Articles
Penetapan Jatuh Talak Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Fiqh Syafi’iyah
Safrizal;
karimuddin
Al-Fikrah Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Al-Fikrah
Publisher : Institut Agama Islam Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.033 KB)
|
DOI: 10.54621/jiaf.v9i2.40
Salah satu norma yang diatur di dalam hukum positif dan figh syafi’iyah adalah penetapan hukum talak, dalam penelitian ini penulis menjelaskan pandangan riil dari hukum positif Indonesia serti pandanga fiqih syafi’iyah dengan menganalisa beberapa dokumen dasar pijakan hukum dari hukum positif serta fiqh syafi’iyah terhadap keabsahan hukum talak tiga.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang membandingkan dua atau lebih kejadian dengan melihat penyebabnya. Hasil analsis dapat diketahui bahwa penetapan talak berpedoman kepada kompilasi hukum islam dimana talak baru diangggap sah apabila dilakukan di depan majlis hakim sesudah melalui proses pedamaian, sedangkan dalam fiqh syafi’iyah bahwa talak jatuh dimana dan kapan suami mengucapkannya. Dapat penulis simpulkan bahwa terdapat perbedaan pada penetapan hukum tentang keabsahan talak yang diatur dalam hukum positif dengan hukum yang diatur dalam figh syafi’iyah.
Perilaku Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) Dalam Pandangan Al-Qur’an dan Hadis
Karimuddin
Al-Mizan Vol 3 No 2 (2016): Al-Mizan
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v3i2.436
Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) merupakan suatu fenomena sosial yang tidak lagi mampu disangkal. Seiring dengan perkembangan jaman dan perubahan pola hidup masyarakat terhadap kaum yang memiliki rasa tertarik dengan sejenis ini mulai terbuka dan mengakui akan hasrat seksual mereka yang mungkin berbeda dengan orang lain di sekitarnya. Keterbukaan mereka dewasa ini menjadi sebuah permasalahan baru dalam ranah hukum Islam karena perilaku mereka itu sudah menyimpang dengan fitrah manusia yang diciptakan Allah berlainan jenis untuk saling membutuhkan dan melengkapi kekurangan-kekurangan dari lawan jenisnya. Untuk menyikapi realita semacam ini perlu adanya suatu kajian tentang hukuman atau sanksi menurut al-Quran dan hadits. Maka berdasarkan hasil kajian tersebut Al-Qur’an dan hadits mengharamkan perilaku LGBT karena menyimpang dari fitrah manusia yang telah diciptakan oleh Allah. Al-Qur’an dan hadits juga mengharamkan zina, gay, lesbian dan jenis penyimpangan seks lainnya, dan Islam juga menjatuhkan sanksi bagi pelakunya. Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan sanksi atau hukuman bagi pelaku LGBT.
Legalitas Hak Guna Istri Terhadap Harta Suami Menurut Fiqh Syafi’iyah dan Hubungannya dengan Sistem Kekeluargaan di Indonesia
Asnawi Abdullah;
Karimuddin Abdullah Lawang
Jurnal el-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/el-qanuniy.v8i2.6089
Harta dalam perkawinan terbagi kepada harta pribadi dan harta bersama. Harta pribadi bisa dipergunakan secara bebas oleh pribadi tersebut dan harta bersama harus dipergunakan sesuai dengan kesepakatan bersama. Fenomena dalam kehidupan keluarga sekarang ini terkadang istri mempergunakan harta yang disimpan oleh suami untuk kebutuhan rumah tangga mereka ataupun untuk kebutuhan pribadi istri itu sendiri. Penggunaan harta yang disimpan tersebut tanpa memperhatikan apakah harta tersebut milik bersama ataupun harta pribadi atau harta bawaan dari suami sebelum mereka berumah tangga. Permasalahan penggunaan istri terhadap harta suami tersebut, diperlukan ada sebuah penelitian mengenai legalitas atau keabsahan hukum berkaitan dengan penggunaan atau hak guna istri terhadap harta suami menurut fiqh Syafi’iyah serta hubungannya dengan sistem kekeluargaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan metode pengumpulan data telaah dokumentasi.
Keefektifan Komunikasi Interpersonal dalam Menyelesaikan Konflik Suami Istri
Sy. Nurul Syobah;
Agus Bambang Nugraha;
Rina Juwita;
Kamsiah Kamsiah;
Karimuddin Abdullah Lawang
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/ji.v7i1.13307
Dalam komunikasi tidak mungkin dielakkan pasti terjadi silang pendapat serta pandangan yang setelah itu bisa memusatkan pada terbentuknya sengketa atau konflik. Konflik itu merupakan perihal yang tidak bisa dihindarkan dalam seluruh ikatan berumah tangga. Pantas disayangkan kalau dalam pandangan masyarakat menyangka konflik suatu hal yang wajib dijauhi, namun sesungguhnya konflik juga bisa bersifat positif serta membuat ikatan perkawinan jadi lebih berarti. Riset ini beranjak dari kerangka kejadian terjadi persengketaan suami istri sebab seerat apapun dalam ikatan perkawinan tentu diantara mereka tetap menghadapi perselisihan. Oleh sebab itu, peneliti mau menelaah pemakaian komunikasi interpersonal dalam penanganan persengketaan suami istri. Metodologi riset yang dipakai adalah metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Hasil penelitian membuktikan cara menyelesaikan persengketaan dengan metode mengutarakan perasaan, membuka diri buat menyambut dan menerima pendapat lain, berlagak empati, menekur serta paham, dan akur. Proses komunikasi yang dilakukan demikian dalam ilmu komunikasi disebut dengan metode komunikasi interpersonal. Sehingga hasil penelitian dinyatakan sangat penting penggunaan metode tersebut karena memberikan solusi yang baik secara efektif untuk menyelesaikan konflik suami istri.
Woman representative in Divorce: An analysis form Syafi’iyyah Fiqh
Karimuddin Abdullah Lawang;
Rika Sasralina;
Darwin Sagala;
J Jalaluddin;
Titin Samsudin
Athena: Journal of Social, Culture and Society Vol. 1 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1121.073 KB)
|
DOI: 10.58905/athena.v1i2.31
The divorce phenomenon that occurs in society is a husband who assigns his wife the authority to file for divorce, giving up his right to file for divorce himself. Moving past these issues, the author is interested in learning more about the legality of a divorce from a husband to his wife based on the legal foundation of fiqh al-syafi’iyyah. The writers’ method of inquiry is descriptive qualitative research with a normative perspective. The study’s findings indicated that the legality of divorce on a wife according to fiqh scholars al-syafi’īyyah is valid and the fall of divorce is because there is a need (hajat) and this opinion is a strong opinion to practice. This is different from the case of a husband delegating his wife’s divorce to another woman. There is a difference in the opinion of scholars, some fiqh al-Syafi’iyyah scholars say it is legal, some others argue that it is illegal on the grounds that there is no intention and women also cannot accept representation.
Criminal Liability of Children from the Perspective of Islamic Law and Positive Law in Indonesia
Akhmad Sukris Sarmadi;
Arne Huzaimah;
Jalaluddin Jalaluddin;
Lahmudinur Lahmudinur;
Agus Bambang Nugraha;
Karimuddin Abdullah Lawang
JURNAL AT-TURAS Vol 10, No 1 (2023): Moderation of Religion and Islamic Law
Publisher : Universitas Nurul Jadid
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33650/at-turas.v10i1.5497
The position of children as legal subjects will certainly become a problem that needs to be studied in more depth. Children who physically and psychologically still need care and guidance in order to achieve perfect growth, precisely when dealing with the law will certainly experience psychological and even physical changes in a bad direction. In the case of children as legal subjects, there is a difference between Islamic law and positive law in Indonesia because of the different objectives of establishing and enforcing the law itself. To examine this problem, qualitative research methods are used with a normative juridical approach. The data collection technique was carried out using the documentation method, in which data was collected from fiqh literature and laws related to juvenile crimes, then analyzed using the content analysis method. The results of the study show that children according to Islamic law are not subject to criminal punishment because punishment in Islam is imposed on people who are mature (adults), have good sense and criminal acts are not carried out by force. However, in Islam if a child performs jarimah, a ta'zir punishment will be imposed as guidance and teaching for the child. Meanwhile, according to positive laws in Indonesia, the punishment system is different from adults.
Komparasi Hukum Islam dan Hukum Perdata Terhadap Ganti Kelamin dan Konsekuensi Yuridisnya
Dian Saputra;
Karimuddin Abdullah Lawang
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/almaqasid.v8i2.6137
Genital replacement is an interesting issue to be studied today. Especially with regard to the impact on civil rights after sex surgery is carried out. This study aims to comprehensively analyze the practice of sex change in the perspective of legislation and Islamic law and the juridical consequences of this sex change. The research method used is a normative juridical research method using data from library literature. In addition, researchers also use primary legal materials contained in the Civil Code and the Marriage Law. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the study indicate that normatively the practice of sex change is allowed for reasons of benefit, whereas if the motivation is for other interests, Islamic teachings forbid it. The juridical consequences after sex change can occur in the aspect of marriage and the distribution of inheritance, because the Marriage Law only recognizes marriage between a man and a woman. The distribution of inheritance for people who change their genitals must be done carefully by taking into account their gender, both male and female.
Kegiatan Beut Seumeubeut Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Pendidikan Dayah Al Misbahul Aziziyah Samalanga
Saipul Bahri;
Amiruddin Abdullah;
Ibnu Mukti;
Mahdir Muhammad;
Fahmi Karimuddin;
Nuril Khaira
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jkdm.v1i2.477
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan Pembinaan Santri Dayah Al Misbahul Aziziyah dalam meningkatkan kedisiplinan pendidikan. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) Metode PAR memiliki tiga kata yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset dan aksi. Semua riset harus di implimentasikan dalam aksi. Pada proses pengorganisasian, peneliti bersama tim dan pengurus Dayah Al Misbahul Aziziyah membentuk rencana aksi untuk melakukan perubahan sosial pada generasi muda. PAR merupakan kolaboratif antara peneliti dan komunitas untuk melakukan research bersama, merumuskan masalah, merencanakan tindakan, melakukan aksi secara berkesinambungan dan berkelanjutan. PAR dirancang memang untuk mengkonsep suatu perubahan dan melakukan perubahan terhadapnya. Hasil kegiatan ditemukan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai kegiatan Beut Seumeubeut dalam meningkatkan kedisiplinan pendidikan Dayah Al-Misbahul Aziziyah Desa Gampong Baro Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen telah terlaksana semestinya. Kabupaten Bireuen mendapatkan respon yang antusias dari para santri. Pendidikan beut seumeubeut yang telah terlaksana di Dayah Al-Misbahul Aziziyah berjalan dengan semestinya, dan diharapkan ada kegiatan penyuluhan kembali terkait kegiatan beut seumeubeut.
Pelaksanaan Kewajiban Privat Untuk Meningkatkan Mutu Santri Dalam Memahami Ilmu Munakahat: (Pengabdian di Dayah Putri Muslimat Samalanga Bireuen)
Ibnu Mukti;
Karimuddin Abdullah Lawang;
Muhammad Kharazi;
Teungku Amiruddin;
Multazimatul Ula
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jkdm.v1i1.508
Kegiatan ini dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Santri Dalam Memahami Ilmu Munakahat. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) Metode PAR merupakan kolaboratif antara peneliti dan komunitas untuk melakukan research bersama, merumuskan masalah, merencanakan tindakan, melakukan aksi secara berkesinambungan dan berkelanjutan. PAR dirancang memang untuk mengkonsep suatu perubahan dan melakukan perubahan terhadapnya. Kegiatan KPM Institut Agama Islam Al-Aziziyah berlangsung dengan baik. Program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan optimal walaupun mendapatkan sedikit kendala. Bekal yang kami berikan kepada santri pada dasarnya, kami memberikan dukungan dan pengetahuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, serta adanya dampak positif atas kehadiran kita baik dampak secara langsung maupun tidak langsung. Maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator dan panutan yang baik bagi santri di Pondok Pesantren Dayah Putri Muslimat. KPM yang kami lakukan di Pondok Pesantren Dayah Putri Muslimat ini dengan tujuan membawa kenangan-kenangan positif dari kegiatan-kegiatan yang positif pula yang kami lakukan selama dua bulan kami mengabdi kepada santri di Pondok Pesantren Dayah Putri Muslimat.
Komparasi Hukum Islam dan Hukum Perdata Terhadap Ganti Kelamin dan Konsekuensi Yuridisnya
Dian Saputra;
Karimuddin Abdullah Lawang
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/almaqasid.v8i2.6137
Genital replacement is an interesting issue to be studied today. Especially with regard to the impact on civil rights after sex surgery is carried out. This study aims to comprehensively analyze the practice of sex change in the perspective of legislation and Islamic law and the juridical consequences of this sex change. The research method used is a normative juridical research method using data from library literature. In addition, researchers also use primary legal materials contained in the Civil Code and the Marriage Law. Data analysis was carried out qualitatively. The results of the study indicate that normatively the practice of sex change is allowed for reasons of benefit, whereas if the motivation is for other interests, Islamic teachings forbid it. The juridical consequences after sex change can occur in the aspect of marriage and the distribution of inheritance, because the Marriage Law only recognizes marriage between a man and a woman. The distribution of inheritance for people who change their genitals must be done carefully by taking into account their gender, both male and female.