Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Rancang Bangun Motor Brsuhless Direct Current Three Phase Axial Flux Nylon Carbon Fiber pada Unmanned Aeral Vehicle (UAV) Gamma Aditya Rahardi; Adi Putranto; Widyono Hadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v8i1.29795

Abstract

Pesawat tanpa awak atau Pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle atau UAV), adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot. drone telah diterapkan dalam berbagai layanan seperti pengawasan Infrastruktur, pemetaan daerah pertanian, dan pemetaan daerah industry. Perancangan motor BLDC Axial Flux Nylon Carbon Fiber pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini menggunakan bahan nylon carbon fiber pada penampang stator dan rotornya karena memiliki berat yang ringan dan kuat. Pengujian pertama mengetahui kinerja dari empat motor BLDC Axial Flux Nylon Carbon Fiber dengan variasi sinyal dari throttle yang diberikan menghasilkan arus , daya dan kecepatan motor yang berbeda, untuk daya didapatkan dari hasil perhitungan akar tiga dikalikan dengan tegangan dikali arus. Setelah data terkumpul selanjutnya yaitu membandingkan motor pertama kedua ketiga dan keempat apakah ke empat motor yang di buat dengan konstruksi yang sama memiliki perbedaan arus, daya, gaya angkat maupun kecepatannya. Hasil pengujian menghasilkan motor BLDC Axial Flux Nylon Carbon Fiber tersebut mempunyai beberapa kelebihan yaitu berat dari motor menggunakan bahan Nylon Carbon Fiber. Kata Kunci :Unmanned Aerial Vehicle, motor BLDC, Axial flux, Nylon Carbon Fiber.
Unjuk Kerja Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) 3 Fasa Fluks Radial dari Modifikasi Motor Induksi Heni Krisdiantoro; Triwahju Hardianto; Widyono Hadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 7 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v7i3.28113

Abstract

Kebutuhan energi listrik di kalangan masyarakat Indonesia kian hari kian meningkat. Hamper seluruh kegiatan manusia pada zaman sekarang tak bisa lepas dari listrik. Selama ini sumber energi potensial dari pembangkit listrik masih menggunakan energi fosil untuk membangkitkan energi listrik. Sudah saatnya sekarang beralih menggunakan energi terbarukan seperti angin, air, gelombang laut dan lain-lain untuk mengganti sumber energi fosil. Pada industry kelistrikan saat ini generator sinkron magnet permanen sudah banyak di kembangkan. Komponen utama dari generator ini adalah rotor , stator dan penggerak utama. Generator sinkron magnet permanen ini menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan magnet pada kumparan sehingga tidak memerlukan arus eksitasi. Tentu saja generator ini diharapkan bisa menghasilkan listrik yang maksimal dengan menggunakan sumber tenaga angin, air ,gelombang laut dan lain-lain, sehingga krisis sumber daya listrik dengan energi fosil perlahan dapat teratasi. Generator yang dibuat pada penelitian ini menggunakan bahan baku seperti rotor, stator , shaft dan housing dari motor pompa air bekas yang sudah tidak terpakai. Modifikasi yang dilakukan yaitu dengan menambahkan magnet permanen pada rotor yang telah di bubut dan mengubah lilitan asli dari motor. Pengujian generator dilakukan dengan memberikan beban 40 ohm dengan melakukan variasi kecepatan putar 200-1600 rpm. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan generator mampu menghasilkan daya paling rendah sebesar 0.7 watt pada kecepatan 200 rpm dan daya paling tinggi sebesar 41.8 watt pada kecepatan 1600 rpm. Efisiensi terbaik pada pengujian terjadi saat menggunakan kecepatan 400 rpm dengan nilai efisiensi 75.78%.
RANCANG BANGUN GENERATOR AC KONSTRUKSI AXIAL FLUX SATU FASA MENGGUNAKAN MAGNET NEODYMIUM SILINDER DENGAN KUTUB BERLAWANAN Ainur Rohmah; Widyono Hadi; Widya Cahyadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v6i2.19654

Abstract

Pembangkit listrik terbarukan merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dunia mengingat mahal dan langkanya energi minyak bumi yang selama ini menjadi pilihan utama pada sistem pembangkitan energi listrik. Perancangan generator AC konstruksi axial flux satu fasa menggunakan stator ganda dan rotor tunggal, terdapat 8 coil pada tiap stator, pada rotor menggunakan 8 magnet neodymium disusun dengan kutub berlawanan (u-s). Untuk mengetahui pengaruh kutub magnet diberikan beban resistor 400, 500, 666,67, 1000, dan 2000Ω, dengan menggunakan beban 2kΩ di susun secara paralel. Pengujian dilakukan pada tegangan output yang konstan pada tegangan 18, 20, dan 23V, selanjutnya dilakukan pengukuran arus dan kecepatan generator AC dengan menggunakan variasi beban yang berbeda. Pada saat tegangan output 18V, beban 400Ω arus 0,045A dan kecepatan 3885rpm. Beban 2000Ω arus 0,009A dan kecepatan 2008rpm. Pada saat tegangan output 23V, beban 400Ω arus 0,0575A dan kecepatan 6684rpm. Saat beban 2000Ω arus 0,0114A dan kecepatan 2526rpm. Dari penelitian ini pengaruh kutub magnet terhadap daya yang dihasilkan generator AC dengan diberikan variasi beban resistor pada tegangan output bernilai konstan yaitu semakin besar beban yang di berikan maka arus dan kecepatan yang dihasilkan akan semakin besar.
Analisis Frekuensi Terhadap Kecepatan Motor BLDC (Brushless Direct Current) Satu Fasa Kontruksi Axial Flux Celah Udara Tunggal Rizqi Afif; Widyono Hadi; Widya Cahyadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v4i1.8387

Abstract

Semakin berkembanganya ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penemuan baru dan pengembangan untuk mempermudah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Salah satu pengembangan alat yang sering dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan sehari – hari yaitu motor penggerak. Isu pemanasan global dan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan isu pendongkrak berkembangnya teknologi motor listrik. Motor DC konvensional sudah dikenal efisien dan bebas polusi, namun masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya adalah motor bldc (brushless direct current) satu fasa kontruksi axial flux celah udara tunggal. Alasan untuk melakukan penelitian tentang analisa driver menggunakan IC NE 555 untuk memperbaiki penelitian sebelumnya yaitu rancang bangun motor searah tanpa sikat satu fasa (bldc) kontruksi axial flux (pancake) dengan celah udara tunggal. Dari hasil pengujian menggunakan frekuensi antara 5 Hz sampai 50 Hz dihasilkan pada motor bldc (brushless direct current) satu fasa kontruksi axial flux celah udara tunggal saat frekuensi 5 Hz sudah dapat berputar dengan menghasilkan kecepatan terkecil sebesar 99,3 rpm dan saat frekuensi 50 Hz menghasilkan kecepatan tertinggi sebesar 1022 rpm. Dari penelitian yang dihasilkan bahwa semakin besar frekuensi yang masuk maka semakin cepat putaran dari motor.
Analisis Generator Sinkron Permanen Magnet (PMSG) Tipe Radial 3 Fasa dengan Hubungan Kumparan Delta rohana Ayu Mustikasari; Triwahju Hardianto; Widyono Hadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 7 No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v7i3.28119

Abstract

Generator merupakan mesin listrik yang dapat menghasilkan energi listrik dengan cara mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator permanen magnet tipe radial sendiri mampu menghasilkan energi listrik pada putaran rendah, generator permanen magnet (PMSG) merupakan generator sinkron yang menggunakan magnet permanen. Magnet yang digunakan adalah Neodymium iron boron. Hubungan kumparan yang digunakan ketika pengambilan data dengan menggunakan hubungan kumparan delta. Hubung kumparan ini memiliki kelebihan dapat digunakan pada generator kapasitas rendah sehingga dapat diketahui tegangan keluarannya. Hasil yang didapatkan dari analisis data ini yaitu, daya dan efisiensi generator menunjukkan bahwa semakin besar beban yang di berikan maka dayanya semakin besar, sedangkan efisiensinya semakin kecil. Kecepatan putar yang didapatkan generator berpengaruh pada gelombangkeluaran pada osiloskop. Semakin besar rpm maka gelombang osiloskop semakin besar.
Analisis Pengaruh Perbedaan Aluminium dan Akrilik Sebagai Kerangka Penyusun Generator Axial Flux 12 Slot 8 Pole Fajrin Nurul Qomariyah; Widyono Hadi; Widya Cahyadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v8i1.28476

Abstract

Generator merupakan suatu alat yang penting pada sebuah pembangkit yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pemilihan material dalam membuat kerangka penyusun generator sangat perlu diperhatikan agar generator yang dibuat memiliki keefektivitasan yang baik saat dioperasikan. Dampak dari pemilihan material kerangka penyusun generator akan mempengaruhi output generator yang dihasilkan. Secara khusus material aluminium memiliki keefektivitasan yang lebih baik dibandingkan material akrilik. Dari kedua material tersebut didapatkan bahwa material aluminium memiliki distribusi kerapatan fluks magentik yang lebih besar dibandingkan material akrilik sehingga output generator berupa tegangan dan frekuensi juga lebih besar. Hasil uji torsi generator dengan kerangka penyusun aluminium lebih kecil dibandingkan kerangka penyusun material akrilik sehingga kinerja generator dengan material aluminnium lebih baik dibandingkan dengan material akrilik. Kata Kunci — Generator, Aluminium, Akrilik, Distribusi Kerapatan Fluks Magnetik, Torsi.
KONTROL TEGANGAN INVERTER FULL BRIDGE SATU FASA BERBASIS ARDUINO UNO R3 MENGGUNAKAN KONTROL PID Raka Aji Sukmayuwana; Triwahju Hardianto; Widyono Hadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v6i1.19655

Abstract

Resiko gangguan pada system jaringan listrik semakin meningkat diakibatkan semakin bertambahnya konsumsi energi listrik. Jika gangguan pada system jaringan terjadi maka pemutusan biasanya dilakukan oleh PT. PLN. Kemajuan teknologi memberikan solusi dengan berkembangnya ilmu elektronika daya. Mulai ditemukan rangkaian yang dapat merubah listrik DC ke AC. Listrik berjenis AC dapat dibangkitkan melalui listrik DC (Direct Current) atau listrik bergelombang searah. Tahapan untuk mendapatkan listrik AC dari pembangkitan menggunakan listrik DC dapat menggunakan sistem pembalikan kutup dari hasil keluaran listrik DC yang terhubung dengan beban. Metode tersebut disebut dengan inverter. Penelitian ini menggunakan inverter dengan rangkaian full bridge. Sumber tegangan inverter menggunakan baterai 12 Volt dengan kapasitas 7,2 Ah. Arduino Uno R3 digunakan sebagai kontrol switching rangkaian full bridge dan menjaga kestabilan tegangan dengan menggunakan PID. Setelah rangkaian inverter full bridge, tegangan dinaikan ke 220 Volt dengan menggunakan transformator. Dengan menggunakan metode SPWM (Sine Pulse Width Modulation) pembagian gelombang frekuensi pada inverter sebesar 50 Hz. Kemudian dilakukan pengontrolan PID karena terjadinya penurunan tegangan setelah keluaran dari transformator. Besaran nilai Kp, Ki, dan Kd yang digunakan adalah 0,068, 0,001 dan 0,04. Tegangan output inverter mampu dijaga hingga tetap stabil sebesar 200v-220v. Efisiensi sistem inverter secara keseluran adalah 79,319%
Pengaruh Posisi Sudut Optimum Reed Switch Pada Motor Brushless DC Axial Flux Widyono Hadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v4i1.7352

Abstract

Motor brushless DC (BLDC) merupakan salah satu jenis motor DC yang memiliki magnet permanen di bagian rotor dan kumparan jangkar pada stator. Motor Brushless DC ini dirancang dengan konstruksi double stator, yakni memiliki empat kutub di bawah rotor dan empat kutub di atas rotor, di mana masing-masing kutub dililit secara double dengan jumlah 400 lilitan dan ukuran kawat 0,2 mm, sedangkan perubahan sudut pada reed switch dilakukan untuk mengetahui pengaruh putaran dan kecepatan rotor yang terjadi pada motor saat reed switch dipindah dengan posisi sudut yang berbeda yaitu di sebelah kanan kumparan 5°, 15°, 25°, 35° dan di sebelah kiri kumparan 5°, 15°, 25°, 35°, dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt dan 24 volt pada tiap-tiap sudut. Dari hasil penelitian didapatkan kecepatan optimum pada posisi sudut 5° kiri kumparan sebesar 2869 rpm dengan tegangan 24 volt dan arus sebesar 0,68 A. Sedangkan error percent terbesar pada posisi sudut reed switch 15° dengan tegangan 15 volt sebesar 7,6 % dan tegangan 24 volt sebesar 7,6%. Sedangkan untuk error percent terkecil pada posisi sudut reed switch 5° dengan tegangan 20 volt sebesar 0,93 %. Perubahan letak reed switch berpengaruh pada kecepatan dan putaran. Ketika reed switch berada di sebelah kanan kumparan, rotor akan berputar ke kanan dan sebaliknya ketika reed switch berada di sebelah kiri kumparan, rotor berputar ke kiri.
Unjuk Kerja Motor Brushless Direct Current 3 Phase Tipe Axial Flux dengan Perbedaan Bentuk Magnet Neodymium Eka Fitrianingsih Adelina; Widyono Hadi; Andi Setiawan
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v7i2.25500

Abstract

Meningkatnya penggunaan kendaraan konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil berdampak pada lingkungan. Salah satu solusi dari masalah tersebut yaitu dengan merubah mesin penggerak utamanya dari motor bakar yang berbahan bakar fosil menjadi motor listrik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan magnet terhadap kinerja motor BLDC. Pada penelitian ini menggunakan magnet neodymium dengan penampang berbentuk persegi dengan ukuran 15 mm x 15 mm x 5 mm dan 10 mm x 10 mm x 2 mm. Pengujian pada penelitian ini juga dilakukan dengan memberikan variasi tegangan sumber sebesar 11 V hingga 24 V. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua cara yaitu dengan pengukuran dan perhitungan. Dari pengukuran didapat data berupa nilai arus sumber, Vpp, frekuensi, dan kecepatan motor. Sedangkan dari perhitungan, didapat data berupa nilai tegangan motor, arus motor, daya input, daya output, efisiensi daya, kecepatan hitung, error persen kecepatan, dan torsi motor. Pengujian pada penelitian ini dilakukan sebanyak empat kali. Dari keempat pengujian yang dilakukan, pengujian dengan hasil performa motor terbaik terdapat pada pengujian motor BLDC 3ϕ axial flux ketika nilai tegangan sumber dan frekuensi berbeda. Pada pengujian motor BLDC 3f axial flux saat tegangan sumber dan frekuensi berbeda, semakin besar variasi tegangan sumber dengan nilai frekuensi yang semakin besar pula, maka nilai torsi dan efisiensi daya pada kedua motor semakin kecil. Namun untuk nilai kecepatan semakin besar. Sedangkan untuk nilai daya output pada motor BLDC 3ϕ axial flux dengan magnet 15 mm x 15 mm x 5 mm semakin naik dan pada motor BLDC 3ϕ axial flux dengan magnet 10 mm x 10 mm x 2 mm semakin kecil. Untuk nilai torsi dan daya output pada motor BLDC 3ϕ axial flux dengan magnet 15 mm x 15 mm x 5 mm lebih besar dibanding pada motor BLDC 3ϕ axial flux dengan magnet 10 mm x 10 mm x 2 mm. Tetapi hal ini berkebalikan untuk nilai kecepatan dan efisiensi daya.
RANCANG BANGUN MOTOR BLDC AXIAL FLUX MENGGUNAKAN DUA KAWAT EMAIL PADA LILITAN KUMPARAN STATOR M Fariz Azizi; Widyono Hadi; Guido Dias Kalandro
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v6i2.19617

Abstract

The rapid development of technology in this era of globalization has an impact on the development of electric motor technology in Indonesia. There are two types of electric motors based on the voltage source used namely DC electric motor and AC electric motor. Because the use of DC motor or AC motor has not been able to meet the needs, the use of BLDC motor (Brushless Direct Current) is a very appropriate choice. In this research, the design of BLDC Axial Flux motor used a single rotor attached to a neodymium magnet and a stator made of two email wires wrapped together. From testing the motor no-load when the source voltage is 18 V it has an input power of 4,038 W and motor speed of 1513 RPM. While when the source voltage is 24 V has an input power of 8,716 W and motor speed 1606 RPM. As for testing motors with loads when the source voltage is 24 V has an input power of 11,432 W, output power 3,579 W, efficiency 31,311%, motor speed 1098 RPM, mechanical torque 0.031 Nm, and electromagnetic torque 0.099 Nm. Coconut laying on overpressed blade roll results in the motor not being able to provide torque according to load needs, so the speed of the motor will drop, and torque increases. Besides, the greater the voltage of the source then the greater the power and speed of the motor.