Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sikap Bahasa yang Positif terhadap Bahasa Inggris untuk Mengembangkan Ekowisata dan Persaingan Global di Kalangan Civitas Akademika Universitas Warmadewa I Nyoman Muliana
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.3.2.2019.90-97

Abstract

Ekowisata atau ekoturisme telah menjadi wacana yang sangat mengemuka di kalangan pelaku wisata pada dekade ini. Sebagai sebuah bentuk wisata, ekowisata memiliki 2 aspek penting, yakni konservasi lingkungan alam dan masyarakat secara sosial dan ekonomi. Univeristas Warmadewa telah menunjukkan kepekaan terhadap isu tersebut dan menuangkannya ke dalam visinya. Visi tersebut tentu harus ditindaklanjuti oleh seluruh civitas akademika di Universitas Warmadewa, salah satunya dengan kemampuan menggunakan bahasa Inggris sebagai syarat untuk kompetitif secara global dan terlibat dalam perencanaan ekowisata. Kata kunci: ekowisata, Universitas Warmadewa, bahasa Inggris
Sikap Positif Para Remaja di Desa Buduk Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung terhadap Bahasa Bali I Nyoman Muliana; I Made Subur; Anak Agung Gede Suarjaya
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.5.1.2021.43-51

Abstract

Artikel yang bertemakan sikap positif para remaja di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung terhadap bahasa Bali merupakan hasil sebuah penelitian. Penelitian tentang sikap bahasa ini tampak penting dilakukan untuk menelaah keberadaan bahasa Bali sebagai bahasa daerah di kalangan para remaja. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini terdiri atas bentuk dan faktor sikap bahasa para remaja di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung terhadap bahasa Bali. Teori yang diterapkan adalah Teori Sikap Bahasa yang dikemukakan oleh Ladegaard (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para remaja di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung memiliki sikap bahasa yang positif terhadap bahasa Bali. Faktor-faktor yang mendukung sikap bahasa mereka itu dalah demografi dan loyalitas bahasa.
Humor Discourse in Art Performances of Shadow Puppets Cenk Blonk Gede Wira Ady Saputra; Aron Meko Mbete; I Nyoman Muliana
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 1 No. 2 (2022): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.1.2.2022.56-73

Abstract

Humor discourse as non-bonafide discourse is frequently found daily. The existence of humor, besides for entertainment purposes, is also being used for educational purposes, also culture and language conservation. Some approaches can be implied to understand how discourse humor is created. One of them is through language elements and pragmatism flouting. This research of humor discourse in art performances of shadow puppets aims to analyze the utilization of language elements and pragmatism flouting. This study uses a mixed-method approach. The data of this research are in the form of conversation found in the dialogue of shadow puppets performances. As the results, it was found that humor discourse is formed by the first utilization of language elements such as phonological utilization (5.56%), lexical ambiguity (3.70%), grammatical ambiguity (31.48%), rhyme utilization, and language style (59.26%); secondly, Maxim flouting such as quantity flouting (39.13%), quality flouting (21.74%), manner flouting (17.39%), relevance flouting (21.74%).
Pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata bagi Para Remaja di Kawasan Wisata Seseh I Nyoman Muliana; I Gusti Ayu Agung Dian Susanthi; Made Subur; I Made Dwika Hadinata; Putu Ayu Nindya Bintang Oktaviani
Linguistic Community Services Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/licosjournal.5.2.10146.46-51

Abstract

Sejak lima belas tahun terakhir, Seseh telah berkembang menjadi kawasan wisata. Perkembangan ini membawa tantangan, terutama rendahnya kemampuan warga dalam menggunakan bahasa Inggris, yang menghambat daya saing mereka di bidang usaha dan kerja. Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Warmadewa bekerja sama dengan mitra untuk memberikan solusi melalui pelatihan bahasa Inggris pariwisata bagi empat belas remaja di kawasan tersebut. Fokus pelatihan adalah pada keterampilan berbicara (speaking). Observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan speaking peserta berada pada tingkat dasar, dengan rincian: 2 orang (14,3%) baik, 5 orang (35,7%) cukup, dan 7 orang (50%) kurang. Pelatihan selama dua bulan mencakup kosakata pariwisata dan dua belas fungsi bahasa Inggris untuk pelayanan di bidang ini. Hasil tes akhir menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata skor kemampuan speaking peserta meningkat dari X menjadi Y, dengan persentase peserta yang mencapai level baik meningkat dari 14,3% menjadi Z%. Peningkatan ini menandakan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para remaja, mendukung mereka untuk lebih kompetitif dalam sektor pariwisata.
Impoliteness Strategies Found On Jennie’s Instagram Ni Luh Putu Sri Widiastuti; I Nyoman Muliana; Dewa Ayu Kadek Claria
PRAGMATICA : Journal of Linguistics and Literature Vol. 2 No. 2 (2024): PRAGMATICA: Journal of Linguistics and Literature
Publisher : CV. Tirta Pustaka Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60153/pragmatica.v2i2.81

Abstract

This research aims to analyze impoliteness strategies found in the Instagram comments of Jennie, a famous celebrity. The study employs a discourse analysis approach to identify and categorize various impoliteness strategies that may appear in these comments. Research data were collected from comments posted on Jennie's Instagram posts within a specific time frame. The results of the study reveal several impoliteness strategies commonly found in these comments, such as insults, mockery, and the use of offensive language. Additionally, the research identifies the contexts or situations that may trigger the use of these impoliteness strategies. Data analysis is conducted qualitatively, citing examples of comments that illustrate each impoliteness strategy. The findings of this research can provide insights into how celebrities like Jennie can become targets of impoliteness on social media and may assist in the development of strategies for handling and managing impolite comments on social media platforms. The study also offers a deeper understanding of social media users' behavior when interacting with public figures and the cultural and social implications of impoliteness strategies in online communication.
Socio-Onomastics Analysis on Aristocratic Names in South Nias Laia, Yonatan Eklesia; Umiyati, Mirsa; Muliana, I Nyoman
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 4 No. 2 (2025): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.4.2.2025.89-104

Abstract

The aristocratic names in South Nias differ from the proper names generally. Instead, it used common nouns to describe name bearers, which are influenced by the language, social, and cultural factors of South Nias. This research was conducted in Öri Maniamölö, South Nias, focusing on four sample villages as members of a group of villages in Öri Maniamölö: Bawömataluo, Hilinawaö Fau, Botohilitanö, and Hilisimaetanö villages. The results of the analysis revealed that aristocratic names in South Nias have meanings categorized into social stratification, natural aspects, instruments and tools, specific names, and human activity. Additionally, there were four functions of aristocratic names in South Nias: as the identifier of someone’s greatness and majesty, as the authority sign of the name bearer, as an identifier of family ancestry, and as the representative of the name bearer’s characteristics. Linguistically, there are four morphological processes in word formation in the data obtained, namely: 1) Prefixation which consisted of {sa-}, {s(i)-}, {so-}, {na-}, {ni-}, {da-}, {fa-}, {ma-}, {mo-}, {me-},{i-}, {te-}/{to-}. Then, 2) Circumfix, which consists of one data, namely {a-ta}, with the role of changing verbs into nouns. Next, 3) Suffixation, which consists of the suffix {-ma}, which functions as a nominalizer. The last process is 4) Reduplication that occurs in the words ‘Daro-daro’ by repeating the same word and still in the same word class as noun.
Humor Discourse in Art Performances of Shadow Puppets Cenk Blonk Gede Wira Ady Saputra; Aron Meko Mbete; I Nyoman Muliana
Austronesian: Journal of Language Science & Literature Vol. 1 No. 2 (2022): Austronesian: Journal of Language Science & Literature
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59011/austronesian.1.2.2022.56-73

Abstract

Humor discourse as non-bonafide discourse is frequently found daily. The existence of humor, besides for entertainment purposes, is also being used for educational purposes, also culture and language conservation. Some approaches can be implied to understand how discourse humor is created. One of them is through language elements and pragmatism flouting. This research of humor discourse in art performances of shadow puppets aims to analyze the utilization of language elements and pragmatism flouting. This study uses a mixed-method approach. The data of this research are in the form of conversation found in the dialogue of shadow puppets performances. As the results, it was found that humor discourse is formed by the first utilization of language elements such as phonological utilization (5.56%), lexical ambiguity (3.70%), grammatical ambiguity (31.48%), rhyme utilization, and language style (59.26%); secondly, Maxim flouting such as quantity flouting (39.13%), quality flouting (21.74%), manner flouting (17.39%), relevance flouting (21.74%).
Penguatan TPS 3R Sapuh Jagat Desa Gulingan - Badung Sebagai Wahana Edukasi Lingkungan Berbasis Ekowisata Subagia, I Ketut; Muliana, I Nyoman; Andriani, A. A. Sagung Putri Risa
Community Service Journal (CSJ) 47-55
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.1.2025.47-55

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan program interdisipliner dua bidang disiplin ilmu yakni agroteknologi dan sastra Inggris untuk mengembangkan usaha ekowisata di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung. Dari potensi yang dimiliki, pengembangan ekowisata di Desa Gulingan itu tampak masih terkendala masalah sampah dan kemampuan bahasa Inggris. Untuk itu, program PKM ini dirangncang dengan tema Penguatan TPS 3R Sapuh Jagat Desa Gulingan sebagai wahana edukasi lingkungan berbasis ekowisata. Kegiatan yang dilakukan adalah ceramah tentang cara penanganan sampah, pembentukan lembaga edukasi, dan pelatihan bahasa Inggris dengan tujuan para pengelola TPS 3R Sapuh Jagat memiliki pengetahuan dan kemampuan baku tentang pengelolaan sampah dan bahasa Inggris yang cukup untuk mendukung pengelolaan TPS 3R Sapuh Jagat sebagai tempat edukasi lingkungan berbasis ekowisata.