Claim Missing Document
Check
Articles

Study on the Implementation of the Dengue Hemorrhagic Fever Vector Control Program in the Working Area of the Pare Health Center Kediri Regency Itsna Nurul Auliya; Narwati; Irwan Sulistio; Windri Khusuma Pratiwi
Public Health Research Development Vol. 1 No. 1 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i1.5

Abstract

The main problem in controlling dengue in Pare District is the inconsistent and inconsistent implementation of the Mosquito Nest Eradication program and the lack of comprehensive counseling to the community. In addition, monitoring of larvae that do not meet standards also contributes to the increase in dengue cases. The purpose of the study is to examine the implementation of the dengue control program in the Working Area of the Pare Health Center, Kediri Regency. The type of research is qualitative descriptive. The location of the research was carried out in the Working Area of the Pare Health Center, Kediri Regency. The research informants were divided into two, namely key informants and supporting informants with a total of 22 informants. Sampling was carried out using purposive sampling. The data collection technique uses interviews and observations. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the research are the Dengue Vector Control Program at the Pare Health Center including Standard Operational Prpcedure, counseling, control of physical, biological, chemical, and integrated methods in the good category. Meanwhile, efforts to report and evaluate dengue vector control are in the category of lacking. The conclusion of the study shows that efforts to control dengue vectors in the Working Area of the Pare Health Center are still not optimal and need to be improved, both in terms of the implementation of various control methods, compliance with SOPs, and a better evaluation system. Suggestions for the Pare Health Center to increase preparedness for epidemiological investigations, counseling, periodic Mosquito Nest Eradication, as well as the implementation and socialization of the household mosquito breeding ground eradication program. Periodic evaluations such as efficacy and resistance tests need to be carried out.
Analysis of Elementary School Children's Behavior on the Incidence of Diarrhea in Berbek Village, Sidoarjo Regency Fernanda Radianti Dwi Putri; Narwati; Ferry Kriswandana; Annisa Maulidia Rahayyu
Public Health Research Development Vol. 1 No. 1 (2024): Public Health Research Development
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i1.6

Abstract

Diarrheal diseases often occur in school children with a frequency of liquid bowel movements three or more times a day. Environmental and behavioural factors affect diarrhea in children. This study aims to analyze the relationship between elementary school children's behaviour and diarrhea in Berbek Village in 2024. Observational analytical research with a cross-sectional approach was conducted in three elementary schools in Berbek Village. The study population was 529 children from grade 4 to grade 6, with samples taken by stratified random sampling. Data were collected through observation and interviews using questionnaires and analyzed with the Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.000), attitude (p=0.000) and behaviour (p=0.003) on the incidence of diarrhea. Still, there was no relationship between infrastructure facilities (p=0.891) and school policies (p=0.891). It is recommended that schools expand students' knowledge and attitudes about clean and healthy living behaviours (PHBS) with visual media that are attractive and easy to understand, and teachers provide examples of the implementation of PHBS in schools and complete school infrastructure facilities to be more adequate.
Physical Condition Of Homes For Pulmonary Tuberculosis Patients In The Tanjunganom Health Center Area Nganjuk Distrik 2024 Narwati, Narwati; Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf; Khambali, Khambali; Thohari, Imam; Sari, Ernita
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v15i1.554

Abstract

Puskesmas Tanjunganom merupakan salah satu Puskesmas di wilayah Kabupaten Nganjuk yang belum memenuhi target jumlah penderita TB paru pada tahun 2023. Data yang diperoleh menunjukkan adanya tren peningkatan kasus TB paru dalam 3 tahun terakhir. Yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan adalah identifikasi kondisi fisik rumah penderita TB paru di wilayah Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tahun 2024. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan penderita TB paru berusia produktif (90%), berjenis kelamin laki-laki (66,6%), dan berstatus bekerja (65%). Dari sisi kondisi fisik rumah penderita TB paru lebih dominan belum mencapai ketentuan yaitu TMS luas ventilasi (68,3%), suhu MS (63,3%), kelembaban TMS (55%), TMS pencahayaan, kepadatan penempatan MS (98,3 %), TMS dinding (70%), dan TMS lantai (63,3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik rumah penderita TB paru belum memenuhi syarat kesehatan. Saran: Penderita TB paru disarankan untuk berupaya memperbaiki kondisi fisik rumahnya dengan cara menyediakan genteng kaca, menambah lubang ventilasi atau jendela, membuka jendela dan gorden secara teratur pada pagi hari, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan rumah.
PENDAMPINGAN SANTRI DALAM MEWUJUDKAN PONDOK PESANTREN BEBAS SCABIES Narwati, Narwati; Rusmiati, Rusmiati; Thohari, Imam; Suryono, Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1637

Abstract

Islamic boarding schools represent a significant site for the educational process of students from diverse backgrounds. The condition of the pesantren does not meet the requisite hygiene standards, posing a significant health risk. Scabies is a dermatological condition that is frequently associated with poor standards of personal hygiene and a lack of access to clean and healthy living conditions. The prevalence of scabies among students at boarding school X is likely to be high, due to a lack of understanding of the importance of personal hygiene and sanitation. The environment exerts a profound influence on public health, particularly in the context of boarding schools. Therefore, it is imperative to consider and enhance the environment. This community service activity aims to provide students with an understanding of how to implement boarding school sanitation through clean and healthy living. Mentoring activities for the students are carried out with lectures related to boarding school sanitation and PHBS, discussions, and demonstrations of antiseptic soap making. The outcomes of the activity are antiseptic soap with coconut and palm oil as ingredients, increased knowledge of personal hygiene among students, PHBS leaflets, and publication in the National Journal.
Pemanfaatan Air Tanah Untuk Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Desa Nologaten Dengan Metode Multi Media Filter Sederhana Putra, Farhan Kusuma; Rustanti, Iva; Narwati, Narwati; Kriswandana, Ferry; Rokhmalia, Fitri
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v4i2.2206

Abstract

Latar Belakang : Air bersih merupakan sumber utama dalam kehidupan makhluk hidup, seiring dengan berjalannya waktu, air bersih menjadi sulit ditemukan. Kondisi air bersih warga Desa Nologaten, Kabupaten Ponorogo yang tidak tersedia cukup umumnya hampir saat waktu musim kemarau datang di beberapa daerah di Kabupaten Ponorogo terjadi bencana kekeringan serta krisis air bersih. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan air tanah sebagai alternatif penyediaan kebutuhan air bersih yang berada di Desa Nologaten. Metode : Jenis penelitian menggunakan metode true eksperimental. Desain penelitian yaitu metode tes sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu air tanah yang diambil di salah satu sumur bor di Desa Nologaten. Tahap awal dilakukan uji pendahuluan pemeriksaan lengkap air bersih di labolatorium. Hasilnya kadar nitrat dan warna melebihi standar yang berlaku sesuai dengan PERMENKES RI Nomor 2 Tahun 2023 yaitu kadar nitrat sebesar 25 mg/l dan tingkat warna sebesar 77 TCU. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pengolahan sampel air dengan multimedia filter pasir silika, karbon aktif, batu zeloit, dan batu apung mampu menurunkan kadar nitrat dan warna. Hasil paling efektif terjadi pada proses filtrasi dengan ketebalan karbon aktif 20 cm dengan waktu running selama 2,5 jam. Rata-rata penurunan kadar nitrat sebelum di filtrasi sebesar 15 mg/l turun menjadi 0,7 mg/l dengan rata-rata efesiensi penurunan sebesar 95,3% dan rata-rata penurunan kadar warna sebelum perlakuan 15,3 TCU turun menjadi 0,3 TCU dengan rata-rata efesiensi penyisihan sebesar 98,3%. Debit output air yang dihasilkan dari unit filter yaitu sebesar 12 liter/menit atau 17 m/jam. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh perubahan parameter fisik dan kimia sampel air tanah yaitu tingkat warna dan kadar nitrat setelah sampel dilakukan pengolahan berupa filtrasi sederhana, sehingga disarankan air tanah dapat berpotensi menjadi alternatif kebutuhan air bersih, akan tetapi perlu uji kinerja alat filter dengan mengukur parameter-parameter seperti, efesiensi penyaringan, dan kapasitas penyaringan
Jenis Air Rendaman pada Singkong (Manihot esculenta) Terhadap Penurunan Kadar Asam Sianida (HCN) Fadlilah, Hidayatul; Narwati, Narwati; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Marlik, Marlik; Mirasa, Yudied Agung
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava naturally contains cyanogenic glycosides, which have the potential to become hydrogen cyanide (HCN) toxic. Cassava can be safer to be consumed if it is conducted pre-processing and processing. One of example of pre-processing is soaking. The objective of this research was to comprehend the effect of soaking water type in cassava on the hydrogen cyanide (HCN) reduction level. This research was a pre-experimental research with After Only Design. The objects of research was cassavas with a total of 18 samples. The types of soaking water was in the form of 10% of table salt solution concentration, 10% calcium hydroxide solution concentration, and PDAM water (control) with an initial temperature of 55ºC. The soaking time was conducted for 120 minutes. The method of hydrogen cyanide examination level using a titrimetric method. The data that had obtained was then analyzed using an Anova test. The result of while cassavas’ HCN level after soaking with table salt solution was 63 mg/kg, calcium hydroxide solution was 70 mg/kg, and PDAM water was 175 mg/kg. The Anova test indicated that there was a difference in hydrogen cyanide level value from three types of soaking water in cassava (p < 0.05). The conclusion of this research is that there is an effect of soaking water type on hydrogen cyanide (HCN) level value which is contained in cassava
Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren Rusmiati, Rusmiati; Narwati, Narwati; Nasution, Aldi Syahputra; Ipmawati, Putri Arida
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.359

Abstract

Para penjamah makanan di Pesantren X pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan karena tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang ada adalah tempat pencucian alat makan dan masak dan tidak menggunakan APD, meletakkan bahan makanan juga langsung dilantai, Tempat penyimpanan makanan yang jarang dibersihkan antara makanan mentah dan masak  dicampur saat disimpan tempat penggilingan bumbu dalam kondisi rusak dan menggunakan blender yang kondisinya kotor. Kondisi demikian menurut Permenkes no 2 tahun 2023 sudah dikategorikan dalam kondisi tidak memenuhi syarat ditinjau dari kondisi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan Ruang Gizi tentang Cara Pengolahan dan penyimpanan makanan  untuk  pencegahan  penyakit diare  dalam rangka menuju Pondok Pesantren X yang sehat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi Metode leaflet dan stiker untuk meningkatkan pengetahuan, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan dalam melaksanakan sanitasi pengolahan makanan dan personal hygiene dengan benar. Praktek /Simulasi dan pemberian seperangkat APD dan alat penggilingan bumbu. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat 100% (20) Penjamah Makanan Ruang Gizi Pesantren X menerapkan personal hygiene. Kedua,  minimal 40 % Penjamah makanan melakukan proses pencucian peralatan dan penyimpanan makanan dengan benar pada bulan ke lima setelah dilakukan kegiatan pendamping penyuluhan dan demonstrasi dan bulan ke-9 telah mencapai minimal 80 %. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat Penyuluhan pengolahan dan penyimpanan makanan dengan benar dihadiri oleh penjamah makanan Ruang Gizi Pondok Pesantren X. Antusiasme penjamah makanan dalam kegiatan penyuluhan dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan dan diskusi yang disampaikan penjamah makanan kepada penyuluh, sehingga penjamah makanan menerima materi yang disampaikan dengan baik. Saran dalam kegiatan pengabdian masyarakat Pengelola Ruang Gizi Pesantren X dapat melakukan monitoring dan evaluasi pengolahan dan penyimpanan untuk menjamin kebersihan bahan makanan serta makanan yang akan di hidangkan untuk santri. Selain itu juga dapat dilakukan monitoring hygiene perorangan penjamah.
Pendampingan Keluarga Penderita TB Paru Dalam Meningkatkan Sanitasi Rumah Di Wilayah Kerja Puskesmas Driyorejo Kabupaten Gresik Suprijandani, Suprijandani; Thohari, Imam; Narwati, Narwati
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.369

Abstract

Pendampingan keluarga penderita Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu upaya penting dalam mengendalikan penularan penyakit di lingkungan rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya sanitasi rumah dan personal hygiene guna mencegah penyebaran TB paru. Pengabdian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Driyorejo, Kabupaten Gresik, dengan metode penyuluhan dan praktik langsung. Peserta diberikan edukasi mengenai rumah sehat, ventilasi yang baik, serta kebersihan pribadi seperti etika batuk dan penggunaan masker. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai sanitasi rumah dan pencegahan penularan TB paru. Evaluasi post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 12,94%, yang diharapkan berkontribusi terhadap perubahan perilaku dalam pencegahan TB paru di rumah. Melalui pendekatan komprehensif ini, kegiatan diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan risiko penularan TB paru di lingkungan keluarga.
Faktor Lingkungan dan Perilaku Orangtua terhadap Penyakit Diare pada Balita di Desa Wonoayu, Sidoarjo Demes Nurmayanti; Tiara Sandriana; Iva Rustanti; Imam Thohari; Narwati Narwati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14231

Abstract

Diarrhea is an environment-based disease that is still a problem in society, especially in toddlers. In Wonoayu Village, Sidoarjo there were 66 cases of diarrhea in toddlers. The purpose of this study was to analyze the influence of environmental factors and parental behavior on the incidence of diarrheal disease in toddlers in Wonoayu Village, Sidoarjo Regency. The design of this study was case-control, which was applied to a sample of 66 respondents, which included 33 respondents for the case group and 33 respondents for the control group. The data were obtained by filling out a questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequency and proportion, then followed by the Chi-squalre test. The results showed that the p-value for each factor was 0.001 for clean water supply facilities, 0.002 for human waste disposal facilities, 0.002 for garbage disposal facilities, 0.002 for waste disposal facilities, and 0.003 for parental behavior. It was concluded that the factors that influence the incidence of diarrhea in toddlers in Wonoayu Village, Sidoarjo Regency are clean water supply facilities, human waste disposal facilities, garbage disposal facilities, waste disposal facilities, and parental behavior.Keywords: diarrhea; toddler; clean water, human waste, garbage, waste, old people's behavior ABSTRAK Diare adalah penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah di masyarakat, terutama pada balita. Di Desa Wonoayu, Sidoarjo terdapat 66 kasus diare pada balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku orangtua terhadap kejadian penyakit diare balita di Desa Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Rancangan penelitian ini adlah case-control, yang diterapkan pada sampel sebesar 66 responden, yang  meliputi 33 responden untuk kelompok kasus dan 33 responden untuk kelompok kontrol. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi, lalu dilanjutkan dengan uji Chi-squalre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah 0,001 untuk sarana penyediaan air bersih, 0,002 untuk sarana pembuangan kotoran manusia, 0,002 untuk sarana pembuangan sampah, 0,002 untuk sarana pembuangan limbah, dan 0,003 untuk perilaku orang tua. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Desa Wonoayu Kabupaten Sidoarjo adalah sarana penyediaan air bersih, sarana pembuangan kotoran manusia, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan limbah, dan perilaku orang tua.Kata kunci: diare; balita; air bersih, kotoran manusia, sampah, limbah, perilaku orang tua
Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Manukan Kulon Dipengaruhi oleh Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Sari Catur Imelia Sabilah; Narwati Narwati; Putri Arida Ipmawati; Imam Thohari; Suprijandani Suprijandani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk125

Abstract

Pulmonary tuberculosis cases at the Manukan Kulon Community Health Center, Surabaya have increased in the last three years. The increase in cases is caused by a lack of lighting and air circulation in the house, because windows are rarely opened so the house becomes dark and damp. The aim of this study was to analyze the influence of physical environmental conditions at home on the incidence of pulmonary tuberculosis. This study implemented a case-control design, involving a sample of cases and controls, 90 people each, selected using a simple random sampling technique. Data about risk factors was collected through observation and then analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the p value for each factor was the physical environment of the house = 0.000. It was concluded that the incidence of pulmonary tuberculosis in the Manukan Kulon Health Center working area was influenced by the physical conditions of the environment.Keywords: pulmonary tuberculosis; the physical environment of the house; risk factors ABSTRAK Kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya telah meningkat dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan kasus disebabkan oleh kurangnya pencahayaan dan sirkulasi udara di rumah, karena jendela jarang dibuka sehingga rumah menjadi gelap dan lembab. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi lingkungan fisik rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru. Penelitian ini menerapkan rancangan kasus-kontrol, yang melibatkan sampel kasus dan kontrol, masing-masing 90 orang, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data tentang faktor risiko dikumpulkan melalui observasi lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah lingkungan fisik rumah = 0,000. Disimpulkan bahwa kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Manukan Kulon dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungan.Kata kunci: tuberkulosis paru; lingkungan fisik rumah; faktor risiko
Co-Authors Adistya Galih P Agustin Dewi Aida Fithriyah Alvy Shafina Sundusin Ambarwati Ambarwati Angga Nurdianto Annisa Maulidia Rahayyu Annisa Nur Islamiar Asfiatus S. Rizkia Astri S Rinda Averina Wiratama Bambang Sunarko Bambang Sunarko Bambang Sunarko Chairudina S. Erin Clara Intan Pratiwi Darjati Darjati Darjati, Darjati Dealivy Hangga Arvin Deddy Adam Demes Nurmayanti Dessy Sylviana Devi Arifatin Giyanti Dhea Elok Apriliani Dhea Vara Adellya Diana Nerawati Diaz Ramadhani Dita Nur Kusumawati Erna Triastuti Ernita Sari Fadlilah, Hidayatul Ferdiansyah, Fariztyo Yusuf Fernanda Radianti Dwi Putri Ferry Kriswandana Fuadi, Muhammad Yusron Hadi Suryono Hamzah Muhammad Iqbal Aziz Henny Trisyanti Hermiyanti, Pratiwi Hesti Riski Febry Sohpyana I Putu Krysna Anom Putra Iga Putri Aulia Ika Agustina Ikhris Syafira rengganis Imam Thohari Imam Thohari Irwan Sulistio Itsna Nurul Auliya Iva Rustanti Eri Wardojo Jesica Gabriella Tapiory Khambali, Khambali Koerniasari . Leila Florento Lestari Dwi Utami Lidya Nurdiyati Sri Winarie Liza Fajrin Zukrisningtyas Margono . Marita Elvina U Marita Elvina Ulprastika Marlik Mayangsari Yunika Wijaya Mirasa, Yudied Agung Mohammad Nur Hamzah Nasution, Aldi Syahputra Nazahah Hunafa Nerawati Diana A.T Ngadino, Ngadino Nia Nur Azizah Nisrina Mufidah Novi Nur Pratiwi Nur Anisah Apriliani nur haidah Nur Rafiqa Puspita Sari Nurhaidah Nurhaidah Nurmawati Nurmawati Pratiwi Pratiwi Putra, Farhan Kusuma Putri Arida Ipmawati Rachmaniyah Rinda Astri Setyawati Riri Tri cahyani Rokhmalia, Fitri Rosida Al Indansah Rusmiati Rusmiati Rusmiati Sari Catur Imelia Sabilah Selfi’un Linda Apsari Seow Ta Wee Setiawan Sharen Liestya Santosa Silvia Retna Ning Tyias Sri Anggraeni Sugiana Suwantiningsih, Suwantiningsih Thohari, Imam Tiara Sandriana Umi Rahayu Vivick Artha R S Winarko Winarko Winarko, Winarko Windri Khusuma Pratiwi Yuliana Ngasarotun Zilca Ervalia Zamilanti Zilca, Ervalia Zamilanti Zulia Hanin Nugraini