Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PURWARUPA PENGATURAN KECEPATAN GENERATOR DC PEMBANGKIT LISTRIK PICOHYDRO BERBASIS PID Dwi Aryadi Sudibya Sihombing; Widyono Hadi; Bambang Sri Kaloko
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v6i2.19770

Abstract

The study used PID to control the direction of dc motor spin on faucets to regulate water. No controller has oscillations, because the system is nonlinear. Controlled by functionality is the best way for nonlinear systems. PID is the best choice for achieving tasks. Kp 20 Ki 10 and Kd 1. When the voltage is less than 12V, pid responds to increase voltage, logic on relay chanel one is 0 and 1 on relay chanel two. Chanel one relay NC, relay chanel two NC to NO so the motor rotates to the left up to voltage 12V then PID stops. When the voltage is more than 12V, pid responds to lower the voltage. logic relay chanel one is 1 and 0 on the relay chanel two. Relay chanel one NC becomes NO, relay chanel two NC, so the motor rotates to the right. PID response is inversely proportional to voltage.
Application of ANFIS in Decision-Making on the Smart Control Early Warning System for Tornadoes Rahardi, Gamma Aditya; Mohammad Firdausi, Hasanur; Hadi, Widyono; Setiabudi, Dodi; Wicaksono, Immawan
Jurnal Teknologi Elektro Vol 23 No 1 (2024): (Januari - Juni ) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2024.v23i01.P06

Abstract

A tornado is one weather process that arises due to atmospheric instability. A tornado is a strong wind, but not all strong winds are tornadoes. Tornadoes have a short time frequency but can result in no minor disaster because they can blow objects away and uproot trees. Due to the consequences, an early warning system is needed as an anticipation for the community in the affected areas so that it can help the community by warning early on of the occurrence of a tornado. The ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) method is used to forecast the event of a tornado, and the parameters used are wind speed, ambient temperature, and ambient humidity. This study will compare the ANFIS method using hybrid and backpropagation algorithms. Using the backpropagation algorithm, an error of 0.42385 was produced during training and testing, and an average error of 136.54 was obtained. When using the hybrid algorithm, the error during training is 2.0781 x 10-5, and the average error during testing is 0.015%.Keywords — ANFIS ; Anemometer; DHT22; Early Warning System; Tornado.
Analisis Pengaruh Kerangka Penyusun Aluminium pada Generator Axial Flux 3 Fasa Double Rotor Stator Tunggal Dengan Kutub U-S Magnet Ferrite Hadi, Widyono; Rahardi, Gamma Aditya; Suhanto, Istiana Tirsi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 9 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v9i3.32632

Abstract

Energi listrik menjadi energi utama yang dibutuhkan masyarakat pada saat ini. Melalui program yang kelistrikan yang dilakukan PLN salah satunya progam yang dibuat melakukan pengembanggan pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan. Berkaitan dengan pembangkit, generator merupakan komponen penting yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pemilihan bahan sebagai kerangka penyusun generator sangat penting karena menentukan kefektifitasan saat mesin beroperasi. Dampak dari pemilihan bahan sebagai kerangka penyusun generator akan berpengaruh pada hasil generator yang dihasilkan. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa bahan akrilik lebih efektif untuk unjuk kerja generator dibandingkan dengan bahan aluminium sebagai kerangka penyusun Kata Kunci — Akrilik, Aluminium, Energi Listrik, Generator Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Melalui program kelistrikan yang dilakukan PLN, salah satu program yang dilakukan adalah mengembangkan pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan. Berkenaan dengan pembangkit, generator merupakan komponen penting yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pemilihan material sebagai kerangka penyusun genset sangat penting karena menentukan efektivitas saat mesin beroperasi. Dampak pemilihan bahan sebagai kerangka penyusun genset akan mempengaruhi hasil genset yang dihasilkan. Dari hasil pengujian, ditemukan bahwa bahan akrilik lebih efektif untuk kinerja generator dibandingkan dengan aluminium sebagai kerangka penyusunnya Kata Kunci — Acrilic, Aluminium, Electrical Energy, Generator.
Rancang Bangun Jangkar Motor DC Yuski, Moh. Nur; Hadi, Widyono; Saleh, Azmi
BERKALA SAINSTEK Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v5i2.5700

Abstract

Motor Dc adalah salah satu motor listrik yang saat ini sering digunakan. Dengan kemajuan teknologi saat ini motor DC dituntut untuk memiliki karakteristik yang handal dan efesien. Untuk memperoleh karateristik yang handal dan efisien telah banyak dilakukan pengaturan dan modifikasi terhadap motor DC, baik pada Stator maupun padaRotor (jangkar). Pada penelitian ini dilakukan rancang bangung jangkar motor DC agar memperoleh karakteristik motor yang handal dan efisien. Metode yang digunakan adalah dengan merubah sudut dan arah alur jangkar Motor Dc. Motor dc normal yang awalanya memiliki alur lurus dirubah arahnya ke kanan dan ke kiri sebesar 30 o. Hasil yang diperoleh dari hasil pengujian motor dc tanpa menggunakan beban dengan motor dc bekerja saat tegangan nominal 24 V, diperoeleh karateristik arus dan daya pada motor DC Normal, miring Ke kanan dan miring ke kiri sama yaitu sebesar 0,17 A dan 4,08 watt. Sedangkan untuk karakteristik nilai RPM dan Torsi saat motor DC bekerja pada tegangan nominal 24 v, diperoleh nilai yang berbeda untuk motor dc normal 3569 RPM dan 0,01092 Nm, untuk motor DC miring kanan 3823 RPM dan 0,0102 Nm, serta untuk motor dc miring kiri 3849 RPM dan 0,0102 Nm. Dengan memiringkan alur jangkar sebesar 30 derajat akan memperoleh nilai RPM yang lebih besar dibanding dengan alur lurus baik ke dimiringkan ke kanan maupun ke kiri. Sedangkan untuk nilai torsi alur lurus memiliki nilai torsi yang lebih besar dibanding dengan alur jangkar yang telah dimiringkan 30 derajat baik ke kanan maupun ke kiri. Dengan besar sudut alur jangkar dan arah sudut berbeda memiliki nilai RPM dan Torsi yang sama. Kata Kunci: Motor DC, Jangkar , Alur, Sudut, RPM, Torsi.
SISTEM PENGENDALI LAJU TETESAN INFUS MENGGUNAKAN PARAMETER DENYUT JANTUNG Ridlo, Akhmad Rosid; Supeno, Bambang; Hadi, Widyono
BERKALA SAINSTEK Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia medis, dehidrasi merupakan penyebab utama kematian. Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan dehidrasi. Penanganan yang pertama harus dilakukan adalah dengan pemberian cairan infus secara berkala dan harus selalu diawasi oleh petugas medis. Kesalahan dalam pengawasan dapat berakibat fatal terhadap pasien. Dibutuhkan sebuah alat yang dapat memperkecil kesalahan dalam pengawasan terhadap infus pasien. Penelitian tentang “Sistem Pengendali Laju Tetesan Infus Pada Pasien Diare” diharapkan dapat membuat sistem pengendali laju tetes infus menjadi otomatis berdasarkan denyut jantung pasien diare itu sendiri. Denyut jantung diukur menggunakan sensor fotodioda  dan led infrared. Sensor denyut jantung ini diletakkan pada jari tangan pasien. Hasil pengukuran sensor kemudian diolah oleh mikrokontroler dan digunakan sebagai acuan untuk mengendalikan laju tetesan infus menggunakan motor servo. Untuk mengetahui nilai kebenaran laju tetesan infus digunakan sensor fotodioda dan led infrared yang diletakkan di tabung selang infus. Sensor ini mendeteksi laju tetesan pada tabung infus dan ditampilkan pada LCD. Dari perancangan alat yang sudah dijelaskan di atas, didapat hasil bahwa rata-rata eror persen sistem mencapai 9,6 %. Nilai tersebut merupakan hasil dari perbandingan laju tetesan infus pada alat dengan laju tetesan infus yang diharapkan. Kata Kunci: Dehidrasi, Denyut jantung, Diare, Laju, Tetesan Infus .
Sistem Kontrol Fuzzy Logic pada Generator DC Penguatan Terpisah Berbasis Arduino UNO R3 Setiyawan, Hendro Rosyidi; Hadi, Widyono; Hardianto, Triwahju
BERKALA SAINSTEK Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v5i1.5377

Abstract

Generator DC merupakan perangkat listrik dinamis yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, namun generator DC memiliki karakteristik saat diberi beban maka output akan mengalami drop tegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan kontrol fuzzy logic sehingga diperoleh kestabilan output tegangan generator DC. Besarnya injeksi yang diberikan pada generator DC diatur melalui buck converter yang dikontrol dari mikrokontroler. Tahapan pembuatan program fuzzy logic yang dilakukan antara lain fuzzyfication, inference dan defuzzyfication. Pembuatan pemodelan sistem fuzzy mengubah hasil dari pemodelan sistem fuzzy yang dirancang menjadi program agar dapat di input ke arduino UNO R3. Analisa perbandingan yang dilakukan yaitu analisa drop tegangan dan over voltage pada keadaan close loop maupun open loop fuzzy logic. Selisih dari drop tegangan dan over voltage yang terjadi untuk sistem open loop jauh lebih besar jika dibandingkan dengan drop tegangan dan over voltage dengan sistem close loop fuzzy logic.Kata Kunci: Arduino UNO-R3, Buck Converter, Fuzzy Logic, Generator DC.
Productivity Improvement of Oyster Mushroom Cultivation by Utilizing Temperature Control on Baglog Steamer in Industrial Farming Area: Peningkatan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Kontrol Suhu pada Steamer Baglog di Daerah Pertanian Industrial Laagu, Muh Asnoer; Vivi, Vivi Nur’anini Sutimi; Gamma , Gamma Aditya Rahardi; Wahyu, Wahyu Muldayani; Widyono, Widyono Hadi; Widjonarko, Widjonarko
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 1 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i1.1030

Abstract

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan 2 musim yang memiliki kelebihan tanah subur sehingga menjadi faktor dalam bidang pertanian. Keanekaragaman hayati menjadi potensi besar dalam kesejahteran manusia salah satunya yaitu budidaya ragam jenis jamur. Jamur memiliki nilai ekonomis yang tinggi namun dalam proses budidanya masih tergolong sulit. Budidaya yang dilakukan masih menggunakan alat konvensional sehingga dalam proses produksi masih berlangsung lama dan sulit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem kerja steamer baglog jamur hitam dengan metode fuzzy untuk mengontrol suhu. Sistem yang dibuat dengan mengatur besar kecillnya api agar segera mencapai suhu ideal yang 100? dan mempertahankan suhu tersebut hinngga mencapai waktu yang ditentukan. Penggunaan stremaer baglog jamur menggunakan metode fuzzy sangat efektif dalam proses sterilisasi baglog dimana eror yang dihasilkan sebesar 0,02% tanpa terjadi overshoot dan mampu meminimalisir bahan bakar. Sehingga pertumbuhan miesselium bibit jamur menggunkan steamer baglog dengan metode fuzzy memiliki bobot lebih besar dalam waktu pertumbuhan 4 minggu yakni sebesar 1,9 ons. Implementasi dari alat ini merupakan bagian dari kegitan pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok petani jamur di Kab. Jember.
Application of ANFIS in Decision-Making on the Smart Control Early Warning System for Tornadoes Gamma Aditya Rahardi; Hasanur Mohammad Firdausi; Widyono Hadi; Dodi Setiabudi; Immawan Wicaksono
Jurnal Teknologi Elektro Vol 23 No 1 (2024): (Januari - Juni ) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2024.v23i01.P06

Abstract

A tornado is one weather process that arises due to atmospheric instability. A tornado is a strong wind, but not all strong winds are tornadoes. Tornadoes have a short time frequency but can result in no minor disaster because they can blow objects away and uproot trees. Due to the consequences, an early warning system is needed as an anticipation for the community in the affected areas so that it can help the community by warning early on of the occurrence of a tornado. The ANFIS (Adaptive Neuro Fuzzy Inference System) method is used to forecast the event of a tornado, and the parameters used are wind speed, ambient temperature, and ambient humidity. This study will compare the ANFIS method using hybrid and backpropagation algorithms. Using the backpropagation algorithm, an error of 0.42385 was produced during training and testing, and an average error of 136.54 was obtained. When using the hybrid algorithm, the error during training is 2.0781 x 10-5, and the average error during testing is 0.015%.Keywords — ANFIS ; Anemometer; DHT22; Early Warning System; Tornado.
Analisis Motor Brushless Direct Current Aksial Fluks 3 Fasa Menggunakan Magenet Permanen Neodymium Sebagai Prime Mover Generator Mayang Karlia Sari; Widyono Hadi; Widya Cahyadi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 19 No 2 (2020): (Juli - Desember) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2020.v19i02.P11

Abstract

The increase in the use of conventional motor causes an increase in the use of petroleum that cannot be renewed. To overcome it the use of conventional motor changes to electric motor. Electric motor that are often used is brush motor, but it has brush-loss. Electric motor created to overcome the weakness of brush motor. Electric motor that are designed has specification ie 6 slot and use 4 dan 8 magnet in rotor. The coil in every slot is 450 made by email wire with 0,3 mm diameter. This research is doing by measurement and calculation. Measurement is included measure magnetic field, motor voltage, frekuensi and rotational speed. Calculation is included power, torque, frekuensi and rotational speed. Motor testing is using 4 and 8 magnet in no load condition and with load condition. The first test on a 24 Volt supply voltage when using 4 magnets in no-load condition result a torque value of 1.09x10-3 Nm and a speed of 2794 RPM, when in load condition motor result torque value of 2,25x10-3 and rotational speed of 1171 RPM. The second test on a 24 volt supply voltage when using 8 magnet in no-load condition motor result torque value of 3,38x10-3 Nm and rotational speed of 1410 RPM, when in load condition motor result torque of 7,4x10-3 Nm and rotational speed 1410 RPM. Maximal value torque result in all test is 7,4x10-3 and maximal rotational speed is 2794 RPM.
Pengaruh Air gap terhadap Unjuk Kerja Motor Brushless Direct Current 3 Fasa Fluks Aksial Stator Ganda Bella Octavia Nurul Hidayah; Widyono Hadi; Widya Cahyadi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 19 No 2 (2020): (Juli - Desember) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2020.v19i02.P10

Abstract

Between the stator and rotor there is a gap called the air gap (air gap). In BLDC motors, air gaps can affect motor speed and motor torque. The purpose of this study is to determine the effect of the air gap on the speed and torque produced by the BLDC 3 phase double stator axial flux motor. Tests are carried out at 4 mm and 5 mm air gap, when the motor is not overloaded and when the motor is loaded, at a source voltage of 12V - 15V. The results of testing on the motor are not burdened, ie when the source voltage is increased, the voltage, current, frequency, speed, motor power and torque increase. At a 5 mm water gap, the results of the voltage, frequency and speed have a greater value than the 4 mm water gap. While the results of the motor current, motor power and torque have a smaller value than the 4 mm air gap. The results of the motorized test are when the load and source voltage are increased, the motor voltage, frequency and speed increase. While the current, power and torque of the motor decreases. At the 4 mm water gap, the results of the voltage, frequency and speed of the motor have a greater value than the 5 mm water gap. While the current, power and torque of the motor have a smaller value than the 5 mm air gap.