Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI KUAT TEKAN BATAKO RAMAH LINGKUNGAN (ECO-BRICK) DENGAN KOMPOSIT MATERIAL SAMPAH KONSTRUKSI DAN SAMPAH STEROFOAM (Study of Compressive Strength of Environmentally Friendly Brick (Eco-brick) with Composite Materials of Construction and Styrofoam Waste) Sudarman, Sudarman; Said, Ratriana; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Syuaib, Mayyadah
Tesa Arsitektur Vol 21, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i2.10706

Abstract

Salah satu isu utama yang menjadi fokus pembahasan masyarakat dunia saat ini adalah isu pemanasan global. Penyebab terjadinya pemanasan global sendiri adalah penggunaan energi yang terlalu besar sehingga menyebabkan munculnya efek rumah kaca dan dunia konstruksi menjadi salah satu penyumbang efek rumah kaca terbesar setelah dunia industri dan kendaraan. Konstruksi berkelanjutan adalah upaya dalam menekan penggunaan energi dalam proses konstruksi, salah satu bentuknya adalah dengan menggunakan material bangunan yang ramah terhadap lingkungan seperti pengembangan eco-brick. Penelitian yang dilakukan berupa pengembangan eco-brick dengan memanfaatkan limbah konstruksi dan limbah sterofoam sebagai bahan penyusun eco-brick. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengujian laboratorium berupa uji tekan dengan membandingkan kuat tekan antara material eco-brick yang dikembangkan dengan material serupa yang telah lebih dahulu banyak digunakan masyarakat untuk konstruksi dinding seperti batu bata dan bata ringan. Komposisi dari pembuatan eco-brick sendiri terdiri dari semen 20%, pasir 20%, limbah konstruksi 40%, dan Sterofoam 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan maksimum dari eco-brick yang dikembangkan rata-ratanya adalah 55.83 kN, batu bata rata-ratanya 196.3 kN, dan bata ringan rata-ratanya 30 kN. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa eco-brick layak untuk nantinya bisa menjadi alternatif untuk dimanfaatkan pada konstruksi dinding. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi pengambangan material dinding yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan ekonomis namun bermutu tunggi.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA PERANCANGAN PUSAT PENGELOLAAN RUMPUT LAUT DI KABUPATEN WAJO Fadil, Sri; Tauhid, Fahmyddin A'raaf; Syuaib, Mayyadah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masyarakat Indonesia telah mengembangkan budidaya perairan yang melibatkan berbagai jenis rumput laut, seperti Eucheuma cottoni, yang mengalami perkembangan yang signifikan di perairan Indonesia. Kabupaten Wajo merupakan daerah pengelola rumput laut pertama di provinsi Sulawesi Selatan dengan data peningkatan dari tahun ketahun meningkat, pada penelitian ini menggunakan métode studi literatura, studi preseden serta studi lapangan atau observasi. Menanggapi hal tersebut dengan adanya pusat pengelolaan rumput laut dimana lokasinya berpusat pada Kecamatan Pammana dapat memberikan dampak baik dan penyaluran budidaya serta pengolahan berjalan lancar. Upaya perancangan pusat pengelolaan rumput laut dilandasi dari faktor-faktor tata guna lahan, aksebilitas, dekat dengan pusat industri lain, ketersedian fasilitas dan utilitas pengunjung, potensi, persebaran UMKM, pembudidaya rumput laut, dan eksport import. Penerapan konsep arsitektur industrial sebagaimana dalam indikator pencapaian dari segi pengeksposan struktur, penggunaan material alami, penggunaan warna-warna yang monokrom dapat dilakukan dengan pengaplikasian pada bangunan. Kata Kunci: Rumput laut, Pengolahan, Arsitektur Industrial ABSTRACT. Indonesian people have developed aquaculture involving various types of seaweed, such as Eucheuma cottoni, which has experienced significant development in Indonesian waters. Wajo Regency is the first seaweed management area in South Sulawesi province with increasing data from year to year. This research uses literature study methods, precedent studies and field studies or observations. Responding to this, the existence of a seaweed management center located in Pammana District can have a good impact and distribution of cultivation and processing will run smoothly. Efforts to design a seaweed management center are influenced by land use factors, accessibility, proximity to other industrial centers, availability of visitor facilities and utilities, potential, distribution of MSMEs, seaweed cultivators, and export, import. The application of the concept of industrial architecture as in terms of achievement indicators in terms of structural exposure, use of natural materials, use of monochrome colors can be done by applying it to buildings. Keywords: Seaweed, Processing, Industrial Architecture
Peningkatan Kapasitas Lembaga Keagamaan Melalui Pendampingan Pembangunan Tahfidzul Qur’an Al Ikhlas Parepare Dengan Metode Community Based Research Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Projec: Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Project with Community Based Research Methods Rahmani, Ahmad Ibrahim; Rahim, Rahmiani; Syuaib, Mayyadah; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Tauhid, Fahmyddin Araaf
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i6.4473

Abstract

Pengabdian ini mengangkat isu mendasar yang banyak dihadapi oleh gerakan sosial keagamaan yakni kapasitas pengelolaan dan sumber daya manusia dalam komunitas yang dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas gerakan komunitas keagamaan yang signifikan. Pada kegiatan pembangunan pondok tahfidzul Qur’an Al Ikhlas ini juga aspek kapasistas sumber daya manusia menjadi sasaran pengembangan untuk diberikan pendampingan agar mampu menjalankan program pembangunan pondok dengan lebih berkualitas sesuai dengan yang direncanakan. Pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sumber daya manusia yang memadai agar pengawasan pembangunan dapat dilakukan secara mandiri oleh pengurus yayasan. Pendampingan ini dilakukan dengan metode CBR melalui strategi peningkatan pengetahuan tentang gambar kerja arsitektur dan perhitungan volume material pekerjaan melalui kegiatan workshop. This community service raises the fundamental issues faced by many socio-religious movements, namely the management capacity and human resources in the community which can have implications for increasing the quality of significant religious community movements. In the construction activities of the Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Islamic boarding school, aspects of human resource capacity are also the target of development to be provided with assistance so that they are able to carry out the cottage development program with higher quality as planned. Sustainable development requires adequate human resources so that development supervision can be carried out independently by the foundation's management. This assistance is carried out using the CBR method through a strategy of increasing knowledge about architectural working drawings and calculating the volume of work materials through workshop activities.
ANALISIS PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMORFIK PADA PERANCANGAN MINAWISATA BERBASIS KULINER LAUT DI KOTA MAKASSAR Ambo Dalle, Andi Patiroi Rasyid; Rahayu, Irma; Syuaib, Mayyadah
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v8i1a14

Abstract

Makassar City has significant potential for developing the fisheries and coastal tourism sectors, supported by its strategic geographic location, abundant seafood resources, and culinary activities that serve as tourist attractions. However, the development of culinary-based minawisata facilities still needs to be properly organized to accommodate economic, recreational, educational, and environmental management activities sustainably. This study aims to design a culinary-based minawisata area in Makassar City using a biomorphic architectural approach as a design strategy that adapts the forms, patterns, and natural systems of marine organisms. The method used is a descriptive, qualitative approach with an architectural design focus, conducted through literature studies, precedent studies, site surveys, field observations, and analyses of function, site, form, circulation, and the application of biomorphic concepts. The design results show that the biomorphic approach is applied through building form transformations inspired by seashells, waves, coral reefs, and other marine organisms. In addition, the biomorphic concept is implemented in organic site planning, flowing circulation patterns, and a wastewater recycling system that mimics the filtering mechanisms of marine organisms. This design is expected to create a culinary minawisata area that is aesthetic, functional, environmentally friendly, and capable of supporting the economic and coastal tourism development of Makassar City..