Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EVALUASI TINGKAT KETERAMPILAN BERMAIN DAN TEKNIK DASAR BOLAVOLI PESERTA EKSTRAKURIKULER PUTRI DI SMP NEGERI 3 GRESIK MULYONO, HADI; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang popular dan digemari oleh masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, laki-laki atau perempuan serta masyarakat kota maupun desa bermain bolavoli. Dikalangan masyarakat Indonesia, permainan bolavoli tidak hanya untuk sarana rekreasi atau mengisi waktu luang saja akan tetapi juga berkembang kea rah kompetisi dan prestasi untuk mencapai prestasi maka pemain bolavoli perlu menguasai teknik-teknik dasar bermain bolavoli yaitu passing, service, dan smash. Apabila pemain bolavoli dapat menguasai teknik dasar bolavoli maka keterampilan bermain bolavoli juga meningkat sehingga dapat meraih prestasi yang bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi keterampilan bermain bolavoli peserta ekstrakurikuler bolavoli putri di SMPN 3 Gresik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pelatih ekstrakurikuler bolavoli putri untuk mengetahui seberapa besar penguasaan teknik dasar bolavoli tersebut. Selain itu, juga untuk mengetahui sejauh mana keterampilan bermain peserta kstrakurikuler bolavoli putri saat menghadapi lawan. Lebih lanjut lagi untuk menyusun program latihan yang tepat untuk peserta ekstrakurikuler. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena data yang di hasilkan berupa angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik dasar bermain bolavoli peserta ekstrakurikuler bolavoli putri SMPN 3 Gresik yakni sebesar 72% atau 10 dari 14 siswa. kemudian untuk keterampilan bermain yang di ukur dengan VIS menunjukkan bahwa lebih baik daripada tim lawan dibuktikan dengan memenangkan 2 set sekaligus. Kata Kunci: Teknik Dasar Bolavoli, Keterampilan Bermain Bolavoli, Ekstrakurikuler, SMPN 3 Gresik
Motivasi belajar peserta didik kelas IV sekolah dasar pada pembelajaran STEAM di masa pandemi covid-19 Khikmawati, Khikmawati; Mulyono, Hadi; Adi, Fadhil Purnama
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 6 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v9i6.51551

Abstract

Education system in Indonesia is experiencing new challenges due to the  Covid-19 pandemic. Students learn form the home to avoid the spread of the corona virus. Changes ini learning methods form face to face in the calssroom to online learning have na impact on learning quality, motivation, and learning success. In this 21st century learning, studnets are required to continue o improve their academic mastery and implement it in everyday life. In hoped that STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) learning in this pandemic will be able to train 21st century skill for students. This reseacrh uses a descriptive quualitative approach, with purposive sampling technique. The subjects in this study were elementary school fourth grade students. In STEAM learning during the covid-19 pandmeic, the level of motivation of the subjects was different. The different in motivation due to the intrinsic and axtrinsic factors of the studnet. This research data analysis using the results of observations, interviews, and documentation.teh result of this study show that in general teh learning motivation of students in STEAM learning is quite good even in the condition of the covid-19 pandemic.
Identifikasi Nilai Karakter Motif Batik Ngawi Berbasis Budaya Lokal sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar Fajar, Rofi Muhammad; Mulyono, Hadi; Adi, Fadhil Purnama
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.773

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah di Indonesia memiliki motif khas daerah masing-masing, termasuk Kabupaten Ngawi. Batik Ngawi memiliki kurang lebih 30 motif yang 5 diantaranya merupakan motif utama. Dalam penciptaan motif batik memiliki makna yang menggambarkan ciri khas dari daerah tersebut, termasuk Batik Ngawi. Dalam pemaknaan motif batik Ngawi terdapat nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendeketan analisis hermeneutika. Data yang dikumpulkan tentang memaknai nilai karakter yang terkandung dalam motif batik Ngawi sebagai mutan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian pada motif gunungan terdapat nilai karakter peduli lingkungan, religius, peduli sosial,cinta tanah air, mandiri, kerja keras, dan tanggung jawab. Nilai karakter yang terkandung pada motif bambu adalah religius, komunikatif, kreatif, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Sedangkan pada motif benteng pendem terdapat nilai karakter yaitu cinta tanah air dan toleransi. Nilai karakter pada pemaknaan motif batik Ngawi tersebut dapat di ajarkan pada peserta didik melalui pendidikan seni rupa di sekolah dasar.
Stability Analysis of Dapodik Website: A WebQual Efficiency Model Approach Mulyono, Hadi; Wardoyo, Ari Eko; Handayani, Luluk
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 8 No. 2 (2024): Article Research Volume 8 Issue 2, April 2024
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v8i2.13573

Abstract

This study aims to provide a deeper understanding of how Dapodik can play a role in supporting efficiency and improving the quality of education at the primary level. The research methodology adopts qualitative research design using WebQual 4.0 model. A qualitative approach was chosen to gain an in-depth understanding of user experience regarding the stability and effectiveness of Dapodik in the management of educational data. This study involved participants from two leading elementary schools in Kabupaten Jember, Jember Lor 3 State Elementary School and Al Furqon Elementary School. In its analysis, the research instrument covers three main aspects. The findings show fluctuations in usability scores that reflect application access and performance instability. Although Dapodik shows a good focus on search engine optimization with high SEO value and best practices, improvements to the Largest Contentful Paint (LCP) and page structure are needed to improve stability and responsiveness. The results of operator interviews show the adequacy of Dapodik information, however, more attention is needed in understanding the features of the application. User service responsiveness can be improved by minimizing delays in providing guidance. Suggestions for improvement include stabilization of applications and improved understanding of features, while continued research can explore the positive impact of Dapodik in the context of student learning in various educational environments.
Identifikasi Nilai Karakter Motif Batik Ngawi Berbasis Budaya Lokal sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar Fajar, Rofi Muhammad; Mulyono, Hadi; Adi, Fadhil Purnama
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.773

Abstract

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah di Indonesia memiliki motif khas daerah masing-masing, termasuk Kabupaten Ngawi. Batik Ngawi memiliki kurang lebih 30 motif yang 5 diantaranya merupakan motif utama. Dalam penciptaan motif batik memiliki makna yang menggambarkan ciri khas dari daerah tersebut, termasuk Batik Ngawi. Dalam pemaknaan motif batik Ngawi terdapat nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendeketan analisis hermeneutika. Data yang dikumpulkan tentang memaknai nilai karakter yang terkandung dalam motif batik Ngawi sebagai mutan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian pada motif gunungan terdapat nilai karakter peduli lingkungan, religius, peduli sosial,cinta tanah air, mandiri, kerja keras, dan tanggung jawab. Nilai karakter yang terkandung pada motif bambu adalah religius, komunikatif, kreatif, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Sedangkan pada motif benteng pendem terdapat nilai karakter yaitu cinta tanah air dan toleransi. Nilai karakter pada pemaknaan motif batik Ngawi tersebut dapat di ajarkan pada peserta didik melalui pendidikan seni rupa di sekolah dasar.
Eksistensi Komunitas Ruqyah Syar'iyyah (KRS) Dalam Memurnikan Pendidikan Tauhid Kepada Allah SWT Terhadap Jamaah Ruqyah Kota Bengkulu Mulyono, Hadi; Satria, Irwan; Satrisno, Hengky
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v3i1.734

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana eksistensi serta faktor yang mempengaruhi eksistensi Komunitas Ruqyah Syar'iyyah di Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Instrumen yang digunakan tentang pendidikan tauhid, dalam praktek ruqyah syar’iyyah dengan pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pendidikan tauhid, dalam praktek ruqyah syar’iyyah yang dilakukan di Komunitas Ruqyah Syar’iyyah Kota Bengkulu adalah dengan metode ceramah (pengajian), praktek ruqyah massal, praktek ruqyah mandiri, pengobatan dengan menggunakan obat herbal dan islami. Adapun dalam kegiatan praktek ruqyah syar’iyyah nilai-nilai pendidikannya sangatlah kuat. Hal ini terbukti ketika kegiatan ruqyah, para jama’ah tidak langsung diruqyah akan tetapi diberikan edukasi (pemahaman) mengenai pentingnya tauhid ataukeyakinankepadaAllah SWT. Lalu kemudian setelah Ustadz pemateri memberikan ceramah barulah dilakukan praktek ruqyah massal. Pelaksanaan ruqyah massa lini dipimpin langsung oleh Ustadz pemandu dan dibantu oleh para asisten yang menyiapkan berbagai perlengkapan seperti kantong plastik, air minum, dan daun bidara. Kegiatan ini di ikuti oleh peserta ruqyah secara bersama-sama serta terpisah antara laki-laki dan perempuan. Setelah selesai pelaksanaan kegiatan ruqyah massal, ustad pemandu akan menawarkan kepada jama’ah apabila ada yang ingin mengikuti ruqyah secara intensif (mandiri). Pelaksanaan ruqyah mandiri ini dilakukan per individu dan dipandu oleh satu orang pemandu ruqyah atau asisten yang memahami tata cara ruqyah. Biasanya yang mengikuti ruqyah mandiri ini para jama’ah yang belum puas ketika melakukan ruqyah massal dan para jama’ah yang memiliki gejala ketika melakukan ruqyah massal.
Analisis permasalahan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar Rahmawati, Silfira; Mulyono, Hadi; Istiyati, Siti
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia): Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 8, No 2 (2022): JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia): Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpiuns.v8i2.63740

Abstract

The purpose of this study is to analyze and provide solutions to problems that arise during distance learning (PJJ) at SD Negeri Soropadan No. 108 Surakarta. This study uses a qualitative research method. Data were obtained through research subjects, namely homeroom teachers, students, observations result, and documents. The data collection technique used in thin research is interview homeroom teachers, students with questionnaires, observation, and other supporting document. A research is needed, namely an observation guide sheet, interview guide sheet, and questionnaire sheet. The data validity test uses the triangulation method. The data were analyzed using the Miles and Huberman model. The problem of implementing learning is the lack of self-preparation of teachers, lack of teacher's, knowledge related to distance learning technology so that learning is monotonous, lack of, interaction during learning, students who do not do assignments, lack of feedback to students, a lack of monitor student assignments, teachers providing material, delays in collecting assignments, limitations of learning technology used, obstacles in using google forms. The solution to the problemis to take part in socialization or training regarding distance learning, then create more diverse and fun learning, change the media from learning video or short messages to video calls so that interaction is maximized, students who do not do assignments are given warnings, a longer time or reduced points according to the length of the delay, provide simple support and appreciation after submitting assignments, changing the lesson plan to reduce the material to be taught, the teacher supervising the assignment of students, the teacher explains the material provided via voice messages or else, share material before learning, or use media that is more supportive of sharing screens, tutorials or procedures for using google forms.
Peningkatan keterampilan sosial komunikasi melalui model creative problem solving(CPS) dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar Nugraheni, Eri; Mulyono, Hadi; Hadiyah, Hadiyah
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 1 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v9i1.49739

Abstract

. This research aims to improve social communication skills through creative problem solving models in social education science learning. This research is a Class Action Research with research subjects of grade 4 students of SD Negeri Sibela Barat No.251 Surakarta Academic Year 2019/2020 which amounts to 16 students and the object of research is social communication skills in social studies lessons. Data collection techniques in the form of observation, interviews, tests, and document analysis. validity of the content. The data analysis used is Miles-Huberman's interactive analysis model. The average yield on pre-action was 65.62 with a skilled category of 25%. Then in the first cycle the average value increased to 75 with a skilled category of 56.25&. Then in the second cycle the average value reaches 81.25. skilled category of 87.5%. Based on the results of the research, it can be concluded that the ability of social communication skills in IPS learning can be strengthened through creative problem solving models. This research is expected to be a reference and development both in learning and similar research.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write (TTW) untuk meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal cerita matematika peserta didik kelas V sekolah dasar Husniah, Isnaini Maysaroh; Riyadi, Riyadi; Mulyono, Hadi
Didaktika Dwija Indria Vol 8, No 2 (2020): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v8i02.39844

Abstract

Abstract. This research having a problem formulation of how the application of the TTW type of cooperative learning model can improve the skill of solving math stories problem for 5th grade students on elementary school in Surakarta in the 2019/2020 academic years. The purpose of this research was to improve the skills to solve mathematical story problems using the cooperative learning model of TTW type in the 5th students students on elementary school in Surakarta. This research  uses a class action research method with two cycles, four meetings. Data sources used were secondary and primary data. Data collection techniques used were observation, interview, documentation and tests. The validity test used were source triangulation and technique triangulation. The analysis technique uses the model of miles and Huberman. To find out the initial conditions of the skills to solve mathematical story problems, a pre-action test was conducted. The classical completeness of the pretreatment test was 0%. The percentage increased in first cycle was 65%, then increased again in cycle II was 91%. Based on the results of the research, it can be concluded that the learning model of TTW type can improve the skills to solve mathematical story problems on 5th students of elementary school in Surakarta in the 2019/2020 academic years. This research is expected to be able to add scientific insights and as input for further researchersKeywords: mathematical story problem solving skills, cooperative learning models of think talk write (TTW) type, elementary school
Peningkatan keterampilan menulis narasi melalui model scaffolded writing dengan gambar seri pada siswa kelas iii sekolah dasar Lestari, Ika Desi; Mulyono, Hadi; Hartono, Hartono
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 2 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v7i9.35639

Abstract

Abstract. The research’s aim is improving the skill of narrative writing the 3th grade students in Jenar Lor Elementary School in 2018/2019. This study’s type is class action research that held in two cycles whoose two meeting in every cycle. The subjects of this study were the teacher and 3th grade students of Jenar Lor Elementary School, amounting to 24 students. The data was collected by test, interview, observation and documentation. The data wa analyse by collecting, presentating, reducting and drawing to the conclusion. The conclusion is by applicating Scaffolded Writing model with serial image media can improve the writing skills of 3th grade students in SDN Jenar Lor in academic year 2018/2019.  In addition, the application of the Scaffolded Writing model with serial image media also improve teacher performance in developing learning models and media and encourages students to actively involve the learning activity so the conducive and pleasant learning atmosphere can be created. Keywords: scaffolded writing, drawing series media, narrative writing skills, elementary school