Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur Menggunakan Metode Pembobotan Ihksan Dwiadi; Aryadi Nurfalaq; Andi Jumardi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan banjir Kecamatan Tomoni Timur. Penelitian menggunakan teknik overlay dengan metode pembobotan parameter kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan dan curah hujan. Pada bulan maret kerawanan banjir merupakan yang paling rawan dan menghasilkan 3 tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi 4,5 – 6,75 (rawan), 2,25 – 4,5 (cukup rawan), <2,25 (tidak rawan) sedangkan pada bulan agustus darah rawan banjir yang adalah yang paling rendah dan menghasilkan tiga tiga tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi <2,25 (tidak rawan), 2,25 – 4.5 (cukup rawan), dan 4,5 – 6,75 (rawan).
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Limbah Lada Menjadi Pupuk Kompos yang Ramah Lingkungan Nirsal; Muhammad Naim; Aryadi Nurfalaq; Syamsuddin; A. Muhammad Idkhan; Andi Baso Kaswar; Hafidz Muhtar; Ranir Atfar R; Sartika Sari; Agustinus Suria Darme; Wiwi Rapa; Suharsono Bantun; Jayanti Yusmah Sari
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1105

Abstract

Desa Matano memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan lada dimana lada merupakan komoditas unggulan perkebunan dalam rangka peningkatan pendapatan bagi sebagian besar petani. Adapun permasalahan yang dihadapi mitra terletak pada aspek produksi pupuk dan aspek pemasaran. Dari segi aspek produksi pupuk, sebagian besar petani merica di lokasi mitra menggunakan pupuk anorganik dan pupuk kandang yang memiliki harga cukup mahal dan hanya sebagian kecil petani lada yang menggunakan pupuk kompos padahal di lokasi mitra banyak tersedia limbah hasil pengelolaan tanaman merica yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos, Dari segi aspek pemasaran, petani merica masih mengalami kesulitan dalam memasarkan produk merica pupuk kompos yang dihasilkan petani karena kurangnya pengetahuan petani terhadap pemasaran khususnya pemasaran secara digital. Adapun solusi yang ditawarkan Tim pelaksana kepada mitra yaitu sosialisasi penggunaan pupuk kompos, pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah tanaman merica, dan pelatihan pengemasan dan pencitraan merek (packaging and branding) serta pelatihan pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi kedalam beberapa tahapan yaitu tahapan observasi, diskusi dan konsultasi bersama kelompok tani, sosialisasi dan pelatihan dan evaluasi. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pengolahan limbah lada menjadi produk pupuk kompos yang ramah lingkungan sebesar 86,62% sedangkan pengetahuan peserta terkait packaging dan branding produk kompos dan pemasaran digital menggunakan Smartano dan media sosial meningkat sebesar 74,5%.
Identify the Development of Regional Ecotourism Potential Palopo City is Geospatial Based Andi Jumardi; Muhammad Ilyas; Aryadi Nurfalaq; Iin Karmila Putri
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 4, No 1 February (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v4i1.156

Abstract

The purpose of the research, identifying geographical conditions and potential tourist attractions, the social conditions of the surrounding community, the prospect of ecotourism development. Methods in this research qualitative approach with survey research with geospatial and SWOT-based geography review approach. The results of this study produced 6 thematic maps including topographic maps, geological maps, land type maps, slope slopes, tourist attraction distribution maps, and distribution maps of public facilities by containing information about the most influential geographical conditions in supporting the development of mungkajang area as an ecotourism area. Potential tourist attractions owned by the Mungkajang area there are 9 attractions scattered in the Mungkajang area by offering its attractions Latuppa area offers waterfall and bathing tours in the river stream, Kambo area offers tourism and bathing, murante area bathing waterboom and Mungkajang area offers camping and shelter attractions in addition to tourist attractions in Mungkajang area equipped with various public facilities available. in tourist attractions and those outside of tourist attractions in the Mungkajang area. The social conditions of the community include people who live in the location of the Mungkajang area have the same understanding of ecotourism, approval of the development of Mungkajang ecotourism, interest in the development of Mungkajang ecotourism. Mungkajang area development strategy as ecotourism with a geographical review approach that supports among location factors, relief factors, climate factors, biogeography factors, soil factors, water factors, geological factors, population factors, attractiveness factors, infrastructure factors, accommodation factors and facility service factors, while from the results of SWOT analysis of strategies that must be carried out to maintain the sustainability of natural wealth, involving the community, Working with government agencies, maximizing information technology, offering tourism potential different from others, providing complete facilities as needed by tourists and building good cooperation between the government, private sector and the public in the utilization of SDA that has the potential as a tourist attraction.
An Identification of Landslide Potential Areas by Using the Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) Images Rahma Hi Manrulu; Aryadi Nurfalaq
Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN) Vol. 1 (2018): Proceedings of International Conference on Multidisciplinary Engineering (ICOMDEN)
Publisher : Faculty of Engineering, Malikussaleh University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify slope conditions along the shaft roads of Palopo-North Toraja using SRTM imagery related to landslide potential areas. The method used in identifying these areas comprises two approaches utilizing satellite imagery and field surveys. SRTM images are proposed to satellite imagery which was analyzed spatially by using the slope feature in the arc toolbox ArcGIS. On the other hand, field surveys were carried out by observing 19 location points which were used as observation stations in terms of recording coordinates and description of land cover, slope and landslide potential area. As the results, areas that experience cracks (landslide crawling) are founded from flat-slope to low-slope areas whereas medium-slope locations at 35,9% up to high-slope locations around 72,5% are landslides potential areas with the type of translation avalanche.
Integrasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dan Penguatan Ekonomi Melalui Smart Greenhouse pada Program Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Luwu Ichwan Muis; Iriansa Iriansa; Muhammad Idham; Andi Jumardi; Baso Ali; Aryadi Nurfalaq; Masluki Masluki
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q5pvjd43

Abstract

Kabupaten Luwu memiliki indeks kerentanan bencana yang tinggi, khususnya banjir dan tanah longsor. Tantangan utama dalam keberlanjutan program Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah kurangnya kemandirian ekonomi untuk mendukung operasional mitigasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kelembagaan Destana yang terintegrasi dengan unit usaha ekonomi produktif berbasis teknologi Smart Greenhouse. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi sosialisasi, pembentukan struktur organisasi, pelatihan mitigasi dan simulasi tanggap darurat, serta pembangunan dan pelatihan budidaya greenhouse sistem rakit apung. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ulusalu (rawan longsor) dan Desa Bonelemo (rawan banjir). Hasil kegiatan menunjukkan: (1) Terbentuknya struktur Destana yang legal melalui SK Kepala Desa; (2) Peningkatan kapasitas relawan melalui simulasi evakuasi dan pertolongan pertama; (3) Terbangunnya sistem peringatan dini (EWS) dan rambu jalur evakuasi; (4) Berdirinya dua unit Smart Greenhouse dengan proyeksi pendapatan ekonomi Rp 16.650.000 per bulan yang sebagian dialokasikan sebagai dana taktis kebencanaan. Sinergi antara mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi terbukti efektif meningkatkan resiliensi masyarakat secara berkelanjutan.
Siswa Tangguh Bencana: Penguatan Literasi dan Mitigasi Bencana pada Siswa SMKN 10 Luwu Fitri Jusmi; Irwan Ramli; Rahma Hi Manrulu; Aryadi Nurfalaq; Hilda Rahmawati
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan kesiapsiagaan siswa sekolah menengah terhadap risiko bencana, khususnya dalam hal mitigasi dan tindakan tanggap darurat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya peningkatan literasi kebencanaan sejak usia sekolah melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik evakuasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebencanaan dan mitigasi bencana, pelatihan pemanfaatan metode geolistrik, serta simulasi evakuasi bencana. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif, demonstrasi alat, praktik sederhana, serta simulasi kondisi darurat yang melibatkan siswa secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kebencanaan dan langkah mitigasi yang tepat. Pada kelompok edukasi, siswa mampu mengidentifikasi jenis bencana dan menjelaskan prosedur mitigasi secara lebih baik. Pada kelompok pelatihan geolistrik, siswa menunjukkan pemahaman terhadap prinsip dasar penggunaan alat serta manfaatnya dalam mengidentifikasi kondisi bawah permukaan tanah. Pada kelompok simulasi, siswa mampu mengikuti prosedur evakuasi dengan lebih tertib, terarah, dan menunjukkan kerja sama yang baik. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam membentuk sikap tanggap bencana, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta mendorong terbentuknya budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kebencanaan, pelatihan teknologi sederhana, dan simulasi praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa. Keterlibatan aktif siswa dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor penting dalam membangun pemahaman yang berkelanjutan dan aplikatif terhadap mitigasi bencana.
Development of an ESP32-Based Resistivity Meter Instrument with Integration of ACS712 Current Sensor, ADS1115 Voltage Sensor and Neo6MV2 GPS Module Aryadi Nurfalaq; Rahma Hi. Manrulub; Irwan Ramli
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v15n2.p35-46

Abstract

This study aims to develop an ESP32-based resistivity meter instrument integrated with an ACS712 current sensor, an ADS1115 voltage sensor, and a Neo6MV2 GPS model. This IoT-based instrument can be operated remotely so that it can streamline measurements. The method used in this study is the R&D method where this method aims to create innovations in the form of new and applicable products, systems, or models, and test their effectiveness. The research stages start from hardware design assembled based on block diagrams, software design using the Arduino IDE using the C++ programming language, testing and data collection. The results of the study showed that the ADS 1115 sensor has an average measurement error (% error) of 5.1%, the ACS 712 current sensor has an average% error of 3.6%, and the Neo6MV2 GPS module has an average latitude difference of 0.000016 degrees (1.81 m) and longitude of 0.000025 degrees (2.83 m). Measurements can be performed remotely via smartphone using the ESP32 at a distance of 41 m. Based on laboratory measurements, the resistivity values ​​obtained for the three layer conditions matched the resistivity values ​​of the reference materials used. This indicates that this resistivity meter can be used to identify mined minerals and groundwater aquifers.