Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Dharma Bakti

PKM KELOMPOK PEMBUAT KERUPUK RAMBAK DI DESA GESIKAN, GANTIWARNO, KLATEN, RANCANG BANGUN ALAT PENGADUK ADONAN DAN PENGIRIS SERTA PENERAPAN PRODUKSI BERSIH UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DAN KUALITAS LINGKUNGAN SEKITAR Yuli Purwanto; Paramita Dwi Sukmawati; Maria Titah Jatipaningrum
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 2 No 2-Oktober 2019
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v2i2.2077

Abstract

In the village of Bayanan, Gesikan Gantiwarno Klaten there is a home industry in the food sector. The home industry makes rambak crackers with two types, that is thin rambak and long rambak which is usually called “gilig”. The number of rambak business in Dusun Bayanan is 10 and to maintain the price and marketing of this micro business group has formed a communication container in the form of a cooperative called Koperasi Seroja Makmur. In the process of making rambak crackers, almost all do the production manually. For example, mixing the dough and cutting / slicing the dough is done by hand so that it causes the thin thickness of the rambak crackers to be different. Besides other problems that arise are waste generation in the production process, including waste in the form of used cooking oil, ash / charcoal residue from burning and smoke which can pollute the surrounding environme. So an effort should be made to minimize the waste produced. And also there is no control of the end result from the production of rambak crackers so that the quality of the product is not well maintained. Appropriate technology for kneading dough mixer and dough slicer is a solution for makers of rambak crackers because it can increase production yields and maintain quality. By providing insights and simple ways clean production of a product also becomes a program to maintain product quality and control the quality of product results.
Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi serta Kesehatan Lingkungan Di UKM Jamur Raya Purwanto, Yuli; Sukmawati, Paramita Dwi; Kumalasanti, Rosalia Arum
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 5 No 1-April 2022
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v5i1.3903

Abstract

In the village of Gesikan, Subdistrict of gantiwarno, Regency of Klaten, there is a home industry in the form of mushroom cultivation. Mushroom SME in Gesikan Village was established 9 years ago and is still capable of meeting the needs of the food industry. Jamur Raya SME has several types of mushrooms that are cultivated such as oyster mushrooms, straw mushrooms, ear mushrooms, Lingzhi mushrooms and so on. Jamur Raya SMEs carry out production starting from nurseries to ready for planting. The results of these mushroom seeds are usually sold to farmers up to 1000 mushroom seeds every month. A portion of the seedling will be planted on its own and then sold according to customer needs. Mushroom Raya SMEs have a fairly high potential in production in the food industry, but there are also obstacles that are felt by these SME producers.Some of these obstacles are the lack of ability of Mushroom Raya SME to meet consumer needs caused by the limitations of production tools that are still simple/manual. The filling of planting media in the form of baglog and mixing of planting media is still done manually, so it takes a lot of time and energy to process it. In addition, there are environmental constraints, namely in the form of former planting media waste that accumulates, resulting in an unhealthy environment. Another perceived obstacle is from the marketing side which is still conventional or offline. Of course, this also needs to be supported by qualified human resources. Appropriate technology in the form of baglog filling equipment, planting media mixer & straw chopper is expected to be a solution to accelerate mushroom production in meeting consumer needs. Baglog waste treatment in improving environmental quality is also expected to provide solutions to maintain environmental health & cleanliness by using brisket maker and composter. Mushroom Raya SMEs are also expected to survive in the dynamics of the global market so that online marketing is an option to maintain this food industry. Marketing using website media is expected to be able to provide wider information in all circles of society.
Diversifikasi Jali Sebagai Bahan Pangan Lokal Berbasis Cleaner Production Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Di Padukuhan Borosuci Kalurahan Banjarasri Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo Dwi Sukmawati, Paramita; Wahyuningtyas, Dewi; Purwanto, Yuli
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v6i2.4491

Abstract

Desa Banjarasri merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Sebagian besar penduduk Desa Banjarasri sebagai petani dan terdapat satu kelompok tani yang ikut melestarikan pangan lokal yaitu Kelompok Tani Asmorogati yang menanam jali sebagai pengganti beras dan tepung. Tanaman jali bisa diolah menjadi beras yang memiliki keunggulan yaitu nilai karbohidrat, protein, dan serat lebih tinggi dari padi, kandungan gula rendah dan bebas gluten, sehingga baik bagi penderita penyakit gula. Saat ini Kelompok Tani Asmorogati mengalami permasalahan yaitu penurunan jumlah petani yang menanan jali dari 2019-2022 hingga hanya terdapat 5 orang, disebabkan karena proses diversifikasi jali sebagai bahan pangan lokal belum efektif. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah petani dan mengoptimalkan hasil pertanian, salah satunya adalah pendampingan diversifikasi jali sebagai bahan pangan lokal. Pendampingan ini dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna dan berbasis cleaner production. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan yaitu : penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kulit jali dan penggiling jali, sosialisasi dan penerapan clenar production serta pelatihan pemasaran jali secara online. Hasil dari kegiatan pendampingan ini antara lain: proses pengupasan kulit jali semula 1kg jali/jam menjadi 50 kg jali/jam, meningkatnya kapasitas produksi pengolahan biji jali menjadi beras semula 10 kg/bulan menjadi 30 kg/bulan, tepung jali semula 7kg/bulan menjadi 20 kg/bulan, jumlah petani semula 5 orang menjadi 15 orang, pemasaran konvesional berubah menjadi digital serta telah diterapkannya produksi bersih. Kegiatan pendampingan ini sudah terlaksana dengan baik karena adanya partisipasi dari anggota kelompok tani serta perlu adanya pemantauan untuk setiap kegiatan yang telah berlangsung.
Penerapan Teknologi Pembiakan Larva Black Soldier Fly Untuk Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Di Kalurahan Panggungharjo Dewi Wahyuningtyas; Sukmawati, Paramita Dwi; Nurcahyo, Raden Wisnu; Hariyanto, Satriawan Dini; Sulistyaningsih, Eka; Rahayu, Suparni Setyowati; Yusuf, Muhammad
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v6i2.4509

Abstract

Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis Reduce, Reuse and Recycle (3R) yang dikelola BUMDES Panggung Lestari. Untuk pengolahan sampah organik, warga secara mandiri atauoun berkelompok melakukan pengolahan sampahnya menjadi pupuk sehingga tidak dikelola oleh TPS. Permasalahan yang timbul dari pengolahan sampah organik tersebut adalah waktu proses pembuatan lama sekitar 30 hari, harga jual murah, dan lahan terbatas. Salah satu kelompok warga yang sudah melakukan pemilahan secara sederhana adalah Bank Sampah Barokah, Padukuhan Sawit, Kalurahan Panggungharjo. Kegiatan Bank Sampah masih berfokus pada sampah anorganik saja, sedangkan sampah organiknya dikelola di rumah masing-masing menjadi pupuk organik. Tujuan kegiatan pemberdayaan berbasismasyarakat ini mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya larva black soldier fly (BSF) di mitra Bank Sampah Barokah. Metode yang dilakukan berupa sosialisasi dan penerapan teknologi tepat guna (pembuatan kandang budidaya larva BSF dan mesin pencacah sampah organik) kepada mitra yang telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan berupa pengetahuan cara budidaya maggot sebagai pemakan sampah organik dan penggunaan teknologi tepat guna bagi warga Padukuhan Sawit. Kandang yangdibuat terdiri dari dua buah yaitu kandang penetasan telur dan pembiakan maggot. Kapasitas sampah organik yang dapat diolah maggot dalam kandang sebesar 30-35 kg/hari. Setiap hasil penetasan telur maggot sekitar 10 gram dapat menghasilkan hingga 30 kg maggot setelah 21 hari. Hasil kegiatan ini mampu mengatasi waktu proses pengolahan sampah organik yang lama dan produk maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak di sekitar warga.