Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Farmaka

Upaya Pengawasan BBPOM di Bandung Dalam Kejadian Penyalahgunaan Obat SILVI WULANDARI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.019 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14734

Abstract

Penyalahgunaan obat merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat saat ini. Jenis obat yang sering disalahgunakan adalah golongan narkotik, psikotropik dan obat-obatan lain yang mengandung zat adiktif. Salah satu kegiatan pengawasan dalam kasus penyalahgunaan obat adalah dengan melakukan pemeriksaan sarana apotek oleh pihak BBPOM di Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya BBPOM di Bandung sebagai unit pelaksana teknis BPOM dalam melakukan pengawasan peredaran obat yang sering disalahgunakan. Pemeriksaan dilakukan disalah satu apotek di wilayah Kab. Bandung dan merupakan pemeriksaan non rutin, serta tidak diketahui oleh pemiliki sarana. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 245 tablet diduga  tramadol yang sudah dikemas dalam beberapa plastik kecil serta temuan lainnya yang berkaitan dengan aspek manajerial apotek. Seluruh temuan yang melanggar hukum selanjutnya akan dilaporkan kepada pihak BPOM oleh BBPOM di Bandung. 
WEWENANG DAN ALUR PEMERIKSAAN OLEH BALAI BESAR PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN BANDUNG TERHADAP KASUS TEMUAN PARASIT CACING PADA PRODUK MAKEREL YOVIA RIZKI ARRAHMAN; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.177 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16736

Abstract

Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) terdiri dari tiga lapis, antara lain sub-sistem pengawasan pelaku usaha (produsen), sub-sistem pengawasan pemerintah/BPOM, dan sub-sistem pengawasan konsumen. Kegiatan pengawasan obat dan makanan dilakukan melalui pengawasan ­pre-market dan post-market. Salah satu bentuk pengawasan post-market yang dilakukan yaitu sampling yang dilakukan oleh BPOM adalah terhadap sampel kasus makerel Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan wewenang dan alur pemeriksaan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) terhadap kasus temuan parasit cacing pada produk makerel di Bandung, Jawa Barat. makerel termasuk kedalam pangan olahan yang wajib teregistrasi dan diproduksi skala industri sehingga menjadi kewenangan BPOM untuk melaksanakan pengawasan terhadap produk yang telah dihasilkan. Alur pemeriksaan oleh BBPOM Bandung dimulai dari sampling pada sarana distribusi secara acak sampai dibuatnya laporan hasil uji atau (LHU) untuk dilaporkan kepada Badan POM.Kata Kunci: pengawasan, ­post-market, sampling, makerel. parasit cacing, obat dan makanan.
REVIEW ARTIKEL :WARFARIN DAN INTERAKSINYA DENGAN OBAT OBAT LAIN (ANTIDEPRESAN, ANTIBIOTIK, ANTIINFLAMASI NONSTEROID, DAN PARASETAMOL) syafira aulia; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.265 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17427

Abstract

Warfarin sangat populer digunakan sebagai antikoagulan semenjak tahun 1954. Namun, warfarin ini masih memiliki keterbatasan, yakni indeks terapi yang sempit serta interaksinya dengan obat dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Obat obat yang memiliki interaksi antara lain sertraline, citalopram-escitalopram, paroxetin, fluvoxamine, fluoxetine, venlafaxine, duloxetin, azithromycin, levofloxacin, trimetoprim /sulfametoksazol, antifungi golongan azol, meloxicam, dan paracetamol. Efek interaksi ini dapat berupa risiko pendarahan, peningkatan International Normalized Ratio (INR) hingga toksisitas warfarin.
REVIEW: TANAMAN OBAT UNTUK PENGINDUKSI TIDUR/ ANSIOLITIK Billy Dwi Saputra; Resmi Mustarichie; Jutti Levita
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.27694

Abstract

Insomnia adalah keadaan dimana seseorang memiliki masalah dengan tidur dan berpengaruh terhadap kehidupannya. Kondisi tersebut menyebabkan kelelahan pada siang hari yang berujung pada sulitnya beraktivitas pada siang hari. Berbagai jenis obat penenang konvensional telah banyak digunakan dalam menangani kondisi ini, namun penggunaannya memiliki efek residual yang besar. Tanaman herbal digunakan sebagai alternatif dalam hal efek samping.  Tujuan dari artikel review ini untuk memberikan informasi mengenai tanaman obat untuk penginduksi tidur/anti ansietas dan menggambarkan potensi manfaat serta masalah keamanan. Metode pencarian literatur menggunakan PubMed dan Google Scholar. Terdapat banyak tanaman yang memiliki aktivitas penginduksi tidur (sedatif) dan ansiolitik yang berpotensi menjadi anti-insomnia menggantikan obat konvensional yang memiliki efek samping yang besar. Pengujian in vitro, in vivo hingga klinis telah banyak dilakukan terhadap tanaman herbal dengan berbagai aktivitasnya dan efek samping yang lebih rendah.Kata Kunci: Insomnia, penginduksi tidur, ansiolitik , tanaman herbal
AKTIVITAS ANTIDIABETES BEBERAPA TANAMAN DI INDONESIA SRI INDRAYANI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2154.952 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22233

Abstract

REVIEW ARTIKEL : PENGAPLIKASIAN INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM MANUFAKTUR INDUSTRI FARMASI DI ERA INDUSTRI 4.0 Agung Putu Surya Purna Kristyawan; Resmi Mustarichie; Lusius Ari Wardoyo
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.37726

Abstract

ABSTRAKInternet of things atau IOT ialah suatu jaringan yang menghubungan antar objek secara terbuka dan komprehensif yang digunakan untuk mengatur, membagikan informasi dan data secara otomatis serta merespon suatu situasi dan perubahan pada lingkungan. Tujuan kajian review artikel ini untuk membahas mengenai Internet of Things dari segi pemahaman dasar, menjelaskan komponen penyusun Internet of Things, dan penerapannya dalam manufaktur industri farmasi. Metode penulisan review artikel ini yaitu studi literatur dengan artikel ilmiah yang dicari di search engine ScienceDirect dan google scholar dengan keyword “Internet of Thing in Manufacturing”, dan “Internet of Thing in Pharmaceutical Industry”. Dari pengkajian review artikel ini diketahui Terdapat tiga teknologi vital pada IoT yaitu Radio-frequency Identification (RFID), Wireless sensor Network (WSN) dan Cloud computing. IoT yang diterapkan dalam manufaktur industri farmasi dapat membantu menghubungkan tiap komponen yang dibutuhkan dalam proses manufaktur sehingga proses manufaktur dapat berjalan secara efisien, peningkatan kualitas produk, memudahkan dalam perawatan mesin serta penggunaan energi yang lebih efisien.ABSTRACTInternet of things or IoT is a network that connects objects in an open and comprehensive manner that is used to organize, share information and data automatically and respond to situations and changes in the environment. The purpose of this article review is to discuss the Internet of Things in terms of a basic understanding, explain the components of the Internet of Things, and their application in manufacturing the pharmaceutical industry. The method of writing this article review is a literature study with scientific articles searched on the search engine ScienceDirect and google scientist with the keywords "Internet of Thing in Manufacturing", and "Internet of Thing in Pharmaceutical Industry". From the review of this article, it is known that there are three vital technologies in IoT, namely Radio-frequency Identification (RFID), Wireless Sensor Network (WSN) and Cloud computing. IoT applied in the pharmaceutical manufacturing industry can help connect every component needed in the manufacturing process so that the manufacturing process can run efficiently, improve product quality, facilitate machine maintenance and use more efficient energy
REVIEW ARTIKEL: ANALISIS BEBAN KERJA DI INDUSTRI FARMASI INGKA TISYA GARNISA; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34923

Abstract

Industri farmasi merupakan perusahaan pembuatan obat atau bahan obat yang secara resmi memperoleh izin dari Menteri Kesehatan. Dalam pelaksaan kegiatannya, personel yang bekerja haruslah memadai, tidak dibebani tanggung jawab berlebih, terkualifikasi dan berpengalaman untuk menghindari risiko terhadap pembuatan mutu suatu obat. Diperlukan analisis beban kerja di dalam suatu perusahaan supaya kebutuhan personel yang terlibat terpenuhi baik dari segi kualitas dan kuantitas. Terdapat perhitungan jumlah operator yang diperlukan dan Full Time Equivalent (FTE) dalam menentukan beban kerja. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi sebagai evaluasi bagaimana beban kerja di perusahaan khususnya di Industri Farmasi. Kata Kunci: Analisis beban kerja, FTE, personel  ABSTRACTPharmaceutical industry is a drug or drug manufacturing company that officially obtains permission from the Minister of Health. In the implementation of its activities, the personnel who work must be adequate, not over-burdened, qualified and experienced to avoid the risk of making the quality of a drug. Workload analysis is required within a company so that the needs of the personnel involved are met both in terms of quality and quantity. There calculations were the number of operators required and Full Time Equivalent (FTE) in determining workloads. This review is expected to provide information as an evaluation of how the workload in the company, especially in the Pharmaceutical Industry. Keyword: Workload analysis, FTE, personnel
REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA BEBERAPA TANAMAN DI INDONESIA Zakiatun Azma Amani; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.895 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17426

Abstract

ABSTRAKDiabetes melitus merupakan kumpulan berbagai macam sindrom yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), perubahan metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Untuk mengobati diabetes mellitus, digunakan obat antihiperglikemia. Banyak tanaman herbal yang dilaporkan memiliki aktivitas antihiperglikemia karena memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan yaitu flavonoid. Dari 13 tanaman yang didapat dari sumber jurnal didapatkan bahwa Peperomia pellucida [L.] Kunth memiliki aktivitas antihiperglikemia terbesar dengan dosis 40 mg/Kg BB.Kata kunci     : Diabetes melitus, Antihiperglikemia, Tanaman herbal ABSTRACTDiabetes mellitus consists of a group of syndromes characterized by hyperglycemia, altered metabolism of lipids, carbohydrates, and proteins. Diabetes mellitus can be treated by antihyperglicemic agent. Many plants have been reported have activity as antihyperglicemic agent because they have  flavonoid as antioxidant. From 13 plants that have been reviewed from data source like journals, Peperomia pellucida [L.] Kunth (40 mg/Kg BB)  has the highest effect of antihyperglicemic effect.Keywords        : Diabetes mellitus, Antihyperglicemia agent, Medicinal plants 
Review: Peneran Data Integrity di Industri Farmasi IRBAH ARIFA; RESMI MUSTARICHIE
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27247

Abstract

Data integrity adalah suatu tingkatan suatu data disajikan secara lengkap, akurat konsisten, terpercaya, dan dapat diandalkan.. Dalam beberapa waktu terakhir, pengamatan terkait data integrity ketika inspeksi Good Manufacturing Practice (GMP), Good Clinical Practice (GCP), dan Good Laboratory Practice (GLP) meningkat. Tujuan penulisan tinjauan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai data integrity, pelanggaran terhadap data integrity dan strategi solusi penerapan data integrity di industri farmasi.   Artikel review ini dibuat dengan melakukan penelusuran jurnal-jurnal yang terdapat dalam PubMed, ScienceDirect, dan situs jurnal lainnya. Inspeksi yang dilakukan oleh FDA, EU, dan  WHO menunjukkan bahwa adanya ketidakpatuhan berupa temuan kesalahan data ataupun data yang menyesatkan saat melakukan proses inspeksi. Ketidakpatuhan tersebut berasal dari ketidakmampuan sistem yang diterapkan. Sistem tersebut tidak cukup kokoh untuk menghambat kegagalan terhadap integritas dari data, gagal dalam mendeteksi kasus ketika integritas tersebut hilang, dan gagal menginvestigasi akar permasalahan dari suatu kegagalan. Beberapa strategi yang sudah diterapkan untuk menjaga data integrity adalah pembentukan Data and Safety Monitoring Board (DSMB) untuk melakukan proses monitoring, pengembangan metode audit yang dapat mengidentifikasi data kritis dan proses yang diperlukan untuk melindungi subjek dan integritas dari suatu investigasi, penerapan Structured Content Management (SCM), dan memastikan siklus hidup dari suatu proses analisis terstruktur dengan baik.
REVIEW: TANAMAN HERBAL BERKHASIAT SEBAGAI OBAT ANTIALOPECIA ALVIN AL BAIHAQI; Resmi Mustarichie
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.527 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22242

Abstract

Alopecia atau kebotakan adalah penyakit dimana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari rambut yang tumbuh. Dibedakan menjadi tiga jenis yaitu alopecia areata, androgenetic alopecia dan traction alopecia. Obat anti alopecia yang disetujui oleh FDA baru berjumlah dua, sehingga obat herbal menjadi alternatif yang menarik bagi kelangsungan perkembangan pengobatannya. Dalam review ini disajikan 11 tanaman  berbeda dari berbagai daerah yang berpotensi menjadi obat alternatif anti alopecia.Kata kunci : Alopesia, antialopesia, tanaman herbal