Safruddin Safruddin
Departemen Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

APLIKASI HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE UNTUK MENDESAIN SISTEM INFORMASI PERIKANAN TERI (Stolephorus spp) DI TELUK BONE Sulyana Erma Desianty; Safruddin Safruddin; Mukti Zainuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 3 No. 6 (2016)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.613 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v3i6.3059

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendisain sistem informasi perikanan teri (Stolephorus spp.) di perairan Teluk Bone dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML) based, dengan memasukkan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan oleh stakeholders. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2016 dengan fishing base di Tempat Pendaratan Ikan Ponrang Kabupaten Luwu. Data dianalisis untuk mengembangkan  sistem informasi  yang terdiri dari lima (5) tahapan yaitu: perencanaan, analisis kebutuhan, design, implementasi dan evaluasi sistem informasi. Sistem informasi yang dibuat dinamakan sistem informasi perikanan Teri di perairan Teluk Bone dan dapat diakses secara onlinedilaman website http://sipteritelukbone.pe.hu. Sistem informasi perikanan Teri di perairan Teluk Bone dapat menyediakan informasi dengan cepat, mudah, sesuai dengan kebutuhan stakeholders yang terdiri dari berbagai informasi tentang teri, kondisi lingkungan, alat tangkap, daerah penangkapan ikan, musim penangkapan, produksi.
PROFIL KONDISI OSEANOGRAFI UNTUK PEMASANGAN SET NET DI PERAIRAN SULAWESI BARAT Safruddin Safruddin; Muhammad Abduh Ibnu Hajar; Chair Rani
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 4 No. 7 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.232 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v4i7.3135

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah mendeskripsikan kondisi oseanografi (suhu permukaan laut dan klorofil a) secara spatial dan temporal, untuk selanjutnya dijadikan sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan kelayakan lokasi untuk pemasangan Set net di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Barat.  Detail profil kedalaman perairan pada kandidat lokasi yang dipilih juga ditunjukkan berikut luas area yang dibutuhkan. Survei laut  dilakukan untuk pengambilan data lapangan (in-situ) terutama data kedalaman dan posisi kandidat lokasi pemasangan set net. Sedangkan data  sekunder yang meliputi suhu permukaan laut (SPL) dan densitas klorofil-a permukaan laut rata-rata bulanan selama satu tahun yang didownload dari satelit Aqua dengan sensor MODIS (NASA). Berdasarkan data oseanografi yang didapatkan, direkomendasikan lokasi pemasangan set net untuk masing-masing kabupaten (Polman, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara) di provinsi Sulaesi Barat.
ESTIMASI POTENSI DAN PREDIKSI DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus spp) DI TELUK BONE Safruddin Safruddin; Andi Suciati; Mukti Zainuddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 4 No. 8 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.114 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v4i8.3893

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi lestari sumberdaya perikanan teri dan prediksi daerah potensial penangkapan ikan teri berdasarkan dinamika kondisi oseanografi (sebaran suhu permukaan laut dan densitas klorofil-a) di perairan Teluk Bone.  Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer (seperti posisi penangkapan ikan teri dan hasil tangkapan ikan teri setiap trip), diambil dengan mengikuti operasi penangkapan ikan dengan menggunakan bagan rambo (in-situ), dan data sekunder, yang terdiri dari data oseanografi rata-rata bulanan yang diperoleh dari data citra satelit Aqua / MODIS dan data statistik perikanan tahun 2007- 2016.  Dalam penelitian ini didapatkan  nilai rata-rata CPUE ikan teri dalam 10 tahun terakhir adalah 8,68 ton/unit standar bagan perahu, dengan estimasi potensi lestari (MSY) sebesar 9.736 ton/tahun, dan upaya penangkapan ikan masih bisa ditingkatkan (belum melebihi upaya maksimum). Daerah potensial penangkapan ikan (DPPI) teri ditemukan berbeda setiap bulannya. Pada bulan September, DPPI  relatif  sedikit namun berkembang pada bulan Oktober dan menurun di bulan November. Pembentukan DPPI cenderung ditemukan di daerah pantai, hal ini kemungkinan karena makanan yang relatif lebih melimpah di daerah tersebut.Kata Kunci:  estimasi potensi, prediksi daerah potensial penangkapan, ikan teri, Teluk Bone
PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN HANDLINE DENGAN BASIS PENANGKAPAN IKAN DI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Sudarmintha Sudarmintha; Mukti Zainuddin; Safruddin Safruddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 5 No. 9 (2018)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.138 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v5i9.6192

Abstract

Rendahnya efektivitas pengoperasian alat tangkap yang beroperasi di perairan Selat Makassar tidak terlepas dari masalah keterbatasan informasi mengenai fishing ground pancing ulur yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik oseanografi, dan memetakan lokasi sebaran fishing ground pancing ulur yang beroperasi di perairan Selat Makassar serta mendeskripsikan distribusi hasil tangkapan pancing ulur pada setiap zona penangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juni 2018 di perairan bagian Selatan Selat Makassar dengan jumlah sampel 42 titik. Hasil penelitian menunjukkan daerah fishing ground pancing ulur yang beroperasi di perairan selatan Selat Makassar terbagi dalam 3 zona yakni sekitar perairan Pulau Tanakeke (zona I), Karang Bone Laisi (zona II) dan Karang Masalima (zona III) dengan sebaran karakteristik oseanografi yang masing-masing berbeda pada setiap zona penagkapan yang diakibatkan oleh perbedaan letak geografis. Distribusi hasil tangkapan pada setiap zona ditemukan turut memiliki perbedaan dari aspek dominasi spesies maupun ukuran tangkapan. Adapun jenis tangkapan yang dominan tertangkap pada setiap zona penangkapan terdiri atas jenis Butterfly Whiptail (zona I), Spotcheek Emperor (zona II) dan Longface Emperor (zona III).  Kata Kunci: Pemetaan, Oseanografi, Tangkapan, Pancing Ulur, Zonasi
ZONA PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DENGAN MENGGUNAKAN POLE AND LINE DI PERAIRAN TELUK BONE Baso Aswar; Rachmat Hidayat; Alfa Nelwan; Safruddin Safruddin
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 7 No. 13 (2020)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.325 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v7i13.9546

Abstract

Pemanfataan sumberdaya ikan Cakalang di perairan Teluk Bone banyak dilakukan nelayan menggunakan Pole and Line. Banyaknya penggunaan pole and line dapat menjadi penyebab terjadinya pelanggaran zona penangkapan. Maka tujuan dari penelitian ini yaitu memetakan daerah penangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan menggunakan Pole and Line di perairan Teluk Bone, memetakan zona penangkapan pole and line berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 71/PERMEN-KP/2016, dan mendeskripsikan ukuran panjang ikan Cakalang yang tertangkap berdasarkan daerah penangkapan ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2019 di perairan Teluk Bone dengan menggunakan Pole and Line dengan fishing base di tempat pendaratan ikan Murante, Kabupaten Luwu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa daerah penangkapan ikan Cakalang dengan menggunakan Pole and Line di perairan Teluk Bone dilakukan di daerah lepas pantai dan cenderung terkonsentrasi pada daerah tertentu. Hal ini disebabkan karena daerah penangkapan ikan pada umumnya dilakukan di sekitar rumpon. Jalur penangkapan ikan cakalang menggunakan pole and line di teluk bone telah sesuali dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 71/PERMEN-KP/2016. Jalur penangkapan ikan Pole and Line terjadi di jalur penangkapan II (sekitar 12 mil) dan perairan yang melebihi 12 mil dari pantai. Ukuran panjang ikan Cakalang yang tertangkap berada pada kisaran panjang cagak (FL) 29 cm sampai 68 cm dengan rata-rata berkisaran antara 29 cm sampai dengan 48 cm.Kata Kunci:  Ikan Cakalang, Jalur penangkapan ikan, ukuran ikan, Teluk Bone.
Zona Potensial Penangkapan Ikan Pelagis Besar di Perairan Teluk Bone Safruddin Safruddin; Baso Aswar; Rachmat Hidayat Hidayat; Saiful Saiful; Yashinta Kumala Dewi; Moh. Tauhid Umar; St. Aisjah Farhum; Mukti Zainuddin; Achmar Mallawa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyediakan informasi tentang zona potensial penangkapan ikan (ZPPI)pelagis besar di Teluk Bone berdasarkan pola hubungan antara fluktuasi hasil tangkapan ikan poleand line dan dinamika kondisi oseanografi secara spatial dan temporal yang ditemukan selamapenelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model kombinasi fishingperformance-oceanographic preferences dan dipetakan dengan menggunakan GeographicInformation System (GIS) dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember atau dalam siklussatu (1) tahun. Dinamika spasial dan temporal parameter oseanografi seperti suhu permukaan lautdan densitas klorofil-a berbeda dalam skala bulanan dan musiman sehingga ZPPI pelagis besarjuga berubah dalam skala tersebut. Zona potensial penangkapan ikan pelagis besar di PerairanTeluk Bone yang paling produktif terbentuk pada bulan April s.d September. Sedangkan bulanlainnya (Desember s.d Maret ) ditemukaan bahwa ikan pelagis baru bergerak masuk ke perairanTeluk Bone dari arah Selatan. Pada Bulan Oktober dan November, ikan pelagis besar membentukformasi yang besar di bagian Selatan Teluk Bone- Laut Flores. Berdasarkan hal tersebut di atas,strategi pengelolaan alat tangkap di Perairan Teluk Bone seharusnya diterapkan berdasarkan petadaerah potensial penangkapan ikan pelagis besar. Informasi ini sangat dibutuhkan nelayan danstakeholders untuk pengaturan kalender penangkapan ikan dalam rangka optimalisasi pemanfaatanpotensi ikan pelagis besar yang sudah dipetakan.Kata kunci: Ikan pelagis besar, ZPPI, Teluk Bone.
Pola migrasi ikan Pelagis Besar di Wilayah Pengelolaan Perikanan 713 Safruddin Safruddin; Baso Aswar; Rachmat Hidayat; Saiful Saiful; Yashinta Kumala Dewi; Moh. Tauhid Umar; St. Aisjah Farhum; Mukti Zainuddin; Achmar Mallawa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi tentang pola migrasi ikan pelagis besar berdasarkan pola hubungan antara fluktuasi hasil tangkapan ikan dan dinamika kondisi oseanografi secara spatial dan temporal yang ditemukan selama penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan model kombinasi fishing performance-oceanographi preferencesdan dipetakan dengan menggunakan teknik SIGdari bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Zona potensial penangkapan ikan pelagis besar di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 yang paling produktif terbentuk pada bulan Maret sampai dengan Mei dengan puncaknya terjadi pada bulan Mei, dimana zona potensial tersebut terlihat bahwa sepanjang Teluk Bone, Laut Flores dan Selat Makassar berkembang sangat pesat. Sedangkan bulan lainnya (Oktober sampai dengan Desember) ditemukaan bahwa ikan pelagis besar bergerak masuk ke perairan Teluk Bone dari arah Selatan, sebaliknya pada bulan Juni dan September, ikan pelagis besar membentuk formasi yang besar di bagian Selatan Teluk Bone menuju ke Laut Flores dan Selat Makassar. Informasi ini sangat dibutuhkan nelayan dan stakeholders untuk pengaturan kalender penangkapan ikan dalam rangka optimalisasi pemanfaatan potensi ikan pelagis besar yang sudah dipetakan di wilayah WPP 713.Kata kunci: ikan pelagis besar, pola migrasi, WPP 717.
Tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) skala tradisional di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan Achmar Mallawa; Faisal Amir; Safruddin Safruddin; Elsa Mallawa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 7 (2020): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena menurunnya kondisi stok ikan selain dipengaruhi oleh intensitas penangkapan yang tinggi, juga tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan ikan yang dipergunakan. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan alat penangkapan ikan cakalang tradisional di perairan Selat Makassar. Data berkaitan 14 parameter keberlanjutan teknologi penangkapan ikan dalam CCRF dikumpulkan saat kegiatan penangkapan ikan dan wawancara dari April 2017 – Nopember 2018. Hasil penelitian bahwa capaian 14 parameter keberlanjutan alat penangkapan ikan yang diamati yaitu pancing tonda layangan, pancing tangan, rawai tegak dan bandrong cakalang hampir sama kecuali pada dampak teknologi terhadap habitat dan persentase ikan layak tangkap. Sebanyak 12 parameter mengindikasikan empat alat tangkap tersebut berkelanjutan dan dua parameter kurang berkelanjutan yaitu keuntungan usaha dan penggunaan tenaga kerja. Kesimpulan bahwa empat alat penangkapan ikan cakalang skala tradisional yaitu pancing tangan, pancing tonda layangan, rawai tegak dan bandrong cakalang dikategorikan sebagai alat penangkapan ikan berkelanjutan. Pancing tangan, pancing tonda layangan dan rawai tegak memiliki tingkat keberlanjutan moderat dan bandrong cakalang memiliki tingkat keberlanjutan tinggiKata kunci: keberlanjutan, alat penangkapan ikan, tradisional, cakalang.
Pengaruh Parameter Oseanografi terhadap Hasil Tangkapan Sero di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Barru Hamriani; Safruddin; Musbir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan dan pengaruh parameter oseanografi terhadap jumlah hasil tangkapan sero. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Barru dari bulan September sampai Oktober 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengikuti operasi penangkapan ikan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan sofware SPSS dengan analisis uji t dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah total hasil tangkapan selama 35 operasi penangkapan pada alat tangkap sero (fixed trap) sebanyak 6.586 ekor dengan berat total 259,5 kg. Berdasarkan hasil analisis data, suhu perairan dan kecepatan arus berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan.