Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GreenTech

Enkapsulasi Kayu Secang (Caesalpinia sappan, L.) dengan Konsentrasi Maltodekstrin dan Teknik Pengeringan yang Berbeda terhadap Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Neswati, Neswati; Ismanto, Sahadi Didi
GreenTech Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi maltodekstrin dan teknik pengeringan yang tepat untuk menghasilkan enkapsulat  kayu secang (Caesalpinia sappan, L) dengan aktivitas antioksidan, antibakteri, dan karakteristik fisikokimia yang terbaik. Konsentrasi maltodekstrin yang digunakan adalah 1%, 4%, 7% dan 10% dari 400 mL  filtrat Caesalpinia sappan, L. dan dikeringkan dengan menggunakan teknik freeze drying dan spray drying. Parameter uji yang dilakukan pada enkapsulat kayu secang adalah rendemen, aktivitas antioksidan, kadar air, waktu larut, padatan tidak larut dan kadar abu. Enkapsulat kayu secang terbaik (Caesalpinia sappan, L.)  adalah konsentrasi maltodekstrin sebesar 7% dengan menggunakan teknik spray drying. Parameter produk terbaik adalah rendemen  (16,27 ± 0,48)%, aktivitas antioksidan (40,14 ± 1,23)%, antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (20,45 ± 0,66) mm, kadar air (4,94 ± 0,29)%, waktu larut (25,86 ± 1,44)detik, padatan tidak larut  (1,4 ± 0,271)%,  dan kadar abu (0,36   ± 0,02)%.
Penggunaan Serat Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) Terhadap Karakteristik Papan Gipsum Syafira, Salsabila Putri; Neswati, Neswati; Kasim, Anwar
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.32

Abstract

Papan gipsum merupakan bahan bangunan yang umum digunakan pada desain langit-langit interior untuk menciptakan tampilan yang variatif dan modern. Papan ini tergolong sebagai papan tiruan yang umumnya terbuat dari campuran gipsum dan serat sintetis, seperti serat kaca. Namun, penggunaan serat sintetis memiliki beberapa keterbatasan, antara lain tidak dapat didaur ulang, harga yang relatif mahal, dan ketersediaan yang terbatas. Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan, serat alami seperti sabut kelapa memiliki potensi yang besar karena ketersediaannya yang melimpah, biaya yang lebih rendah, dan sifatnya yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dan menentukan perlakuan terbaik dari penambahan serat sabut kelapa terhadap karakteristik fisik dan mekanik papan gipsum. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu A (3% serat sabut kelapa), B (6%), C (9%), D (12%), dan E (15%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik ANOVA (Analysis of Variance), dan apabila terdapat perbedaan nyata pada taraf signifikansi α = 5% (Fhitung > Ftabel 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjutan DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat sabut kelapa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air, kerapatan, daya serap air, pengembangan tebal, modulus of rupture (MoR), dan modulus of elasticity (MoE). Perlakuan optimal diperoleh pada perlakuan D (12% serat sabut kelapa), dengan kadar air sebesar 11,5%, kerapatan 0,85 g/cm³, penyerapan air 45,19%, pengembangan tebal 1,32%, nilai MoR sebesar 52,99 kgf/cm², dan nilai MoE sebesar 5667,18 kgf/cm².