Claim Missing Document
Check
Articles

DESAIN FREKUENSI KONTROL PADA HYBRID WIND-DIESEL DENGAN PID - PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (PSO) Erwin Dermawan; Aditya Firmanto; Sitti Nurbaya Ambo; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontroler PID merupakan alat pengontrol yang paling efektif dalam penerapanteknologi. Namun, dalam penerapan tersebut sering menjadikan kendala, karena dilakukansecara manual dan memerlukan waktu yang lama. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untukmembahas kinerja optimasi sistem hybrid pada sistem energi pembangkit listrik diesel dengantenaga angin dan membandingkan respon sistem   antara metode PID – PSO dengan metodePID – Firefly, khususnya pada overshoot. Metode penelitian yang digunakan dengan optimaltuning  berbasis algoritma Particle Swarm Optimization  (PSO) menggunakan Matlab Code,untuk sistem waktu  tunda  tertentu. Desain kontrol PID untuk sistem dengan waktu  tundatidaklah mudah. PID berbasis PSO mempunyai kelebihan dalam implementasinya stabil.Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sistem ᮮontrol PID berbasis PSO ini memiliki kinerjarespon sistem yang baik dibandingkan metode PID – Firefly. Kata kunci : PID, PSO, Matlab, PID-Firefly
ANALISA KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK JAKARTA DAN BANTEN PERIODE TAHUN 2011-2013 Erwin Dermawan; Agus Ponco; Syaiful Elmi
Technologic Vol 5, No 2 (2014): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v5i2.148

Abstract

Unit-unit pembangkit bertugas menyediakan daya dalam sistem tenaga listrik agar beban dapat terlayani. Unit pembangkit dapat mengalami gangguan setiap waktu. Gangguan tersebut mengakibatkan pembangkit tidak dapat beroperasi. Jika gangguan ini terjadi pada saat yang bersamaan atas beberapa unit pembangkit yang besar, maka ada kemungkinan daya tersedia dalam sistem berkurang sedemikian besarnya sehingga sistem tidak cukup dapat melayani beban. Keandalan sistem kelistrikan harus selalu dijaga dan ditingkatkan, agar kebutuhan beban dapat terlayani. Dengan demikian maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui baik atau tidaknya keandalan suatu sistem setiap tahun. Keandalan sistem kelistrikan dapat diketahui dengan menghitung nilai LOLP dengan satuan hari/tahun. Semakin kecil nilai LOLP maka semakin baik tingkat kendalan suatu sistem kelistrikan. Pada tahun 2011-2013 sistem kelistrikan Jakarta dan Banten telah memenuhi standar. Nilai LOLP tahun 2011 adalah 0,291541 hari, LOLP tahun 2012 adalah 0,592571 hari, LOLP tahun 2013 adalah 0,010352 hari
Perencanaan Sistem Pembangkit Listrik Hybrid (Panel Surya dan Diesel Generator) pada Kapal KM. Kelud Prian Gagani Chamdareno; Eko Nuryanto; Erwin Dermawan
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 2, No 1 (2019): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.17 KB) | DOI: 10.24853/resistor.2.1.59-64

Abstract

Energi menjadi salah satu isu yang dihadapi oleh Indonesia saat ini bahkan dunia, karena ketidakseimbangan antara ketersediaan energi dengan kebutuhanya. Isu lainnya adalah pemanasan global, dimana Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Paris, Perancis tahun 2015 lalu (COP21) telah berkomitmen untuk menurunkan emisi bersama dengan negara-negara lainnya. Penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energi saat ini masih menjadi prioritas utama. Akibatnya, kondisi ketersediaan bahan bakar fosil didalam perut bumi akan menjadi semakin cepat menipis. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil merupakan salah satu penyebab global warming dan hujan asam akibat emisi gas yang dihasilkan dan dibuang ke lingkungan. Secara geografis Indonesia terletak diantara dua samedera yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan menghubungkan benua Asia dan benua Australia. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan berdasarkan konvensi UNCLOS tahun 1982. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau, dengan garis pantai lebih dari 99.000 km, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada. Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas, dimana 2/3 dari wilayah negara ini adalah laut.Potensi untuk pembangkit hybrid pada kapal sangatalah menjanjikan. Dengan Sistem pembangkit listrik hybrid (PV dan Generator) ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar dan gas buang emisi pada kapal KM.Kelud ketika bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.
Desain dan Analisa Permanen Magnet Motor Sinkron untuk Aplikasi pada Lift Prian Gagani Chamdareno; Erwin Dermawan; Hendra Octafriandi
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 2, No 2 (2019): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.901 KB) | DOI: 10.24853/resistor.2.2.113-120

Abstract

Dengan hadirnya permanent magnet motor synchronous, dapat meningkatkan effisiensi pada motor dan dapat mengurangi torsi, pembahasan dalam hal ini adalah motor 4 kw yang di rancang dengan menggunakan software ANSYS Maxwell 16 dan di bandingkan dengan motor sinkron gearless yang saat ini ada di pasaran
Studi Analisa Start-Up Gas Turbin Memanfaatkan Generator Utama sebagai Motor Penggerak Mula dengan Menggunakan Static Frequency Converter (Sfc) pada Unit Blok 1-2 PT. PJB Unit Pembangkitan Muara Tawar Erwin Dermawan; Prian Gagani Chamdareno; Ady Rogo Priyono
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 2, No 2 (2019): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.644 KB) | DOI: 10.24853/resistor.2.2.83-88

Abstract

Abstrak Proses start-up pembangkit merupakan proses yang krusial dalam proses beroperasinya pembangkit. Proses start-up yang handal, aman dan efisien sangat diperlukan. Terutama pada PLTGU sebagai pembangkit peakload yang hampir setiap hari mengalami proses start-stop. Proses start-up gas turbin membutuhkan starting device yang handal, aman dan effisien sehingga proses start-up tercapai sesuai target. pada saat diminta oleh P2B untuk memenuhi kebutuhan jaringan. Static frequency converter digunakan pada PLTGU Muara Tawar untuk mengubah generator utama gas turbin menjadi motor starter pada saat proses start-up gas turbin. SFC digunakan mulai dari 0rpm hingga 2500rpm pada proses tersebut. Pada putaran 2500rpm, gas turbin diputar menggunakan bahan bakar utamanya (gas/hsd) yang sudah terjadi penyalaan sejak 700rpm. Generator utama yang merupakan generator sinkron diubah menjadi motor sinkron sebagai motor starter. SFC sendiri merupakan kontrol yang terdiri dari converter AC-DC dan DC-AC. Arus AC keluaran SFC merupakan arus AC yang terkontrol frekuensi dan tegangannya. Arus AC terkontrol tersebut dialirkan menuju stator generator dan arus DC dialirkan ke rotor generator.
ANALISA PERHITUNGAN BEBAN KALOR DAN PEMILIHAN KOMPRESOR DALAM PERANCANGAN AIR BLAST FREEZER UNTUK MEMBEKUKAN ADONAN ROTI Erwin Dermawan; Syawaluddin Syawaluddin; Muhammad Reza Abrori; Nelfiyanti Nelfiyanti; Anwar Ilmar Ramadhan
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v1i2.138.141-144

Abstract

Mesin Air Blast Freezer (ABF) adalah salah satu alat pembeku makanan dalam dunia refrigerasi. Dalam perancangan Air Blast Freezer ini, tahapan yang paling menentukan adalah saat perhitungan beban kalor yang akan menjadi acuan bagi perancang dalam pemilihan kompresor. PT. XYZ dalam hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk 2 unit ruangan ABF dengan kebutuhan membekukan adonan roti berkapasitas 250 kg/jam di tiap ruangan melakukan perhitungan beban kalor ABF dengan asumsi total beban kalor sebesar 41,5 kW dan menggunakan kompresor 62WBHE 900rpm sebagai penopangnya. Sehingga saat ini terdapat 2 kompresor tipe 62WBHE 900rpm yang berjalan, dan 2 unit kompresor yang sama direncanakan untuk projek 2 ABF selanjutnya. Kondisi aktual yang didapatkan dengan cara observasi dan analisa perhitungan serta pemilihan kompresor, beban kalor ternyata hanya 37,81 kW, dan cukup apabila hanya menggunakan kompresor 42WBHE 900rpm yang ukurannya lebih kecil dan kebutuhan dayanya juga lebih kecil.
Determining LBMP through Optimal Power Flow in the Electric Power Business Hermagasantos Zein; Yusra Sabri; Erwin Dermawan
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 12, No 7: July 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v12.i7.pp5086-5095

Abstract

The energy crisis has got the serious attention of experts since the middle19th century. Many efforts with significant progresses has been yielded to obtain its solution, such as technology development and diversification of primary energy sources, but the threat of the energy crisis has not been able to be avoided. Early tahun 1990, attention of experts are focused on energy savings, operating efficiencies and transparency. As a result, they have recommended changing the electric power business of the monopoly system to the market system, competition. In a competitive system, the problems will be more complex, especially in the energy price through optimization. One of the popular energy pricing methods today is LBMP, Locational Based Marginal Price, which has been successfully applied by New York, US. Generally, it is determined through ED, Economic Dispatch, calculations. In this case, Operator must do the complicated adjustments, especially for congestion conditions, so that thier results can be applied to the network. The simulation results, both heavy and light loads, showed that the OPF with step reduction can work well. Comparing with ED has to done some adjustments because a few contraints were out of their limits.
Studi Perencanaan Pengaturan Kecepatan Motor BLDC pada Gerobak Listrik dengan Driver Votol EM-30S Eka Samsul Ma'arif; Budiyanto Budiyanto; Erwin Dermawan; Prian Gagani Chamdareno
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.5.2.137-144

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengulas tentang Gerobak listrik sebagai salah satu solusi untuk memperluas jangkauan dan menaikkan omset penjualan bagi pelaku UKM. Motor penggerak listrik yang digunakan adalah BLDC 500 Watt dengan driver Votol EM-30S. Pengaturan kecepatan motor listrik harus dilakukan agar kecepatan gerobak dapat dijaga sesuai dengan peraturan pemerintah dan tetap aman meskipun dioperasikan oleh pegendara yang berbeda. Studi perhitungan kecepatan gerobak dilakukan dengan mengukur diameter roda yang diformulasikan dengan perhitungan kecepatan putaran motor BLDC.  Perhitungan kecepatan maksimum yang dapat dicapai oleh gerobak dengan roda penggerak berdiamter 66 cm dan kecepatan putaran motor 400 rpm menghasilkan nilai 50 km/jam. Dengan demikian, pembatasan perlu dilakukan pada driver agar kecepatan maksimum gerobak dapat dikendalikan sesuai peraturan, yaitu 25 km/jam. Pengaturan dilakukan menggunakan software dengan 3 level kecepatan, yaitu batas atas kecepatan rendah dengan putaran 30% atau setara dengan 15 km/jam, kecepatan sedang dengan putaran 40% atau setara dengan 20 km/jam dan kecepatan tinggi dengan putaran 50% atau setara dengan 25 km/jam.Kata Kunci : gerobak listrik, motor BLDC, driver, kecepatanABSTRACTThis research reviews electric carts as a solution to expand reach and increase sales turnover for SMEs. The electric drive motor used is a 500 Watt BLDC with a Votol EM-30S driver. Adjustment of the speed of the electric motor must be done so that the speed of the cart can be maintained in accordance with government regulations and remains safe even if it is operated by different riders. The study of cart speed calculations was carried out by measuring the wheel diameter which was formulated by calculating the rotational speed of a BLDC motor. Calculation of the maximum speed that can be achieved by a wheelbarrow with a drive wheel diameter of 66 cm and a motor rotation speed of 400 rpm produces a value of 50 km/hour. Thus, restrictions need to be placed on drivers so that the maximum speed of the cart can be controlled according to regulations, which is 25 km/hour. Settings are made using software with 3 speed levels, namely the upper limit of low speed with 30% rotation or the equivalent of 15 km/h, medium speed with 40% rotation or the equivalent of 20 km/h and high speed with 50% rotation or the equivalent of 25 km/h.Keywords : electric cart, BLDC Motor, driver, speed
Implementasi Penggunaan Motor Brushless DC pada Gerobak Listrik Prian Gagani Chamdareno; Eka Samsul Ma’arif; Budiyanto Budiyanto; Erwin Dermawan
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 1 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.1.43-46

Abstract

ABSTRAK                                Penggunaan gerobak lsitrik untuk meningkatkan jangkauan dagangan bagi pelaku usaha keliling saat ini menjadi hal yang patut mendapat perhatian di karena di era modern seperti ini sangat erat kaitannya dengan kendaraan berbasis listrik. Banyak jenis motor listrik yang di gunakan sebagai penggerak gerobak listrik, namun pada penelitian ini penulis mencoba menggunakan motor brushless DC sebagai penggerak gerobak listrik tersebut. Setelah melalui tahapan desain, rancangan dan uji coba ternyata gerobak listrik dengan menggunakan motor brushless DC ini dapat di implememtasikan pada gerobak listrik. Sehingga d engan adanya gerobak listrik dapat mempermudah para pelaku usaha atau pedang keliling dalam mejajakan dagangannya sehingga jangkauan pasarnya lebih luas dan diharapakan mendapatkan hasil yang lebih banyak.  Kata Kunci : gerobak listrik, motor brushless DC ABSTRACT The use of electric carts to increase the range of merchandise for mobile business actors is currently something that deserves attention because in this modern era it is very closely related to electric-based vehicles. Many types of electric motors are used to drive the electric cart, but in this study the authors tried to use a brushless DC motor to drive the electric cart. After going through the design, design and trial stages it turned out that the electric cart using a brushless DC motor could be implemented on an electric cart. So that the existence of an electric cart can make it easier for business actors or traveling swordsmen to peddle their wares so that the market reach is wider and it is hoped that they will get more results. Keywords: electric cart, brushless DC
Analisa Perbandingan Aliran Daya Optimal pada Sistem Standar IEEE 30 Bus Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization (PSO) dan Gray Wolf Optimizer (GWO) Saputra, Billy Figi Glan; Chamdareno, Prian Gagani; Dermawan, Erwin; Budiyanto, Budiyanto
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.59-64

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menyajikan optimasi aliran daya yang dilakukan guna mengetahui besarnya daya optimal pada setiap pembangkit agar didapatkan total biaya pembangkitan yang seminimal mungkin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menerapkan serta membandingkan dua metode metaheuristic dalam mengatasi permasalahan aliran daya optimal. Pada penelitian ini metode metaheuristic yang dipakai adalah metode Particle Swarm Optimization (PSO) dan metode Gray Wolf Optimizer (GWO). Berdasarkan hasil simulasi dari softare MATLAB didapatkan beban puncak sebesar 283.4 MW. Pada metode Particle Swarm Optimization (PSO) diperoleh total daya pembangkitan sebesar 302.3016 MW, rugi-rugi transmisi sebesar 18,9016 MW, dan total biaya pembangkitan sebesar 553,8839 $/hr. Sedangkan metode Gray Wolf Optimizer (GWO) diperoleh total daya pembangkitan sebesar 301,5520 MW, rugi-rugi transmisi sebesar 18,1520 MW, dan total biaya pembangkitan sebesar 550,7075 $/hr. Berdasarkan grafik konvergensi didapatkan metode PSO lebih cepat dalam mengoptimasi aliran daya jika dibandingkan dengan metode GWO. Kata Kunci : Aliran Daya Optimal, Metaheuristik, PSO, GWOABSTRACTThis article presents the power flow optimization carried out in order to determine the optimal amount of power for each generator in order to obtain the minimum total generation cost. The purpose of this research is to apply and compare two metaheuristic methods in solving optimal power flow problems. In this research, the metaheuristic method used is the Particle Swarm Optimization (PSO) method and the Gray Wolf Optimizer (GWO) method. Based on the simulation results from the MATLAB software, the peak load is 283.4 MW. In the Particle Swarm Optimization (PSO) method, a total generation power of 302.3016 MW is obtained, transmission losses are 18.9016 MW, and a total generation cost is 553.8839 $/hr. While the Gray Wolf Optimizer (GWO) method obtained a total generation power of 301.5520 MW, transmission losses of 18.1520 MW, and a total generation cost of 550.7075 $/hr. Based on the convergence graph, it is found that the PSO method is faster in optimizing power flow when compared to the GWO method.Keywords : Optimal Power Flow, Metaheuristic, PSO, GWO