Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT KONSEP YUSUF QARDHAWI Samsirin Samsirin
Educan : Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v1i1.1301

Abstract

Pendidikan akhlak (moral education) atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut tejadi karena proses pembelajaran cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas teks dan kurang mempersiapkan siswa untuk menyikapi dan menghadapi kehidupan yang kontradiktif. Dari alasan tersebut, peneliti tertarik menganalisis salah satu kitab yang dikarang oleh Yusuf Qardhawi yaitu  Al-Khasais Al-’Ammah lil Islam. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka (library research), maka dalam pengumpulan data penulis menggunakan tehnik dokumentasi yaitu untuk membaca dan menggali dari data primer yaitu kitab Al-Khasais Al-’Ammah lil Islam dan sekunder yang berkaitan dengan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan gagasan manusia dengan menganalisis yang bersifat kritis. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa dalam kitab Al-Khasais Al-’Ammah lil Islam terdapat tujuh nilai-nilai pendidikan karakter yaitu: Ar-Rabbaniyyah, Al-Insaniyyah, As-Syumul, Al-Wasathiah, Al-Waqi’iyyah, Al-Wuduh, dan Al-Jam’u Baina As-Sabat Wal-Murunah. Nilai ini juga merupakan pilar-pilar pendidikan karakter menurut konsep Yusuf Al-Qardawi. Tujuan dari pendidikan Yusuf Al-Qardhawi ialah untuk menjadi manusia yang baik dalam hubungannya dengan Allah maupun manusia dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari, melalui penanaman nilai dengan metode ibadah yaitu dengan membiasakan menjalankan kewajiban-kewajiban atau melakukan kebaikan.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR (UNIDA) PONOROGO Ari Susanto; Muhammad Rasyidil Fikri Alhijri; Mohammad Zakki Azani; Mohammad Ali; samsirin samsirin
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5 No 2 (2022): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v5i2.2867

Abstract

In essence, the application of MBKM is a very essential form of student-centered learning. In its development, the UNIDA campus has twice participated in the Teaching Campus, one of the MBKM programs held by the Minister of Education. The purpose of this study was to determine the extent of implementation and obstacles in MBKM on the campus of Darussalam Gontor University, Ponorogo (UNIDA) as well as some of the problems and obstacles in it. This research uses a case study approach. The instrument of data collection was done by interview, and documentation. The results of this study show that although UNIDA has started to implement several MBKM activities, they are still not running optimally due to several things including: (1) there is no strong legal umbrella to state that the academic community makes other policies related to the implementation of MBKM itself; (2) socialization, which is felt to be very lacking; (3) unclear credit conversion, (4) differences in the use of the year used by UNIDA in determining the academic calendar, where Unida uses the Hijri calendar while in general MBKM activities are based on the Masehi Calender.
Improvisasi Peran Guru Pendidikan Agama Islam melalui Ekstrakurikuler Di Madrasah Ibtidaiyyah Nurussalam Mantingan Ngawi Jawa Timur Samsirin Samsirin; Syarifah Syarifah; Siti Ane Barkah; Aisyah Rahma Elfani
Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Vol 6 No 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3632

Abstract

Improvisasi pembelajaran sebagai suatu aktivitas yang dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran dengan mengembangkan dan memperkaya persiapan pembelajaran yang dibuat dengan tujuan pembelajaran lebih baik dan berkualitas. Pendidikan merupakan suatu hal sangat harus diperhatikan oleh semua bangsa, karena pendidikan memiliki kaitan erat dengan kesuksesan generasi selanjutnya di masa yang akan mendatang. Peran seorang guru terutama dalam Pendidikan Agama Islam dirasa perlu dalam memajukan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyyah Nurussalam Mantingan, Ngawi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh guru untuk memajukan pendidikan Islam dengan hasil penelitian bahwasanya guru Pendidikan Agama Islam memiliki pengaruh dalam kemajuan pendidikan Islam. Kegiatan ekstrakulikuler yang diantaranya terdiri dari pidato, Tahfidz, pramuka, pencak silat, menjadi peran guru pai dalam menigktakan kualitas pemebelajaran.
Principles of Islamic Education Learning According to Sheikh Yusuf Al Qardhawi and Their Relevance to UNESCO Principles Samsirin; Syarifah; Nurul Salis Alamin; Alwi Yusron
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.870

Abstract

Yusuf Al-Qardhawi, an Egyptian cleric explains in his book entitled Al-Ilmu wa Ar-Rasul about the basic framework of teaching methods. Namely about what an educator must do to create successful learning activities and produce students with character. This book explains that Rasulullah SAW was the best first teacher. Educators should make Rasulullah SAW a role model in terms of teaching ethics, what an educator must do and the characteristics of an educator in accordance with the teachings of Rasulullah SAW. The basic principles of teaching inherited by Rasulullah SAW have a close relationship with character-based learning management in schools and in other scientific institutions. If the teacher can organize everything in the learning process and can implement the basic principles of teaching that were exemplified by Rasulullah SAW in teaching, then a harmonious learning atmosphere will be created between the teacher and students, the teacher can understand his students. , it is easy for students to digest what is conveyed by the teacher which ultimately can produce graduates who are faithful, pious, accomplished and have character.
Rekonseptualisasi Pembelajaran Agama Islam di Sekolah Dasar Berdasarkan Nilai Pendidikan di Finlandia Menurut Ratih Dwi Adiputri Krisna Wijaya; Samsirin Samsirin
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.80111

Abstract

Finlandia merupakan salah satu negara yang dianggap memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, terutama dalam sistem pendidikan dasarnya. Dalam penelitian ini, fokus masalah yang dibahas peneliti adalah stigma pembelajaran PAI di SD yang membosankan karena suka menggunakan sistem pembelajaran konvensional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan ulang pembelajaran PAI yang ideal berdasarkan nilai-nilai pendidikan di Finlandia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian systematic literature review untuk menganalisis pembahasan di dalamnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa model pembelajaran sekolah dasar di Finlandia, menurut Ratih Dwi Adiputri, dapat dipetakan menjadi tiga prinsip fokus utama, yaitu prinsip kesejahteraan anak, prinsip hubungan antara siswa dan guru, dan prinsip kebebasan bagi siswa. Ketiga hal tersebut merupakan prinsip pendidikan di Finlandia, menekankan kebahagiaan siswa sebagai prinsip utama dalam menjalankan proses pembelajaran. Ketika belajar membuat siswa senang, otomatis siswa akan menyukai proses belajar itu sendiri