Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal KALAM

Analisis Simbolik Penggunaaaan Ayat-ayat Al-Qur`an Sebagai Jimat Dalam Kehidupapan Masyarakat Ponorogo Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.159

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena jimat dalam masyarakat Islam Ponorogo. Tujuannya untuk mengetahui ragam ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat dan bagaimana masyarakat memaknainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jimat yang digunakan oleh masyarakat Ponorogo bermacam-macam, mulai dari jimat yang ditujukan untuk mengusir/melindungi gangguan makhluk halus atau Jin, jimat pagar rumah, jimat kekebalan, jimat penglaris, hingga jimat penyubur tanah. Sebagian besar ayat dan surat al-Qur`an yang digunakan meliputi Surat al-Fātihah, Ayat Kursi, Surat Yāsin, Surat al-Syu’arā, Surat Thaha ayat 39, Surat al-Ikhlāsh, al-Falaq, dan al-Nas. Praktik ini dikombinasikan dengan unsur budaya lokal seperti selametan dan puasa mutih. Jimat tersebut. Bagi masyarakat Ponorogo, ayat-ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat adalah wahyu yang memiliki kekuatan luar biasa yang diturunkan Allah SWT dan hanya dapat dicapai oleh orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan supernatural, yang disebut sebagai wong pinter.
UMAT BERAGAMA SEBAGAI MASYARAKAT BERADAB: IDENTITAS AGAMA VS KEBANGSAAN Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v9i1.318

Abstract

Agama bisa menjadi penghambat bahkan musuh masyarakat sipil, apabila ia menawarkan nilai-nilai yang eksklusif dan mengedepankan kebenaran yang tunggal. Untuk itu, semangat pluralisme menjadi sangat penting bagi suatu bangsa yang rakyatnya berbeda agama. Pluralisme ini tidak sekadar saling mengakui kebenaran agama lain untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, tetapi menjadi sumber nilai bersama (consensus) yang menjadi identitas kewarganegaraan. Nilai-nilai agama yang hendak dijadikan acuan masyarakat sipil harus diobyetifikasi sehingga nilai itu tidak hanya bermakna bagi kelompoknya tetapi juga kelompok-kelompok lain sesama warga bangsa. Dalam konteks ini keberadaan Pancasila patut direvitalisasi dan dikembalikan pada sejarah awalnya sebagai konsensus bersama bangsa Indonesia.
SUBYEKTIVITAS DAN OBYEKTIVITAS DALAM STUDI AL-QUR`AN (Menimbang Pemikiran Paul Ricoeur dan Muhammad Syahrur) Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i2.410

Abstract

Perdebatan antara penggunaan akal (bi ar-ra`yi) dan penggunaan riwayat (bi al-ma`ṡūr) dalam studi al-Qur`an ternyata tidak mampu mengarahkan pemikir Islam kontemporer untuk menemukan metodologi tafsir yang bisa dipertanggungjawabkan. Perdebatan keduanya justru membawa pemikiran Islam jumud dan berkutat pada pertarungan idiologi antar kelompok yang semakin menjauhkan umat dari petunjuk al-Qur`an. Artikel ini membahas tentang pemikiran Paul Recoeur dan Muhammad Syahrur dalam studi al-Qur`an, khususnya tentang isu subyektifitas dan obyektifitas. Paul Ricoeur berpendapat bahwa penafsir tidak perlu terjebak dalam subyektifitas, karena teks memiliki makna obyektif dalam struktur internalnya. Dengan cara itu penafsiran selain akan menemukan makna obyektif teks, juga akan menemukan cakrawala dunia yang di arah oleh teks. Sehingga penafsir meleburkan diri dalam dunia teks dan tidak terjebak dalam kejumudan dan kungkungan masa lalu. Hal itu dipertegas oleh Syahrur bahwa kembali kepada al-Qur`an tidak berarti kembali ke masa lalu. Menafsirkan al-Qur`an adalah menggali pandangan hidup al-Qur`an atau makna dari totalitas struktur al-Qur`an. Makna al-Qur`an juga memberikan acuan kepada dunia kontemporer.
Hubungan Agama dan Pengetahuan Pasca Runtuhnya Rezim Sains Modern Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.443

Abstract

Modern age is marked by the progress of humans reasoning as rational beings. Science is growing rapidly with avariety of scientific methodology that guarantees the truth findings. In contrast, Beliefs and religious truth are assessed naïve and subjective, and all non-rational-minded communities are regarded as primitive, uncivilized society. This phenomenon brings the tension in the relation between religion and science and incites the two to negate and degrade each other existence. This article seeks to analyse the dialectical relationship between religion and science in the realm of ontology and epistemology that has lasted a long time. The goal is to obtain a new horizon for the future relation between science and religion. From the ontological and epistemological perspectives, the conflict does not really have a solid foundation as religion is not dealing with spiritual issues, mystical, or non-rational an sich. In fact, religion can be studied scientifically with the appropriate methodological foundation and objective. Likewise, a review of religion can be built on scientific approach. Through this perspective, the relationship between religion and science is no longer diametric, but interdisciplinary dialectic that mutually enrich and strengthen each other.