Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PENAMBAHAN KITOSAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP FISIKOKIMIA CABAI KERITING (Capsicum Annuum L.) MENGGUNAKAN RSM Benediktus Hendra Perkasa; Joni Kusnadi; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.2

Abstract

Cabai adalah produk hortikultura yang cepat rusak. Produk tersebut dapat rusak akibat dari pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. Kerusakan tidak bisa dihentikan namun dapat dikurangi dengan cara pemberian kitosan sebagai pengawet. Kitosan merupakan pengawet alami yang tidak beracun dan berfungsi sebagai pelapis produk yang aman untuk kesehatan. Dalam penelitian berikut, optimasi konsentrasi kitosan, lama waktu perendaman kitosan dan lama waktu penyimpanan cabai merah keriting pada suhu ruang untuk menghasilkan warna, tekstur dan susut bobot dianalisis menggunakan metode RSM dan perangkat lunak Design Expert D.X 7.5.1 trial (Stat-Ease Inc., Minneapolis, MN, USA) serta analisis ANOVA dan uji lanjut Fisher dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software MINITAB. Konsentrasi optimasi perlakuan terbaik yaitu konsentrasi kitosan 2.22%, lama perendaman 10.52 menit dan lama penyimpanan 13.65 hari menghasilkan susut bobot 5.80%, warna a+ 34.20 dan tekstur 17.06 N.
EFFECTS OF FERMENTATION DURATION ON PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTICS OF THREE AGARWOODS (Aquilaria) LEAVES TEA Anisa Leksono; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 2: April 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.02.1

Abstract

     Aquilaria is one of the plant genus-producing agarwood. Aquilaria leaves have pharmacological effects which the potential to be processed into black tea. The aim of this study is to determine the effect of fermentation duration on physicochemical and organoleptic characteristics of Aquilaria leaves tea. This study employed a Completely Randomized Design with two factors; the plant species (A. crassna, A. malaccensis, and A. subintegra) and fermentation duration (0 minutes, 70 minutes, and 90 minutes). Parameters analyzed including water content, total phenol, and antioxidant activity. Organoleptic tests were performed on the color, taste, and aroma of the brewed tea. The results summarized that A. subintegra had the highest total phenol and antioxidant activity, but the taste of the tea was not favored. A. crassna fermented 70 minutes and A. malaccensis fermented 0 minutes were the most preferred, but both have lower total phenol and antioxidant activity than A. subintegra. 
STUDI PEMBUATAN NAGET DARI CAMPURAN NANGKA MUDA DAN TEMPE BUNGKIL KACANG TANAH DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA Geyka Ken Sadewa; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.3

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh proporsi nangka muda: tempe bungkil kacang tanah (TBKT) dengan penambahan tapioka terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik naget. Penelitian disusun secara acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang digunakan proporsi nangka muda: TBKT (25:75,50:50,75:25) dan persentase tapioka dari berat total (10,15 dan 20%) dengan 3 ulangan. ANOVA dan uji BNT dengan α=0.05 digunakan untuk analisis statistik data. Uji organoleptik menggunakan uji hedonik dan perlakuan terbaik menggunakan Zeleny. Hasil penelitian menunjukan perlakuan proporsi nangka muda: TBKT dengan penambahan konsentrasi tapioka memberikan pengaruh signifikan (α<0.05) pada kadar protein, pati, lemak, daya serap minyak dan tekstur dan tidak terjadi interaksi. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh dari proporsi nangka muda: TBKT 75:25 dengan penambahan tapioka 15%. Naget tersebut memiliki karakteristrik: kadar protein 5.64%, pati 44.27%, serat kasar 0.16%, lemak 21.02%, daya serap minyak 16.23%, tekstur 4.90 N/cm2, dengan hasil uji sensori warna 3.05, aroma 2.75, rasa 2.88, tekstur 3.33.
PENGARUH VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DAN RASIO GULA AREN : GULA PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK ENTING-ENTING GETI Nanda Triachdiani; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 2: April 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.02.4

Abstract

Produk enting-enting geti yang beredar di pasar saat ini masih memiliki karakteristik yang berbeda—beda. Karakteristiknya dapat ditentukan oleh penggunaan jenis kacang serta jenis dan rasio gula pada proses pembuatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan varietas kacang tanah dan rasio gula aren : gula pasir terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik dari produk enting-enting geti. Metode yang digunakan adalah RAK Faktorial dengan dua faktor yaitu varietas kacang tanah dan rasio gula aren : gula pasir. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Varietas kacang tanah berpengaruh nyata pada nilai kemerahan (a*). Rasio gula aren : gula pasir berpengaruh nyata pada daya patah, nilai kecerahan (L*), nilai kekuningan (b*), dan kadar air. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata pada daya patah. Enting-enting geti perlakuan terbaik didapatkan pada produk dengan varietas kacang tanah Sudan dan rasio gula aren : gula pasir (1:1).
PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS OF STARCH NOODLES BASED ON SORGHUM FLOUR (Sorghum bicolor L. Moench) AND SAGO FLOUR (Metroxylon Sp) Marningsih Doko Patty; Erni Sofia Murtini; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 3: July 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.03.5

Abstract

Sorghum is one of the local commodities that has the potential to be developed into alternative food products. Sorghum is a gluten-free source of protein, vitamins, minerals and calories. This study aims to determine the effect of the proportion of sorghum flour and sago flour on physical and chemical characteristics and determine the best treatment for dry noodles. The experimental design used a completely randomised design with one factor, that is the proportion of sorghum flour and sago flour consisting of 6 levels (80:20; 75:25; 70:30; 65:35; 60:40; 55:45) grams. The results showed that the proportion of sorghum flour and sago flour affected the physical characteristics of colour, breakage, elongation, cooking time, cooking shrinkage, and water absorption, but had no effect on breaking point. The best behaviour was produced in the proportion of 60 grams of white sorghum flour and 40 grams of sago flour which was then chemically analysed to have a moisture content of 11.90%, fat content of 0.24, ash content of 1.15%, protein content of 5.98%, and carbohydrate content of 80.79%.
Optimization of Soursop (Annona muricata L.) Puree Concentration and Margarine on Quality of Muffins Trifany, Lintang Ayu Nisa; Murtini, Erni Sofia
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2021.010.01.2

Abstract

AbstractReducing the fat used in muffin production is necessary to produce muffins with low-fat content without changing physical characteristics. This reduction can be achieved by adding ingredients with high fiber content, such as soursop. This study aims to obtain the optimum concentration of soursop puree and margarine to produce muffins with the best texture, pore size, moisture content, and lowest fat content. The method used in this study is the Response Surface Methodology with the Central Composite Design using two factors, the concentration of soursop puree and margarine. The optimum treatment results obtained were the concentration of 16.159% soursop puree and 27.391% margarine with a hardness response of 3.390 ± 0.144 N, a pore size of 0.529 ± 0.046 mm2, a fat content of 8.302 ± 0.328%, and moisture content of 33.269 ± 0.397%. The optimum muffins have fat content, fiber content, carbohydrate content, hardness, pore size, reddish, yellowish, and taste attributes that are significantly different from control muffins. Moisture content, ash content, protein content, volume expansion, baking loss, density, brightness, attributes of color, aroma, texture, pores, and overall were not significantly different from the control muffins.Keywords: margarine, muffin, optimization, soursop puree AbstrakPenggunaan lemak perlu dikurangi untuk menghasilkan muffin dengan kadar lemak rendah tanpa mengubah karakteristik fisik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara penambahan bahan yang memiliki kadar serat tinggi, salah satunya buah sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi penambahan puree buah sirsak dan margarin yang optimum agar dihasilkan muffin dengan tekstur, ukuran pori, dan kadar air terbaik serta kadar lemak terendah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Response Surface Methodology dengan rancangan Central Composite Design menggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi puree buah sirsak dan margarin. Hasil perlakuan optimum yang diperoleh adalah konsentrasi puree buah sirsak 16,159% dan margarin 27,391% dengan respon kekerasan 3,390 ± 0,144 N, ukuran pori 0,529 ± 0,046 mm2, kadar lemak 8,302 ± 0,328%, dan kadar air 33,269 ± 0,397%. Muffin optimum memiliki kadar lemak, kadar serat, kadar karbohidrat, kekerasan, ukuran pori, kemerahan, kekuningan, dan atribut rasa yang berbeda signifikan dengan muffin kontrol. Kadar air, kadar abu, kadar protein, volume pengembangan, baking loss, densitas, kecerahan, atribut warna, aroma, tekstur, pori, dan keseluruhan tidak berbeda siginifikan dengan muffin kontrol.Kata kunci: margarin, muffin, optimasi, pure buah sirsak
PENGARUH FORMULASI JAHE, SECANG DAN KAYU MANIS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN TRADISIONAL INSTAN CHING JAE Riyadlul Akbar H. ANR; Erni Sofia Murtini; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.5

Abstract

Pembuatan minuman ching jae dilakukan dengan pencampuran ekstrak cair dari jahe, secang dan kayu manis. Proses selanjutnya adalah ditambahkan gula pada campuran ekstrak cair tersebut dan dilakukan proses kristalisasi. Senyawa aktif pada bahan tersebut bersifat labil terhadap panas sehingga diperlukan kondisi ekstraksi yang dapat mempertahankan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi minuman ching jae dengan sifat fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi sari yang jahe (35%, 37,5% dan 40%) dan konsentrasi ekstrak secang (10%, 12,5% dan 15%). Proses pembuatan ching jae dilakukan dengan ekstraksi sari jahe dengan penggilingan dan ekstraksi secang dan kayu manis melalui proses perebusan pada suhu 100°C selama 45 menit. Ekstrak jahe, secang dan kayu manis yang telah didapat kemudian digunakan untuk proses formulasi. Larutan hasil formulasi kemudian dimasukkan ke dalam alat pemasakan dengan penambahan gula 500 g selanjutnya dilakukan proses kristalisasi. Bubuk tersebut kemudian diayak dengan ayakan 30 mesh. Analisis yang dilakukan meliputi warna, pH, total fenol, antioksidan dan total padatan terlarut (TPT). Analisis sensori meliputi warna, aroma dan rasa. Formulasi terbaik ditentukan dengan Multiple Atribute Test (Zelleny). Penelitian ini menghasilkan formulasi terbaik pada konsentrasi jahe 40% dan secang 5%. Minuman ching jae perlakuan terbaik memiliki nilai L 39,55; a 35,48; b 35,12; total fenol 342,30 mg GAE/g; aktivitas antioksidan (IC50) 167,13 ppm; TPT 14,50 OBrix; pH 7,13. Kesukaan terhadap warna 4,65/5; aroma 3,90/5 dan rasa sebesar 4,20/5.
PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN PERSENTASE TEH KERING TERHADAP KARAKTERISTIK SEDUHAN TEH DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) Adhamatika, Adhima; Murtini, Erni Sofia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 4: October 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.04.1

Abstract

Bidara merupakan tanaman tradisonal yang daunnya mengandung tinggi polifenol sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk teh herbal. Pengeringan daun bidara sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa, warna, dan aroma teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh – pengaruh yang dapat ditimbulkan dari metode pengeringan dan persentase teh kering terhadap karakteristik sampel seduhan teh bidara yang dibuat pada penelitian ini. Desain penelitian digunakan RAKF 2 faktor. Faktor pertama meliputi metode pengeringan yang sering digunakan dalam pengeringan teh yaitu pengeringan kabinet, sangrai, dan sinar matahari. Faktor 2 meliputi persentase penggunaan teh kering yaitu 1%, 3%, dan 5% dengan masing-masing 3 kali ulangan. Respon yang diuji meliputi warna, pH, fenol, flavonoid, aktivitas antioksidan, tanin, dan uji organoleptik yang dilakukan dengan uji hedonik. Penelitian ini menunjukkan bahwa teh daun bidara terbaik dihasilkan dari pengeringan sinar matahari dengan presentase penggunaan teh kering sebesar 5% dengan nilai fenol, flavonoid, tanin, antioksidan, dan skor hedonik paling optimal.
INOVASI PEMBUATAN ROTI TAWAR HYBRID SOURDOUGH: STUDI PENGGUNAAN PUREE BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr.) PADA STARTER SOURDOUGH Dewanti, Ratna Ayu; Murtini, Erni Sofia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 12 No. 2: April 2024
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2024.012.02.4

Abstract

Sourdough umumnya dibuat dengan cara spontan sehingga memiliki aroma yang kurang spesifik. Penelitian ini menggunakan nanas dalam pembuatan starter sourdough dengan harapan aroma khas dan mikroba alami nanas dapat mempengaruhi aroma yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menginovasikan roti tawar hybrid. Roti tawar hybrid adalah roti sourdough yang dibuat dengan metode hybrid. Metode hybrid adalah pembuatan roti sourdough dengan formulasi dan prosedur yang sama seperti roti tawar pada umumnya namun menggunakan starter sourdough dan ragi instan. Pembuatan starter sourdough dilakukan dengan backslopping, 10% starter sebelumnya ditambah tepung terigu dan rasio nanas:air (10:40, 30:20, dan 50:0) selama 10 hari. Starter dengan rasio nanas:air 50:0 berumur 10 hari memiliki total BAL 2,3×109cfu/g, yeast 1.6×109cfu/g, pH 4.3. Roti tawar dibuat dengan starter sourdough 40% berat tepung dan ragi instan 0.8 dan 1.2%. Roti tawar terbaik diperoleh dari perlakuan ragi 1.2%. Roti ini memiliki kadar air 42,39%, serat kasar 2.74%, volume pengembangan 75.21%, hardness 497.11 g, ukuran pori 0.09 mm2, warna (L*, a*, b*) 71.05; 1.29; 24.2 dengan nilai rerata suka pada semua parameter organoleptik.
Aplikasi Edible Coating Berbasis Tepung Biji Nangka dan Alginat Terhadap Kualitas Buah Tomat Alif Eva Mili Ani; Ahmad Zaki Mubarok; Erni Sofia Murtini
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 17, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v17i1.72260

Abstract

Enhancing post-harvest handling is crucial to boost productivity, preserve product quality, and enhance the competitiveness of food commodities. One effective approach to maintain product quality is by using edible coating, and in this case, alginate-based edible coating has been employed. The alginate-based edible coating exhibits a deficiency in terms of its inadequate mechanical properties. The addition of starch could improve the mechanical properties of alginate-based edible coating. Jackfruit seed starch has the potential to valorize as a cost-effective source of starch. Jackfruit seed flour has unique starch characteristics related to acid resistance, thermal properties, and mechanical properties when compared with starch from other sources. This study aims to optimize the concentration of alginate and jackfruit seed flour in the preparation of tomato edible coating using Response Surface Methodology (RSM). The effect of alginate concentration (1-2% b/v) and jackfruit seed flour concentration (1-2% b/v) on mass loss (%) and color difference (ΔE) were investigated. The optimum condition was obtained at an alginate concentration of 1.5% b/v and jackfruit seed flour concentration of 1.0% b/v with the resulting tomato quality value of mass loss of 5.43% and color difference (ΔE) of 0.70.
Co-Authors . Harijono . Qomarudin Adhamatika, Adhima AGUSTIN KRISNA WARDANI Ahmad Dhiaul Khuluq Ahmad Subagio Ahmad Zaki Mubarok Aji Sutrisno Alif Eva Mili Ani Aly Akbar Anang Lastriyanto Anastasia Intan Kurniasari, Anastasia Intan Andina Kristy Novitasari Anisa Leksono Arfat Gati Radite Az Zahra Nur An Shilbi Benediktus Hendra Perkasa Dewanti, Ratna Ayu Djafar , M. Jusuf Elok Waziiroh Ericha Nurvia Alami erika arisetiana dewi, erika arisetiana Faradilla Ramadhani Geyka Ken Sadewa Harianto Harianto Harianto Harianto Heri Purwoto Heri Purwoto Hesti Ramdayani Irawan Setya Wardhana Irsyad Ramadhan Ismawanti , Ratih Dwi Istiqomaturrosyidah Istiqomaturrosyidah Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Juwita Ratna Dewi Kasih, Geugeut Zahra KIKI FIBRIANTO kusnadi, joni kusnadi kusnadi, joni kusnadi Laila Yum Wahibah M. Iqbal Prawira-Atmaja M. Jusuf Djafar Marningsih Doko Patty Muhammad Fitri Aji Nugroho Nadia Nareswari Nanda Triachdiani Nur Oktavia Suci Lestari Pratidina Andayani Purwoto , Heri Putri , Widya Dwi Rukmi Putri, Destiana Adinda Rahayu, Lisa Fitri Rakhmadina, Casilda Aulia Ratih Dwi Ismawanti Ratih Dwi Ismawanti Ratih Kusumawardani Riyadlul Akbar Riyadlul Akbar H. ANR Rizky Ayu Diella Calista Sabilla, Nurrahmah Fitra Sarah Sri Damayanti SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siti Narsito Wulan Sri Hastuti Sudarminto Setyo Yuwono Sudarminto Setyo Yuwono Sulthon Fathoni Sutrisno Adi Prayitno Syarifa Ramadhani Nurbaya Teti Estiasih Tiara, Eta Imeida Tri Susanto Tridtitanakiat, Pavalee Chompoorat Trifany, Lintang Ayu Nisa Wenny Bekti Sunarharum Widya Dwi Rukmi Putri Wulandari, Eka Shinta Yudhistira, Razzan Aldrich Yunindya, Rizka Prima