Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penambahan Tumbukan Batu Bata Terhadap Kuat Tekan Mortar Lisa Dwi Rusgiana; Sittati Musalamah
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mortar merupakan bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam pembangunan rumah tinggal dengan fungsi sebagai perekat pasangan bata atau batako, perekat pada pemasangan keramik lantai dan dinding, serta sebagai plesteran dinding baik interior maupun eksterior. Banyaknya fungsi dari mortar menjadikan mortar sebagai salah satu bahan konstruksi yang dapat diteliti untuk meningkatkan kualitasnya dengan penambahan bahan campuran lain ataupun pengganti sebagian bahan campurannya. Penggunaan bahan tambah ataupun pengganti dapat berasal dari material sisa dan jenis material lainnya yang kandungannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan mortar dengan penambahan tumbukan batu bata sebagai bahan tambah semen. Mortar yang dibuat menggunakan perbandingan 1 semen: 2 pasir dengan variasi penambahan tumbukan batu bata pada semen 0%, 2,5%, 5%. 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% menggunakan nilai FAS 0,4. Sampel yang dibuat berjumlah 35 dengan masing-masing variasi 5 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan maksimum mortar pada variasi 7,5% sebesar 19,6 MPa dan termasuk kedalam jenis mortar tipe M dengan standar minimum SNI 6882:2014 17,2 MPa. Nilai kuat tekan mortar dengan variasi presentase 0%, 2,5%, 5%, 7,5% 10%, 12,5%, dan 15% berturut-turut adalah 13,2 MPa, 17,6 MPa, 18,8 MPa, 19,6 MPa, 17,6 MPa, 10,4 MPa, dan 7,6 MPa.
Pengenalan Jenis Gambar Konstruksi Pada Siswa Kompetensi Keahlian DPIB SMKN 1 Cikarang Barat Rosmawita Saleh; Sittati Musalamah; M. Agphin Ramadhan; Nabielsky Bagis; Ardini Ayuningtias; Dafa Aulia Bahar; Wina Ahmanda; Pita Sekar Putri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i2.1673

Abstract

Pemahaman terhadap suatu gambar menjadi salah satu kompetensi pada mata pelajaran Gambar Teknik. Pembelajaran di SMK kompetensi keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), khususnya pada mata pelajaran Gambar Teknik perlu dikaitkan dengan dokumen-dokumen gambar yang dibutuhkan di proyek konstruksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan jenis-jenis gambar konstruksi pada siswa kompetensi keahlian DPIB SMKN 1 Cikarang Barat. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari secara daring. Pada hari pertama diperkenalkan dokumen-dokumen gambar pada shop drawing. Adapun pada hari kedua dijelaskan detail gambar shop drawing, yang terdiri dari: penulangan balok, kolom, pondasi, dan bekisting. Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta telah memahami jenis-jenis gambar konstruksi. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai pre-test dan post-test, yaitu 56,5 menjadi 76.
ANALISA KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MEKANIKA BAHAN DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Riyan Arthur; Yusrina Luthfiana; Sittati Musalamah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 5 No. 2 (2019): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah Mekanika Bahan di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Universitas Negeri Jakarta. Analisa kebutuhan dilakukan berdasarkan tahapan pertama dari model Lee and Owens yaitu penilaian/analisis. Hasil dari penelitian ini adalah analisa kebutuhan yang tujuan utamanya untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi yang seharusnya. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan jenis data kualitatif. Kuesioner tersebut disebar menggunakan google form sehingga responden dapat mengisi kuesioner tersebut secara online. Periode pengisian kuesioner adalah tanggal 16 “ 17 Mei 2019. Berdasarkan hasil analisa kebutuhan yang telah dilakukan, terdapat beberapa masalah pada media pembelajaran yang digunakan: (1) media pembelajaran yang digunakan biasa saja sehingga kurang memotivasi belajar, (2) materi pembelajaran termasuk materi yang sulit, namun pemahaman terhadap materi biasa aja, dan (3) materi pembelajaran yang digunakan masih berupa media presentasi.  Kata Kunci: Analisa Kebutuhan, Media Pembelajaran, Mekanika Bahan  ABSTRACT This study aims to analyze the needs of students towards the development of learning media in Mechanics of Material Course in Education of Building Engineering, State University of Jakarta. The needs assessment is carried out based on the first stage of the Lee and Owens model, which is assessment/analysis. The result of this study is a needs assessment whose main purpose is to identify gaps between the actual conditions and the conditions that should be. Data collection in this study used a questionnaire with the qualitative data types. The questionnaire was distributed using google form so that the respondents can fill out the questionnaire online. The period for filling out the questionnaire is May 16th “ 17th, 2019. Based on the results of the needs assessment that has been done, there are several problems in the learning media that are used: (1) learning media that are used is mediocre that it is less motivating to learning, (2) learning material including difficult material, but an understanding of the material is medium, and (3) learning material used is still in the form of presentation media.Keywords: Needs Assessment, Learning Media, Mechanics of Material
PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA BETON GEOPOLIMER Yoga Sandya; Prihantono .; Sittati Musalamah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 5 No. 2 (2019): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16142

Abstract

Beton geopolimer adalah beton yang material utamanya mengandung bahan yang bersifat pozzolan. Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa Silika dan Alumina. Dengan bentuknya yang halus, pozzolan dapat direaksikan dengan alkali aktivator. Prekursor atau material alternatif pengganti semen sebagai bahan pengikat dalam beton geopolimer biasanya menggunakan abu terbang (fly ash), abu sekam padi (RHA), ampas tebu, cangkang telur dan lain “ lain, yang banyak mengandung silikon dan aluminium. Sebagai aktivator pada umumnya digunakan natrium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na2SO3). Material alternatif pengganti semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah abu sekam padi. Abu sekam padi dapat digunakan sebagai alternatif pengganti semen dikarenakan abu sekam padi bersifat pozzolan dan mengandung Silika sekitar 87-97%. Zat kimia tersebut adalah zat yang terdapat pada semen. Abu sekam padi pada penelitian ini akan dibakar hingga suhu ±800oC. Alkali aktivator yang digunakan adalah natrium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na2SO3) dengan perbandingan 65% : 35%; 70% : 30%; dan 75% : 25% dari berat prekursor. Penelitian ini berjuan untuk mengitung kebutuhan mix design dari beton geopolimer menggunakan SNI 03-2834-2000 tentang tata cara pembutan rencana campuran beton normalKata Kunci: Geopolimer, Na2SiO3,  NaOH, Prekursor, RHA ABSTRACT Geopolymer concrete is a concrete with main materials containing pozzolanic properties. Pozzolan is an ingredient that contains silica and alumina compounds. With its smooth shape, pozzolan can be reacted with an alkaline activator.Precursors or alternative materials to replace cement as a binder for geopolymer concrete typically use fly ash, rice husk ash, sugarcane bagasse, egg shells, and other materials that contains a lot of silicon and alumunium. Materials such as sodrium hydroxide (NaOH), and sodium silicate (Na2SO3) are generally used as activators. The alternative ingredient used as replacement for cement used in this study is rice husk ash. Rice husk ash can be used as an alternative replacement for cement because rice husk ash is pozzolanic and contains about 87-97% of silica. These chemical substannces are generally found in cement. In this study, the rice husk ash is burned with temperatures up to ±800oC. Alkaline activators used in this study are sodrium hydroxide (NaOH), and sodium silicate (Na2SO3) with a ratio of 65% : 35%; 70% : 30%;and 75% : 25% by the precursors weight.This study aims to calculate the mix design using SNI 03-2834-2000 about the procedures for making a normal concreat mix designKeywords: Geopolimer, Na2SiO3, NaOH, Prekursor, RHA
Perancangan Metode Perakitan Gantry Crane Sistem Knock-Down untuk Pekerjaan Penumpukan Fan Wall Unit Fadhlan Shiddiq; Sittati Musalamah; Lenggogeni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan instalasi Fan Wall Unit (FWU) pada proyek data center memerlukan sistem pengangkatan yang mampu dirakit dan dioperasikan secara efektif. Salah satu alternatif yang digunakan adalah gantry crane sistem knock-down yang dirancang modular sehingga dapat dipasang dan dibongkar secara bertahap sesuai kebutuhan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan memvisualisasikan metode perakitan gantry crane sistem knock-down berdasarkan urutan pemasangan, stabilitas struktur selama erection, dan keterlaksanaan metode kerja. Penelitian menggunakan pendekatan engineering process design melalui penyusunan metode kerja berbasis assembly sequence. Tahapan penelitian meliputi identifikasi komponen struktur dan alat kerja, penyusunan urutan perakitan, visualisasi tahapan erection, serta evaluasi teknis metode perakitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perakitan yang disusun mampu membentuk kestabilan struktur secara progresif melalui pemasangan bertahap elemen kolom, balok pengikat, girder, dan sistem lifting. Penggunaan pengikatan sementara pada tahap awal erection berperan dalam menjaga alignment dan kestabilan struktur sebelum sistem portal terbentuk secara penuh. Selain itu, sistem modular knock-down dan sambungan baut memungkinkan proses assembly dilakukan menggunakan alat kerja umum tanpa memerlukan peralatan erection berskala besar. Berdasarkan evaluasi teknis, metode yang dirancang telah memenuhi prinsip dasar erection struktur baja dalam aspek assembly sequence, kestabilan sementara struktur, dan constructability.