Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdimasa

Optimalisasi Kemampuan Guru Matapelajaran Matematika SMP/MTs Muhammadiyah SeKabupaten Sorong Dalam Menyusun Lembar Kegiatan Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013 Syamsulrizal Syamsulrizal; Sahidi Sahidi
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.369 KB)

Abstract

Penerapan kurikulum 2013 oleh pemerintah diyakini telah menemui hasil yang baik berdasarkan evaluasi implementasi kurikulum 2013, sehingga membuat Pemerintah mengambil kebijakan dengan mengeluarkan peraturan melalui Permendikbud untuk menerapkan kurikulum 2013 di seluruh jenjang satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA) (Subandi, 2014). Adanya peraturan tersebut membuat seluruh sekolah di indonesia harus menjalankan peraturan tersebut baik dalam keadaan siap atupun tidak siap. Adanya implementasi kurikulum 2013 bagi beberapa sekolah yang di jadikan model dan beberapa sekolah yang telah memulai menerapkan kurikulum tersebut merasakan kesiapan untuk menghadapinya dan tidak menjadikan sebgai masalah yang besar akan tetapi berbeda bagi sekolah yang masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan langsung menerapkan kurikulum baru. Akibat banyak pihak sekolah terutama guru masih banyak kebingungan untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum tersebut, ditambah lagi kurangya pengetahuan dan sosialisasi yang di lakukan oleh pemerintah terkait. Beberapa sekolah yang mersakan hal demikaian di antaranya SMP Muhammadiyah 1 Aimas dan MTs Muhammadiyah Aimas lebih khususnya guru matapelajaran matematika. Permasalahan tersebut harus segera di carikan solusinya yaitu dengan cara mengoptimalakan kemampuan guru untuk menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013. Tindakan ini perlu dilakukan untuk mengatasi dan se-segera mungkin untuk bisa beradaptasi dengan peraturan pemerintah tersebut melalui Permendikbud.
E-COMERCE MOBILE SEBAGAI SARANA MEMBANGUN JARINGAN WIRAUSAHA UNTUK PEMASARAN PRODUK DI KABUPATEN SORONG Eko Tavip Maryanto; Heny Sri Astutik; Syamsulrizal Syamsulrizal
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.63 KB)

Abstract

Kegiatan pengebdian ini bertujuan untuk mengatasi permaslahan yang di alami oleh masyarakat terkait dengan para wirausahawan pemula dalam mengembangkan bisnisnya melalui teknologi informasi yang berbentuk e-comerce mobile. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Sorong yang diikuti oleh seluruh penerima bantuan dana dari Kemenkom dan dan UKM, masyarakat yang belum produktif, komoditas, dan masyarakat yang tidak produktif yang ada di kabupaten sorong. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu Pendidikan, Pelatihan, Penyebarluasan, dan Pendampingan. Kegiatan ini pun mendapatkan respon baik, baik dari peserta dan Pihak dinas Koperasi dan Usaha kecil menengah. Hasil pelaksanaan kegiatan yang didapat setelah mengikuti pelatihan tersebut yaitu peserta pelatihan mempunya sebuah toko kecil di smarphonnya (e-commerce) serta peserta mempunya bekal dan tau cara memeasarkan produk produknya melalui digital smartphone.
Garuda Smart (Gerakan Literasi Menghitung Peserta Didik Sekolah Dasar yang Berdasarkan Solidaritas, Mandiri, Anti Rasisme dan Toleransi) Untuk Papua Syamsulrizal Syamsulrizal; Roni Andri Pramita; Sahidi Sahidi
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2021): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya Sekolah SD Al-Ma’arif 1 Klabinain dengan tujuan untuk menjamin terlaksananya pendidikan sekolah dasar serta meningkatkan mutu pendidikan bagi suku Kokoda Kampung Maibo Distik Aimas Kabupaten Sorong. Walaupun tujuan serta budi luhur yang baik yang dimiliki dari sekolah akan tetapi, sekolah ini memiliki beberapa permahasalahan yang krusial yaitu rendahnya minat belajar peserta didik, Permasalahan ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena pendidikan merupakan ujung tombak untuk memperbaiki dan memajukan bangsa dan negara. Pengusul menawarkan program Garuda Smart (Gerakan Literasi Menghitung Peserta didik Sekolah Dasar berasaskan Solidaritas, Mandiri, Anti Rasisme dan Toleransi) untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam penerapannya Garuda Smart dibagi menjadi tiga kegiatan, Garuda Smart bagi peserta didik yakni untuk memotivasi dan mendorong peserta didik untuk menempuh dunia pendidikan, Garuda Smart berhitung yaitu menanamkan kemampuan berhitung dasar bagi peserta didik sekolah dasar, Garuda Smart in Heart yakni memberikan pemahaman kepada guru, peserta didik tentang pentingnya pendidikan yang memiliki jiwa Solidaritas, Mandiri, Anti Rasisme dan Toleransi. Ada banyak kendala yang kami hadapi untuk melaksanakan PKMS ini yang di akibatkan oleh pandemic Covid-19 sehingga membuat pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong mengeluarkan kebijakan dengan meliburkan sekolah sejak 20 Maret 2020. Sehingga program yang kami jalankan mengalami perubahan dengan memperhatikan protokoler covid-19. Semua program yang telah kami rencanakan telah terlaksana dan mendapatkan respon yang baik dari pihak mitra dengan harapan program ini dapat dilanjutkan.
GO SI MUTU (GERAKAN OPTIMALISASI SEKOLAH BERMUTU) UNTUK PAPUA Sahidi Sahidi; Solehun Solehun; Syamsulrizal Syamsulrizal
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Negeri 33 Kabupaten Sorong dihadirkan sebagai bentuk kesadaran dari tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama dan Pemerintah Kabupaten Sorong atas pentingnya pendidikan bagi kemajuan kampung bahkan mereka berharap pendidikan dijadikan sebagai sebuah kebutuhan bagi masyarakat kampung Suwatuk yang berada di pelosok Kabupaten Sorong, dengan segala keterbatasannya. Atas kesadaran tersebut sekolah ini memiliki peran penting yang sangat krusial untuk keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak bangsa yangtinggal di Kampung Suwatuk Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Permasalahan yang paling mendasar di SD Negeri 33 Kabupaten Sorong adalah kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, yang mengakibatkan proses pembelajaran secara tekstual sehingga berdampak langsung pada rendahnya minat dan motivasi siswa untuk belajar ke sekolah. Permasalahan lain yaitu adminstrasi sekolah yang tidak terarsip dengan baik, dan sekolah yang belum terakreditasi. Dalam penerapannya GoSi Mutu dibagi menjadi dua kegiatan, yakni pendampingan pembuatan media dan perangkat pembelajaran kontekstual bagi semua guru kelas dan pendampingan pengarsipan/administrasi, serta persiapan akreditasi. Dampak kegiatan dari pembuatan media dan perangkat pembelajaran kontekstual adalah perubahan paradigrama guru terkait media dan perangkat pembelajaran kontekstual. Dampak kegiatan pelatihan dan pendampingan akreditasi sekolah adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan guru tentang akreditasi sekolah, termasuk pemahaman tentang pentingnya akreditasi. Sekolah dapat mengetahui posisi (kekuatan dan kelemahan) sekolah untuk persiapan akreditasi