Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Anthropometry–Kansei for ergonomic assistive device design Meri Andriani; Dewiyana Dewiyana; Taufan Arif Adlie; Nurmalawati Nurmalawati; Yusri Nadya; Leni Putma Sari; Bayu Revanza; Novianda Novianda; Yusnawati Yusnawati
Jurnal Polimesin Vol 24, No 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i1.8345

Abstract

Manual work using non-ergonomic tools at the packaging station causes workers to bend over for long periods. This condition can increase the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), thereby reducing worker productivity. The objectives of this study were to determine the greatest pain complaints from workers, design ergonomic aids to reduce MSDs complaints, and analyze worker responses to the ergonomic aids created. The methods used included worker anthropometric measurements, percentile determination, statistical tests to ensure data usability, and Kansei Engineering to identify worker interest in the tool. Results and discussion, popliteal length, popliteal height, and hip width are the dimensions used to design the tool. All dimensions were tested statistically. In the data sufficiency test, all data were declared valid, the data reliability test was declared reliable, and the data normality test stated that the data were normally distributed. The percentile used was the 50th percentile. Worker responses to the tool were evaluated using Kansei Engineering using nine Kansei words. All Kansei words were declared valid with values (0.407- 0.850) exceeding the r-table value, and the reliability test (0.707- 0.791) was declared greater than the Cronbach Alpha limit (5%), so all Kansei words were reliable. In conclusion, the ergonomic aids for packaging workers have a length of 43.65 cm, a height of 44.40 cm, and a width of 33.35 cm, while the evaluation of the aids produced seven descriptors with the highest scores, namely comfortable to use (0.940), safe to use (0.935), light (0.911), easy to use and move (0.913), simple design (0.920), flexible to use (0.951), and very functional when used in the workplace (0.938).
Identifikasi Potensi Bahaya Pada Stasiun Boiler Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) Pada PT. XYZ Malahayati .; Yusnawati Yusnawati
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i1.11397

Abstract

Stasiun boiler di pabrik kelapa sawit memiliki tingkat potensi bahaya kerja yang tinggi, sehingga diperlukan analisis sistematis untuk mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menetapkan langkah pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada stasiun boiler PT. XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil identifikasi menunjukkan lima aktivitas utama berpotensi bahaya, yaitu memasukkan fiber dan cangkang ke ruang bakar, membuka steam trap, melakukan blowdown, mengeluarkan resin dari softener, dan mengoperasikan feed water pump. Penilaian risiko mengkategorikan 2 aktivitas dalam risiko tinggi, 1 aktivitas dalam risiko sedang, dan 2 aktivitas dalam risiko rendah. Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan hierarki pengendalian, mencakup rekayasa teknik, administrasi, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Implementasi pengendalian yang efektif diharapkan dapat menurunkan potensi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan operasional di stasiun boiler.
Analisis aktivitas pekerja di galangan kapal menggunakan metode work sampling untuk meningkatkan produktivitas pekerja Muhammad Zeki; Yusri Nadya; Meri Andriani; Yusnawati Yusnawati; Fina Puspitasari
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 7 No 2 (2026): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v7i2.2394

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam keberhasilan industri galangan kapal. Namun, pada bagian perbaikan boiler kapal masih ditemukan aktivitas non-produktif (idle time) yang menurunkan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase produktivitas pekerja melalui metode Work Sampling, dan memberikan rekomendasi perbaikan agar dapat mengurangi waktu tidak produktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan observasi langsung selama 15 hari terhadap dua operator, masing-masing diamati sebanyak 71 sampel per hari. Data dianalisis menggunakan uji keseragaman, uji kecukupan, Rating Factor, Allowance, serta perhitungan Labor Utilization Rate (LUR). Hasil dan penelitian menunjukkan bahwa nilai LUR Operator 1 sebesar 73,52% dan Operator 2 sebesar 73,87%, dengan rata-rata 73,7%. Artinya, sekitar tiga perempat waktu kerja telah digunakan untuk aktivitas produktif, sedangkan 26,3% sisanya terbuang untuk aktivitas non-produktif seperti menunggu material, percakapan non-kerja, dan meninggalkan area kerja. Nilai tersebut lebih rendah dari standar industri (85–90%), sehingga masih terdapat peluang peningkatan produktivitas sekitar 12–15%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat produktivitas pekerja di bagian perbaikan boiler kapal PT Waruna Shipyard Indonesia berada pada angka 73,7%, yang menunjukkan adanya selisih signifikan terhadap standar produktivitas industri. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan aspek manusia melalui pelatihan, briefing harian, dan sistem reward; penyempurnaan metode kerja dengan perbaikan SOP, rotasi kerja, serta penjadwalan terkoordinasi optimalisasi pengadaan material dan penyediaan alat bantu; serta penataan area kerja dan pengurangan kebisingan pada lingkungan kerja.
DIVERSIFKASI IKAN BANDENG MENJADI PRODUK OLAHAN MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DI KOPERASI SERBA USAHA MUARA TANJUNG Muslimah Muslimah; Taufan Arif Adlie; Yusnawati Yusnawati; Aidil Fitriyansah; Dito Tegar Iswara; Rico Yolanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5017-5024

Abstract

Koperasi serba usaha (KSU) Muara Tanjung (mitra) adalah sebuah koperasi bergerak di bidang pengolahan ikan bandeng dan pemasok kebutuhan pertanian dan perikanan untuk masyarakat setempat. mitra berlokasi di desa Tanjung Minjei Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu daerah pesisir di provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Timur memiliki produksi ikan bandeng 2.338 ton per tahun. Budidaya ikan bandeng di daerah mitra di tambak-tambak milik warga. Nilai gizi yang tinggi dan rasa yang lezat merupakan ciri ikan tersebut.  selain itu ikan bandeng memiliki duri yang cukup banyak diseluruh tubuh ikan, hal ini sangat menggangu penikmat bandeng. Mitra sudah mengolah ikan bandeng tanpa duri. Selama ini sistem produksi dilakukan berdasarkan pesanan. Permasalahan yang terjadi adalah pada proses produksi terdapat limbah yang selalu dibuang yaitu duri ikan yang terdapat diseluruh tubuh ikan. Padahal duri ikan memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti kalsium dan protein, selain itu banyaknya bahan baku yang tersedia sangat disayangkan apabila ikan bandeng hanya diolah hanya menjadi ikan bandeng tanpa duri saja. Permasalahan yang lain adalah belum ada kemasan agar produk yang dihasilkan mudah diterima oleh masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memanfaatkan limbah produksi dan menambah variasi produk yang dihasilkan oleh mitra sehingga jumlah produk yang dihasilkan bertambah serta mendesain kemasan. Tahapan kegiatan pengabdian ini adalah pengadaan komponen produksi, perakitan mesin dan peralatan produksi, uji coba mesin dan peralatan, desain kemasan, penerapan teknologi, dan pendampingan operasional. Diversifikasi produk yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian adalah kerupuk tulang ikan, kerupuk bandeng, bakso ikan bandeng, dan nugget ikan bandeng.