Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur Menggunakan Metode Pembobotan Ihksan Dwiadi; Aryadi Nurfalaq; Andi Jumardi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan banjir Kecamatan Tomoni Timur. Penelitian menggunakan teknik overlay dengan metode pembobotan parameter kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan dan curah hujan. Pada bulan maret kerawanan banjir merupakan yang paling rawan dan menghasilkan 3 tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi 4,5 – 6,75 (rawan), 2,25 – 4,5 (cukup rawan), <2,25 (tidak rawan) sedangkan pada bulan agustus darah rawan banjir yang adalah yang paling rendah dan menghasilkan tiga tiga tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi <2,25 (tidak rawan), 2,25 – 4.5 (cukup rawan), dan 4,5 – 6,75 (rawan).
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Limbah Lada Menjadi Pupuk Kompos yang Ramah Lingkungan Nirsal; Muhammad Naim; Aryadi Nurfalaq; Syamsuddin; A. Muhammad Idkhan; Andi Baso Kaswar; Hafidz Muhtar; Ranir Atfar R; Sartika Sari; Agustinus Suria Darme; Wiwi Rapa; Suharsono Bantun; Jayanti Yusmah Sari
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1105

Abstract

Desa Matano memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan lada dimana lada merupakan komoditas unggulan perkebunan dalam rangka peningkatan pendapatan bagi sebagian besar petani. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra terletak pada aspek produksi pupuk dan aspek pemasaran. Dari segi aspek produksi pupuk, sebagian besar petani merica di lokasi mitra menggunakan pupuk anorganik dan pupuk kandang yang memiliki harga cukup mahal dan hanya sebagian kecil petani lada yang menggunakan pupuk kompos padahal di lokasi mitra banyak tersedia limbah hasil pengelolaan tanaman merica yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos, Dari segi aspek pemasaran, petani merica masih mengalami kesulitan dalam memasarkan produk merica pupuk kompos yang dihasilkan petani karena kurangnya pengetahuan petani terhadap pemasaran khususnya pemasaran secara digital. Adapun solusi yang ditawarkan Tim pelaksana kepada mitra yaitu sosialisasi penggunaan pupuk kompos, pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah tanaman merica, dan pelatihan pengemasan dan pencitraan merek (packaging and branding) serta pelatihan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu tahapan observasi, diskusi dan konsultasi bersama kelompok tani, sosialisasi dan pelatihan dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pengolahan limbah lada menjadi produk pupuk kompos yang ramah lingkungan sebesar 86,62% sedangkan pengetahuan peserta terkait packaging dan branding produk kompos dan pemasaran digital menggunakan Smartano dan media sosial meningkat sebesar 74,5%.
Identify the Development of Regional Ecotourism Potential Palopo City is Geospatial Based Andi Jumardi; Muhammad Ilyas; Aryadi Nurfalaq; Iin Karmila Putri
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 4, No 1 February (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v4i1.156

Abstract

The purpose of the research, identifying geographical conditions and potential tourist attractions, the social conditions of the surrounding community, the prospect of ecotourism development. Methods in this research qualitative approach with survey research with geospatial and SWOT-based geography review approach. The results of this study produced 6 thematic maps including topographic maps, geological maps, land type maps, slope slopes, tourist attraction distribution maps, and distribution maps of public facilities by containing information about the most influential geographical conditions in supporting the development of mungkajang area as an ecotourism area. Potential tourist attractions owned by the Mungkajang area there are 9 attractions scattered in the Mungkajang area by offering its attractions Latuppa area offers waterfall and bathing tours in the river stream, Kambo area offers tourism and bathing, murante area bathing waterboom and Mungkajang area offers camping and shelter attractions in addition to tourist attractions in Mungkajang area equipped with various public facilities available. in tourist attractions and those outside of tourist attractions in the Mungkajang area. The social conditions of the community include people who live in the location of the Mungkajang area have the same understanding of ecotourism, approval of the development of Mungkajang ecotourism, interest in the development of Mungkajang ecotourism. Mungkajang area development strategy as ecotourism with a geographical review approach that supports among location factors, relief factors, climate factors, biogeography factors, soil factors, water factors, geological factors, population factors, attractiveness factors, infrastructure factors, accommodation factors and facility service factors, while from the results of SWOT analysis of strategies that must be carried out to maintain the sustainability of natural wealth, involving the community, Working with government agencies, maximizing information technology, offering tourism potential different from others, providing complete facilities as needed by tourists and building good cooperation between the government, private sector and the public in the utilization of SDA that has the potential as a tourist attraction.