Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Keperawatan

Hubungan Posisi Belajar dan Lama Duduk dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Yusnaini Siagian; liza wati; Linda Widiastuti; Soni Hendra Sitindaon
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i1.303

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah keluhan nyeri seseorang yang dapat disebabkan oleh posisi dan lama duduk. Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang banyak dirasakan mahasiswa selama pembelajaran daring. Nyeri punggung bawah menyebabkan terbatasnya aktifitas sehingga dapat membuat seseorang tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 246 mahasiswa dan sampel yang diambil berjumlah 152 mahasiswa Stikes Hang Tuah Tanjungpinang yang memenuhi kriteria inklusi. Tehnik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak mahasiswa berumur 20-29 tahun yaitu 102 orang (67,1%), mayoritas perempuan sebanyak 127 orang (83,6%), paling banyak mahasiswa program studi S1 keperawatan reguler yaitu sebanyak 64 orang (42,1%) dan sebagian besar mahasiswa memiliki IMT dengan kategori berat badan normal sebanyak 43 orang (28,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan posisi belajar (p value 0,000), lama duduk (p value 0,000), usia (p value 0,000), dan IMT (p value 0,000). Namun tidak ada hubungan kejadian nyeri punggung bawah dengan jenis kelamin (p value 0,152). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan posisi belajar dan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah. Saran bagi mahasiswa agar memperhatikan lama, sikap duduk dan cara duduk saat perkuliahan sehingga kelelahan atau ketegangan pada punggung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit. Bagi dosen memberikan waktu bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat. Kata kunci : Posisi Belajar, Lama Duduk, Kejadian Nyeri Punggung Bawah
HUBUNGAN PAPARAN MATAHARI, MEROKOK DAN ALKOHOL DENGAN KEJADIAN KATARAK PADA NELAYAN DAERAH PESISIR liza wati
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v5i2.348

Abstract

Katarak adalah proses degeneratif berupa kekeruhan di lensa bola mata menyebabkan menurunnya kemampuan penglihatan sampai kebutaan. Masalah katarak merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat pesisir pantai. Kabupaten Bintan merupakan wilayah industri perikanan yang 95 % luas wilayah perairan. Sebagian besar masyarakat tersebut bekerja sebagai nelayan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok, konsumsi alcohol dan paparan sinar UV dengan kejadian katarak pada nelayan di Pesisir Kawal Pantai. Desain penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. waktu pelaksanaan penelitian adalah bulan Maret s.d Agustus 2022 di daerah Pesisir Kawal Pantai Kabupaten Bintan. Populasi penelitian adalah nelayan sebanyak 827 orang. Jumlah sampel 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan analisis Chi-square dan Odds Ratio. Analisis univariat didapatkan usia responden terbanyak ≥ 40 tahun sebanyak 57,5%, responden merokok sebanyak 90,0%, responden yang terpapar sinar uv selama > 4 jam sebanyak 55,0%, responden yang tidak mengkonsumi alkohol sebanyak 62/5%, responden yang menderita katarak sebanyak 50,0%. Analisi bivariat menggunakan Chi square didapatkan variable kebiasaan merokok ( p value =0,10 ) dan konsumsi alkohol (p value =0,10 ) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian katarak. Variabel paparan sinar UV (p value = 0,057) terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian katarak. Analisis dengan odds ratio dengan hasil nilai OR 1,000 artinya responden yang memiliki kebiasaan merokok lebih berisiko 1 kali mengalami katarak , nilai OR 3,500 artinya responden yang terpapar sinar uv > 4 jam lebih berisiko 3 kali mengalami katarak, nilai OR 3,000 artinya responden yang mengkonsumsi alkohol 3 kali lebih berisiko mengalami katarak.