Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengenalan Dunia Kampus di Sma Negeri 1 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan Yanis, Muhammad Nazarul; Purnamasari, Tina; Zebua, Dermawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 1 No. 1 (2024): JUPENGEN - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v1i1.11

Abstract

Campus introduction activities are a form of community service which aims to provide information about the world of higher education and help high school students in determining future career choices. This research was carried out at SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, Seruyan Regency, using interactive presentation and discussion methods. The results of the activity showed that students felt more motivated and had a clearer picture of the steps they should take after graduating from high school. Information about various majors and scholarship opportunities is of great interest to students, especially those who have financial constraints. Evaluation shows that this activity succeeded in reducing students' anxiety regarding college entrance selection and provided positive encouragement for them. This campus introduction activity has a significant impact in preparing students to continue their education to a higher level and this service is concrete evidence of the tridharma of higher education, namely Teaching, Research and Community Service.
Sosialiasi Pendidikan Tinggi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa Sekolah Menengah Atas Terhadap Pendidikan Lanjutan Suroto; Darmono; Tina Purnamasari; Ridwan; Muhammad Nazarul Yanis; Dermawan Zebua
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Vol. 1 No. 2 (2024): JUPENGEN - November
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jupengen.v1i2.49

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pentingnya pendidikan tinggi kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa wilayah yang memiliki keterbatasan informasi. Kegiatan ini meliputi sosialisasi pendidikan tinggi, diskusi interaktif, simulasi pemilihan program studi, serta pemberian informasi mengenai peluang beasiswa dan jalur pendidikan lanjutan. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang pendidikan tinggi, dengan 85% siswa memiliki pemahaman yang lebih baik setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, minat siswa untuk melanjutkan pendidikan meningkat dari 50% menjadi 70% pasca kegiatan. Meskipun program ini berhasil meningkatkan motivasi siswa, beberapa tantangan seperti keterbatasan akses informasi di daerah terpencil tetap perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pendampingan dan tindak lanjut melalui platform daring disediakan untuk memastikan keberlanjutan dampak dari program ini.
POTENSI USAHA KOPRA (KELAPA KERING) DI DESA PEMATANG KAMBAT, KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR, KABUPATEN SERUYAN, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Muhammad Nazarul Yanis SP., MP.
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi usaha kopra di Desa Pematang Kambat. Dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022, berlokasi di Desa Pematang Kambat, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode survey menggunakan teknik wawancara dengan kuisioner sebanyak 30 pertanyaan kepada 6 orang responden yang terletak di beberapa lokasi yaitu di Jalan Kelapa, Jalan Pematang Kambat, Pematang Manggis dan Pematang Kelapa. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari, yang meliputi penyiapan alat dan bahan, survey dan wawancara, pengisian kuisioner, pengambilan data serta dokumentasi. Data hasil survey kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan proses pengolahan kopra dilakukan secara konvensional dengan penjemuran selama 2-3 hari, rata-rata kapasitas produksinya berkisar 3 ton/bulan. Para responden juga memiliki usaha lain seperti beternak sapi, berkebun, usaha walet, membuka warung dan berjualan gorengan. Rata-rata lama menjalankan usaha adalah 6,8 tahun dengan jumlah pekerja rata-rata yang dimiliki sekitar 7 orang. Hampir semua pelaku usaha kopra memiliki lahan perkebunan kelapa sendiri sebagai sumber bahan bakunya. Rata-rata produk kopra tersebut dijual ke beberapa perusahaan dan perorangan di daerah Samuda, Kotawaringin Timur dengan dikemas menggunakan karung dan diangkut menggunakan mobil pick up. Rata-rata harga jual kopra dari produsen adalah Rp 8.768,-/kg. Terdapat limbah hasil dari pengolahan seperti serabut dan tempurung kelapa yang digunakan sebagai bahan baku pembakaran/pengasapan. Usaha kopra di Desa Pematang Kambat ini sangat potensial untuk dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan dari Dinas dan Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, dan lembaga-lembaga terkait.
ANALISIS LEMBAGA DAN SALURAN PEMASARAN KOPRA DI DESA PEMATANG KAMBAT, KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR, KABUPATEN SERUYAN Muhammad Nazarul Yanis; Ariadi *
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dari lembaga pemasaran dan pola saluran pemasaran usaha kopra di Desa Pematang Kambat. Dilaksanakan pada bulan Agustus 2022, berlokasi di Desa Pematang Kambat, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode survei eksplorasi menggunakan teknik wawancara dengan kuisioner sebanyak 30 pertanyaan kepada 6 orang responden yang terletak di beberapa lokasi yaitu di Jalan Kelapa, Jalan Pematang Kambat, Pematang Manggis dan Pematang Kelapa. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari, yang meliputi penyiapan alat dan bahan, survei dan wawancara, pengisian kuisioner, pengambilan data serta dokumentasi. Data hasil survei kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pola saluran pemasaran kopra yaitu dari Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen. Fungsi dari masing-masing lembaga pemasaran diketahui bahwa produsen melakukan semua fungsi pemasaran kecuali untuk fungsi pembelian. Pedagang besar juga melakukan semua fungsi pemasaran kecuali untuk fungsi pengangkutan. Sedangkan pengecer hanya melakukan fungsi pemasaran yaitu pembelian, penjualan, pengangkutan, pembiayaan dan informasi pasar.
PEMANFAATAN KELAPA BUANGAN SEBAGAI ALTERNATIF USAHA KOPRA GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA PEMATANG KAMBAT, KABUPATEN SERUYAN Muhammad Nazarul Yanis
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i1.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan kelapa buangan sebagai alternatif bahan baku kopra di Desa Pematang Kambat. Dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2023, berlokasi di Desa Pematang Kambat, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan yaitu metode survei menggunakan teknik wawancara dengan kuisioner sebanyak 30 pertanyaan dan diskusi kepada 6 orang responden yang terletak di beberapa lokasi yaitu di Jalan Kelapa, Jalan Pematang Kambat, Pematang Manggis dan Pematang Kelapa. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari, yang meliputi penyiapan alat dan bahan, survei dan wawancara, pengisian kuisioner, kegiatan diskusi, pengambilan data serta dokumentasi. Data hasil survei kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Desa Pematang Kambat adalah sebagai petani kelapa. Hasil kelapa yang berlimpahi membuat banyaknya kelapa buangan yang masih diolah menjadi kelapa kopra asalan, masih banyak produsen belum memahami cara pengolahan kopra yang baik. Hasil penelitian menunjukan proses pengolahan kopra masih dilakukan secara konvensional/traditional dengan penjemuran selama 2-3 hari. Hampir semua pelaku usaha kopra memiliki lahan perkebunan kelapa sendiri sebagai sumber bahan bakunya. Rata-rata produk kopra tersebut dijual ke beberapa perusahaan dan perorangan di daerah Samuda, Kotawaringin Timur. Rata-rata harga jual kopra dari produsen adalah Rp 8.800,-/kg. Terdapat limbah hasil dari pengolahan seperti serabut dan tempurung kelapa yang belum digunakan secara optimal menjadi produk turunan bernilai ekonomis lainnya. Apabila hal tersebut diterapkan oleh petani, maka tidak ada lagi sisa kelapa yang terbuang, dan hal tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Usaha kopra di Desa Pematang Kambat ini sangat potensial untuk dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan dari Dinas dan Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, dan lembaga-lembaga terkait.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (STUDI KASUS PETANI PADI SAWAH DI DESA LANJUT KECAMATAN SINGKEP PESISIR KABUPATEN LINGGA) Mulyadi *; Muhammad Nazarul Yanis; Puja Triandini; Adityo Azana Putra; Rizka Wildani; Elva Dwi Karyati
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i1.190

Abstract

Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu cara yang diharapkan dapat membantu petani dalam menyelesaikan permasalahan mereka dan juga penyuluh juga diharapkan mampu untuk meningkatkan pengetahuan petani padi sawah guna lebih meningkatkan jumlah produksi padi sawah. Di desa lanjut kegiatan penyuluhan kepada petani padi sawah biasanya dilakukan seminggu sekali. Penyuluh merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan petani yang diharapkan mampu untuk mengatasi segala permasalahan yang dihadapi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian lapangan di desa lanjut kecamatan singkep pesisir kabupaten lingga. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi petani padi terhadap peran penyuluh di desa lanjut kecamatan singkep pesisir kabupaten lingga provinsi kepulauan riau sebagai pembimbing, organisator , pelatih dan fasilitator dinilai sangat baik, meskipun demikian terdapat beberapa pernyataan yang terkait
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH DI DESA LANJUT, KECAMATAN SINGKEP PESISIR Muhammad Nazarul Yanis; Mulyadi *; Adityo Azana Putra; Puja Triandini; Rizka Wildani; Rehandi *; Suroto *
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v4i1.191

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui data sifat fisik dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Metode yang digunakan yaitu metode survei eksplorasi menggunakan teknik Purposive Random Sampling, Wawancara dan Analisis Sampel di laboratorium. Parameter yang diamati adalah Warna Tanah (Munsell Color Charts), Tekstur Tanah (Texture by Feel), Struktur Tanah, Kemiringan Lereng (Slope), Ketinggian Tempat (Altitude) dan pH Tanah (pH Meter). Data hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tekstur Tanah yang dominan di lokasi penelitian adalah Lempung Berliat dan Liat Berdebu. Warna Tanah yang dominan adalah Dark Brown dan Brown, Struktur Tanah yang dominan adalah bergumpal (blocky), Kemiringan Lerengnya bergelombang dan agak melandai, Ketinggian Tempat berkisar 5-10 mdpl, dan pH Tanah rata-rata adalah 6,9 (Netral). Pada umumnya sifat fisika dan kimia tanah pada lahan sawah di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir masuk dalam kriteria sesuai untuk pertumbuhan tanaman padi.
BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM EMBER (SISTEM AKUAPONIK) UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS PERTANIAN DI MAN NURUZH ZHOLAM, KABUPATEN SERUYAN Muhammad Nazarul Yanis; Suroto S.P., M.MA; Tina Purnamasari; Devy Muja Alhikmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i1.59

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di MAN Nuruzh Zholam, Jalan Pematang Anglai RT. 11, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, bertujuan untuk memperkenalkan teknologi budidaya secara akuaponik untuk meningkatkan soft skills pertanian, memberikan pelatihan tentang budidaya ikan dan sayuran dalam ember (budikdamber), pemanfaatan lahan perkarangan agar lebih produktif dan asri, serta dapat menunjang kebutuhan ekonomi. Metode yang dipakai pada program ini adalah pendampingan kepada warga melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan dan sayuran dalam ember (sistem akuaponik). Tahapan kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi tentang akuaponik, pelatihan tentang budidaya ikan dan sayuran dalam ember (budikdamber), pelaksanaan kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah untuk mengoptimalkan lahan pekarangan yang asri sebagai sumber pangan secara berkelanjutan, meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan warga.
PENGENALAN TEKNOLOGI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA EDUKASI LINGKUNGAN DI SMKN 1 KUALA PEMBUANG Muhammad Nazarul Yanis; Dermawan Zebua; Ahmad Prayoga
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.98

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMKN 1 Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, bertujuan untuk memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori untuk meningkatkan pemahaman dalam upaya konservasi lingkungan, memberikan wawasan dan pelatihan tentang pembuatan dan pengaplikasian biopori, pemanfaatannya untuk kelestarian sumber daya lahan, serta dapat digunakan sebagai kompos yang bernilai ekonomi. Metode yang dipakai pada program ini adalah pendampingan kepada siswa-siswi melalui sosialisasi dan pelatihan teknologi lubang resapan biopori. Tahapan kegiatan pengabdian dilakukan melalui presentasi dan sosialisasi, pelatihan dan pembuatan, serta perawatan dan pendampingan tentang biopori. Pelaksanaan kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi juga dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menjaga sumber daya lahan secara berkelanjutan, meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatannya.
PENYULUHAN URBAN FARMING PONDOK PESANTREN NURUDH DHOLAM, DESA PEMATANG PANJANG Suroto *; Muhammad Nazarul Yanis; Tina Purnama Sari; Devi Muja Al Hikmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.100

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuka wawasan urban farming kepada anak- anak santri Pondok Pesantren Nurudh Dholam Desa Pematang Panjang Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan. Santri di pesantren berasal dari lingkungan sekitar dan luar kecamatan Seruyan Hilir Timur bahkan dari kabupaten dan Propinsi lain di Kalimantan Tengah. Latar belakang orang tua anak santri sebagai pedagang, PNS dan mayoritasnya petani sehingga menjadikan perlu untuk diberikan salah satu wawasan penting perihal urban farming . Urban farming merupakan teknik pertanian modern yang mudah dilakukan dimana saja dan dengan biaya yang murah. Beberapa jenis urban farming yang popular antara lain hidroponik, aquaponik, vertikultur, budidamber, wall garden. Dengan memahami prinsip- prinsip dalam melaksanakan urban farming akan menjadikan insan yang lebih kreatif dalam memanfaatkan area di sekitarnya yang tidak produktif menjadi lebih produktif dengan menghasilkan berbagai produk pertanian setidaknya untuk membantu skala pemenuhan kebutuhan keluarga sendiri. Oleh karenanya penting untuk diperkenalkan dunia pertanian modern yang simple, praktis dan berbiaya murah untuk dapat dilakukan oleh generasi Z yang inginnya serba instan.. Hasil kegiatan menunjukkan antusisme yang tinggi dari para santri saat mengikuti presentasi paparan tentang urban farming dan terjadi umpan balik yang epik antara pemateri dan para peserta dalam menggali lebih dalam tentang ketertarikan tentang urban farming . Hasil evaluasi peningkatanpengetahuan dan pemahaman santri tentang urban farming sebesar 70% dan diprediksi akan meningkat lagi setelah diberikan pelatihan secara langsung. Para peserta berkeinginan melaksanakan kegiatan urban farming diawali dari lingkungan pesantren sebagai tempat bermukim saat ini.