Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS REDESAIN PONDASI ABUTMENT DAN DINDING PENAHAN TANAH JEMBATAN SUNGAI DESA KENDALBULUR KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG Rohmawati, Restu Farina; Putra, Paksitya Purnama; Nurtjahjaningtyas, Indra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 November 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i2.27216

Abstract

Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung merencanakan jembatan sungai Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, daya dukung abutment, dinding penahan tanah 1 (DPT-1), dan dinding penahan tanah 2 (DPT-2) tidak aman sehingga perlu dilakukan redesain. Redesain dilakukan terhadap pondasinya yaitu menggunakan tiang pancang. Dalam meredesain dilakukan perhitungan terhadap daya dukung, tahanan lateral tiang, dan moment tiang. Selanjutnya dilakukan perhitungan stabilitas guling, geser, dan daya dukung akibat redesain tersebut. Hasil redesain diketahui bahwa tiang pancang abutment 1 dan abutment 2 yang sesuai yaitu menggunakan tiang pancang diameter 0,45 m, panjang 17 m berjumlah 16. Redesain ini membuat moment tiang menjadi 392 kN m. Tahanan lateral tiang abutment 1 menjadi 455,82 kN dan abutment 2 449,59 kN. Daya dukung pondasi abutment 1 menjadi 5340,986 kN dan abutment 2 menjadi 5688,315 kN. Redesain DPT-2 menggunakan tiang diameter 0,3 m, panjang 3 m berjumlah 8. Redesain ini membuat safety factor terhadap guling DPT-2 atas menjadi 8,80 dan DPT-2 bawah 6,27. Stabilitas terhadap geser DPT-2 atas menjadi 4,34 dan DPT-2 bawah 2,9. Daya dukung DPT-2 atas memiliki daya dukung sebesar 663,66 kN dengan beban vertikal sebesar 628,950 kN, dan daya dukung pada DPT-2 bawah sebesar 1618,437 kN dengan beban vertikal sebesar 1035,051 kN.
EVALUASI RANCANGAN ABUTMENT JEMBATAN SUNGAI DESA KENDALBULUR KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG Rohmawati, Restu Farina; Putra, Paksitya Purnama; Nurtjahjaningtyas, Indra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v11i1.24827

Abstract

Jembatan gantung sungai Desa Kendalbulur mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipergunakan secara optimal. Pada tahun 2018, Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung mulai merencanakan jembatan pengganti yang berupa jembatan kantilever dan selesai pada tahun 2021. Perencanaan berupa struktur atas, struktur bawah, dinding penahan tanah 1 (DPT-1) dan dinding penahan tanah 2 (DPT-2). DPT-1 berada di lereng kiri sedangkan DPT-2 berada di lereng kanan. Perencanaan struktur bawah, DPT-1, dan DPT-2 menggunakan data tahun 2018. Namun, pada tahun 2021 geometrik lereng pada sungai tersebut berubah, dan dilakukan penggalian pada kedalaman 3m dari atas lereng. Perubahan geometrik lereng ini berpengaruh terhadap stabilitas abutment dan DPT sehingga perlu dilakukan evaluasi. Sebelum melakukan evaluasi, pertama dilakukan perhitungan stabilitas lereng eksisting dengan menggunakan software geoslope dengan 3 kondisi lereng yaitu kondisi pada tahun 2018, tahun 2021, dan setelah penggalian. Evaluasi abutment dan DPT dilakukan dengan menghitung stabilitas terhadap guling, geser, daya dukung, dan overall pada kondisi setelah penggalian. Hasil perhitungan lereng eksisting menunjukkan bahwa lereng tersebut stabil. Hasil dari evaluasi abutment didapatkan bahwa abutment tidak aman terhadap stabilitas daya dukung pada saat terjadi gempa. Hasil evaluasi DPT-1 didapatkan bahwa DPT-1 aman terhadap guling, geser, dan daya dukung sedangkan DPT-2 tidak aman terhadap daya dukung.
EFFECT OF EARTHQUAKE LOAD ON THE STRUCTURE OF THE HIGHWAY BRIDGE WITH I-GIRDER PRESTRESSED CONCRETE IN THE EVENT OF INACCURACIES IN PRESTRESSING LOSS PREDICTIONS: Pengaruh Beban Gempa pada Struktur Atas Jembatan Jalan Raya Dengan I-Girder Beton Prategang Apabila Terjadi Ketidaktepatan Prediksi Kehilangan Prategang Priyono, Pujo; Nurtjahjaningtyas, Indra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 02 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.569 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i02.8016

Abstract

In planning a highway bridge girder using prestressed concrete, it must pay attention to two design categories, namely strength and service. Problems have arisen since the existence of earthquake resistance regulations for road bridges, so planners must calculate the amount of deflection and stress that occurs in the upper structure due to earthquake loads, which must be smaller than the deflection and voltage permits required by regulations. All of that was also greatly influenced by the accuracy of the predicted loss losses for prestressed concrete girders. The purpose of this study was to conduct a study which could be a solution for how to actually treat a good design, for the I-Girder design of prestressed concrete used as a highway bridge girder in the event of inaccurate prediction of loss of pressure during an earthquake, resulting in two design categories strength and service ability can be considered all well. The methodology of this study is to make as a starting point the prestressed concrete I girder whose dimensions are capable of being a highway bridge girder with a span of 30 m to 40 meters with standard loading for loading BM 100. For span bridges that have 100% prediction accuracy, use as a basic benchmark of deflection and stress values that occur for the type of combination of loads that have earthquake loads, then with the same span, varied values of inaccurate predictions lose pre-stress and analyzed deflection and stress values that occur for types of load combinations that have earthquake loads varied earthquake regions 1,2, 3 and 4, for medium soil types. The results of the study show that the greater the percentage of inaccurate prediction of loss of pressure, the greater the deviation ratio of deviations both deflection, upper fiber stress and lower fiber stress occur in the field. Which, if the prediction of losing pre-pressures is smaller than the actual one, then the level of the deviation ratio of the allowable deviation increases as well as vice versa. Also, predicting pre-suppression voltage loss that is located on the side greater than the actual loss of pressure that occurs will be on the part of the party that is harmful to the ability of service and the permissible power, when an earthquake occurs.
ANALISIS VARIASI DIAMETER TIANG PANCANG PADA PERANCANGAN PONDASI RUMAH SUSUN Septiandri, Rohmahillah Aviskanasya; Arti, Farikha Mualida Nafi; Nurtjahjaningtyas, Indra; Putra, Paksitya Purnama; Prasetyo, Slamet Rohadi Budi
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i02.4121

Abstract

Perencanaan pondasi tiang dapat dikatakan baik dengan syarat tidak mengalami kegagalan struktur serta mampu memikul beban dengan aman. Maka dari itu dalam perencanaan struktur pondasi memerlukan analisis dan perhitungan yang baik agar diperoleh perencanaan yang aman dan efisien. Pada penelitian ini dilakukan analisis daya dukung pondasi pada variasi diameter dan kedalaman dengan membandingkan perhitungan secara analitis dan numeris. Secara analitis menggunakan metode empiris Luciano De Court (1995) dan Mayerhoff (1976) berdasarkan data uji SPT, sedangkan perhitungan numeris menggunakan metode elemen hingga program Plaxis 2D V.8. Dari hasil perhitungan secara manual dan program terdapat perbedaan yang signifikan dari 4 pemodelan. Didapatkan nilai keamanan menggunakan program Plaxis 2D pada model 1 sebesar 2,9637, model 2 sebesar 2,8303, model 3 sebesar 3,1516, dan model 4 sebesar 3,2181. Perhitungan daya dukung menggunakan cara analitis didapatkan hasil pada model 1, 2, 3 dan 4 berturut-turut sebesar 430,4658 ton, 513,2086 ton, 576,6819 ton dan 678,1103 ton. Secara keseluruhan nilai keamanan (SF) yang diperoleh memenuhi untuk semua desain rencana, begitupun dengan nilai Qijin yang dihasilkan aman terhadap beban yang diterima serta penurunan elastis desain perencanaan telah memenuhi syarat penuruan maksimal (Sijin) pada tanah lempung yaitu ≤ 0,065.
Kebijakan Penilaian Kondisi Perkerasan Lentur Menggunakan Metode PCI dan Analisis Penyebab Kerusakan pada Ruas Jalan Genteng-Temuguruh Kabupaten Banyuwangi Hadiyono, Rama; Nurtjahjaningtyas, Indra; Sutjipto, Jojok Widodo
Cakrawala Vol. 18 No. 1: Juni 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v18i1.558

Abstract

Ruas Jalan Genteng – Temuguruh merupakan Jalan provinsi yang menghubungkan kecamatan Singojuruh dan Sempu menuju kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Sepanjang ruas jalan banyak ditemukan titik kerusakan perkerasan. Kerusakan terjadi pada lapis permukaan yang didominasi pada lajur kanan menuju kota kecamatan Genteng. Data kerusakan jalan dibutuhkan untuk penyusunan indeks kerusakan perkerasan pada metode Pavement Condition Index (PCI). Tujuannya untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan dengan cara identifikasi kerusakan, jenis kerusakan dan tingkat kerusakan perkerasan (Shahin,1994). Hasil temuan di lapangan terdapat 7 jenis kerusakan dengan yakni retak pinggir 64,565%, kegemukan 11,874%, pelapukan & butiran 10,852%, retak memanjang & melintang 8,155%, retak buaya 3,272%, retak slip 1,073%, dan lubang sebesar 0,209%. Rata – rata nilai PCI sebesar 78,72 menunjukkan kondisi perkerasan sangat baik, tetapi kondisi riil masih terjadi kerusakan. Hasil analisa penyebab kerusakan jalan diperoleh nilai truk faktor lajur kiri 1,1003 dan lajur kanan 0,7441, untuk nilai TF>1 menunjukkan kerusakan jalan yang disebabkan overloading kendaraan berat.