Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimization of Pangasius Catfish Production in Pagersari Village, Tulungagung Regency Mochammad Fattah; Susadiana Susadiana; Dwi Sofiati
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v10i1.20876

Abstract

Pangasius catfish is freshwater fish for consumption that can be cultivated through fish farming. In order to produce optimal profits, Pangasius catfish farming must pay attention to the use of inputs in the form of seeds, feed and electricity. The purpose of this study was to analyze the optimization of Pangasius catfish production in Tondo Lestari fish cultivator group, Pagersari Village, Tulungagung Regency. Data collection techniques were in the form of interviews, observation and documentation. The data analysis used was linear programming using the POM-QM  for Windows 5 software tool. The Pangasius catfish farming activities of the Tondo Lestari fish cultivator group have been optimal because they resulted in a low production difference between factual and optimal conditons of 3,05 kg or a profit of Rp. 10,502. . The optimal production of Pangasius catfish in a pond size of 200 m2 was 3,173.21 kg and the optimal production in a pond size of 300 m2 was 4,839.83 kg. Therefore,  it can be concluded that Pokdakan Tondo Lestari can take advantage of additional feed and electricity input by reducing the use of seed input by 1.487 heads to increase profits.
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 2 (2022): JFMR VOL 6 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
Individual Travel Cost Method Sebagai Barometer Nilai Manfaat Ekowisata Bee Jay Bakau Resort Probolinggo Mochammad Fattah; Susadiana Susadiana; Dwi Sofiati; Diana Aisyah; Asyifa Anandya; Mentari Puspa Wardhani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v5i1.6902

Abstract

Bee Jay Bakau Resot (BJBR) merupakan wisata yang memanfaatkan kelestarian dari ekosistem mangrove sebagai daya tarik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai ekonomi wisata dari pengelolaan BJBR. Teknik pengampilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 individu. Penelitian ini menggunakan analisis individual travel cost method (ITCM) dengan data kunjungan 5 tahun mulai tahun 2017-2021 dan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk menentukan surplus konsumen tahun sebelumnya. Ekowisata BJBR menawarkan atraksi wisata alam dan buatan dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekologi mangrove. Kesediaan membayar dari wisatawan melalui ITCM rata-rata sebesar Rp. 135.954,61 individu/kunjungan. Kunjungan wisatawan ke BJBR rata-rata sebanyak 80.875 individu. Nilai manfaat wisata yang dihasilkan dari keberadaan ekowisata BJBR rata-rata sebesar Rp.10.140.862.138/tahun. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan ekosistem mangrove sebagai ekowisata yang lestari memberikan nilai manfaat bagi manusia, khususnya manfaat langsung sebagai wisata sehingga wisatawan atau masyarakat mempunyai kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove karena memberikan nilai ekonomi yang besar.
Segmentasi Pasar Ekowisata Bee Jay Bakau Resort Probolinggo Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Candra Adi Intyas; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 14, No 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.131

Abstract

Ekowisata mangrove BJBR merupakan ekowisata yang terletak di Probolinggo Jawa Timur menyediakan atraksi wisata alam berupa mangrove dan beberapa atraksi wisata buatan.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis persepsi wisatawan terhadap sapta pesona dan menganalisis segmentasi pasar ekowisata Bee Jay Bakau Resort. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan analisis data yang digunakan adalah persepsi wisatawan menggunakan skoring, sedangkan segmentasi pasar menggunakan K-means cluster. Persepsi wisatawan terhadap BJBR nilai yang paling utama pada setiap kriteria sangat baik adalah ekowisata yang luas, kriteria baik adalah ketersediaan penginapan, dan kriteria cukup baik adalah kesejukan tempat wisata. Segmentasi pasar yang paling dominan adalah kelompok 3 dan kelompok 4 sebesar 45,7% dan 41,4% hal ini didukung dengan kondisi ekowisata mangrove BJBR menyediakan atraksi pada usia remaja atau dewasa berupa globe BJBR, piramida botol bekas, taman bunga matahari, gembok cinta, flying fox, cycling track, kuda cipta wilaha, lorong seribu payung, catamaran dan spot yang lain sehingga pengelola diharapkan melakukan strategi pemasaran atau promosi yang dapat meningkatkan daya tarik bagi usia tersebut.
Food Security of Small-Scale Fishermen's Households in Prigi Bay, Trenggalek Regency Pudji Purwanti; Mochammad Fattah; Agus Dwi Sulistyono
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 10, No 2 (2023): ECSOFiM April 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2023.010.02.07

Abstract

The dependence of fishermen on obtaining income during the fishing season can cause problems in fulfilling food needs. Therefore, this study aims to analyze the food security of small-scale fishermen's households. The sampling technique was a purposive sampling of 75 small-scale fishing households. The data analysis used was Jonsson and Toole's analysis of food expenditure, energy adequacy and food security. The results showed when it is not fish season or moderate season, some fishing households do productive activities outside of fishing, such as cultivating forest land belonging to the Indonesian Forestry Minister, becoming marine tour guides, and having livestock and a working wife. As a result, household income can meet basic food and non-food expenditures. The average level of energy consumption is 2,772.8 kcal/capita/day, and the average protein consumption is 177.8 grams/capita/day. The calories from grains or rice reach 780 kcal/capita/day, and the highest protein source comes from fish getting 140.7 grams/capita/day. All fisherman household respondents have a proportion of expenditure for food consumption less than sixty per cent and a gonad maturity level of more than eighty per cent. This value indicates that all small-scale fishing households are food insecure. The existence of activities outside of catching fish diversifies business in the household, enabling fishing households to meet the basic needs of food and non-food and food security.
Revenue Cost Analysis Pada Usaha Pembenihan Ikan Lele Sangkuriang Sebagai Evaluasi Profit Dt. Farm Group Jawa Barat Mochammad Fattah; Pudji Purwanti; Dwi Sofiati; Fajar Imam Prasojo; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
Jurnal Agriuma Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Agriuma Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v5i2.9305

Abstract

Ikan konsumsi air tawar utama di Indonesia yang dibudidayakan adalah gurame, patin, nila dan lele. Peningkatan perrmintaan ikan lele, maka membutuhkan pasokan benih ikan lele. Salah satu jenis ikan lele yang unggul dikembangan BBPBAT Sukabumi tahun 2004 adalah sangkuriang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis revenue cost sebagai evaluasi profit usaha pembenihan DT Farm Group. Analsis yang digunakan adalah analisis revenue cost (R/C, BEP, Profit dan Rentabilitas. Proses produksi pembenihan ikan lele sangkuriang memiliki lima tahap, yaitu persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva. Rata-rata Survival Rate (SR) atau kelangsungan hidup larva sebesar 97%. DT Farm Group menggunakan usaha pembenihan secara alami selama satu tahun (5 siklus) menghasilkan nilai R/C sebesar 2,05, nilai BEP unit dari 7 jenis ukuran produk sebanyak 529.402 ekor dan nilai BEP sales sebesar Rp 154.471.262, keuntungan senilai Rp 172.524.014, dan rentabilitas usaha sebesar 105,15% sehingga usaha pembenihan ikan lele DT Farm Group dinyatakan menguntungkan karena menghasilkan nilai diatas parameter analisis revenue cost. Pembudidaya dapat mengembangkan teknis pembenihan secara buatan agar menghasilkan produksi secara optimal.
Segmentasi Pasar Ekowisata Bee Jay Bakau Resort Probolinggo Dwi Sofiati; Mochammad Fattah; Candra Adi Intyas; Asyifa Anandya; Diana Aisyah
Grouper: Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Vol. 14 No. 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.131

Abstract

Ekowisata mangrove BJBR merupakan ekowisata yang terletak di Probolinggo Jawa Timur menyediakan atraksi wisata alam berupa mangrove dan beberapa atraksi wisata buatan.  Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis persepsi wisatawan terhadap sapta pesona dan menganalisis segmentasi pasar ekowisata Bee Jay Bakau Resort. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan analisis data yang digunakan adalah persepsi wisatawan menggunakan skoring, sedangkan segmentasi pasar menggunakan K-means cluster. Persepsi wisatawan terhadap BJBR nilai yang paling utama pada setiap kriteria sangat baik adalah ekowisata yang luas, kriteria baik adalah ketersediaan penginapan, dan kriteria cukup baik adalah kesejukan tempat wisata. Segmentasi pasar yang paling dominan adalah kelompok 3 dan kelompok 4 sebesar 45,7% dan 41,4% hal ini didukung dengan kondisi ekowisata mangrove BJBR menyediakan atraksi pada usia remaja atau dewasa berupa globe BJBR, piramida botol bekas, taman bunga matahari, gembok cinta, flying fox, cycling track, kuda cipta wilaha, lorong seribu payung, catamaran dan spot yang lain sehingga pengelola diharapkan melakukan strategi pemasaran atau promosi yang dapat meningkatkan daya tarik bagi usia tersebut.
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Sofiati, Dwi; Fattah, Mochammad; Purwanti, Pudji; Anandya, Asyifa; Aisyah, Diana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
Indeks Ketahanan Sosial Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil (Studi Kasus di Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek) Purwanti, Pudji; Intyas, Candra Adi; Sofiati, Dwi; Fattah, Mochammad
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 4 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v4i2.11085

Abstract

Small-scale fishermen dominate the number of fishermen in Prigi Bay. Some basic non-food household expenditure variables can be used to measure the social resilience index of fisher households. This study analyses the social resilience index of small-scale fisher households based on 4 criteria: Health, Education, Social capital and housing. The number of respondents used in this study was 75 fishermen. The results showed that the value of the health dimension of small-scale fisher households of each indicator was dominated by the highest score. The education dimension is good as shown by the highest score, but there is also a low score for reading parks and non-formal education. The social capital dimension is quite good, but there are low scores for unpaid public facilities, no sports groups and no access to special schools. While the settlement dimension has high scores for all indicators. The total social resilience score of health, education, social capital and settlements is 133. This means the Social Resilience index value based on the 4 criteria above is 70%. This value is included in the category of vulnerability resistance.
The role of digital marketing and electronic word of mouth in restoring interest and visiting decisions to mangrove ecotourism Kampung Blekok, Situbondo in the new normal era Abidin, Zainal; Fattah, Mochammad; Wardani, Mentari Puspa; Isniawati, Hani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i2.4491

Abstract

Introduction: The presence of ecotourism is more oriented toward environmental conservation, utilization of natural resources, cultural preservation, and economic benefits. However, post-COVID-19 pandemic tourist visits to the Kampung Blekok mangrove ecotourism have not recovered, and the condition of the ecotourism is not maintained and is damaged. This research aims to analyze the influence of digital marketing, electronic word of mouth, and interest in visiting on the decision to visit the Kampung Blekok mangrove ecotourism. Methods: Data collection on ecotourism behavior was obtained from 172 respondents using a questionnaire. The data analysis technique used was Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with WarpPLS version 8.0. Results: The results of the research analysis show that digital marketing and eWOM produce a positive and significant influence on visit intention and decision. The mediating role of visiting interest in the relationship between digital marketing and eWOM on visiting decisions is partial. Mangrove ecotourism managers in Kampung Blekok can optimize digital marketing and eWOM strategies, and adapt to current tourism situations and trends. Conclusion: Digital marketing and eWOM are important in shaping visit interest and determining tourist decisions. Changes in tourist behavior using digital media can be a tool for progressing the ecotourism business by increasing tourists' visiting decisions.