Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan personal confidence untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara di depan umum pada mahasiswa STAK Terpadu Pesat Salatiga Bata, Stifhany Angelina; Murti, Heru Astikasari Setya
Jurnal Anugerah Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v7i1.6911

Abstract

Berdasarkan survei awal terhadap 47 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Terpadu Pesat Salatiga, sebanyak 27,7% responden menyatakan bahwa kurangnya kepercayaan diri, terutama saat berbicara di depan umum, merupakan tantangan utama dalam perkuliahan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa melalui pelatihan berbasis praktik langsung. Metode yang digunakan meliputi ceramah singkat, diskusi interaktif, simulasi, praktik presentasi, peer coaching, latihan mental (reframing dan self-talk positif), serta sesi refleksi. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi performa, serta self-assessment. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 40 mahasiswa aktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri mahasiswa, yang tercermin dari kenaikan skor post-test rata-rata sebesar 1,05 poin dibandingkan pre-test. Observasi dan penilaian presentasi menunjukkan peningkatan dalam artikulasi, kontak mata, dan penyampaian pesan. Mayoritas peserta juga melaporkan peningkatan persepsi kepercayaan diri melalui self-assessment. Pelatihan ini menunjukkan bahwa metode berbasis praktik dan umpan balik terstruktur efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa saat melakukan presentasi di depan umum.
The Relationship Between Self-Regulated Learning and Metacognition in Students Receiving Academic Achievement Scholarships Rahayuningtyas, Nadya Saraswati; Murti, Heru Astikasari Setya
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i2.566

Abstract

The Grade Point Average (GPA) is one part of the results of student learning achievement. For scholarship recipients with certain minimum requirements on GPA. Maintaining a GPA is certainly not easy for students and often encounter many challenges, especially in self-regulated learning and metacognition. The purpose of this study was to determine the relationship between self-regulated learning and metacognition in students receiving academic achievement scholarships. The research method used in this study was quantitative with a correlational research type. Participants in this study were 123 students receiving academic achievement scholarships at Satya Wacana Christian University Salatiga, participants were selected using a purposive sampling technique . The data analysis method used for the correlation test in this study used Spearman's Rho . The results of this study showed a positive relationship between self-regulated learning and metacognition with a Spearman's Rho correlation coefficient value of 0.634 and a significance of 0.000. This indicates that the higher the self-regulated learning ability of an individual, the higher the metacognition of the individual. This research has significant implications, particularly for students receiving academic achievement scholarships, for improving their metacognition by enhancing self-regulated learning . This suggests that students receiving academic achievement scholarships need to focus on self-regulation in learning, evaluate their learning process, and maintain self-motivation. The effective contribution of self-regulated learning to metacognition in students receiving academic achievement scholarships is 40.2%.
Kesejahteraan Psikologis dan Eskapisme pada Mahasiswa Pemain Videogame Christian, Angga; Murti, Heru Astikasari Setya
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4107

Abstract

Video game (permainan video) merupakan hal yang sangat digemari oleh berbagai kalangan saat ini, terutama kalangan mahasiswa. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Jember membuahkan hasil dimana sebanyak 63 mahasiswa diukur durasi bermain gamenya, 13 orang memainkan game diatas 5 jam dalam sehari. Ditemukan bahwa kualitas PWB seseorang akan menjadi semakin buruk beriringan dengan peningkatan intensitas bermain. Hasil ini dipengaruhi oleh adanya motivasi eskapisme. Eskapisme dengan bermain game kemudian memicu terjadinya stres psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara eskapisme dan Psychological Well Being (PWB). Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif signifikan dengan taraf signifikansi 0,01 dengan koefisien korelasi sebesar 1,000 untuk variabel eskapisme dan 0,772 untuk variabel PWB. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara perilaku eskapisme dan PWB pada mahasiswa pemain game. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, yaitu ragam game yang dimainkan, dan adanya interaksi sosial dalam game online, sehingga pemain game bisa membentuk hubungan positif dengan orang lain dan mengalami pertumbuhan pribadi. Kemudian ada dua tipe eskapisme, yaitu eskapisme positif dan negatif. Hal ini dikemukakan dalam penelitian mengenai eskapisme, dimana eskapisme sering dipandang buruk karena kesan “melarikan diri” dari kenyataan, dalam kasus ini adalah bermain videogame. Jika merujuk ke eskapisme positif, bermain videogame justru menjadi sarana pelepas penat dan memulihkan diri. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan H0 diterima dan H1 ditolak.
Hubungan Self Compassion dengan Stres Akademik pada Mahasiswa yang Bekerja secara Part Time Beda, Putry Beatrix Rantini; Murti, Heru Astikasari Setya
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.12454

Abstract

Students who work part-time while studying are very susceptible to experiencing academic stress. The high risk of increasing academic stress can have a negative effect on them, both in lectures and work. This study aims to determine the relationship between self-compassion and academic stress in students who work part-time. The research method used in this study uses a quantitative approach with a correlational method. Data collection was carried out on 142 students who work part-time in Central Java. Self-compassion was measured using the Indonesian adaptation of the Self-Compassion Scale (SCS) measuring instrument, namely the Self-Compassion Scale (SWD), academic stress was measured using the Student-life Stress Inventory (SSI) adaptation measuring instrument. Both measuring instruments have reliability and validity values that are suitable for use. Data analysis in this study used the Spearman's rho correlation test with SPSS 24 for Windows. The results of the study showed a significant negative relationship between self-compassion and academic stress (r = - 0.525). It is concluded that the higher the self-compassion, the lower the academic stress in students who work part-time.
Meningkatkan kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja Krisdiyanto, FX. Joko; Murti, Heru Astikasari Setya
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.17778

Abstract

Lulusan baru dipastikan akan menghadapi berbagai tantangan untuk kemudian memasuki dunia kerja, yang mebutuhkan keterampilan yang memadai dan sesuai dengan bidang akademiknya. Namun, meski terampil dan kompeten, saat melamar pekerjaan, pelamar biasanya melalui tiga tahap sebelum diterima. Yaitu tahap seleksi berkas, tahap psikotes dan tahap wawancara. Tak jarang kandidat yang berkualitas gagal diterima karena tidak berhasil melewati tahapan-tahapan tersebut. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali para wisudawan dengan kemampuan-kemampuan yang dapat membantu mereka mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Tim pengabdi sebagai pelaksana memiliki kompetensi teoritis dan praktis untuk memberikan materi tentang proses seleksi kerja, dari menulis surat lamaran dan cv, persipan psikotes sampai dengan wawancara kerja. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode webinar dan diikuti oleh wisudawan/wisudawati program diploma tiga dan program sarjana yang di wisuda pada periode II Universitas Respati Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan CV dan surat lamaran serta tips menghadapi psikotes dan wawancara dirasa sangat bermanfaat bagi lulusan baru. Hasil pengabdian ini penting untuk menstimulasi diadakannya kegiatan-kegiatan serupa untuk mempersipkan lulusan baru mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.   Improve job readiness to enter the world of work   Abstract Recent graduates are assured of facing various challenges before entering the working world, requiring adequate skills that align with their academic fields. However, despite being skilled and competent, job applicants typically undergo three stages before being accepted: the document selection stage, psychological tests, and interviews. It is not uncommon for qualified candidates to fail to be accepted due to difficulties in passing these stages. Therefore, this community service aims to equip graduates with abilities to help them prepare for the workforce. The service team possesses theoretical and practical competencies to provide materials on the job selection process, covering the writing of cover letters and resumes, preparing for psychological tests, and conducting job interviews. The community service activities are conducted through webinar methods and are attended by graduates of the Diploma Three and undergraduate programs who graduated in Period II at Universitas Respati Yogyakarta. The results indicate that training on CV and cover letter preparation, along with tips for psychological tests and interviews, is perceived as highly beneficial for new graduates. The outcomes of this community service are essential to stimulate the organization of similar activities to prepare new graduates for entering the workplace.
Hubungan Perfectionism dengan Academic Burnout pada Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Margareta, Kezia; Murti, Heru Astikasari Setya
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.12739

Abstract

AbstrakPerfectionism merupakan kecenderung untuk menetapkan standar tinggi dan harapan kurang realistis terhadap diri sendiri karena merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi yang dapat menyebabkan mahasiswa merasa kelelahan akademik dan stres berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perfectionism dengan academic burnout pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan design korelasional. Sampel penelitian ini yaitu 202 mahasiswa aktif Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Penelitian ini menggunakan dua skala utama sebagai alat ukur, yaitu Skala academic burnout yang dikembangkan oleh Schaufeli (2002) dan skala perfectionism yang dikembangkan oleh Hewitt & Flett (1991). Hasil uji hipotesis menggunakan Spearman menunjukkan bahwa hasil r = 0,659 dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut berarti bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara perfectionism dengan academic burnout. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima.Kata kunciPerfectionism; Academic Burnout Abstract Perfectionism is the tendency to set high standards and unrealistic expectations for oneself due to feeling unable to meet expectations, which can cause students to experience academic burnout and excessive stress. The aim of this study was to determine the relationship between perfectionism and academic burnout among students at Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. This study used a quantitative method with a correlational design. The research sample consisted of 202 active students from Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. This study used two main scales as measuring instruments, namely the academic burnout scale developed by Schaufeli (2002) and the perfectionism scale developed by Hewitt & Flett (1991). The results of the hypothesis test using Spearman showed that the result r = 0.659 with a significance value of 0.000 (p<0.05). These results indicate that there is a significant positive relationship between perfectionism and academic burnout. Thus, the hypothesis in this study is accepted.KeywordsPerfectionism; Academic Burnout
Self-Acceptance and Resilience in Students Working on Their Thesis Guykens, Paul Willyam; Murti, Heru Astikasari Setya
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i1.17530

Abstract

During the thesis work, students will be faced with various demands. The demands faced by students are in the form of rules that must be met in working on the thesis, pressure from parents, and self-standards that must be achieved when working on the thesis. The demands that occur during the thesis work encourage students to be able to rise and adapt to face every difficulty they face. The ability of an individual to rise in the face of difficulties in his or her life is called resilience. One of the factors that affects the emergence of resilience in a person is self-acceptance. Self-acceptance plays a role in encouraging students to have a sense of optimism, so that students will try to remain calm in facing challenges and problems during the thesis work. The subject of this study is 254 students who are working on their thesis. The measuring tools used in this study are Berger's Self-Acceptance Scale and The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). The results of this study found that there was a very weak significant positive relationship between self-acceptance and resilience, where the value of r = 0.246 and sig = 0.000 (p < 0.05). This means that the higher the level of self-acceptance, the higher the level of resilience. On the other hand, the lower the level of self-acceptance, the lower the level of resilience in students working on the thesis. The implications of this study are expected to make students who work on their thesis more able to develop self-acceptance, so that they can form resilience that helps students survive and rise to face the demands of working on their thesis. Selama pengerjaan skripsi mahasiswa akan dihadapkan dengan berbagai tuntutan. Tuntutan yang dihadapi oleh mahasiswa berupa aturan yang harus dipenuhi dalam mengerjakam skripsi, desakan dari orang tua, dan standar diri yang harus dicapai ketika mengerjakan skripsi. Tuntutan dan masalah yang terjadi selama mengerjakan skripsi mendorong mahasiswa agar mampu bangkit dan beradaptasi menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi. Kemampuan individu untuk bangkit dalam menghadapi kesulitan di dalam hidupnya disebut dengan resiliensi. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya resiliensi pada diri seseorang adalah penerimaan diri. Penerimaan diri berperan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki rasa optimis, sehingga mahasiswa akan berusaha agar tetap tenang dalam menghadapi tantangan maupun masalah selama pengerjaan skripsi. Subjek penelitian ini adalah 254 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Berger’s Self-Acceptance Scale dan The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan positif signifikan yang sangat lemah antara penerimaan diri dan resiliensi, dimana nilai r = 0,246 dan sig = 0,000 (p < 0,05). Artinya, semakin tingkat penerimaan diri maka semakin tinggi juga tingkat resiliensi. Sebaliknya, semakin rendah tingkat penerimaan diri maka semakin rendah tingkat resiliensi pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswa yang mengerjakan skripsi agar lebih mampu mengembangkan penerimaan diri, sehingga dapat membentuk resiliensi yang membantu mahasiswa bertahan dan bangkit menghadapi tuntutan dalam mengerjakan skripsi.
Dinamika Psikologis Pelaku Bullying Soraya, Na'im; Murti, Heru Astikasari Setya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20387

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika psikologis remaja pelaku bullying melalui pendekatan fenomenologi kualitatif. Maraknya kasus bullying di sekolah, meskipun pendidikan karakter telah diterapkan, menunjukkan urgensi pemahaman mendalam terhadap motivasi pelaku. Studi ini mewawancarai tiga subjek (Z, S, A) yang pernah menjadi pelaku bullying untuk menggali pengalaman, motif, dan faktor pendorong perilaku mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying memiliki pemikiran kompleks dalam membenarkan tindakan mereka. Subjek Z menyadari dampak menyakiti namun membenarkan tindakannya karena ketidaksukaan terhadap korban, sementara subjek S dan A awalnya tidak menyadari niat menyakiti, menganggap bullying sebagai hiburan atau lelucon. Tindakan berulang didorong oleh kejengkelan atau kurangnya reaksi negatif dari korban. Lingkungan sosial, khususnya dukungan teman sebaya, menjadi faktor dominan yang memperkuat perilaku bullying. Meskipun awalnya merasakan kepuasan, ketiga subjek akhirnya mengalami penyesalan mendalam setelah menyadari dampak emosional tindakan mereka. Kesadaran akan kesalahan dan penyesalan ini menjadi kunci potensi perubahan perilaku. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dengan memahami kompleksitas psikologis pelaku bullying.
Pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap Academic Success pada Mahasiswa S1 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Paramastuti Sesotya Adi; Heru Astikasari Setya Murti
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4783

Abstract

Academic Success dipengaruhi oleh banyak faktor internal dan eksternal, dan merupakan indikator penting dalam dunia pendidikan perguruan tinggi. Faktor internal yang sangat penting adalah Academic Self-Efficacy, yaitu keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas akademik. Mahasiswa dengan Academic Self-Efficacy rendah cenderung mengalami stres, kecemasan, dan kesulitan dalam mencapai target akademik. Mahasiswa dengan Academic Self-Efficacy tinggi juga cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih besar, strategi belajar yang efektif, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan akademik. Studi menunjukkan korelasi positif antara keberhasilan akademik dan kemandirian akademik. Mahasiswa yang percaya pada kemampuan mereka cenderung lebih percaya diri, lebih baik dalam mengelola waktu, dan lebih baik dalam mengatasi stres akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap keberhasilan akademik siswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mendukungnya. Hasilnya diharapkan dapat membantu institusi pendidikan membuat metode untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dan efektivitas belajar mereka sehingga mereka dapat mencapai tingkat keberhasilan akademik yang optimal.
PENGARUH PROKRASTINASI AKADEMIK TERHADAP PERILAKU PLAGIARISME Lapebesi, Aldi Christian; Murti, Heru Astikasari Setya
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i9.920-933

Abstract

Plagiarisme merupakan fenomena umum yang sering dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik, terutama ketika menghadapi keterbatasan waktu akibat prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prokrastinasi akademik terhadap perilaku plagiarisme pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana yang menggunakan general AI. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain regresi sederhana. Partisipan penelitian berjumlah 135 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui dua skala, yaitu Procrastination Assessment Scale Student (PASS) dan skala plagiarisme. Data dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik berpengaruh signifikan terhadap perilaku plagiarisme (F=11,523; p=0,001; p0,05) dengan kontribusi sebesar 8% (R²=0,080). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa, semakin besar kecenderungan mereka melakukan plagiarisme.