Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Pengembangan Brand Identity dalam Industri Fashion Brand HIRKA Shoes Islami, Putri Bela; Rizal, Edwin; Mulyana, Slamet
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v12i2.1211

Abstract

In the fashion industry, forming a brand identity serves various crucial functions. This research focuses on brand identity development strategies in the fashion industry with a case study on the HIRKA brand. The research method employed is qualitative literature review. The findings indicate that the majority of respondents are unfamiliar with the HIRKA brand, indicating significant opportunities for brand development and increased brand awareness. In the analysis of brand identity, four dimensions are found to be important: product, organizational, personality, and symbolic. Despite implementing several innovations in products and marketing approaches, HIRKA still faces challenges in brand recognition. Based on brand development strategies by Tjiptono, this research suggests HIRKA pursue product development, refinement, modification, or new brand development through research and development to enhance consumer awareness and preference. In conclusion, branding success can be achieved through continuous innovation, hard work, and perseverance, as demonstrated by the HIRKA case study. These findings provide valuable insights for companies in the fashion industry striving to build and strengthen their brand identities. Keywords: brand development, brand identity, fashion, products
Penggunaan duta merek dalam strategi komunikasi pemasaran makanan sehat di Indonesia Putri Sidhartani, Moktika Sadi; Mulyana, Slamet; Risanti, Yuliani Dewi
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.45734

Abstract

Latar Belakang: Semenjak kehadiran Covid-19, pola hidup masyarakat telah berubah menjadi lebih sehat sehingga hal ini membuat perkembangan bisnis di bidang makanan sehat kian meningkat. Dengan adanya perkembangan bisnis yang kian meningkat., agar dapat bersaing dengan kompetitor yang sejenis, Yellow Fit Kitchen sebagai salah satu catering makanan sehat di Indonesia merumuskan sebuah strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Yellow Fit Kitchen dengan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di media sosial salah satunya adalah penggunaan duta merek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan duta merek sebagai strategi pemasaran dalam usaha katering makanan sehat Yellow Fit Kitchen. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui studi literatur. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari buku, website, jurnal nasional serta internasional. Hasil: Dalam penelitian ini adalah perusahaan catering makanan sehat di Indonesia yaitu Yellow Fit Kitchen menggunakan menggunakan strategi pemasaran melalui media sosial seperti ads melakukan kerjasama dengan para influencer yang sudah dikenal, serta menggunakan seorang duta merek. Yellow Fit Kitchen menetapkan Clarissa Putri sebagai duta merek. Sebagai seorang duta merek harus memiliki tiga indikator yang dimiliki yaitu keterpercayaan, keahlian serta daya tarik. Dengan penggunaan duta merek dapat menumbuhkan rasa minat beli konsumen terhadap suatu produk.Kata-kata Kunci: Strategi Pemasaran; Duta merek; Kredibilitas ; Pola Hidup Sehat ; Minat beli
Interaksi Komunikatif Antarbudaya dalam Dinamika Masyarakat Multikultural di Kota Medan (Studi Kasus pada Masyarakat India dan Masyarakat Penduduk Asli di Kampung Madras) Sari, Nur Lela; Arifin, Hadi Suprapto; Mulyana, Slamet
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i6.4203

Abstract

Penelitian ini mengkaji interaksi komunikatif antarbudaya yang terjadi di Kampung Madras, Kota Medan, sebuah lingkungan yang dipenuhi dengan keanekaragaman etnis dan budaya. Fokus utama penelitian adalah pada hubungan antara masyarakat India dan masyarakat penduduk asli dalam konteks masyarakat multikultural yang kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi komunikatif antarbudaya di Kampung Madras mencerminkan adanya proses adaptasi dan integrasi budaya yang dinamis. Masyarakat India dan penduduk asli secara aktif mengembangkan strategi komunikasi yang melibatkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, sekaligus mempertahankan dan menghormati bahasa dan simbol budaya masing-masing. Tantangan dalam interaksi antarbudaya, seperti stereotip dan prasangka, yang kadang-kadang mempengaruhi dinamika hubungan sosial di Kampung Madras. Meskipun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa melalui dialog terbuka, kerja sama lintas budaya, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi, kedua kelompok masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
Hate Speech Through Identity Politics On Social Media Ahead Of The 2024 Presidential Election Bajari, Atwar; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Mulyana, Slamet; Rakhmaniar, Almadina
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i2.25836

Abstract

The debate surrounding the 2024 General Election in the virtual space, such as social media, has led netizens to exchange hate speech and heavy criticism regarding their respective support. Two groups have emerged: government supporters highlighting the successes of President Joko Widodo and those shifting their support to Anies Baswedan after Prabowo joined the government. Over time, this phenomenon has led to the proliferation of hate speech based on identities such as religion, ethnicity, and fanatical groups, potentially dividing public opinion. This study aims to explain the emergence of hate speech and the forms of hate speech based on identity politics leading up to the 2024 General Election. This study employs virtual ethnographic analysis (Virtual Ethnography) to observe tweets or statuses on selected accounts and the comments that arise from those tweets. The objects of analysis are the trends of words and phrases and the content within observed sentences or paragraphs. The research findings have been presented in the form of tabulation and categorization. The results show that comments and statuses containing hate speech always create bidirectional and multi-directional communication models among users. Hate speech often uses phrases and keywords that lead to insults, malicious accusations, curses, and accusing the opposing party of being stupid and evil. Based on this study, social media users must realize that the presidential campaign is a time to have different choices but remain aware of the same nation. Users need to develop an awareness of social media ethics. Enforcing rules against those who spread hate speech is key for every actor involved.
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK MEREDUKSI UJARAN KEBENCIAN BERBASISS KELOMPOK GENERASI MUDA DAN SEKOLAH DI KABUPATEN PANGANDARAN Bajari, Atwar; Suryana, Asep; Wahyudin, Uud; Mulyana, Slamet
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.59

Abstract

Peningkatan pelemparan ujaran kebencian dalam ruang media sosial semakin mengkhawatirkan. Para penggunan, semakin mudah terpancing untuk merespon dan mengirimkan ujaran kebencian yang berkaitan dengan isu-isu tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan jalan pemikiran public/netizen. Para pengguna media sosial yang bersetru mudah sekali menggunakan kata atau frase yang merendahkan, mengumpat, memfitnah dan memprovokasi pihak-pihak yang tidak disukai mereka atau berbeda pandangan dengan mereka. Sebagai contoh, ketika pemerintah meluncurkan program penanganan pandemic Covid 19, seperti bantuan sosial (bansos), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, penguatan ekonomi, program AKB dan penutupan rumah-rumah peribadatan, memancing reaksi publik di ruang media sosial. Tokoh-tokoh yang menjelaskan program-program seringkali mendapatkan perundungan, pelecehan dan hinaan, bahkan fitnah dalam bentuk ujaran kebencian. Oleh karena itu, selama masa pandemic telah bermunculan ujaran kebencian dan hoaks yang ditujukan untuk menyerang kebijakan pemerintah atau menyerang golongan tertentu yang secara khusus muncul berkaitan dengan pandemic Covid 19. Para pihak yang terlibat dalam perseteruan ujaran kebencian ini ternyata mereka yang “dekat” dengan penggunaan media sosial yaitu kelompok generasi muda yang literer dengan media sosial termasuk siswa siswi sekolah dan hal itu ternyata hampir berlaku di seluruh wilayah baik di perkotaan maupun perdesaan. Pelatihan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan literasi kelompk generasi muda dan sekolah dalam penggunaan media sosial dan terhindar dari ujaran kebencian atau setidaknya dapat mereduksi ujaran kebencian di kalangan mereka.
MASYARAKAT MEDIA DAN MEDIA MASYARAKAT: MASYARAKAT MEDIA DAN MEDIA MASYARAKAT Setiaman, Agus; Mulyana, Slamet
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.217

Abstract

Media massa media baru/media sosial adalah produsen pesan dimana khalayak mengkonsumsi pesan yang disampaikan media massa juga media baru, tentu saja tidak semua pesan yang diproduksi media layak dan baik untuk dikonsumsi dan karena itu, maka upaya menyikapi pengaruh buruk dan hegemoni media, saat ini berkembang pemikiran tentang media literasi. Kemampuan melek media diharapkan dapat mengendalikan kepentingan dan pengaruh media massa dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat serta membantu kita merancang tindakan dalam menangani pengaruh tersebut. Seorang pengguna media yang mempunyai literasi media akan berupaya memberi reaksi dan menil ai sesuatu pesan media dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kajian literasi media menyediakan pengetahuan, informasi dan statistik tentang media dan budaya, serta memberi pengguna media dengan satu set peralatan untuk berpikir dengan kritis terhadap idea, produk atau citra yang disampaikan dan dijual oleh media massa sehingga khalayak memiliki posisi tawar mana yang layak dan tidak untuk dikonsumsi.