Claim Missing Document
Check
Articles

Perspektif Jurnalis Media Konvergen Terhadap Berita Keberagaman Moehammad Gafar Yoedtadi; Lusia Savitri
JURNAL SOSIAL Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 1 (2020): JURNAL SOSIAL
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/sos.v21i1.53

Abstract

Isu keberagaman merupakan isu sensitif yang jika tidak ditangani dengan bijaksana akan menjadi persoalan yang mendegradasi kerukunan bangsa. Media massa yang memiliki fungsi-fungsi ideal sebagai medium informasi dan sosialisasi, dirasa masih kurang memberi perhatian terhadap isu keberagaman. Padahal peran media massa, terutama media massa konvergen sangat berpengaruh terhadap hal ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran pandangan para jurnalis dari media konvergen Liputan 6.com dalam melihat isu keberagaman. Jurnalis yang menjadi partisipan adalah dari level senior (wakil pemimpin redaksi), madya (redaktur), dan yunior (reporter). Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnalisme damai dan pengaturan agenda media. Penggalian data dilakukan dengan wawancara mendalam dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan redaksi Liputan 6.com untuk berhati-hati dalam memberitakan topik keberagaman (unsur SARA) telah dipahami secara seragam oleh tiap level jurnalis. Selain itu ada kesadaran yang dimiliki secara pribadi dari tiap partisipan untuk mengedepankan kehati-hatian dalam memberitakan tipik keberagamany. Keywords—: isu keberagaman; perspektif jurnalis; media konvergen.
PERAN KOMUNIKASI KESEHATAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT MELALUI “HEALTH PUBLIC RELATIONS” Sinta Paramita; Lusia Savitri Setyo Utami; Wulan Purnama Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.29 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i2.7256

Abstract

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dalam melayani masyarakat masih menjadi persoalan yang serius di Indonesia. Kasus-kasus baru terkait pelayanan rumah sakit mulai bermunculan di media massa. Rumah sakit yang terkena isu atau kasus terkait pelayanan tersebut dapat merusak reputasi dari rumah sakit di mata masyarakat. Masyarakat menjadi tidak percaya dan enggan untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut. Peran Health Public Relations menjadi sangat penting untuk membangun kembali citra dan reputasi. Oleh sebab itu Tim PKM Fikom Untar berupaya membantu rumah sakit dalam membangun reputasi rumah sakit sebagai sebuah institusi kesehatan melalui penyuluhan kepada Public Relations di rumah sakit. Tim PKM Fikom Untar kemudian melakukan seminar dan penyuluhan dengan tema “Peran Komunikasi Kesehatan Dalam Pelayanan Rumah Sakit Melalui Health Public Relations”, yang dilakukan di kabupaten Pringsewu, Lampung. Hasil dari kegiatan PKM ini, adalah bertambahnya pengetahuan dan kesadaran para petugas pelayanan kesehatan di kabupaten Pringsewu, Lampung akan pentingnya fungsi public relations dalam manajemen pelayanan kesehatan, tidak hanya di rumah sakit, namun juga di puskesmas ataupun klinik kesehatan. Selain itu, Tim PKM Fikom Untar juga mendapatkan tawaran untuk menjalin kerjasama dengan kabupaten Pringsewu, Lampung di kegiatan PKM yang lain, ataupun kegiatan penelitian
Cultural Participatory in Tourism Digital Marketing Communication Channel Riris Loisa; Diah Ayu Candraningrum; Lusia Savitri Setyo Utami; Lydia Irena
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i2.13411

Abstract

Tourism is one of Indonesia's leading sectors that has been seriously affected by the pandemic. This study aims to describe participatory culture in digital tourism marketing communication channels during the pandemic, through Instagram social media channels from micro-influencers, that focus on three priority tourism destinations that have been set by the government. By using the Participatory Media Culture Theory from Henry Jenkins, it is further studied how consumers and producers create cultural artifacts with commodity value. The research applied a netnographic method, the data were gathered and analyzed by the social media analysis application Analysis.io. The subject of research is the influencers and followers in 3 (three) Instagram accounts: @explorejogja, @indraseptianazhari, and @travelwithgerie, while the object of the research was the forms of participation as cultural artifacts in these accounts This study concludes that the participants build a participatory culture by the power of visual and narrative artifacts, as well as their spreadability. Further this research shows that (1) cultural artifacts in each account have their own characteristics, with similarities in the prosumer participation, where reposting becomes a cultural artifact that has its own power to form virtual relationships; (2) attractive visuals and informal guides in the form of narratives are also cultural artifacts that invite further involvement of participants, in the form of likes, comments, reposts, etc.; and (3) the presence of micro-influencers who are inherently intertwined with these accounts jointly contributing to the dissemination of content and their respective accounts, which in turn becomes a force for the spread of tourism marketing, especially during the pandemic. Pariwisata adalah salah satu sektor unggulan Indonesia yang terkena dampak serius dari pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya partisipatif dalam saluran komunikasi pemasaran pariwisata digital selama pandemi, melalui saluran media sosial Instagram dari mikro-influencer, yang berfokus pada tiga destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan menggunakan Teori Budaya Media Partisipatif dari Henry Jenkins, lebih lanjut dipelajari bagaimana konsumen dan produsen menciptakan artefak budaya dengan nilai komoditas. Penelitian ini menggunakan metode netnografi, data dikumpulkan dan dianalisis dengan aplikasi analisis media sosial Analysis.io. Subjek penelitian adalah influencer dan followers di 3 (tiga) akun Instagram: @explorejogja, @indraseptianazhari, dan @travelwithgerie, sedangkan objek penelitian adalah bentuk partisipasi sebagai artefak budaya dalam akun tersebut. Penelitian ini menyimpulkan budaya partisipatori dibangun dengan kekuatan artefak visual dan naratif, serta daya sebarnya. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa (1) artefak budaya di setiap akun memiliki ciri khas tersendiri, dengan kesamaan berupa partisipasi prosumer, dimana reposting menjadi artefak budaya yang memiliki kekuatan untuk membentuk hubungan virtual; (2) visual yang menarik dan panduan informal berupa narasi juga merupakan artefak budaya yang mengundang keterlibatan peserta lebih lanjut, dalam bentuk ekspresi rasa suka, komentar, repost, dll; dan (3) kehadiran micro-influencer yang secara inheren terjalin dengan akun-akun tersebut secara bersama-sama berkontribusi dalam penyebaran konten dan akunnya masing-masing, yang pada akhirnya menjadi kekuatan bagi penyebaran pemasaran pariwisata, khususnya di masa pandemi.
Efektivitas Konten Media Sosial Instagram @Faktaseventeen Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Penggemar Jessica Audri Bulan Lubis; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15465

Abstract

SEVENTEEN is a singer or boy group from South Korea. The @factseventeen account on Instagram currently contains information related to all activities of the SEVENTEEN Boyband, both in front of the camera and behind the camera. The Instagram account @factseventeen was founded on July 31, 2016, a year since SEVENTEEN officially debuted, and is the oldest and most up-to-date SEVENTEEN fan account. This study aims to find out how effective @factseventeen's Instagram content is to meet the information needs of SEVENTEEN fans. The respondents chosen by this researcher are Instagram followers from @factseventeen as fans of the SEVENTEEN band. The researcher uses the uses and gratification theory. This study uses a quantitative and survey of 100 respondents as a sample with a questionnaire as a research instrument used by researchers. the results of the study, obtained a positive and significant influence between the variables of the effectiveness of the Instagram account @factseventeen (X) on the fulfillment of the information needs of SEVENTEEN (Y) fans by consumers. The effectiveness of the content of the Instagram account @factseventeen has an influence on the variable of meeting the information needs of SEVENTEEN fans by 69.0%. SEVENTEEN merupakan grup penyanyi atau boy group yang berasal dari Korea Selatan. Akun @faktaseventeen di Instagram saat ini berisi informasi yang terkait dengan segala aktivitas Boyband SEVENTEEN, baik di depan kamera maupun di balik kamera. Akun Instagram @faktaseventeen didirikan pada 31 Juli 2016, setahun sejak SEVENTEEN resmi debut, dan merupakan akun khusus penggemar grup SEVENTEEN terlama dan paling up to date. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif konten Instagram @faktaseventeen untuk memenuhi kebutuhan informasi penggemar SEVENTEEN. Responden yang dipilih oleh peneliti ini yaitu pengikut Instagram dari @faktaseventeen selaku penggemar dari grup band SEVENTEEN. Peneliti menggunakan teori uses and gratification. Penelitian ini menggunakan berupa kuantitatif dan survey terhadap 100 responden sebagai sampel dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian yang digunakan peneliti. hasil penelitian, mendapatkan pengaruh positif dan signifikan antara variabel efektivitas akun Instagram @faktaseventeen (X) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi penggemar SEVENTEEN (Y) oleh konsumen. Efektivitas konten akun Instagram @faktaseventeen mempunyai pengaruh terhadap variabel pemenuhan kebutuhan informasi penggemar SEVENTEEN sebesar 69,0%. 
Pengaruh Kredibilitas Brand Ambassador Terhadap Citra Perusahaan (Studi Kasus Brand Ambassador Shopee Grup K-Pop Stray Kids) Eva Aileen Frederica; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 1 No. 1 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i1.15470

Abstract

The Shopee business relies on promotional content in the form of advertising and employs brand ambassadors as communicators for the messages they want to convey. This brand ambassador is used to give viewers an incentive to attract audience so that they have a positive view of Shopee's corporate image. The Shopee company that collaborated with the well-known K-Pop group Stray Kids as Shopee's brand ambassador at the end of 2020. As a brand ambassador, Stray Kids has managed to steal the attention of the public and K-Pop fans in Indonesia with a Shopee advertisement similar to one of the music video clips. their most famous one is “God's Menu”. The purpose of this study was to determine the impact of Stray Kids brand ambassador credibility on Shopee's corporate image. The author uses stimulus response theory as a theoretical reference as well as communication, brand ambassadors, image, and company image as research concepts. This study uses a quantitative approach with an explanatory survey method to 100 respondents as a sample with a google form questionnaire as the author's instrument. With the results of the t-test showing a t-count value of 6.832 > t-table 1.987 and the results of a simple linear regression test with a value of 0.000 <0.05, which means that there is a significant effect of the Stray Kids Brand Ambassador Credibility variable (X) on Shopee Company Image (Y). erusahaan Shopee mengandalkan konten promosi mereka yang berupa iklan dan menggunakan brand ambassador sebagai komunikator pesan yang ingin mereka sampaikan.  Brand ambassador ini digunakan dengan tujuan untuk memberikan stimulus kepada khalayak untuk menarik konsumen agar konsumen memiliki pemikiran yang positif terhadap citra perusahaan Shopee. Perusahaan Shopee yang menggandeng grup K-Pop ternama yaitu Stray Kids sebagai brand ambassador Shopee pada akhir tahun 2020. Sebagai brand ambassador, Stray Kids telah berhasil mencuri perhatian masyarakat dan penggemar K-Pop di Indonesia dengan iklan Shopee yang mirip dengan salah satu music video clip mereka yang paling terkenal yaitu “God’s Menu”. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh antara kredibilitas brand ambassador Stray Kids terhadap citra perusahaan Shopee. Penulis menggunakan teori stimulus respon sebagai acuan teori serta komunikasi, brand ambassador, citra, dan citra perusahaan sebagai konsep penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey eksplanatif terhadap 100 responden sebagai sampel dengan kuesioner google form sebagai instrumen penulis. Dengan hasil uji t menunjukkan nilai t hitung yaitu 6,832 > t tabel 1,987 dan hasil uji regresi linear sederhana dengan nilai 0,000 < 0,05 yang berartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Kredibilitas Brand Ambassador Stray Kids (X) terhadap Citra Perusahaan Shopee (Y). 
Pengaruh Penyebaran Isu Standar Kecantikan Korea Selatan Melalui Media Sosial terhadap Perilaku Imitasi Penggemar K-Pop Mellicia; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 1 No. 3 (2022): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v1i3.15838

Abstract

The spread of South Korean culture is currently very popular in Indonesia. This spread is called Hallyu or Korean wave, Korean wave not only spreads culture but various aspects such as style of dress, beauty, food and lifestyle products. The spread of the Korean wave made Indonesian K-Pop fans love beauty products from South Korea. Especially teenage girls who have a high curiosity so they want to do imitation behavior. This study uses two variables, namely the spread of issues using thetheory agenda setting and the imitation behavior variable using social learning theory. The approach in this research is quantitative by using a survey method to 100 respondents to K-Pop fans aged 10-25 years. The sampling technique used is random. The respondent's data processing was tested to be valid, reliable and normal. The data analysis technique used simple linear regression analysis, the coefficient of determination test (R2), and the T test. The results of the research analysis on the issue distribution variable (X) had the highest dimension, namely the media dimension. While the imitation behavior variable (Y) has the highest dimension, namely the dimension of motor reproduction. This statement is proven based on the results of the T test that the spread of issues has a significant influence on imitation behavior so that H0 is rejected and H1 is accepted, meaning that the spread of issues variable X has an effect on the imitation behavior variable Y. Penyebaran budaya Korea Selatan saat ini sangat populer di Indonesia. Penyebaran ini disebut dengan hallyu atau Korean wave, Korean wave tidak hanya penyebarkan kebudayaan saja tetapi berbagai aspek seperti gaya beerpakaian, produk kecantikan, makanan dan gaya hidup. Penyebaran Korean wave membuat penggemar K-pop Indonesia menyukai produk kecantikan dari Korea Selatan. Terutama remaja perempuan yang memiliki rasa ingin tau yang tinggi sehingga ingin melakukan perilaku imitasi. Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel penyebaran isu dengan menggunakan teori agenda setting dan variabel perilaku imitasi dengan menggunakan teori pembelajaran sosial. Pendekatan pada penelitian ini, yaitu kuantitatif dengan menggunakan metode survei kepada 100 responden kepada penggemar K[1]pop yang berusia 10-25tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu secara acak. Pengolahan data responden teruji valid, reliabel, dan normal. Teknik analisis data menggunakan analisis uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi (R2), dan uji T. Hasil analisis penelitian pada variabel penyebaran isu (X) memiliki dimensi tertinggi yaitu dimensi media. Sedangkan variabel perilaku imitasi (Y) memiliki dimensi tertinggi yaitu dimensi reproduksi motorik. Pernyataan ini terbukti berdasarkan hasil uji T bahwa penyebaran isu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku imitasi sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel penyebaran isu X berpengaruh terhadap variabel perilaku imitasi Y.
Analisis Pemanfaatan Media Sosial Instagram dalam Mempromosikan Coffee Shop The Dancing Birds Jessica Novia; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23038

Abstract

The development of technology is increasingly sophisticated, as are the development of communication facilities and sciences such as social media. One of the business people in the West Jakarta area who uses social media as an online promotion media is Coffee Shop The Dancing Birds. Visitors who come, not only can enjoy the coffee flavor, but they can feel another atmosphere. This study aims to describe more deeply about the use of social media Instagram The Dancing Birds in promoting its business. The author uses marketing communication theory because in that theory there are elements used by the author. This research uses a case study method with a descriptive qualitative approach. The results obtained by The Dancing Birds want customers who come to the coffee shop not just to drink coffee, but they want to educate customers about the beans they choose. The Dancing Birds strives to create content with social media that focuses on uploading photos and videos such as Instagram. The Dancing Birds uses Instagram Ads when their weekly turnover is not met. After the Ads, there will be an increase in turnover of 20-40% per week. This shows that Instagram Ads affect promotional activities so as to create an increase in turnover. Semakin hari perkembangan teknologi semakin canggih, begitu pula perkembangan sarana dan ilmu komunikasi seperti media sosial. Salah satu pelaku bisnis di daerah Jakarta Barat yang menggunakan media sosial sebagai media promosi online adalah Coffee Shop The Dancing Birds. Pengunjung yang datang, tidak hanya dapat menikmati coffee flavor, tetapi mereka dapat merasakan suasana lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lebih dalam tentang pemanfaatan media sosial Instagram The Dancing Birds dalam mempromosikan bisnisnya. Penulis menggunakan teori komunikasi pemasaran karena dalam teori tersebut terdapat unsur yang digunakan penulis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh The Dancing Birds ingin customer yang datang ke coffee shop bukan hanya sekedar minum kopi saja, tetapi mereka ingin mengedukasi customer tentang beans yang mereka pilih. The Dancing Birds berusaha untuk membuat konten dengan media sosial yang fokus pada pengunggahan foto maupun video seperti Instagram. The Dancing Birds menggunakan Instagram Ads pada saat omzet perminggu-nya tidak terpenuhi. Setelah adanya Ads tersebut, akan ada kenaikkan omzet sebesar 20-40% perminggu-nya. Hal ini menunjukkan Instagram Ads mempengaruhi kegiatan promosi sehingga terciptanya peningkatan omzet.
Pengaruh Konten Instagram @ridistaonline terhadap Minat Beli Konsumen Mercius Mercius; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23058

Abstract

CV. Ridista is a company that markets computer accessories with high quality and international standards. Besides CV. Ridista also markets other products related to electronic goods. CV. Ridista who manages the @ridistaonline Instagram account to sell products by advertising through Instagram. The researcher aims to get the results of how much influence @ridistaonline content has on consumer buying interest. The researcher applies a quantitative research approach and uses a survey/questionnaire method. The theories and concepts used in this research consist of Marketing Communication, SOR Theory, social media and Content Characteristics. and consumer buying interest. The results show that there is an influence of Instagram content characteristics on consumer buying interest and there is a correlation between the Instagram content characteristics variable and the consumer buying interest variable of 81.9%. So it can be said that the influence of Instagram content on consumer buying interest @ridistaonline is positive. CV. Ridista adalah bisnis usaha yang berjalan dalam fokus pemasaran aksesoris komputer dengan kualitas tinggi dan berstandar internasional. Selain itu CV. Ridista juga memasarkan produk-produk lain yang berhubungan dengan barang elektronik. CV.Ridista yang mengelola akun Instagram @ridistaonline untuk memperjual produk-produk dengan melakukan iklan melalui Instagram. Peneliti bertujuan untuk mendapatkan hasil seberapa besar pengaruh konten @ridistaonline terhadap minat pembelian konsumen. Peneliti menerapkan pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei/angket. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari komunikasi pemasaran, teori SOR, media sosial, serta karakteristik konten dan minat beli konsumen. Hasil menunjukkan bahwa adanya pengaruh karakteristik konten Instagram kepada minat pembelian konsumen serta adanya korelasi antara variabel karakteristik konten Instagram terhadap variabel minat beli konsumen sebesar 81,9%. Maka dapat dikatakan bahwa pengaruh konten Instagram terhadap minat pembelian konsumen @ridistaonline adalah positif.
Pengaruh Terpaan Iklan Pada Platform YouTube terhadap Minat Penggunaan Aplikasi OctaFX Nathania Edlyn Kristiansen; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23059

Abstract

Commercial advertising is one of the most important promotion tools for marketing a product or service to the people as a whole. Imagery can be defined as the activity of hearing and seeing informational or emotional messages, and paying attention to messages that may reach individuals or teams. Purchase intention is an individual's desire to buy an item. This study was conducted to determine the impact of OctaFX ad serving on YouTube on interest in using OctaFX. Using a quantitative approach, this research uses and distributes online questionnaires to 100 respondents. This research results that the appearance of OctaFX ads on YouTube has a positive and significant impact on user engagement. This can be seen from the origin of the T test, where H1 is accepted, H0 is rejected. The results of the coefficient of determination analysis share that OctaFX advertising exposure on YouTube has a positive and significant impact of 53.4% ​​on user engagement, while the remaining 46.6% is not included in this study. Iklan komersial ialah alat satu aktivitas kenaikan pangkat yang paling penting buat memasarkan suatu produk atau jasa kepada rakyat secara keseluruhan. Gambaran bisa diartikan sebagai aktivitas mendengar serta melihat pesan informasional atau emosional, dan memperhatikan pesan yang mungkin sampai ke individu atau tim. Minat beli ialah cita-cita individu buat membeli suatu barang. Studi ini dibuat buat mengetahui dampak penayangan iklan OctaFX pada YouTube terhadap minat menggunakan OctaFX. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan dan membagikan kuesioner online kepada 100 responden. Penelitian ini menghasilkan bahwa penampilan iklan OctaFX di YouTube memiliki dampak positif serta signifikan terhadap keterlibatan pengguna. Hal ini terlihat asal yang akan terjadi uji T, dimana H1 diterima H0 ditolak. Hasil analisis koefisien determinasi membagikan bahwa terpaan iklan OctaFX di YouTube memberikan dampak positif dan signifikan sebanyak 53,4% terhadap keterlibatan pengguna, sedangkan sisanya 46,6% tidak dimasukkan pada penelitian ini.
Perubahan Komunikasi Interpersonal dalam Interaksi Sosial Antarmahasiswa Karena Pandemi Covid-19 Khairunnisa Nabila Cahyani; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24013

Abstract

Interpersonal communication for colleger is very important for college to get the information needed, share experiences, and even to establish relationships between colleger. Interpersonal communication between colleger which is usually done face-to-face changed to Online when the Covid-19 Pandemic appeared in Indonesia. The change from face-to-face to Online has a significant impact on colleger, namely reduced opportunities for face-to-face interpersonal communication. The consequences of these changes can be felt by college in terms of interpersonal communication between colleger. The purpose of this study is to describe changes in interpersonal communication in social interactions between colleger due to the Covid-19 pandemic. This study uses several concepts as a theoretical basis, namely interpersonal communication, social interaction, communication barriers, social change. This research approach is qualitative with the case study method. The author obtains the data and information needed by conducting in-depth interviews, observation, documentation and literature study. The results of the research that has been carried out by writing found changes including the limited topics that can be discussed, a feeling of awkwardness when conducting face-to-face interpersonal communication between colleger, reduced desire to carry out interpersonal communication between colleger. And the relationship between colleger becomes distance when they return to face-to-face meetings. Komunikasi Interpersonal merupakan hal yang sangat penting, untuk mahasiswa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, berbagi pengalaman, bahkan untuk menjalin hubungan antarmahasiswa. Komunikasi interpersonal antarmahasiswa yang biasanya dilakukan secara tatap muka berubah menjadi Online ketika Pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. Perubahan dari tatap muka menjadi Online memberikan dampak yang berarti bagi mahasiswa yaitu berkurangnya kesempatan untuk melakukan komunikasi interpersonal secara tatap muka. Akibat dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh mahasiswa dalam hal komunikasi interpersonal antarmahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan mengenai perubahan komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial antarmahasiswa akibat adanya pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa konsep sebagai landasan teoritis yaitu komunikasi interpersonal, interaksi sosial, hambatan komunikasi, perubahan sosial. Pendektan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Penulis memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulisan ditemukan adanya perubahan diantaranya terbatasnya topik yang bisa dibicarakan, rasa canggung ketika melakukan komunikasi interpersonal antarmahasiswa secara tatap muka, berkurangnya keinginan untuk melakukan komunikasi interpersonal antar mahasiswa. Dan hubungan antarmahasiswa yang menjadi renggang ketika sudah kembali melakukan tatap muka.