Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Jarak, Durasi dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024 Siti Salma; Arif Hidayatullah; Agus Purnama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthenopia adalah kondisi mata yang disebabkan oleh ketegangan otot mata karena sering terjadi akibat jarak dekat yang terus menerus. Gejala Asthenopia meliputi kekakuan dan nyeri dibahu, leher, punggung, serta perih, gatal, dan penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Jarak, Durasi, dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah 185 responden mahasiswa di Universitas Indonesia Maju. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Probability Sampling dengan metode Sistematik Random Sampling pengumpulan data menggunakan kuesioner secara langsung. Hasil penelitian menunjukan jarak penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia < 30 CM sebanyak 74 responden (58,7%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,519. Durasi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia yaitu sebanyak > 3 jam dengan total yaitu 68 responden (54,0%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,009. Posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada posisi berbaring total 60 responden (47,6%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,006. Kesimpulan penelitian ini terdapat tidak terdapat hubungan yang signitifkan antara Jarak dengan kejadian Asthenopia, dan terdapat hubungan signitifkan antara durasi, posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada mahasiswa S1 keperawatan reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Disarankan menggunakan smartphone dengan jarak > 30 cm, durasi < 3 jam/hari, dan posisi duduk tegak yang baik untuk menjaga kesehatan mata.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur'an Surat Al-Mulk terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi  Katarakdengan Anastesi Lokal Sugeng Mujiono; Ristinawati; Agus Purnama
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.202

Abstract

Katarak merupakan kondisi di mana lensa mata menjadi keruh sehingga mengganggu kemampuan penglihatan. Pasien yang akan menjalani operasi katarak sering kali mengalami kecemasan yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun mental, serta berpotensi memperlambat proses pemulihan pascaoperasi. Intervensi non-farmakologis dengan mengunakan terapi murottal Al-Qur'an surat Al-Mulk dalam menurunkan kecemasan. Tujuan penelitian untuk Mengetahui Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur'an Surat Al-Mulk  Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak dengan Anastesi Lokal di Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta Pusat Tahun 2025. Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experiment Design dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien Pre Operasi  Katarak dengan Anastesi Lokal di Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta Pusat dalam 1 tahun terakhir sebanyak 353 pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan SOP dan kuesioner APAIS. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Paired T test. Hasil didapatkan dengan uji paired t test diketahui bahwa nilai p value 0,000 berarti P<0,05, sedangkan hasil dari Effect Size sebesar 8,76 diketahui adanya efek yang sangat tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa ada  Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur'an Surat Al-Mulk Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak dengan Anastesi Lokal di Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta Pusat Tahun 2025. Pihak rumah sakit diharapkan dapat menyusun dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) terkait pemberian terapi murottal Al-Qur’an Surat Al-Mulk sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi, khususnya pasien yang akan menjalani operasi katarak dengan anestesi lokal.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Chamomile Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Keperawatan Semester III dan Semester V Program Reguler di Universitas Indonesia Maju Tahun 2026 Milan Dari; Ristinawati; Agus Purnama
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.205

Abstract

Kualitas tidur buruk umum di kalangan mahasiswa keperawatan akibat stres akademik dan pola hidup tidak teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aromaterapi chamomile terhadap kualitas tidur mahasiswa keperawatan semester III dan V program reguler Universitas Indonesia Maju tahun 2026. Menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental One Group Pretest-Posttest, populasi mahasiswa dengan kualitas tidur buruk (skor PSQI ≥5); sampel purposive 20 responden (10 per semester). Instrumen kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan SOP aromaterapi chamomile (5 tetes diffuser, 15 menit malam hari selama 10 hari). Analisis univariat (frekuensi, rata-rata, SD) dan bivariat (uji Wilcoxon Signed Rank Test) dengan SPSS v.26. Hasil menunjukkan 100% responden berubah dari buruk (pretest, mean PSQI 16,3-21,6) menjadi baik (posttest, mean 1,3-1,5), p=0,005. Aromaterapi chamomile efektif meningkatkan kualitas tidur sebagai intervensi nonfarmakologis.
Efektivitas Pemberian Edukasi dengan Media Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien tentang Penyuntikan Insulin pada Penderita DM Tipe II di Poliklinik Penyakit dalam RSUD Khidmat Sehat Afiat (Kisa) Kota Depok Tahun 2025 Siti Asrofah; Ristinawati; Agus Purnama
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.207

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan mandiri yang baik, termasuk kepatuhan dalam penyuntikan insulin. Edukasi kesehatan dengan media audio visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien karena bersifat menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi menggunakan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien tentang penyuntikan insulin pada penderita DM tipe II.Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok tahun 2025. Sampel penelitian adalah pasien DM tipe II yang mendapatkan terapi insulin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah pemberian edukasi media audio visual. Analisis data menggunakan uji statistik dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil mayoritas responden berusia lansia awal (65%), berjenis kelamin perempuan (70%), berpendidikan SMA (45%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (45%). Tingkat pengetahuan sebelum edukasi mayoritas berada pada kategori cukup dan meningkat menjadi kategori baik setelah edukasi. Kepatuhan sebelum intervensi mayoritas rendah dan meningkat menjadi tinggi setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya efektivitas edukasi media audio visual terhadap tingkat pengetahuan (p=0,005) dan kepatuhan (p=0,010). Kesimpulan edukasi dengan media audio visual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien DM tipe II dalam penyuntikan insulin.Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit yang disebabkan penurunan sekresi insulin.
Penerapan Atraumatic Care dengan Medical Play terhadap Respon Kecemasan Anak Usia Prasekolah yang mengalami Hospitalisasi di Ruang Rawat Inap Anak Nurma shitah; Agus Purnama
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 04 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia edisi Desember 2018
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.177 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v8i04.156

Abstract

Atraumatic care merupakan bentuk perawatan terapeutik yang diberikan oleh tenaga kesehatan dalam tatanan pelayanan kesehatan anak melalui penggunaan tindakan yang dapat mengurangi distres fisik maupun distres psikologis yang dialami anak maupun orang tua. Medical play merupakan salah satu terapi bermain yang dapat diberikan pada anak dengan diberi kesempatan untuk bermain dan mengekplorasi peralatan medis seperti stetoskop, penlight, termometer, dan lain-lainnya terhadap tindakan yang mereka alami selama dirumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penerapan atraumatic care dengan medical play terhadap respon kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan Pre-experimental design dengan pendekatan desain pre and posttest without control. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien anak dengan hospitalisasi di ruang rawat anak RSU Adhyaksa. Sampel yang digunakan adalah 26 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Skala ZSAS (Zung Self Rating Anxiety Scale) Hasil data didapatkan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (53,8%), mayoritas tidak memiliki pengalaman dirawat sebelumnya sebanyak 24 responden (92,3%), rata-rata skor cemas anak sebelum intervensi 50,346, rata-rata skor cemas anak setelah intervensi adalah 47,3846. Hasil uji dengan paired sample t-test didapatkan nilai p-value = <0,05 pada skor ZSAS yang berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan Medical play. Maka dari Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa efektif penerapan atraumatic care dengan medical play terhadap respon kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi