Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Rancang Bangun Jangkar Motor DC Yuski, Moh. Nur; Hadi, Widyono; Saleh, Azmi
BERKALA SAINSTEK Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v5i2.5700

Abstract

Motor Dc adalah salah satu motor listrik yang saat ini sering digunakan. Dengan kemajuan teknologi saat ini motor DC dituntut untuk memiliki karakteristik yang handal dan efesien. Untuk memperoleh karateristik yang handal dan efisien telah banyak dilakukan pengaturan dan modifikasi terhadap motor DC, baik pada Stator maupun padaRotor (jangkar). Pada penelitian ini dilakukan rancang bangung jangkar motor DC agar memperoleh karakteristik motor yang handal dan efisien. Metode yang digunakan adalah dengan merubah sudut dan arah alur jangkar Motor Dc. Motor dc normal yang awalanya memiliki alur lurus dirubah arahnya ke kanan dan ke kiri sebesar 30 o. Hasil yang diperoleh dari hasil pengujian motor dc tanpa menggunakan beban dengan motor dc bekerja saat tegangan nominal 24 V, diperoeleh karateristik arus dan daya pada motor DC Normal, miring Ke kanan dan miring ke kiri sama yaitu sebesar 0,17 A dan 4,08 watt. Sedangkan untuk karakteristik nilai RPM dan Torsi saat motor DC bekerja pada tegangan nominal 24 v, diperoleh nilai yang berbeda untuk motor dc normal 3569 RPM dan 0,01092 Nm, untuk motor DC miring kanan 3823 RPM dan 0,0102 Nm, serta untuk motor dc miring kiri 3849 RPM dan 0,0102 Nm. Dengan memiringkan alur jangkar sebesar 30 derajat akan memperoleh nilai RPM yang lebih besar dibanding dengan alur lurus baik ke dimiringkan ke kanan maupun ke kiri. Sedangkan untuk nilai torsi alur lurus memiliki nilai torsi yang lebih besar dibanding dengan alur jangkar yang telah dimiringkan 30 derajat baik ke kanan maupun ke kiri. Dengan besar sudut alur jangkar dan arah sudut berbeda memiliki nilai RPM dan Torsi yang sama. Kata Kunci: Motor DC, Jangkar , Alur, Sudut, RPM, Torsi.
SISTEM PENGENDALI LAJU TETESAN INFUS MENGGUNAKAN PARAMETER DENYUT JANTUNG Ridlo, Akhmad Rosid; Supeno, Bambang; Hadi, Widyono
BERKALA SAINSTEK Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia medis, dehidrasi merupakan penyebab utama kematian. Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan dehidrasi. Penanganan yang pertama harus dilakukan adalah dengan pemberian cairan infus secara berkala dan harus selalu diawasi oleh petugas medis. Kesalahan dalam pengawasan dapat berakibat fatal terhadap pasien. Dibutuhkan sebuah alat yang dapat memperkecil kesalahan dalam pengawasan terhadap infus pasien. Penelitian tentang “Sistem Pengendali Laju Tetesan Infus Pada Pasien Diare” diharapkan dapat membuat sistem pengendali laju tetes infus menjadi otomatis berdasarkan denyut jantung pasien diare itu sendiri. Denyut jantung diukur menggunakan sensor fotodioda  dan led infrared. Sensor denyut jantung ini diletakkan pada jari tangan pasien. Hasil pengukuran sensor kemudian diolah oleh mikrokontroler dan digunakan sebagai acuan untuk mengendalikan laju tetesan infus menggunakan motor servo. Untuk mengetahui nilai kebenaran laju tetesan infus digunakan sensor fotodioda dan led infrared yang diletakkan di tabung selang infus. Sensor ini mendeteksi laju tetesan pada tabung infus dan ditampilkan pada LCD. Dari perancangan alat yang sudah dijelaskan di atas, didapat hasil bahwa rata-rata eror persen sistem mencapai 9,6 %. Nilai tersebut merupakan hasil dari perbandingan laju tetesan infus pada alat dengan laju tetesan infus yang diharapkan. Kata Kunci: Dehidrasi, Denyut jantung, Diare, Laju, Tetesan Infus .
Sistem Kontrol Fuzzy Logic pada Generator DC Penguatan Terpisah Berbasis Arduino UNO R3 Setiyawan, Hendro Rosyidi; Hadi, Widyono; Hardianto, Triwahju
BERKALA SAINSTEK Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v5i1.5377

Abstract

Generator DC merupakan perangkat listrik dinamis yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik, namun generator DC memiliki karakteristik saat diberi beban maka output akan mengalami drop tegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan kontrol fuzzy logic sehingga diperoleh kestabilan output tegangan generator DC. Besarnya injeksi yang diberikan pada generator DC diatur melalui buck converter yang dikontrol dari mikrokontroler. Tahapan pembuatan program fuzzy logic yang dilakukan antara lain fuzzyfication, inference dan defuzzyfication. Pembuatan pemodelan sistem fuzzy mengubah hasil dari pemodelan sistem fuzzy yang dirancang menjadi program agar dapat di input ke arduino UNO R3. Analisa perbandingan yang dilakukan yaitu analisa drop tegangan dan over voltage pada keadaan close loop maupun open loop fuzzy logic. Selisih dari drop tegangan dan over voltage yang terjadi untuk sistem open loop jauh lebih besar jika dibandingkan dengan drop tegangan dan over voltage dengan sistem close loop fuzzy logic.Kata Kunci: Arduino UNO-R3, Buck Converter, Fuzzy Logic, Generator DC.
Productivity Improvement of Oyster Mushroom Cultivation by Utilizing Temperature Control on Baglog Steamer in Industrial Farming Area: Peningkatan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Kontrol Suhu pada Steamer Baglog di Daerah Pertanian Industrial Laagu, Muh Asnoer; Vivi, Vivi Nur’anini Sutimi; Gamma , Gamma Aditya Rahardi; Wahyu, Wahyu Muldayani; Widyono, Widyono Hadi; Widjonarko, Widjonarko
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 1 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i1.1030

Abstract

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan 2 musim yang memiliki kelebihan tanah subur sehingga menjadi faktor dalam bidang pertanian. Keanekaragaman hayati menjadi potensi besar dalam kesejahteran manusia salah satunya yaitu budidaya ragam jenis jamur. Jamur memiliki nilai ekonomis yang tinggi namun dalam proses budidanya masih tergolong sulit. Budidaya yang dilakukan masih menggunakan alat konvensional sehingga dalam proses produksi masih berlangsung lama dan sulit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem kerja steamer baglog jamur hitam dengan metode fuzzy untuk mengontrol suhu. Sistem yang dibuat dengan mengatur besar kecillnya api agar segera mencapai suhu ideal yang 100? dan mempertahankan suhu tersebut hinngga mencapai waktu yang ditentukan. Penggunaan stremaer baglog jamur menggunakan metode fuzzy sangat efektif dalam proses sterilisasi baglog dimana eror yang dihasilkan sebesar 0,02% tanpa terjadi overshoot dan mampu meminimalisir bahan bakar. Sehingga pertumbuhan miesselium bibit jamur menggunkan steamer baglog dengan metode fuzzy memiliki bobot lebih besar dalam waktu pertumbuhan 4 minggu yakni sebesar 1,9 ons. Implementasi dari alat ini merupakan bagian dari kegitan pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok petani jamur di Kab. Jember.
Upaya Peningkatan Budidaya Ayam Boiler Di Desa Curah Nongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember: Efforts to Increase Boiler Chicken Cultivation in Curah Nongko Village Tempurejo District Jember Regency Immawan; Widjonarko, Widjonarko; Setiabudi, Dodi; Hadi, Widyono
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2024): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v6i3.53386

Abstract

The high level of consumption of chicken meat as one of the protein sources is the community's primary choice, so the breeding process becomes crucial. The hatching process requires a long time, and the results could be more optimal. Based on the explanation above, the study designed an egg incubator to hatch more eggs. The village area of Nongko Tempurejo District, Jember Regency, is one of the centers of boiler chicken cultivation. Chicken livestock still uses manual methods in egg-shaping, so egg hatching could be more optimal and requires special attention from farmers. Applying an automatic egg incubator is expected to help the productivity of egg hatching. The incubator was designed using a DHT11 sensor, AC Dimmer Light Module, Nodemcu, Arduino, DC Fan, RTC, and Motor Servo. The DHT11 sensor reads the temperature and humidity conditions in the egg incubator. The data is processed by the Arduino board and then displayed on the LCD, then sent using the ESP8266 module contained in the nodemcu board so that the appearance of the conditions in the machine can also be seen on smartphones with the BLYNK application. By using this technology, the success of egg hatching can reach 87%, up from 70% -80% if conventional methods are still manual, and breeders can focus their time on other things that need more attention. ABSTRAK Tingginya tingkat konsumsi daging ayam sebagai salah satu sumber protein menjadi pilihan  utama bagi masyarakat sehingga proses pengembangbiakan menjadi sangat penting. Proses penetasan membutuhkan waktu yang lama dan hasil penetasannya tidak maksimal. Dari penjelasan di atas penelitian dilakukan perancangan mesin penetas telur yang digunakan untuk menetaskan lebih banyak telur. Daerah Desa Curah Nongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra budidaya ayam boiler, para ternak ayam masih menggunakan metode manual dalam pemetasan telur sehingga penetasan telur tidak maksimal dan membutuhkan perhatian khusus dari peternak. Penerapan teknologi penetas telur otomatis diharapkan dapat membantu produktifitas penetasan telur. Mesin penetas yang dirancangan menggunakan sensor DHT11, AC Dimmer Light Module, NodeMCU, Arduino, kipas DC, RTC dan motor servo. Sensor DHT11 digunakan untuk membaca kondisi suhu dan kelembaban yang ada di dalam mesin penetas telur, kemudian data diolah oleh board Arduino lalu ditampilkan pada LCD selanjutnya dikirimkan menggunakan modul esp8266 yang terdapat pada board Node MCU sehingga tampilan kondisi di dalam mesin juga bisa dilihat pada smartphone dengan aplikasi Blynk. Dengan menggunakan teknologi ini keberhasilan penetasan telur dapat mencapai 87% naik dari 70% - 80% jika menggunakan cara konvensional yang masih manual, dan peternak dapat menfokuskan waktunya kepada hal lain yang lebih membutuhkan perhatian mereka.
Rancang Bangun Generator Axial Flux 3 Fasa Dengan Magnet Permanen Neodymium (NdFeB) Menggunakan Besi Pada Stator Dengan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Hadi, Widyono; Negara, Mohamad Agung Prawira; Jodi, Rivaldo Pratama
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v10i3.46426

Abstract

Peningkatan penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia telah berdampak negatif pada ketersediaan bahan bakar fossil seperti batubara dan minyak bumi. Selain meningkatkan harga komoditas, penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan polusi. Energi terbarukan adalah alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk bahan bakar fosil. Energi terbarukan tidak mencemari karena menggunakan sumber daya alam seperti matahari, angin, dan air. Generator listrik adalah solusi ramah lingkungan untuk menghasilkan energi dari sumber daya terbarukan untuk penelitian ini. Generator induksi magnetik memiliki stator yang berdiri dan rotor yang bergerak. Generator memiliki struktur stator dan rotor di mana stator adalah bagian yang tidak bergerak dan rotors adalah bagian berputar. Listrik yang dihasilkan dapat menjadi arus terbalik (AC) atau arus arah. (DC). Studi ini melibatkan dua percobaan, satu bebas beban dan dengan beban pada baterai 12V 12Ah. Arus dan tegangan diukur menggunakan tahometer pada kecepatan 200 hingga 2000 rpm. Hasilnya menunjukkan kinerja generator dan kapasitas pengisian baterai. Penelitian ini menemukan bahwa menggunakan besi pada stator menghasilkan tegangan dan arus yang lebih rendah daripada tanpa besi di stator. Selain itu, rangkaian seri menghasilkan arus yang lebih besar daripada rangkaian paralel.
Internet of Things-Based LoRa Air Quality Monitoring System in the University of Jember Hafifi, M Erick Lucky; Suko Sarwono, Catur; Cahyadi, Widya; Setiabudi, Dodi; Ceriana Eska, Andrita; Hadi, Widyono; Laagu, Muh. Asnoer
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.53108

Abstract

In current environmental conditions, air quality is often underestimated even though it is crucial for the survival of living organisms. Good air quality that contains sufficient oxygen for breathing and photosynthesis, as well as stable carbon dioxide levels, is essential for humans, animals, and plants. Pollution factors such as motor vehicle exhaust, factory emissions, and waste burning can reduce air quality and thus have an indirect impact on the health of living beings. This research focuses on air pollution caused by carbon monoxide and carbon dioxide, using the Mamdani fuzzy method to determine uncertainty and vagueness values. An IoT system with two LoRa devices is used to monitor air quality, with data from sensors represented via MATLAB using fuzzy logic for more accurate results. LoRa device integration with Arduino and ESP32 can be used for accurate sensor reading and communication, ensuring proper data transmission between nodes and gateways for real-time monitoring and comparison of gas parameters at different locations. The reading results from the sensors and the monitoring results on the Blynk platform show identical values with 0% error from monitoring. For the percentage of ISPU values from simulation results in MATLAB compared to manual calculations, there is a difference of 1.12% when compared with the reading values from the sensors.
Analisa Penggunaan Induktor Terkopel Terhadap Kinerja Konverter SEPIC Sri Kaloko, Bambang; Muldayani, Wahyu; Sumardi; Hadi, Widyono; Moch Ghozali, H.R.B.; Agiska, Inta Nurkhaliza; Brianda Rusoneri, Gensen
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i2.50427

Abstract

Penggunaan penguat tegangan seperti SEPIC converter akan menghasilkan gelombang ripple pada arus masukan yang relatif tinggi. Oleh karena itu, penggunaan induktor terkopel pada konverter SEPIC dinilai dapat menurunkan ripple gelombang. Penelitian ini menggunakan PSIM sebagai software untuk melakukan simulasi. Dengan beban yang digunakan masing masing sebesar 100 Ω, 200 Ω dan 300 Ω. Penggunaan induktor terkopel dapat mempercepat gelombang untuk mencapai steady state. Dengan selisih 0,11 s pada Iin, 0,08 s pada Iout dan 0,07 s Vout. Selain itu penggunaan induktor terkopel dapat mengurangi ripple gelombang sebesar 1,46. Sedangkan perubahan beban akan membuat rata-rata Iin semakin kecil, rata-rata Iout semakin kecil dan rata-rata Vout semakin besar.
Studi Ekperimen Tentang Multipurpose Pendulum sebagai Energy Harvester dan Vibration Absorber Syuhri, Ahmad; Hadi, Widyono; Fitoyo, Achmad; Syuhri, Skriptyan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dibidang elektronik dan teknologi material, saat ini peralatan elektronik dapat dibuang sekecil dan sehemat (energi) mungkin. Sensor – sensor elektrik untuk kebutuhan monitoring, biasanya hanya membutuhkan daya pada rentang milivolt. Sehingga sensor tersebut dapat ditenagai dari sumber daya yang memanfaatkan lingkungan sekitar, sebagai contohnya tenaga surya dan angin. Dengan catatan lingkungan teresebut mempunyai sinar matahari ataupun angin yang cukup untuk dikonversi menjadi listrik dan memenuhi daya sensor. Untuk kasus pada lingkungan yang hanya ada energi vibrasi, seperti sensor mitigasi kebencanaan, struktur dalam gedung ataupun jembatan dan kendaraan baik darat, laut maupun udara, diperlukan suatu energy harvester yang tepat untuk memenuhi daya listrik pada sensor tersebut. Tujuan dari penelitian adalah merancang multipurpose pendulum sebagai energy harvester dan vibration absorber (MPEH). Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian secara ekperimental dengan memberikan input baik dengan impulse maupun harmonik. Secara umum konsep tersebut menggunakan pendulum dengan arah rotasi ke dua sumbu, yaitu X and Z. Semua gerakan pendulum akan disearahkan gerakannya (rectification) hingga putaran yang masuk ke generator hanya akan berputar ke salah satu arah baik CW ataupun CCW pada sumbu X.
Rancang Bangun Generator A xial F lux Tiga Fasa dengan Magnet Permanen Neodymium (NdFeB) Rotor dan Stator Ganda untuk Pengisian Baterai 12 Volt Utami, Ayu Lista; Hadi, Widyono; Chaidir, Ali Rizal
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 9, No 2 (2023): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v9n2.84-98

Abstract

Kenaikan kebutuhan energi listrik seiring dengan kenaikan jumlah penduduk di Indonesia. Untuk mengurangi lonjakan biaya listrik diperlukan pengembangan generator agar menghasilkan listrik yang optimal dan lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan melakukan perancangan generator menggunakan magnet permanen neodymium (NdFeB) untuk proses pengisian baterai 12 volt dengan tipe generator axial flux rotor ganda dan stator ganda. Target tegangan pada penelitian ini lebih dari 12 volt. Hasil perancangan yang dilakukan menggunakan kawat email 0.5 mm menghasilkan jumlah kumparan 12 kumparan dengan 1000 lilitan setiap kumparan dan magnet 16 kutup dengan ukuran magnet 30x2 mm. Pengujian tanpa beban saat 2000 rpm menghasilkan tegangan sebesar 15,67 Volt AC atau 21,21 Volt DC dan saat 2765 rpm menghasilkan tegangan sebesar 22,03 Volt AC atau 29,32 Volt DC. Pengujian ketika berbeban pada kecepatan 2000 rpm menghasilkan 14,3 Volt AC atau 17,8 Volt DC dengan arus 0,01155A dan pada kecepatan 2765 rpm menghasilkan 19,12 Volt AC atau 24,29 Volt DC dengan arus 0,01593A. Proses pengisian baterai pada kecepatan 2000 rpm membutuhkan waktu 525 menit dan pada 2765 rpm membutuhkan waktu 270 menit. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa semakin besar kecepatan putar generator maka tegangan dan arus yang dihasilkan akan semakin besar serta berbanding lurus dengan waktu pengisian baterai yang semakin cepat dan frekuensi kerapatan gelombang yang semakin besar. Bentuk gelombang sinusoidal yang dihasilkan saat tanpa beban terpotong ketika terjadi pengujian dengan beban. The increase in demand for electrical energy is in line with the increase in population in Indonesia. To reduce the surge in electricity costs, generator development is needed to produce optimal and more economical electricity. This research aims to design a generator using neodymium permanent magnets (NdFeB) for the 12 volt battery charging process with axial flux generator type double rotor and double stator. The target voltage in this study is more than 12 volts. The results of the design carried out using 0.5 mm enameled wire resulted in a coil count of 12 coils with 1000 turns of each coil and 16 cap magnets with a magnet size of 30x2 mm. Testing without load when rotating speed at 2000 rpm produces a voltage of 15.67 Volts AC or 21.21 Volts DC and when 2765 rpm produces a voltage of 22.03 Volts AC or 29.32 Volts DC. Testing when loaded at 2000 rpm produces 14.3 Volts AC or 17.8 Volts DC with a current of 0.01155A and at 2765 rpm produces 19.12 Volts AC or 24.29 Volts DC with a current of 0.01593A. The battery charging process at 2000 rpm takes 525 minutes and at 2765 rpm takes 270 minutes. The results prove that the greater the rotational speed of the generator, the greater the voltage and current produced and directly proportional to the faster battery charging time and the greater wave density frequency. The sinusoidal waveform produced when no load is truncated when testing occurs with a load.