Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edukasi

Syekh Nawawi Al-Bantani: Ulama Indonesia Sebagai Motivator Bagi Generasi Sesudahnya Muthalib, A.; Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Edukasi Vol 13 No 1 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i1.3023

Abstract

Artikel ini mengkaji peran dan pengaruh Syekh Nawawi al-Bantani sebagai ulama Indonesia yang berpengaruh dalam memberikan motivasi dan teladan bagi generasi sesudahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, kami menggunakan metode Sejarah yang meliputi: Heuristik (proses pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (analisis data), dan historiografi (proses penulisan sejarah). Melalui tinjauan terhadap karya-karya, pemikiran, dan jejak perjuangannya, penelitian ini menunjukkan bagaimana sosok Nawawi al-Bantani tidak hanya dikenal sebagai ulama prolifik yang memproduksi ratusan kitab (buku), tetapi juga sebagai figur inspiratif yang meletakkan dasar-dasar intelektualisme Islam Indonesia. Artikel ini mengidentifikasi beberapa aspek motivasional dari kehidupan dan pemikiran al-Bantani yang terus menginspirasi generasi ulama dan intelektual Muslim Indonesia hingga saat ini, termasuk etos keilmuan, semangat nasionalisme, adaptabilitas terhadap perubahan zaman, dan konsistensi dalam menjaga tradisi Islam moderat. Hasil dari penelitin ini menunjukkan bahwa warisan intelektual dan spiritual al-Bantani tidak hanya relevan untuk konteks abad ke-19, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan Islam Indonesia modern.
Transformasi Manajemen Pendidikan Di Wilayah Pesisir Inhil: Analisis Dinamika Sosial-Ekonomi Masyarakat Indra Putra, Edi Susrianto; Ahmad; Khairuddin, Khairuddin; Muthalib, A.; Hasnawati, Hasnawati
Jurnal Edukasi Vol 13 No 2 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i2.3406

Abstract

This study reveals that changes in education governance in the coastal areas of Indragiri Hilir Regency occur substantially through the implementation of participatory and collaborative models involving educational institutions, communities, and local government. This paradigm shift is characterized by three key innovations: modification of academic schedules adapted to the economic cycles of fishermen and coconut cultivation; integration of local maritime wisdom values into the curricular system; and strengthening of synergy among educational institutions, students' families, and coastal communities. The main driving elements include increased community expectations toward education, livelihood diversification, and expansion of digital access in coastal areas. Constraints encountered include limited educational facilities, volatility of fishermen families' income, and high student mobility affecting learning continuity. These changes yield positive impacts on improving academic participation, curriculum relevance to local realities, and efficiency of educational institution management. Nevertheless, the sustainability of this transformation requires education policies responsive to the socio-economic characteristics of the coastal communities of Indragiri Hilir.
Pemikiran Reformis Islam: Peran Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Dalam Membentuk Gerakan Pembaruan Awal Abad Ke-20 Muthalib, A.; Indra Putra, Edi Susrianto; Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3522

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi sebagai figur sentral dalam genealogi pemikiran reformis Islam Indonesia pada awal abad ke-20. Melalui pendekatan historis-analitis, penelitian ini menelusuri kontribusi Ahmad Khatib dalam membentuk paradigma pembaruan Islam melalui jaringan intelektual di Mekkah dan transmisi gagasan kepada murid-muridnya yang kemudian menjadi tokoh pembaruan di Nusantara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Syekh Ahmad Khatib berperan sebagai jembatan intelektual antara pemikiran reformis Timur Tengah dengan konteks lokal Indonesia, khususnya melalui kritiknya terhadap praktik adat Minangkabau yang dianggap bertentangan dengan Islam, penekanan pada ijtihad, dan pembentukan jaringan ulama yang melahirkan organisasi-organisasi pembaru seperti Muhammadiyah. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang akar historis gerakan Islam modernis Indonesia dan menunjukkan bahwa pembaruan Islam di Indonesia bukanlah semata-mata adopsi gagasan asing, melainkan hasil dialektika antara tradisi lokal, jaringan ulama, dan dinamika intelektual global.