Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Menciptakan Generasi Muda Berkualitas sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Anak Djatmiko , Agus; Ningrum, Esti; Zuhairmanto, Gholibuddin
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.342

Abstract

Pernikahan adalah suatu hubungan penting dalam kehidupan manusia yang melibatkan ikatan, baik dalam aspek fisik maupun emosi, antara seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan pada dasarnya bertujuan untuk membangun keluarga yang harmonis dan bermakna sehingga dapat membahagiakan satu sama lain. Pemerintahan telah menetapkan peraturan terdapat dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Pasal 7 Ayat (1) yang berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana menyatakan bahwa usia pernikahan yang ideal ialah usia 21 tahun untuk perempuan dan usia 25 untuk laki-laki. Dengan usia tersebut perempuan dan laki-laki dinilai telah matang secara mental fisik dan psikologis untuk membina rumah tangga. Namun hingga saat ini di Indonesia masih terdapat kasus pernikahan yang dilakukan dibawah batasan umur atau dikenal dengan istilah pernikahan dini.
SOSIALISASI UPAYA PENCEGAHAN JUDI ONLINE DI KALANGAN REMAJA Irza, Muhammad Yusril; Esti Ningrum; Mochamad Syamsudin
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/wikuacitya.v4i1.352

Abstract

Fenomena judi online yang sudah menjadi penyakit sosial memerlukan sosialisasi berupa kampanye publik yang masif. Misalnya testimoni korban judi online, informasi tentang dampak negatifnya dan cara melaporkan aktivitas judi online. Kampanye ini disebarluaskan lewat semua platform media materi edukasi tentang bahaya judi online diintegrasikan dalam kurikulum terutama tingkat SMA. Dalam Kurun waktu dua tahun terakhir, menurut data Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring (Satgas) Judi Online, sedikitnya 3 juta lebih orang terpapar perjudian daring. Ratusan triliun rupiah uang masyarakat tersedot dalam permainan judi online tersebut. Mulai dari permainan slot ratusan ribu hingga miliaran rupiah. Pelajar, anggota dewan, mahasiswa, pengendara ojek online, ASN, anggota polisi, hingga ibu rumah tangga terjerat judi daring. Menkominfo menyatakan sosialisasi dan edukasi terus akan kita lakukan secara masif ke semua lini karena Satgas, Kementerian Agama dilibatkan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sekolah-sekolah. Pentingnya peran pemerintah satgas judi online menyeluruh bertugas mengorkestrasi semua kementerian dan lembaga dalam satu langkah untuk segera bisa mengatasi berbagai problematika judi online ini.
PENGGUNAAN DANA DESA DI LUAR PRIORITAS DANA DESA (Pembangunan Balai Desa Di Desa Adipasir Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara) Mu’alim, Ilham; Djatmiko, Agoes; Ningrum, Esti
Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Program Studi PPKn Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Undiksha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui ketentuan dan akibat hukum Penggunaan Dana Desa di Luar Prioritas Dana Desa (Pembangunan Balai Desa di Desa Adipasir Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara). Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif, Spesifikasi Penelitan adalah penerapan hukum in abstractodalam perkara in concreto (Clinical Legal Research). Metode penyajian data disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional. Kesimpulan: - Secara regulatif Penggunaan Dana Desa di Luar Prioritas untuk Pembangunan Balai Desa Adipasir Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara telah sesuai dengan ketentuan di dalam Surat Bupati Banjarnegara Nomor :142.41/148/Setda/2016-R Tanggal 25 April 2016 perihal Rekomendasi Penggunaan Dana Desa Di Luar Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2016. - Akibat hukum dari Penggunaan Dana Desa di Luar Prioritas Dana Desa untuk Pembangunan Balai Desa Adipasir Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara, yaitu tidak terdapat akibat hukum, karena mendapat persetujuan Bupati Banjarnegara sesuai dengan Pasal 27 Ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 247/PMK.07/2015 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi Dana Desa.
Penguatan Kelembagaan untuk Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing pada Kelompok Wanita Tani Sekar Wangi Desa Krajan Siti Muntahanah; Esti Ningrum; Yubiharto; Chusnul Maulidina Hidayat
Indonesian Journal of Community Service and Innovation Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v5i2.9793

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Wangi di Desa Krajan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing kelompok dalam pengelolaan usaha tani jamur dan produk olahan jamur. Permasalahan yang dihadapi KWT meliputi lemahnya struktur organisasi, kurangnya kapasitas manajerial, dan keterbatasan jejaring pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan manajemen organisasi, pendampingan penyusunan rencana kerja kelompok, penguatan administrasi, serta fasilitasi kemitraan dengan pihak eksternal. Kegiatan juga dilengkapi dengan pembekalan strategi pemasaran dan pengelolaan usaha berbasis potensi lokal. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota dalam mengelola organisasi, meningkatnya partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program, serta terbentuknya jejaring pemasaran yang lebih luas. Selain itu, KWT Sekar Wangi mampu menyusun rencana usaha berkelanjutan dan memperkuat posisi tawar produk di pasar lokal. Kesimpulannya, penguatan kelembagaan berkontribusi signifikan terhadap kemandirian kelompok dan menjadi landasan bagi peningkatan daya saing di masa depan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Krajan Melalui Budidaya Jamur Tiram Mewujudkan Desa Tanpa Kemiskinan Muhamad Firmansyah; Siti Muntahanah Ana; Esti Ningrum Esti
Indonesian Journal of Community Service and Innovation Vol. 5 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v5i3.10045

Abstract

The Community Service Program in the form of Community Empowerment by Students (KKN-PMM), funded by the Directorate of Research and Community Service (DPPM) KemenristekDIKTI for the 2025 fiscal year, aims to enhance welfare and address socio-economic issues in Krajan Village, Pekuncen, through the development of oyster mushroom cultivation enterprises. This program is implemented to assist the "Sekar Wangi" Women's Farming Group (KWT) and "Bina Mulya 16" Youth Organization, who previously faced production challenges and unemployment. The method employed is Participatory Rural Appraisal, involving socialization, training, equipment provision, assistance, and evaluation. The primary focus is on technology transfer, particularly the Mixer Machine for Media Mixing and the Baglog Press Machine, to address the previously manual media preparation process. The outcomes of the activities indicate an improvement in the partners' understanding and skills in efficient baglog production, supported by practical use of the machines. The use of these machines enhances production efficiency, baglog quality, and business capacity, while simultaneously reducing labor costs. Additionally, post-harvest counseling and processing of mushrooms into marketable products have been conducted. The program's sustainability is supported by an MoU with Krajan Village as a Foster Village of UNWIKU. This program aligns with the achievement of the SDGs in poverty reduction and job creation.