Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN VOS VIEWER INDEXED OLEH GOOGLE SCHOLAR Luh Putu Tri Karismawati; I Wayan Suryanto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2792

Abstract

Mengkaji masalah problem based dan berpikir kritis dari berbagai penelitian terdahulu yang akanmampu membuka peluang baru untuk menemukan rise-riset yang lebih variatif dan untukmendapatkan keterbaharuan dari sebuah penelitian maka perlu dilakukan analisis terhadap risetterdahulu dengan cara melakukan pemetaan terkait riset dibidang problem based, berpikir kritis yangditerbitkan di berbagai jurnal yang terkandung dalam topik, judul, kata kunci, dan area abstrak.Penelitian dilakukan untuk artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2019-2023. Dari hasilpencarian diperoleh 1000 artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitianbidang problem based dan berpikir kritis mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir, yaitu padatahun 2019 sebesar 281 menjadi 35 artikel pada tahun 2023. Penelitian yang berkaitan denganproblem based dan berpikir kritis yang paling banyak diteliti adalah berpikir kritis itu sendiri.Sedangkan yang paling sedikit adalah dalam penelitian terkait argumentation skill dan HOTS.Penelitian yang memiliki kemutakhiran tertinggi pada kata kunci berpikir kristis adalah modelproblem atau pemecahan masalah. Setiap data dan hasil penelitian tersebut diperoleh berdasarkanhasil analisis pemetaan dengan menggunakan VOSviewer . Ulasan ini tentunya diharapkan dapatmenjadi bahan acuan dan pertimbangan dalam mencari penelitian selanjutnya, khususnya penelitianyang berkaitan dengan bidang problem based dan berpikir kritis.
ANALISIS BIBLIOMETRIK DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING MENGGUNAKAN VOSVIEWER YANG TERINDEKS GOOGLE SCHOLAR Agnes Monica Sabuna; I Wayan Suryanto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik terhadap data bibliografiartikel-artikel penelitian tentang model pembelajaran problem-posing yang terindeks GoogleScholar dengan menggabungkan analisis dari segi sebaran peta bibliometrik denganVosviewer. Selain Vosviewer, analisis ini juga menggunakan software Publish or Perish (PoP)untuk mendapatkan jurnal-jurnal penelitian terdahulu. Problem posing merupakan metodepembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik berpikir kritis dengan caramemancing siswa agar menemukan masalah berlandaskan subjek yang diberikan sehinggamenantang dan memotivasi siswa untuk menyelesaikannya. Model pembelajaran problemposing pertama kali dikembangkan oleh ahli pendidikan asal Brazil, Paulo Freire, pada tahun1970 yang dituangkan dalam buku Pedagogy of the Oppressed. Sebagai sebuah strategipembelajaran, problem-posing melibatkan tiga keterampilan dasar: mendengarkan, berdialog,dan bertindak. Data didapatkan dari google scholar yang diperoleh melalui software PoP.Proses penyaringan data juga dilakukan berdasarkan kata kunci "problem-posing" yangterdapat pada topik, judul, kata kunci, dan abstrak. Pencarian dilakukan pada artikel yangterbit dalam 10 tahun terakhir yaitu rentang 2014-2023, dengan dua kali pencarian padarentang 2014-2018 dan 2019-2023 karena masih sedikitnya penelitian sehingga diperoleh1965 artikel (978 artikel pada 2014-2018 dan 987 artikel pada 2019-2023). Hasil penelitianmenunjukkan penurunan selama 10 tahun terakhir, pada tahun 2014 terdapat 224 menjadi10 artikel pada tahun 2023. penelitian yang paling banyak diteliti terkait problem posing adalah'model’, dan sedikit yang menghasilkan kata kunci ‘critical pedagogy’. Hasil penelitian tersebutdiperoleh berdasarkan hasil analisis pemetaan menggunakan VOSviewer. Ulasan ini tentunyadiharapkan dapat menjadi bahan referensi dan pertimbangan dalam penelusuran penelitianselanjutnya, khususnya penelitian yang berkaitan dengan problem posing
THE IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING ON STUDENTS’ CREATIVITY AND LEARNING MOTIVATION AT SMK PRATAMA WIDYA MANDALA BADUNG: Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kreativitas Dan Motivasi Belajar Siswa di SMK Pratama Widya Mandala Badung Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Wayan Suryanto; Putu Andyka Putra Gotama
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 1 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i1.6948

Abstract

Vocational education is required to produce graduates who are creative and possess high learning motivation in order to be well prepared for the world of work. However, low levels of creativity and learning motivation among students remain a persistent problem in many vocational high schools. This study aims to analyze the effect of implementing the Project Based Learning (PjBL) model on the creativity and learning motivation of Grade X students at SMK Pratama Widya Mandala Badung. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with pre-test and post-test procedures. The research sample consisted of 40 students selected through purposive sampling. Creativity was measured based on the Torrance Creative Thinking indicators, while learning motivation was assessed using the framework of the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data were analyzed using the Paired Sample t-Test and effect size analysis. The results indicate that the implementation of PjBL has a significant effect on improving students’ creativity and learning motivation (p < 0,05), with effect size values ranging from moderate to large. These findings demonstrate that PjBL is an effective instructional model for enhancing the quality of vocational learning. This study recommends the sustained implementation of PjBL and encourages further research in broader educational contexts and at different educational levels.
Wirausaha Hidangan Modern : Pelatihan Dan Pendampingan Kreativitas Sajian Kuliner Bergizi Sebagai Income Ibu – Ibu  PKK Kelurahan Sading I Ketut Suartana; Maria Fransiska; I Gusti Ayu Ika Monika Prastyandhari; Ni Made Erpia Ordani Astuti; I Wayan Suryanto; I Putu Pranatha Sentosa; Putu Andyka Putra Gotama; I Gusti Ayu Agung Sinta Diarini; Ni Nyoman Sindy Dharmayanthi; Ni Komang Vivi Prasanti Citra Dewi; Ni Putu Aris Yunda Dewi; Pande Made Krisna Angga Wijaya; Ni Luh Gede Desy Artasari
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.316

Abstract

Penggerak PKK Kelurahan Sading merupakan organisasi perempuan yang aktif dalam berbagai bidang, salah satunya kuliner. Namun, keterampilan anggota dalam mengolah dan memasarkan produk kuliner modern masih terbatas. Melalui program pengabdian masyarakat, Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan Chicken Nugget, Nugget Tahu, dan Bakso. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kuliner, pengetahuan gizi, serta kemampuan wirausaha ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk secara higienis. Peserta juga memahami strategi pemasaran digital secara sederhana dan konvensional, serta menunjukkan motivasi tinggi untuk memulai usaha rumahan. Lebih dari 90% peserta menyatakan pelatihan bermanfaat dan siap mengaplikasikan keterampilan dalam usaha keluarga. Program ini membuktikan bahwa pelatihan kuliner tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.