; Alisiyah Nurud Dhuha; Novita Febianti; Farhan Baehaqi Sholeh; Rahmat Taruna; Isna Ayu Nur Febriana; Hasyim Ashari Abdul M; Niar Pramiswari L.H; Anjana Supriyatna
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.126

Abstract

Nurul Islam Islamic Boarding School is an Islamic education institution in Antirogo Village, Sumbersari District, Jember Regency, East Java. Apart from being a means of education for the community, this Islamic boarding school can also create the potential for waste generation. The generation of waste in Islamic boarding school areas, especially from kitchens, can cause the earth's surface temperature to rise, resulting in climate change. Based on these problems, the service aimed to reduce the impact of waste generation by managing organic kitchen waste in urban farming products in the form of eco-enzyme and maggot cultivation. This service will occur from May 1, 2024, to November 1, 2024. This activity aims to empower Islamic boarding school residents, especially administrators and students. The method used in this service is designing Eco Enzyme fermentation tanks and maggot cultivation cages, creating a monitoring system, socializing and demonstrating tools, practising Eco Enzyme production and maggot cultivation, and program understanding tests. The results of this service activity are Urban Farming products in the form of Eco Enzyme and maggot solutions, which have been equipped with Eco Enzyme fermentation tanks and maggot cultivation cages. Another result is increasing knowledge among Islamic boarding school residents about managing organic waste in urban farming products to overcome climate change.
Pelatihan Pengolahan Limbah Rumput Laut Menggunakan Rotary Drum Composter Ariyunita, Selvi; Dhokhikah, Yeny; Fitria, Firda Lutfiatul
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5219

Abstract

Limbah rumput laut yang dihasilkan dari proses produksi pupuk organik cair (POC) seringkali ditimbun dan dibuang secara langsung sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan berupa bau yang tidak sedap serta mengganggu estetika. Di sisi lain, limbah rumput laut tersebut masih mengandung mikronutrien yang masih dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Sasaran kegiatan ini adalah pemilik, karyawan serta masyarakat sekitar home industry POC di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.Pengolahan limbah rumput laut dilakukan dengan metode komposting menggunakan rotary drum composter. Kegiatan ini memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumput laut menjadi varian produk pupuk organik. Pihak mitra mengharapkan adanya keberlanjutan program untuk mengelola limbah lain yang merupakan hasil samping proses pembuatan POC.Masyarakat sekitar home industry juga merasakan manfaat melalui peningkatan pemahaman terkait pengelolaan sampah di skala rumah tangga.