Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 7 KOTA MAKASSAR Pahrul; Muhammad Yusuf; Muhammad Tang
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 3 (2024): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v3i3.102

Abstract

Implementasi moderasi beragama melalui pembelajaran pendidikan agama Islam merupakan salah satu upaya untuk membentuk sikap toleransi, pemahaman dan keterbukaan terhadap perbedaan suku, ras dan agama. SMA Negeri 7 Kota Makassar merupakan salah satu sekolah yang memiliki peserta didik maupun pendidik yang heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, implementasi dan hasil moderasi beragama melalui pembelajaran PAI di SMA Negeri 7 Kota Makassar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep moderasi beragama di SMA Negeri 7 Kota Makassar mengarah pada konsep tasamuh dan tawassuth. (2) implementasi moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 7 Kota Makassar adalah dengan cara toleransi antar sesama peserta didik maupun pendidik yang berbeda keyakinan, saling berkolaborasi, bekerjasama antara pendidik dan peserta didik dalam setiap kegiatan sekolah baik yang sifatnya internal maupun eksternal. (3) hasil dari moderasi beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 7 Kota Makassar. secara umum sudah terlihat dan menunjukkan hubungan yang positif salah satunya adalah sikap humanis. Sikap inilah yang juga bisa menghantarkan peserta didik untuk bersikap toleran dan moderat.
Analisis Vibes Pendidikan di Kabupaten Gowa dalam Perspektif Administrasi Publik Jihad, Suryani; Juanda Nawawi; Nur Indrayati Nur Indar; Muhammad Tang; Muhammad Akmal Ibrahim
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 16 No. 1 (2025): EDISI JUNI 2025
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v16i1.881

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gowa, dengan fokus pada implementasi program-program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini menyoroti hubungan antara berbagai program, seperti Pengelolaan Pendidikan, Pembinaan Perpustakaan, dan Pengembangan Kurikulum, dengan kebijakan pendidikan yang lebih luas. Meskipun terdapat peningkatan partisipasi sekolah dari 78% pada tahun 2019 menjadi 85% pada tahun 2022, tantangan signifikan tetap ada, terutama dalam hal infrastruktur dan distribusi sumber daya manusia. Kesenjangan antara sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan menjadi hambatan utama. Dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor diidentifikasi sebagai kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, meskipun akses teknologi pendidikan masih terbatas. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan sistem evaluasi dan kebijakan adaptif untuk memastikan keberlanjutan program-program pendidikan di Kabupaten Gowa.
Profesionalisme Guru Pengelolaan Sumber-Sumber Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Mutu di SMPIT Mukhlisin Kabupaten Gowa Muh. Imran Lukman; Muhammad Tang; St. Habibah
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i2.1337

Abstract

Profesionalisme Teacher professionalism is a crucial factor in managing learning resources, especially in Islamic religious education. This study aims to identify the level of teacher professionalism in managing Islamic religious education learning resources at SMPIT Mukhlisiin Gowa Regency, analyse the factors that influence teacher professionalism, and evaluate its impact on improving the quality of education. The results showed that teacher professionalism in managing learning resources at SMPIT Mukhlisiin was at an adequate level. Some of the factors that influence teacher professionalism include academic qualifications, teaching experience, and support from the school. Teacher professionalism is proven to have a positive impact on the quality of education, characterised by improved student learning outcomes and the quality of the learning process. The conclusion of this study confirms the importance of improving teachers' professionalism in managing learning resources as an effort to improve the quality of Islamic religious education. Recommendations include providing continuous training for teachers, improving learning facilities and resources, and developing policies that support teacher professionalism.
ANALISIS MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURSUS PRANIKAH DI INSTANSI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) Zakiah Darwis; St. Habibah; Muhammad Tang
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 1 No 1 (2024): Mei-Juli
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/rpgwsw92

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis mengenai materi pendidikan agama Islam (PAI) yang disampaikan dalam kursus pra-nikah di instansi kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Tamalanrea. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisis datanya terbagi mejadi tiga berdasarkan miles & huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penyampaian Kursus Pra-Nikah di KUA Kec. Tamalanrea yaitu peserta kursus semakin memahami tentang pernikahan dan tujuannya berdasarkan ajaran Islam, keterampilan komunikasi yang semakin baik, mental yang semakin kuat, tumbuhnya nilai spiritualitas dan pengetahuan tentang keuangan yang memadai. Implikasi dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai materi pendidikan agama Islam (PAI) dalam kursus pra-nikah di kantor urusan agama (KUA) dan manfaatnya bagi kehidupan rumah tangga
An Ethnographic Study of the Bugis Community: Deconstructing Multicultural Islamic Educational Values in Bugis Society Muhammad Tang; Muhammad Rizal Masdul; Hartina; Muhammad Ilham Hidayat
Bulletin of Community Engagement Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v5i3.1446

Abstract

The objective of this study is to analyze, interpret, identify, and describe the values of Islamic education from a multicultural perspective as embedded in the cultural practices of the Bugis community. Employing a qualitative method with a combined autoethnographic and realist ethnographic approach, the research utilized in-depth interviews, participant observation, and document analysis as the primary data collection techniques. Data were examined through domain, taxonomic, and componential analyses, culminating in the formulation of key cultural values. The findings reveal seven core values within Bugis culture that can be adapted into a multicultural Islamic educational framework: (1) mutual respect and reverence, (2) compassion, (3) constructive admonition, (4) cooperation, (5) mutual protection, (6) recognition of human rights, and (7) cleanliness. The implications of this study suggest that these culturally rooted values can contribute significantly to the development of multicultural Islamic education in Indonesia. this research contributes to the preservation and academic recognition of Bugis cultural heritage by positioning it as a dynamic source of ethical and educational values, thereby bridging local culture with national and global discourses on multicultural and Islamic education.
Islamic Religious Education Strategy in Overcoming The Degradation of Islamic Passion in Bugis Society Muhammad Ilham Hidayat; Muhammad Tang; Baso; Muhammad Irfan Hasanuddin; Teguh Arafah
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v8i1.2186

Abstract

Religious enthusiasm (ghirah keislaman) among Muslim youth in Indonesia has shown signs of decline, particularly in local cultural settings such as the Bugis community, where modernization and digital influences have reshaped social and moral orientations. This study aims to analyze the strategies of Islamic Religious Education (PAI) in addressing the degradation of ghirah keislaman within the Bugis community in Bukaka Village, Bone Regency, South Sulawesi. Employing a qualitative phenomenological approach, the research explores lived experiences and perceptions of community members including PAI teachers, religious leaders, mosque administrators, youth leaders, and local residents selected purposively for their religious involvement and cultural insight. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model of data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the degradation of ghirah keislaman stems from external factors such as Western cultural influence and digital technology, as well as internal factors including weak mosque regeneration and a lack of contextual da’wah methods. Effective strategies identified include youth-centered da’wah initiatives, provision of inclusive religious facilities, reinforcement of spiritual values, inter-organizational collaboration, and innovative, contextually adaptive educational methods. Theoretically, this study extends the Theory of Religious Motivation and Social Learning Theory by demonstrating that religiosity can be revitalized through culturally embedded educational strategies. Practically, it underscores the significance of integrating local wisdom such as siri’ na pacce (dignity and empathy) into Islamic education to sustain spiritual vitality in an increasingly modern and digital society.