Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KACANG GUDE (CAJANUS CAJAN L.) PADA PRODUK CRACKERS DAN POTENSINYA UNTUK MAKANAN DIET Rizky Ayu Diella Calista; Siti Narsito Wulan; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 10 No. 3: July 2022
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2022.010.03.6

Abstract

Kacang gude merupakan salah satu sumber antioksidan potensial yang memiliki tingkat serat makanan, mineral total, vitamin C, kandungan fenolik dan kapasitas anti radikal bebas lebih tinggi serta kadar lemak dan indeks glikemik lebih rendah dibandingkan dengan kacang – kacangan lainnya. Formulasi produk dalam bentuk crackers dengan substitusi tepung kacang gude dapat menjadi alternatif makanan fungsional dalam pencegahan obesitas. Faktor utama dalam pencegahan obesitas adalah pengontrolan rasa kenyang dan rasa lapar. Salah satu hormon yang dapat digunakan pada dua faktor tersebut yaitu kolesistokinin (CCK). Penelitian ini menggunakan RAL empat faktor tingkat substitusi tepung kacang gude pada crackers yaitu sebesar 0% (kontrol), 10%, 15%, dan 20%. Formulasi crackers terbaik didapatkan pada substitusi 20% yang memiliki kandungan lemak rendah dan kandungan serat serta protein yang tinggi sehingga dapat berkontribusi pada respon CCK yang lebih tinggi pula. Selain itu, crackers terpilih mendapatkan hasil analisa kimia dan penerimaan responden yang lebih baik pula.
KUALITAS MUFFIN MENGANDUNG AMPAS KOPI: STUDI PENGARUH KONSENTRASI DAN PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI AMPAS KOPI Irsyad Ramadhan; Erni Sofia Murtini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.661 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.03.1

Abstract

          Ekstraksi kopi akan menghasilkan residu yang dikenal sebagai ampas kopi. Ampas kopi umumnya dibuang dan terdekomposisi oleh mikroorganisme sehingga menghasilkan metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Ampas kopi yang tersisa setelah ekstraksi masih dapat dimanfaatkan karena memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti antioksidan dan serat pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan jenis dan konsentrasi ampas kopi untuk menghasilkan muffin dengan karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik terbaik serta meningkatkan nilai fungsional muffin. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Tersarang dengan dua faktor yaitu jenis ampas kopi dan konsentrasi yang tersarang dalam jenis ampas kopi. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau BNJ dengan taraf kepercayaan 95%. Jenis ampas kopi berpengaruh nyata (α<0,05) terhadap karakteristik seperti kadar air, kadar abu, volume pengembangan, densitas, porositas, kohesivitas, warna (L*, a*, b*) crumb dan crust. Konsentrasi ampas kopi yang tersarang dalam jenis ampas kopi berpengaruh nyata (α<0,05) dan positif terhadap kadar abu, densitas, kekerasan, warna (L* dan a*) crumb dan crust, serta warna pada pengujian organoleptik. Sementara konsentrasi berpengaruh nyata (α<0,05) dan negatif pada kadar air, volume pengembangan, baking loss, porositas, warna (b*) crumb dan crust, serta tekstur, rasa, dan after taste pada pengujian organoleptik.           Coffee extraction will produce a residue known as coffee grounds. Coffee grounds are generally discarded and decomposed by microorganisms to produce methane (CH4) and nitrous oxide (N2O). Coffee grounds left after extraction can still be used because they contain bioactive compounds such as antioxidants and dietary fiber. This study aimed to obtain the type and concentration of coffee grounds to produce muffins with the best physical, chemical, and organoleptic characteristics and increase the functional value of muffins. The method used is nested RAK with two factors: the type of coffee grounds and the concentration contained in the coffee grounds. Data were analyzed by ANOVA followed by a further test of LSD or Tukey's HSD with 95% confidence level. The type of coffee grounds had a significant effect (α<0.05) on characteristics such as moisture content, ash content, volume expansion, density, porosity, cohesiveness, color (L*, a*, b*) of crumb and crust. The concentration of coffee grounds contained in the type of coffee grounds had a significant effect (α<0.05) and positive on ash content, density, hardness, color (L* and a*) crumb, and crust, as well as color parameter on organoleptic testing. The concentration also had a significant effect (α<0.05) and negative on moisture content, expansion volume, baking loss, porosity, color (b*) crumb, and crust, as well as texture, taste, and aftertaste on organoleptic testing
Textural optimization of Ledre: Indonesian crepes-like snack Kiki Fibrianto; Sri Hastuti; Harijono Harijono; Erni Sofia Murtini; Aly Akbar
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ledre is a traditional crepes-like snack uniquely made by Indonesian Chinese descendant in Bojonegoro, East Java, Indonesia. However, there is a lot of varieties in terms of formulations, ingredients and techniques. Therefore, this study aimed to optimize the composition of raw materials (comparison of rice flour and tapioca, thickness of coconut milk with the ratio of coconut and water (w/v) and the amount of banana addition) using the response surface method (RSM) to optimize the textural quality of Ledre. It was found that the optimum textural quality of Ledre obtained with a ratio of rice flour: tapioca of 17.5: 1, a ratio of water and coconut milk of 4: 1 and the addition of 4 g bananas. This Ledre was characterized by 428.18 gf of fracturability value, 600.22 gf of hardness, 3.31% of water content, 5.03% of protein content, 1.73% of ash content, 5.27% of fat content, and 43.48 of brightness (L*).
(STUDY ON) THE EFFECT OF VARIETIES AND TYPE SOAKING SOLUTIONS ON THE QUALITY OF POWDERED SHALLOTS Ericha Nurvia Alami; Erni Sofia Murtini; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Teknologi Pertanian 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.809 KB)

Abstract

Powdered shallots have a broad market potential to be developed to meet the trend of modern lifestyles. The suitability of raw material varieties and the type of soaking solutions are necessary to produce good quality shallot powder. This study aims to examine the types of varieties and soaking solutions on the quality of powdered shallots based on the organoleptic test. This study used a Randomized Block Design (RBD) of 2 factors, namely the shallots variety factor (biru lancor, super philip, rubaru) and the type of soaking solution (salt, ascorbic acid, citric acid). Repetition was carried out three times for each treatment unit so that 27 experimental units were obtained. Observation parameters include yield, water activity (Aw value), colour, hygroscopicity, moisture content, and organoleptic test, followed by determining the best treatment using a comparison method between Zeleny and SMART. The results showed that best-powdered shallots were derived from the biru lancor varieties with the citric acid soaking solution. The panelists gave scores of 8.00 (like very much) for the colour, 6.83 (like moderately) for the aroma and 6.30 (like slightly) for the flavor of the powdered shallots. These powdered shallots have water content value of 3.17%, the yield of 6.81%, hygroscopicity level of 3.12%, Aw 0.39, colour L* 73.53, a* 11.73, b * 4.87.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMBEKUAN TERHADAP KUALITAS NASI SORGUM INSTAN Hesti Ramdayani; Erni Sofia Murtini
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.446 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.01.6

Abstract

           Biji sorgum berpotensi untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok karena kemiripan kandungan nutrisinya. Namun, diperlukan waktu yang cukup lama untuk memasak biji sorgum. Nasi sorgum instan dikembangkan untuk mempercepat penyajian dan juga untuk memperpanjang umur simpan. Suhu dan waktu pembekuan merupakan tahapan penting dalam proses instanisasi nasi sorgum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pembekuan terhadap karakteristik nasi sorgum instan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok faktorial. Faktor pertama menggunakan suhu pembekuan -4, -12, dan -20 °C dan faktor kedua lama pembekuan yaitu 12, 18, dan 24 jam. Suhu dan lama pembekuan berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia dan fisik nasi sorgum instan yaitu diperoleh. Perlakuan terbaik didapatkan pada produk dengan suhu pembekuan -20 °C dan lama pembekuan 24 jam. Karakteristik produk nasi sorgum instan terbaik yaitu kadar air 61,62%, kadar abu 0,18%, kadar protein 5,40%, kadar lemak 2,27%, kadar karbohidrat 30,53%, waktu rehidrasi 4,18 menit, daya serap air 157,28%, rendemen 95,33%, hardness 77,2 g, densitas kamba 0,48 g/ml, nilai kecerahan (L*) 43,13, kemerahan (a*) 2,33, dan kekuningan (b*) 8,43                                                                                      Sorghum grain has the potential to substitute rice as a staple food due to the similarity of their nutritional composition. However, the cooking time of sorghum grain is quite long. Instant sorghum is developed to shorten cooking time and to extend shelf life. The freezing temperature and duration are critical stages in the manufacture of instant sorghum. The study aimed to observe the effect of freezing temperature and duration on the characteristics of instant sorghum. The study followed the Randomized block design (RBD), two factors: freezing temperatures (-4, -12, and -20 °C) and freezing durations (12, 18, and 24 h). Freezing temperature and time significantly affected the chemical and physical characteristics of instant sorghum. The freezing temperature of -20 °C and freezing duration of 24 h made up the best treatment. The best instant sorghum contained moisture 61.62%, ash 0.18%, protein 5.40%, fat 2.27%, carbohydrate 30.53%. It had rehydration time 4.18 min, water absorption 157.28%, yield 95.33%, hardness 77.2 g, bulk density 0.48 g/ml, brightness value (L*) 43.13, redness (a*) 2.33, and yellowness (b*) 8.43  
PENGARUH JENIS TEPUNG DAN PENAMBAHAN PERENYAH TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE TELUR GABUS KEJU Faradilla Ramadhani; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kue telur gabus keju (bidaran keju atau widaran keju) merupakan kue tradisional Indonesia. Komposisi utama kue telur gabus keju adalah tepung tapioka atau beras ketan putih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan dua faktor. Faktor I (tapioka, beras ketan putih, maizena) dan faktor II (baking powder, baking soda dan sodium stearoyl-2-lactylate). Perlakuan terbaik parameter fisikokimia dan organoleptik yaitu kue telur gabus keju dari tepung tapioka dan baking soda yang menghasilkan nilai daya kembang 20.00%, daya serap minyak 19.36%, tekstur 10.00 kg.cm-2, kecerahan (L*) 72.57, kemerahan (+a) 3.97, kekuningan (+b) 29.97, kadar air 4.10%, kadar abu 1.62%, kadar protein 3.48%, kadar lemak 30.42%, karbohidrat 60.45%, warna 4.04, aroma 3.18, rasa 3.27, kerenyahan 3.33 dan kenampakan 3.62. Kata kunci: Bahan Perenyah, Jenis Tepung, Kue Telur Gabus Keju
INOVASI PENINGKATAN KANDUNGAN GIZI JAJANAN TRADISIONAL KLEPON DENGAN MODIFIKASI BAHAN DAN WARNA Muhammad Fitri Aji Nugroho; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klepon merupakan jajanan tradisional Indonesia yang umumnya terbuat dari tepung ketan putih yang dibentuk seperti bola-bola kecil dengan isi gula merah dan ditaburi parutan kelapa. Kekurangan produk klepon adalah kandungan gizi yang hanya didominasi oleh karbohidrat, warna dan rasa yang tidak variatif. Salah satu upaya untuk meningkatkan image klepon adalah memperbaiki kandungan gizinya dengan menaikkan kadar protein dan serat kasar dengan penambahan tepung kacang hijau dan tepung ubi jalar ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi penambahan tepung ubi jalar ungu dan tepung kacang hijau yang tepat pada klepon modifikasi, dan mengetahui perubahan sifat fisik dan nilai gizi pada klepon modifikasi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, enam level perlakuan dan empat kali ulangan. Faktor tersebut adalah proporsi formulasi tepung ketan putih, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar ungu yaitu (10:3:7), (10:4:6), (10:5:5), (10:6:4), (10:7:3), dan kontrol. Perbedaan perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, dan nilai tekstur. Perlakuan terbaik klepon diperoleh pada proporsi tepung ketan putih, tepung kacang hijau, dan tepung ubi jalar ungu 10:7:3. Kata kunci: Klepon, Tepung Kacang Hijau, Tepung Ubi Jalar Ungu
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN TERHADAP PROFIL WARNA MINUMAN SARI TEBU Riyadlul Akbar; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.6

Abstract

ABSTRAK Sari tebu memiliki kandungan sukrosa dan membuatnya mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan dengan pemanasan. Di sisi lain, sari tebu juga dapat mengalami kerusakan akibat proses pengolahan yaitu reaksi pencoklatan non enzimatis (karamelisasi), sehingga perlu dilakukan optimasi pada proses pemanasan dengan Response Surface Methodology. Penelitian bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimum pada proses pemanasan sehingga didapat sari tebu dengan profil warna yang optimum sehingga didapatkan suhu dan waktu pemanasan yang optimal untuk mencegah kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme dan kerusakan akibat proses pengolahan. Hasil optimasi yang didapat pada proses pemanasan sari tebu yaitu pada suhu pemanasan 85OC dan waktu pemanasan 1 menit. Sari tebu dengan perlakuan optimum mempunyai total sukrosa sebesar 12.86%; kadar air sebesar 87.13%; %brix sebesar 12.87%; gula reduksi sebesar 1.53% dan Total Plate Count sebesar 8.53 x 106 koloni/ml. Kata Kunci: Karamelisasi, Metode Respon Permukaan, Sari Tebu. ABSTRACT Sugar cane juice has a high sucrose content and makes it susceptible to damage due to microorganism activity, so it needs to be processed by heating. On the other hand, sugar cane juice can also damaged due to processing, namely non-enzymatic browning reactions (caramelization), so it is necessary to optimize the heating process with Response Surface Methodology. The heating process carried out needs to be optimized to get the optimal temperature and heating time to prevent damage due to microorganism activity and damage due to processing. Optimization results obtained in the process of heating sugar cane juice is at 85oC heating temperature and heating time of 1 minute. Sugar cane juice with optimum treatment has a total sucrose of 12.86%; moisture content of 87.13%; % brix of 12.87%; reduction sugar of 1.53% and total plate count of 8.53 x 106 colonies/ml. Keywords: Caramelization, Responses Surface Methodology, Sugarcane Juice
PENGARUH PENAMBAHAN SANTAN KELAPA TERHADAP KUALITAS DONAT Andina Kristy Novitasari; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.7

Abstract

Donat merupakan pangan olahan berbahan dasar tepung terigu, telur, gula, ragi, dan margarin yang difermentasikan dalam waktu tertentu dan digoreng dengan metode penggorengan menggunakan minyak banyak (deep frying). Donat memiliki bentuk seperti cincin. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Response Surface Method (RSM) dengan desain rancangan one factor. Faktor yang dikaji yaitu konsentrasi penambahan santan kelapa (X1) dan respon yang akan dioptimasi yaitu kualitas donat dengan menggunakan pengukuran kekerasan (R1), cohesiveness (R2) dan springiness (R3) pada penyimpanan selama 4, 24, dan 48 jam. Konsentrasi santan kelapa yang ditambahkan yaitu, 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kualitas donat. Konsentrasi penambahan santan kelapa optimum yaitu 30.48% dengan profil tekstur kekerasan sebesar 15.62 mJ, cohesiveness sebesar 0.77 dan springiness sebesar 4.19 mm. Penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kadar air dan daya serap minyak donat (α=0.05), yaitu kadar air 29.48% dan daya serap minyak 9.31%. Kata kunci: Daya Serap Minyak, Donat, Kadar Air, Kualitas, Santan Kelapa.
INOVASI SUSU ALMOND DENGAN SUBSTITUSI SARI KECAMBAH KEDELAI SEBAGAI SUMBER PROTEIN NABATI Sarah Sri Damayanti; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.8

Abstract

Produk olahan almond kini semakin bervariasi, bukan hanya untuk produk makanan  melainkan juga minuman. Salah satu minuman berbasis almond yang mulai diminati adalah susu almond. Namun, kadar protein larut air yang rendah pada susu almond tidak memenuhi standar SNI , maka susu almond harus ditambahkan sumber protein dari luar, seperti kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I adalah teknik blanching almond (water blanching dan steam blanching). Faktor II adalah lama waktu perkecambahan kedelai (12 jam, 20 jam, 28 jam, dan 36 jam). Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan steam blanching almond dan perkecambahan kedelai 36 jam. Hasil analisis perlakuan terbaik produk mempunyai kadar air sebanyak 81.15%, kadar protein 15.01%, kadar lemak 1.99%, karbohidrat by difference 1.11%, kadar abu 0.75%, dan natrium 87.72 ppm. Kata Kunci : Asam Fitat, Blanching, Lama Perkecambahan, Protein Larut Air, Tanin
Co-Authors . Harijono . Qomarudin Adhamatika, Adhima AGUSTIN KRISNA WARDANI Ahmad Dhiaul Khuluq Ahmad Subagio Ahmad Zaki Mubarok Aji Sutrisno Alif Eva Mili Ani Aly Akbar Anang Lastriyanto Anastasia Intan Kurniasari, Anastasia Intan Andina Kristy Novitasari Anisa Leksono Arfat Gati Radite Az Zahra Nur An Shilbi Benediktus Hendra Perkasa Dewanti, Ratna Ayu Djafar , M. Jusuf Elok Waziiroh Ericha Nurvia Alami erika arisetiana dewi, erika arisetiana Faradilla Ramadhani Geyka Ken Sadewa Harianto Harianto Harianto Harianto Heri Purwoto Heri Purwoto Hesti Ramdayani Irawan Setya Wardhana Irsyad Ramadhan Ismawanti , Ratih Dwi Istiqomaturrosyidah Istiqomaturrosyidah Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Juwita Ratna Dewi Kasih, Geugeut Zahra KIKI FIBRIANTO kusnadi, joni kusnadi kusnadi, joni kusnadi Laila Yum Wahibah M. Iqbal Prawira-Atmaja M. Jusuf Djafar Marningsih Doko Patty Muhammad Fitri Aji Nugroho Nadia Nareswari Nanda Triachdiani Nur Oktavia Suci Lestari Pratidina Andayani Purwoto , Heri Putri , Widya Dwi Rukmi Putri, Destiana Adinda Rahayu, Lisa Fitri Rakhmadina, Casilda Aulia Ratih Dwi Ismawanti Ratih Dwi Ismawanti Ratih Kusumawardani Riyadlul Akbar Riyadlul Akbar H. ANR Rizky Ayu Diella Calista Sabilla, Nurrahmah Fitra Sarah Sri Damayanti SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siti Narsito Wulan Sri Hastuti Sudarminto Setyo Yuwono Sudarminto Setyo Yuwono Sulthon Fathoni Sutrisno Adi Prayitno Syarifa Ramadhani Nurbaya Teti Estiasih Tiara, Eta Imeida Tri Susanto Tridtitanakiat, Pavalee Chompoorat Trifany, Lintang Ayu Nisa Wenny Bekti Sunarharum Widya Dwi Rukmi Putri Wulandari, Eka Shinta Yudhistira, Razzan Aldrich Yunindya, Rizka Prima