Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Aplikasi Agensia Hayati Trichoderma harzianum Rifai. untuk Menekan Phytophtora infestans (Mont.) Penyebab Penyakit Busuk Daun pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Muliani, Yenny; Robana, Rubi; Mulyati, Iis
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 5 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v5i1.1245

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman yangdikembangkan di Indonesia dan dijadikan sebagai bahan pengganti makanan pokok. Salah satu masalah utama dalam budidaya tanaman kentang adalah adanya penyakit busuk daun (late blight) yang disebabkan oleh patogen Phytophthora infestans (Mont.) de Bary yang dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 60–80%. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan yaitu memanfaatkan agensia hayati seperti Trichoderma harzianum Rifai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi T. harzianum Rifai terhadap P. infestans (Mont) pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.). Penelitian telah dilakukan pada bulan Juni-September 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dan 5 ulangan dengan rincian perlakuan yaitu P1: kontrol (tanpa perlakuan T. harzianum Rifai), P2: T. harzianum Rifai 20 g/L air, P3: T. harzianum Rifai 25 g/Lair, P4: T. harzianum Rifai 30 g/L air, dan P5: T. harzianum Rifai 35 g/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi T. harzianum Rifai berpengaruh dalammenekan intensitas penyakit P. infestans (Mont) dan konsentrasi yang paling baik yaitu pada perlakuan P5: T. harzianum Rifai 35 g/L air.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) terhadap Intensitas Serangan Penyakit Hawar Daun (Helminthosporium turcicum (Pass.) Leonard et Suggs.) pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Muliani, Yenny; Zaenudin, Sugandhi; Rahman, Asep Arif
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i1.1536

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccarata Strut L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah banyak dibudidayakan karena memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan dengan jagung biasa. Tanaman jagung manis memiliki potensi yang baik bila dikembangkan secara intensif, karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Penyakit hawar daun menjadi penyebab penurunan produksi jagung manis mencapai 50%. Lengkuas merupakan dapat digunakan sebagai biofungisida karena mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan triterpenoid serta galangin dan eugenol yang dapat dimanfaatkan sebagai anti jamur patogen. Penelitian bertujuan mengkaji kemampuan ekstrak rimpang lengkuas yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai biopestisida dalam menekan intensitas penyakit hawar daun pada tanaman jagung manis yang disebabkan oleh Helminthosporium turcicum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan terdiri dari aplikasi ekstrak kengkuas: 65 g/L, 75 g/L, 85 g/L, 95 g/L, fungisida cabrio: 2 mL/L dan kontrol tanpa aplikasi ekstrak lengkuas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang lengkuas konsentrasi 65 g/L, 75 g/L, 85 g/L, dan 95 g/L mampu menekan intensitas serangan penyakit hawar daun yang disebabkan oleh jamur Helminthosporium turcicum penyebab penyakit hawar daun pada tanaman jagung manis.
Aplikasi Larutan Buah Kecubung (Datura metel L.) untuk Menekan Intensitas Serangan Spodoptera litura F. Muliani, Yenny; Adviany, Ida; Ustari, Debby; Prabowo, Dimas
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.1990

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccarata Sturt) menjadi salah satu produk pertanian yang dibudidayakan karena harga jualnya yang relatif tinggi dengan waktu panen relatif cepat. Dalam budidaya jagung manis, serangan hama dapat menyebabkab menurunnya produktivitas tanaman, salah satu hama pada jagung manis yaitu Spodoptera litura F. Pengendalian Spodoptera litura F. dapat dilakukan menggunakan pestisida sintetik, akan tetapi penggunaan pestisida yang tidak bijak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Perlu alternatif lain untuk mengendalikan hama Spodoptera litura F. salah satunya menggunakan larutan buah kecubung (Datura metel L.) yang mengandung senyawa alkaloid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh larutan buah kecubung terhadap hama Spodoptera litura F. serta mengetahui konsentrasi yang paling efektif larutan buah kecubung untuk menekan intensitas serangan Spodoptera litura F. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu: P0 : Kontrol, P1 : 20%, P2 : 30%, P3 : 40%, P4 : 50% dan P5 : 60%. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan P5 dengan menggunakan 60% larutan buah kecubung mampu menekan intensitas serangan hama Spodoptera litura F. hingga 87,54%.
Respon Simbiosis Rhizobium Japonicum Kirchner dengan Perakaran Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) terhadap Aplikasi Pseudomonas fluorescens Migula Muliani, Yenny; Yustiano, Anton; Ustari, Debby; Irmawatie, Lilis; Azzahra, Alya Nabilah
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2223

Abstract

Kedelai merupakan tanaman sorgum yang memiliki bentuk bintil akar yang biasanya mampu mengikat nitrogen (N2). Penerapan P. fluorescens dapat mempengaruhi simbiosis R. japonicum pada akar tanaman kedelai. Tujuan percobaan ini untuk mengetahui simbiosis R. japonicum terhadap aplikasi P. fluorescens dengan menggunakan analisis Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat  25 unit percobaaan. Perlakuan terdiri dari A1: Kontrol (tanpa Pseudomonas fluorescens);  A2: 5ml l-1 ; A3: 10ml l-1 ; A4: 15ml l-1 ; A5: 20ml l-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian P. fluorescens dengan kosentrasi yang paling tinggi A5 : 20 ml l-1 diantara semua perlakuan terbaik pada komponen pengamatan (jumlah bintil akar, bobot basah bintil akar, jumlah polong per tanaman, bobot seratus biji per perlakuan) bersimbiosis dengan R. japonicum.
Keragaan agronomi dan korelasi komponen hasil galur turunkan esensial padi biofortifikasi inpari IR nutri zinc Rohaeni, Wage Ratna; Yullianida; Sulistiyo, Satria Putra; Muliani, Yenny; Ginting, Sulaiman
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.49633

Abstract

Galur turunan esensial merupakan kelompok tanaman hasil pemuliaan padi yang memiliki sifat unggul dan berpotensi dikembangkan sebagai varietas baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan serta hubungan antar komponen hasil terhadap produktivitas galur turunan esensial yang dibandingkan dengan varietas tetua Inpari IR Nutri Zinc. Pengujian dilaksanakan pada akhir Januari hingga Juni 2025 di IP2SIP Muara, Bogor, menggunakan rancangan kelompok lengkap terpadu dengan empat ulangan. Galur BP35650*4-SKI-1-3-KNG-0-SKI-0 memiliki umur paling genjah dibandingkan tetua Inpari IR Nutri Zinc. BP35650*4-SKI-38-2-KNG-0-SKI-0 postur tanaman nyata lebih tinggi dibandingkan Inpari IR Nutri Zinc. Semua galur menunjukan tidak berbeda nyata dengan pada karakter Gabah kering Giling (GKG) dengan tetua backcross Inpari IR Nutri Zinc. Beberapa galur mengalami perbaikan karakter ukuran gabah dari tetua backcross (Inpari IR Nutri Zinc = 22,85 g), diantaranya: BP35650*4-SKI-1-3-KNG-0-SKI-0 (25,38 g), BP35650*4-SKI-16-1-KNG-0-SKI-0 (24,83 g), BP35650*4-SKI-19-2-KNG-0-SKI-0 (25,60 g), dan BP35650*4-SKI-22-3-KNG-0-SKI-0 (24,83 g). Jumlah gabah isi permalai menunjukan korelasi kuat terhadap hasil panen pada pengujian ini. Sebaliknya, panjang malai dan bobot 1000 butir memiliki hubungan yang lemah atau bahkan negatif terhadap hasil. Temuan ini memberikan dasar dalam pemilihan galur potensial yang memiliki produktivitas tinggi dan mendukung upaya pengembangan varietas padi unggul. ABSTRACT Essential derived rice lines are a group of breeding lines that have superior properties and have the potential to be developed as new varieties. This study aims to evaluate the diversity and relationship between yield components to the productivity of essential derivative strains compared to the parent variety Inpari IR Nutri Zinc. The test was carried out from the end of January to June 2025 at IP2SIP Muara, Bogor, using a randomized complete block design (RCBD) with four replicates. The BP35650*4-SKI-1-3-KNG-0-SKI-0 strain (106 hst) has the longest lifespan compared to the Inpari IR Nutri Zinc elder (109 hss). BP35650*4-SKI-38-2-KNG-0-SKI-0 (107.1 cm) real plant posture is higher than Inpari IR Nutri Zinc (99.3 cm). All strains show no real difference from the character of GKG with the elder backcross Inpari IR Nutri Zinc. Several lines showed larger grain size compared to Inpari IR Nutri Zinc (22,85 g), including: BP35650*4-SKI-1-3-KNG-0-SKI-0 (25.38 g), BP35650*4-SKI-16-1-KNG-0-SKI-0 (24.83 g), BP35650*4-SKI-19-2-KNG-0-SKI-0 (25.60 g), and BP35650*4-SKI-22-3-KNG-0-SKI-0 (24.83 g). The number of filled grains per panicle has a strong correlation with the yield in this research. In contrast, panicle length and weight of 1000 grains had a weak or even negative relationship with results. These findings provide a basis for selecting potential strains that have high productivity and support efforts to develop superior rice varieties.
The role of biopores with organic materials in improving soil properties and tea productivity in degraded land Febryani, Mita Amelia; Wulansari, Restu; Muliani, Yenny
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10667

Abstract

Tea plants (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) are highly influenced by environmental conditions, particularly water availability and soil quality. Climate change and intensive cultivation practices have accelerated the degradation of tea plantation soils, characterized by high soil compaction, low porosity, acidic pH, and a decline in organic matter and nutrient content. These conditions result in reduced soil water infiltration, stunted growth, and lower-quality tea shoots. Previous studies have primarily focused on hydrological aspects, particularly infiltration, without linking improvements in soil properties to plant productivity. This study aimed to examine the role of biopore infiltration holes (BIPs) made with various organic materials on infiltration rates, soil moisture content, and tea shoot production and quality in degraded land. The study employed a randomized block design with 10 treatments and three replications. The results indicate that the application of biopores significantly increased soil infiltration rates to moderate to very fast levels and improved soil physical and chemical properties by enhancing porosity, aggregate stability, and organic carbon and total nitrogen content. However, the application of biopores did not significantly affect tea shoot production in the short term, as the decomposition of organic matter and microbial activity require time before nutrients become available to the plants.