Claim Missing Document
Check
Articles

Assessing the Correlation Between Basic Sanitation and Diarrhea Prevalence in Bulurejo Village, Gresilk: A Geographic Information System (GIS) Approach Silvia Retna Ning Tyias; Narwati, Narwati; Demes Nurmayanti; Suprijandani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i1.310

Abstract

In 2022, the number of diarrhea cases increased to 958 sufferers, with the highest incidence occurring in Bulurejo village. Physically, the sources of clean water still exhibit discoloration and unpleasant odor. The latrine construction lacks a roof, and the walls are made of cloth. The construction of waste bins lacks covers, and the wastewater disposal facilities (SPAL) are open. This research aims to determine the correlation between basic sanitation and the prevalence of diarrhea using the Geographic Information System (GIS) method. The study is descriptive-analytical through observations and a GIS approach in the form of a map. From the observations, bivariate and univariate analyses were conducted using the chi-square test. The results show that basic household sanitation is related to the prevalence of diarrhea in Bulurejo. Clean water facilities, with a p-value of 0.014, indicate a significant relationship. Toilet facilities, with a p-value of 0.347, show no significant relationship. SPAL facilities, with a p-value of 0.009, indicate a significant relationship. Waste disposal facilities, with a p-value of 0.029, indicate a significant relationship. After analysis, the results were represented in the form of a map. The Geographic Information System (GIS) approach was utilized to develop more effective mapping strategies for the improvement of sanitation and diarrhea control in the area. These findings indicate the necessity for enhancing basic sanitation facilities and implementing programs at community health centers to reduce diarrhea cases in Bulurejo.
Detection of Borax by Rapid Test Method in Crackers Sold in the Market, Jenangan District Ervalia Zamilanti, Zilca; Narwati, Narwati; Marlik, Marlik; Rusmiati, Rusmiati; Nurmayanti, Demes
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i3.332

Abstract

Boraks merupakan bahan tambahan yang dilarang karena berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Boraks dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat, fungsi ginjal dan hati, bahkan kematian. Penggunaan boraks pada kerupuk ditemukan di Pasar Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan boraks pada kerupuk yang beredar di Pasar Kecamatan Jenangan. Metode yang digunakan adalah uji organoleptik dan uji kualitatif boraks dengan penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah produk kerupuk yang dijual di Pasar Kecamatan Jenangan dengan menggunakan teknik Total Sampling berdasarkan jumlah kerupuk dengan jumlah sampel sebanyak 21 kerupuk. Uji organoleptik meliputi pemeriksaan menggunakan indra manusia dengan mengamati tekstur, warna, bau, dan rasa kerupuk. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa dari 21 sampel kerupuk yang diperiksa, 3 sampel memiliki warna agak kusam, dan 7 sampel sulit dihancurkan. Uji kualitatif boraks dengan metode rapid test mengacu pada uji boraks kurkumin. Hasil uji kualitatif boraks menunjukkan bahwa 14,3% sampel masih menggunakan boraks dalam pengolahan kerupuk. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perubahan warna kertas kurkumin dari kuning menjadi merah bata. Pemanfaatan boraks masih terdapat pada kerupuk dengan ciri tekstur sulit dihancurkan dan warna terlihat kusam. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih memahami ciri-ciri kerupuk yang mengandung boraks untuk menjaga kesehatannya.
Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dan Kebiasaan Orang Tua dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Puskesmas Waru Kabupaten Sidoarjo Fuadi, Muhammad Yusron; Thohari, Imam; Narwati, Narwati; Rusmiati, Rusmiati
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juli 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v3i3.346

Abstract

The spread of pneumonia cases among under-fives in East Java Province dominates the main rank in Indonesia with the incidence rate increasing every year. In 2020-2022, there were 685, 764, 774 cases of pneumonia in toddlers in the Waru Health Center working area. The purpose of this study was to determine the relationship between the condition of the physical environment of the house and parental habits with the incidence of pneumonia in toddlers in the Waru Health Center working area in 2024. This type of analytic observational study used a case-control design. The results of the Chi-Square statistical test obtained (p-value<0.05) mean that the physical environment of the house and parental habits are associated with the incidence of pneumonia in toddlers, namely ventilation (p-value=0.001), temperature (p-value=0.020), lighting (p-value=0.012), humidity (p-value=0.003), occupancy density (p-value=0.022), the habit of opening windows (p-value=0.003) and smoking habits (p-value=0.0036). Researchers suggest that the community pay more attention to the condition of the home environment and support healthy behavior by getting used to opening windows in the morning, not smoking and maintaining a clean house.
Physical Condition Of Homes For Pulmonary Tuberculosis Patients In The Tanjunganom Health Center Area Nganjuk Distrik 2024 Narwati, Narwati; Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf; Khambali, Khambali; Thohari, Imam; Sari, Ernita
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v15i1.554

Abstract

Puskesmas Tanjunganom merupakan salah satu Puskesmas di wilayah Kabupaten Nganjuk yang belum memenuhi target jumlah penderita TB paru pada tahun 2023. Data yang diperoleh menunjukkan adanya tren peningkatan kasus TB paru dalam 3 tahun terakhir. Yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah identifikasi kondisi fisik rumah penderita TB paru di wilayah Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tahun 2024. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan penderita TB paru berusia produktif (90%), berjenis kelamin laki-laki (66,6%), dan berstatus bekerja (65%). Dari sisi kondisi fisik rumah penderita TB paru lebih dominan belum mencapai ketentuan yaitu TMS luas ventilasi (68,3%), suhu MS (63,3%), kelembaban TMS (55%), TMS pencahayaan, kepadatan penempatan MS (98,3 %), TMS dinding (70%), dan TMS lantai (63,3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik rumah penderita TB paru belum memenuhi syarat kesehatan. Saran: Penderita TB paru disarankan untuk berupaya memperbaiki kondisi fisik rumahnya dengan cara menyediakan genteng kaca, menambah lubang ventilasi atau jendela, membuka jendela dan gorden secara teratur pada pagi hari, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan rumah.
PENDAMPINGAN SANTRI DALAM MEWUJUDKAN PONDOK PESANTREN BEBAS SCABIES Narwati, Narwati; Rusmiati, Rusmiati; Thohari, Imam; Suryono, Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1637

Abstract

Islamic boarding schools represent a significant site for the educational process of students from diverse backgrounds. The condition of the pesantren does not meet the requisite hygiene standards, posing a significant health risk. Scabies is a dermatological condition that is frequently associated with poor standards of personal hygiene and a lack of access to clean and healthy living conditions. The prevalence of scabies among students at boarding school X is likely to be high, due to a lack of understanding of the importance of personal hygiene and sanitation. The environment exerts a profound influence on public health, particularly in the context of boarding schools. Therefore, it is imperative to consider and enhance the environment. This community service activity aims to provide students with an understanding of how to implement boarding school sanitation through clean and healthy living. Mentoring activities for the students are carried out with lectures related to boarding school sanitation and PHBS, discussions, and demonstrations of antiseptic soap making. The outcomes of the activity are antiseptic soap with coconut and palm oil as ingredients, increased knowledge of personal hygiene among students, PHBS leaflets, and publication in the National Journal.
Pemanfaatan Air Tanah Untuk Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Desa Nologaten Dengan Metode Multi Media Filter Sederhana Putra, Farhan Kusuma; Rustanti, Iva; Narwati, Narwati; Kriswandana, Ferry; Rokhmalia, Fitri
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i2.2206

Abstract

Latar Belakang : Air bersih merupakan sumber utama dalam kehidupan makhluk hidup, seiring dengan berjalannya waktu, air bersih menjadi sulit ditemukan. Kondisi air bersih warga Desa Nologaten, Kabupaten Ponorogo yang tidak tersedia cukup umumnya hampir saat waktu musim kemarau datang di beberapa daerah di Kabupaten Ponorogo terjadi bencana kekeringan serta krisis air bersih. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan air tanah sebagai alternatif penyediaan kebutuhan air bersih yang berada di Desa Nologaten. Metode : Jenis penelitian menggunakan metode true eksperimental. Desain penelitian yaitu metode tes sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu air tanah yang diambil di salah satu sumur bor di Desa Nologaten. Tahap awal dilakukan uji pendahuluan pemeriksaan lengkap air bersih di labolatorium. Hasilnya kadar nitrat dan warna melebihi standar yang berlaku sesuai dengan PERMENKES RI Nomor 2 Tahun 2023 yaitu kadar nitrat sebesar 25 mg/l dan tingkat warna sebesar 77 TCU. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pengolahan sampel air dengan multimedia filter pasir silika, karbon aktif, batu zeloit, dan batu apung mampu menurunkan kadar nitrat dan warna. Hasil paling efektif terjadi pada proses filtrasi dengan ketebalan karbon aktif 20 cm dengan waktu running selama 2,5 jam. Rata-rata penurunan kadar nitrat sebelum di filtrasi sebesar 15 mg/l turun menjadi 0,7 mg/l dengan rata-rata efesiensi penurunan sebesar 95,3% dan rata-rata penurunan kadar warna sebelum perlakuan 15,3 TCU turun menjadi 0,3 TCU dengan rata-rata efesiensi penyisihan sebesar 98,3%. Debit output air yang dihasilkan dari unit filter yaitu sebesar 12 liter/menit atau 17 m/jam. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh perubahan parameter fisik dan kimia sampel air tanah yaitu tingkat warna dan kadar nitrat setelah sampel dilakukan pengolahan berupa filtrasi sederhana, sehingga disarankan air tanah dapat berpotensi menjadi alternatif kebutuhan air bersih, akan tetapi perlu uji kinerja alat filter dengan mengukur parameter-parameter seperti, efesiensi penyaringan, dan kapasitas penyaringan
Jenis Air Rendaman pada Singkong (Manihot esculenta) Terhadap Penurunan Kadar Asam Sianida (HCN) Fadlilah, Hidayatul; Narwati, Narwati; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Marlik, Marlik; Mirasa, Yudied Agung
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava naturally contains cyanogenic glycosides, which have the potential to become hydrogen cyanide (HCN) toxic. Cassava can be safer to be consumed if it is conducted pre-processing and processing. One of example of pre-processing is soaking. The objective of this research was to comprehend the effect of soaking water type in cassava on the hydrogen cyanide (HCN) reduction level. This research was a pre-experimental research with After Only Design. The objects of research was cassavas with a total of 18 samples. The types of soaking water was in the form of 10% of table salt solution concentration, 10% calcium hydroxide solution concentration, and PDAM water (control) with an initial temperature of 55ºC. The soaking time was conducted for 120 minutes. The method of hydrogen cyanide examination level using a titrimetric method. The data that had obtained was then analyzed using an Anova test. The result of while cassavas’ HCN level after soaking with table salt solution was 63 mg/kg, calcium hydroxide solution was 70 mg/kg, and PDAM water was 175 mg/kg. The Anova test indicated that there was a difference in hydrogen cyanide level value from three types of soaking water in cassava (p < 0.05). The conclusion of this research is that there is an effect of soaking water type on hydrogen cyanide (HCN) level value which is contained in cassava
Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren Rusmiati, Rusmiati; Narwati, Narwati; Nasution, Aldi Syahputra; Ipmawati, Putri Arida
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.359

Abstract

Para penjamah makanan di Pesantren X pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan karena tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang ada adalah tempat pencucian alat makan dan masak dan tidak menggunakan APD, meletakkan bahan makanan juga langsung dilantai, Tempat penyimpanan makanan yang jarang dibersihkan antara makanan mentah dan masak  dicampur saat disimpan tempat penggilingan bumbu dalam kondisi rusak dan menggunakan blender yang kondisinya kotor. Kondisi demikian menurut Permenkes no 2 tahun 2023 sudah dikategorikan dalam kondisi tidak memenuhi syarat ditinjau dari kondisi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan Ruang Gizi tentang Cara Pengolahan dan penyimpanan makanan  untuk  pencegahan  penyakit diare  dalam rangka menuju Pondok Pesantren X yang sehat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi Metode leaflet dan stiker untuk meningkatkan pengetahuan, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan dalam melaksanakan sanitasi pengolahan makanan dan personal hygiene dengan benar. Praktek /Simulasi dan pemberian seperangkat APD dan alat penggilingan bumbu. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat 100% (20) Penjamah Makanan Ruang Gizi Pesantren X menerapkan personal hygiene. Kedua,  minimal 40 % Penjamah makanan melakukan proses pencucian peralatan dan penyimpanan makanan dengan benar pada bulan ke lima setelah dilakukan kegiatan pendamping penyuluhan dan demonstrasi dan bulan ke-9 telah mencapai minimal 80 %. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat Penyuluhan pengolahan dan penyimpanan makanan dengan benar dihadiri oleh penjamah makanan Ruang Gizi Pondok Pesantren X. Antusiasme penjamah makanan dalam kegiatan penyuluhan dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan dan diskusi yang disampaikan penjamah makanan kepada penyuluh, sehingga penjamah makanan menerima materi yang disampaikan dengan baik. Saran dalam kegiatan pengabdian masyarakat Pengelola Ruang Gizi Pesantren X dapat melakukan monitoring dan evaluasi pengolahan dan penyimpanan untuk menjamin kebersihan bahan makanan serta makanan yang akan di hidangkan untuk santri. Selain itu juga dapat dilakukan monitoring hygiene perorangan penjamah.
Pendampingan Keluarga Penderita TB Paru Dalam Meningkatkan Sanitasi Rumah Di Wilayah Kerja Puskesmas Driyorejo Kabupaten Gresik Suprijandani, Suprijandani; Thohari, Imam; Narwati, Narwati
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.369

Abstract

Pendampingan keluarga penderita Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu upaya penting dalam mengendalikan penularan penyakit di lingkungan rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya sanitasi rumah dan personal hygiene guna mencegah penyebaran TB paru. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Driyorejo, Kabupaten Gresik, dengan metode penyuluhan dan praktik langsung. Peserta diberikan edukasi mengenai rumah sehat, ventilasi yang baik, serta kebersihan pribadi seperti etika batuk dan penggunaan masker. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai sanitasi rumah dan pencegahan penularan TB paru. Evaluasi post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 12,94%, yang diharapkan berkontribusi terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan TB paru di rumah. Melalui pendekatan komprehensif ini, kegiatan diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan risiko penularan TB paru di lingkungan keluarga.
Physical House Condition and Individual Characteristics Influence the Incidence of Leprosy Dhea Vara Adellya; Narwati, Narwati; Sri Anggraeni; Imam Thohari
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i5.409

Abstract

Angka penemuan kasus tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Singgahan sebesar 6,87 per 100.000 penduduk masih belum memenuhi target CDR <5 per 100.000 penduduk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kusta yaitu faktor lingkungan dan karakteristik individu. Menganalisis hubungan kondisi fisik rumah tangga dan karakteristik individu dengan kejadian kusta di Singgahan Kabupaten Tuban tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Kasus Kontrol. Penelitian ini melibatkan 15 kasus; 15 kontrol. Variabel bebas yang diteliti adalah kondisi fisik rumah tangga dan karakteristik individu; sedangkan variabel terikatnya adalah kejadian kusta; pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi; analisis data menggunakan uji chi-square. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara kondisi fisik rumah tangga ( p-value = 0,023): kelembaban udara ( p-value = 0,014); luas ventilasi ( p-value = 0,014); dan kepadatan penduduk ( p-value = 0,009). Tidak ditemukan hubungan bermakna antara suhu ( nilai-p = 0,130) dan pencahayaan ( nilai-p = 0,264). Analisis bivariat juga menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik individu: jenis kelamin ( nilai-p = 0,023); pekerjaan ( nilai-p = 0,001); tingkat pendidikan ( nilai-p = 0,003); tingkat pengetahuan ( nilai-p = 0,027); dan riwayat kontak ( nilai-p = 0,000). Usia tidak menunjukkan hubungan bermakna ( nilai-p = 0,598). Ada hubungan antara kondisi fisik rumah tangga termasuk kelembaban; area ventilasi; kepadatan penduduk; dan karakteristik individu seperti jenis kelamin; pekerjaan; tingkat pendidikan; tingkat pengetahuan; dan riwayat kontak dengan kejadian kusta. Namun; tidak ada hubungan bermakna antara suhu; pencahayaan; dan usia terkait kejadian kusta. Disarankan untuk meningkatkan ventilasi sehingga suhu; kelembaban; dan pencahayaan terjaga dan untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan campak dan partisipasi aktif dalam upaya pencegahan penyakit campak.
Co-Authors Adistya Galih P Agustin Dewi Aida Fithriyah Ambarwati Ambarwati Andy Arya Maulana Wijaya Annisa Nur Islamiar Anwar, Nirmala Sari Arroyan, Fadel Arwan, Laode Asfiatus S. Rizkia Astri S Rinda Bambang Sunarko Bambang Sunarko Bambang Sunarko Chairudina S. Erin Darjati Darjati Darjati, Darjati Dealivy Hangga Arvin Deddy Adam Demes Nurmayanti Dessy Sylviana Devi Arifatin Giyanti Dhea Elok Apriliani Dhea Vara Adellya Diana Nerawati Diaz Ramadhani Dita Nur Kusumawati Erna Triastuti Ervalia Zamilanti, Zilca Fadlilah, Hidayatul Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf Ferry Kriswandana Ferry Kriswandana Fuadi, Muhammad Yusron Hadi Suryono Hamzah Muhammad Iqbal Aziz Henny Trisyanti Hermiyanti, Pratiwi Hesti Riski Febry Sohpyana I Putu Krysna Anom Putra Ika Agustina Imam Thohari Imam Thohari Iva Rustanti Eri Wardojo Jahami, Jasti Jesica Gabriella Tapiory Khambali, Khambali Koerniasari . Lestari Dwi Utami Margono . Marlik Mawangsari, Putri Mayangsari Yunika Wijaya Mirasa, Yudied Agung Mohammad Nur Hamzah Muhammad Hidayatullah Nasution, Aldi Syahputra Nazahah Hunafa Nerawati Diana A.T Ngadino, Ngadino Nia Nur Azizah Nisrina Mufidah Novi Nur Pratiwi Nur Anisah Apriliani nur haidah Nur Rafiqa Puspita Sari Nurhaidah Nurhaidah Nurmawati Nurmawati Putra, Farhan Kusuma Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Rachmaniyah Rinda Astri Setyawati Rokhmalia, Fitri Rosida Al Indansah Rusmiati Rusmiati Rusmiati Sa'ban, L.M Azhar Sari, Ernita Selfi’un Linda Apsari Sharen Liestya Santosa Silvia Retna Ning Tyias Sri Anggraeni Suwantiningsih, Suwantiningsih Umi Rahayu Vivick Artha R S Winarko, Winarko Yuliana Ngasarotun Zukrisningtyas, Liza Fajrin Zulia Hanin Nugraini