Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Beban Kerja Mental Dan Perancangan Kebutuhan Jumlah Pegawai Menggunakan Metode Nasa-tlx Pada Divisi Human Resource Department Di Pt Pikiran Rakyat Bandung Ovie Isnanda Irsa; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT Pikiran Rakyat Bandung adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis media cetak. Pada divisi Human Resources Department (HRD) di PT Pikiran Rakyat , terjadi ketidak seimbangan beban kerja yang diakibatkan oleh perubahan strategi bisnis dan beban kerja yang tidak merata. Oleh karena hal tersebut dibutuhkan analisis beban kerja mental untuk menghitung jumlah karyawan ideal pada divisi tersebut. NASATLX merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban kerja mental. Metode NASA-TLX membagi beban kerja menjadi 6 dimensi elemen kerja. Berdasarkan hasil analisis beban kerja menggunakan metode NASA-TLX didapatkan urutan beban kerja grup tertinggi hingga ke terendah yaitu: grup D (213,42) – grup B (133,53) – grup C – (117,37) – grup F (114,96) – grup E (77,92) – grup A (56,69). Jumlah karyawan HRD PT Pikiran Rakyat saat ini adalah 12 orang. Berdasarkan hasil perhitungan karyawan ideal, didapatkan bahwa dibutuhkan tambahan 2 orang karyawan tambahan yaitu 1 orang sebagai kepala urusan (grup B) dan 1 orang sebagai staf perencanaan dan pengembangan (grup E). Kata kunci : beban kerja, NASA-TLX, kebutuhan pegawai Abstract - PT Pikiran Rakyat Bandung is a company engaged in the print media business. In the Human Resources Department (HRD) division at PT Pikiran Rakyat, workload imbalances occur due to changes in business strategies and uneven workloads. Therefore, this requires an analysis of the mental workload to calculate the ideal number of employees in the division. NASA-TLX is a method that can be used to calculate mental workload. NASA-TLX method divides workload into 6 dimensions of work elements. Based on the results of the workload analysis using the NASA-TLX method, the highest to lowest group workload sequences are: group D (213.42) - group B (133.53) - group C - (117.37) - group F (114 , 96) - group E (77.92) - group A (56.69). The current number of HRD employees of PT Pikiran Rakyat is 12 people. Based on the calculation of ideal employees, it was found that additional 2 additional employees were needed, namely 1 person as head of affairs (group B) and 1 person as planning and development staff (group E). Keywords : workload, NASA-TLX , employee need
Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Behaviorally Anchored Rating Scales (bars) Di Pt Widya Trans Cargo Alfriyani Oktavia Hutasoit; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Widya Trans Cargo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang logistik dalam menyediakan transportasi pengangkutan barang menggunakan transportasi jenis kontainer. Perusahaan ini menggunakan dua rute yaitu jalur darat maupun jalur lautan. PT Widya Trans Cargo memberikan pelayanan jasanya kepada setiap perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa pengangkutan barang. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini yaitu tidak terdapatnya penilaian kinerja karyawan yang jelas dan terukur pada divisi operasi mengakibatkan tidak diketahuinya performansi dan pencapaian yang sudah didapatkan oleh setiap karyawan. Hal ini membuat karyawan merasa kurang puas terhadap penilaian yang dilakukan serta tidak ada feedback yang diberikan kepada karyawan atas capaian yang telah dilakukan. Selain itu, pada tahun 2019 target pengiriman container perbulannya banyak yang tidak tercapai. Oleh karena itu dilakukan perancangan performance appraisal yang lebih jelas dan terukur. Perancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS) untuk membantu perusahaan mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi penurunan kinerja, halhal apa saja yang perlu ditingkatan, dan dapat memberikan feedback kepada karyawan dari hasil penilaian ini mengenai pencapaian yang sudah didapatkan. Kata kunci: Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS), Penilaian kinerja Abstract PT Widya Trans Cargo is a logistic firm that provides transportation for transporting goods through shipping containers. This company uses both land and ocean routes. PT Widya Trans Cargo rendered its services to any of the companies that needed a cargo services. The problem that exists in this company, there is no clear and measureable performance appraisal in the operations division which results not knowing the performance and achievements that have been obtained by each employee. This makes employees feel less satisfied with their appraisal and there is no feedback given to employees for their accomplishment. In addition, the 2019 container shipping targets a large monthly area were not reached. Therefore, it does the more evident and measurable design of the good performance appraisal. The design involves using Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS) method to help companies learn anything that affects performance impairment, anything that needs to be improved, and can feedback employees from these appraisal on achieving achievements. Keywords: Behaviorally Anchor Rating Scales (BARS), Performance Apprasial
Perancangan Penilaian Kinerja Karyawan Pada Divisi Harvesting Pt Xyz Menggunakan Metode Behaviorally Anchored Rating Scales (bars) Annike Tri Wahyuni; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak makan dari nabati dan hewani perkebunan kelapa sawit. Divisi harvesting adalah yang berperan langsung terhadap proses panen kelapa sawit. Penurunan hasil panen yang disebabkan oleh faktor manusia yaitu pada penilaian kinerja karyawan diperusahaan ternyata perusahaan sudah memiliki sistem penilaian kinerja. Namun, hasil penilaian kinerja dari tahun 2017-2020 tidak mengalami peningkatan. Dikarenakan penilaian hanya dilakukan oleh manajer harvesting, hal ini dapat memicu penilaian subjektif. Maka dilakukan perancangan ulang pada penilaian kinerja karyawan dan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dengan menggunakan metode BARS (Behavior Anchor Rating Scale). Terdapat lima faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan divisi harvesting PT XYZ yaitu kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, dan tanggung jawab. Dengan adanya penilaian kinerja menggunakan metode BARS dapat membantu meningkatkan dan memperbaiki kinerja karyawan divisi harvesting serta mempermudah perusahaaan untuk mengetahui kekurangan yang dapat diperbaiki. Kata kunci: Penilaian Kinerja, Penilaian Kinerja Karyawan, BARS
Workload Analysis Dengan Metode Full Time Equivalent (Fte) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja Pada Tenaga Penunjang Akademik Fakultas Abc Universitas Xyz Naima, Nisrina Danin; Suwarsono, Litasari Widyastuti; Triwibisono, Christanto
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Sumber Daya Manusia merupakan salah satukomponen penting dalam organisasi untuk menentukanproduktivitas Organisasi dengan menyesuaikan antara bebankerja dan jumlah orang. Fakultas ABC merupakan salah satuFakultas yang ada di Universitas XYZ. Urusan Sumber DayaManusia dan Kemahasiswaan merupakan unit di bawah WakilDekan II Fakultas ABC. Permasalahan yang terjadi yaitu tidaktercapainya target kerja karena beban kerja staf yang kurangterdistribusi secara rata. Penulisan ini bertujuan untukmenganalisis jumlah yang efektif dan efisien pada TenagaPenunjang Akademik yang dibutuhkan di unit Urusan SumberDaya Manusia dan Kemahasiswaan Fakultas Rekayasa IndustriUniversitas Telkom. Metode yang dipakai adalah Full TimeEuivalent (FTE). Metode ini dipilih karena cocok dan dapatsecara efektif dan efisien menyelesaikan permasalahan tentangjumlah staf. Hasil pengolahan data didapatkan bahwa jumlahstaf yang dibutuhkan dengan yang tersedia sudah sesuai,namun perlu tambahan waktu agar pekerjaan bisa selesaisesuai dengan target Dengan lembur pekerjaan di setiapjabatan bisa lebih efektif dan efisien serta beban kerja stafmenjadi Normal. Kata kunci— Human Resource Planning, Analisis BebanKerja, Full Time Equivalent.
Penyusunan Standard Operating Procedure (Sop) Produksi Plywood Dan Veneer Pada Pt Xyz Dengan Pendekatan Perbaikan Proses Bisnis Adhijaksa, Nanda Fachry; Aisha, Atya Nur; Triwibisono, Christanto
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ mengalami permasalahan seperti hasilproduksi yang tidak stabil antara input raw material dan outputakibat adanya defect pada produksi. Adanya defect yang terjadidisebabkan oleh tidak adanya standard operating procedure(SOP) yang disepakati dan diketahui oleh seluruh pekerja danproses inspection yang hanya dilakukan sekali diakhir produksi.Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian tugas akhir iniyaitu mengetahui proses bisnis eksisting pada perusahaan,membuat usulan perbaikan proses bisnis pada proses produksiplywood dan veneer dan melakukan penyusunan standardoperating procedur (SOP) pada proses produksi plywood danveneer menggunakan metode pendekatan perbaikan prosesbisnis. Pada penelitian ini dilakukan perancangan standardoperating procedure dengan menggunakan pendekatan businessprocess improvement. Penggunaan metode business processimprovement bertujuan untuk melakukan identifikasi aktivitasnon value added dan melakukan analisis streamlining padasetiap proses yang telah diidentifikasi. Hasil dari melakukananalisis streamlining dan pembuatan proses bisnis usulanmengenai produksi veneer dan proses bisnis usulan mengenaiproduksi plywood akan digunakan sebagai input dalam prosespembuatan standard operating procedure. Kata kunci— Standard Operating Procedure, Businessprocess improvement
Perancangan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Menggunakan Metode Takt Time Pada Produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di PT WXY Munir, Muhammad Arham; Triwibisono, Christanto; Nugraha, Fida Nirmala
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT WXY merupakan perusahaan yangmemproduksi AMDK sesuai dengan permintaan yang diterimaperusahaan setiap bulannya. Seiring dengan meningkatnyatarget produksi perusahaan setiap tahunnya, PT WXY tidakmampu memenuhi beberapa target produksi yang ada selamaperiode 2022, yaitu pada September, Oktober, November, danDesember. Hal tersebut terjadi salah satunya disebabkan olehkurangnya SDM yang dimiliki perusahaan untuk mampumemproduksi dan memenuhi target yang ditetapkan.Ketersediaan karyawan di PT WXY tidak mampu mewujudkantercapainya target produksi karena makin bertambahnyatuntutan yang diberikan oleh perusahaan. Oleh karena itu,pada penelitian ini, dilakukan perancangan kebutuhan SDMyang tepat pada divisi produksi perusahaan menggunakanmetode takt time. Dengan memperhatikan takt time, maka dapatditentukan waktu yang tepat untuk memproduksi AMDK agartidak terjadi idle time. Dengan penambahan 4 karyawan, yangawalnya 25 menjadi 29, maka target produksi yang ada dapatterpenuhi secara optimal. Kata kunci — AMDK, SDM, takt time, idle time