Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PARAMETER BIOLOGI DAN PERTUMBUHAN IKAN SEMBILANG (Paraplotosus albilabris) TERTANGKAP DENGAN TRAP NET DI PERAIRAN KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP Mustamin Tajuddin; Randi Randi; Beddu Tang; Muhammad Saenong
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 7 No 1 (2024): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v7i1.174

Abstract

The purpose of this study is to determine the distribution of size, length relationship, and weight of sembilang fish caught with trap nets in the waters of Segeri District, Pangkep Regency. The research was carried out in Segeri District, Pangkep Regency from June to December 2022. The research method uses the survey method, the data collected consists of primary data and secondary data. The results of this study are the distribution of the size of the caught sembilang fish in the average size range that reaches the beginning of adult growth, because the size of the caught fish is still below the maximum size growth. The relationship between the length and weight of the fish that is predominantly caught in the net trap is negative allometrics. With a negative allometric growth pattern, it means that the increase in length is faster than the increase in weight.
Efforts To Increase Production Through Training On Liquid Organic Fertilizer (Lof) Preparation For Caulerpa Seaweed Farmers Group In Takalar Regency Darmawati, Darmawati; Asni Anwar; Murni; Abdul Malik; Hamsah; Beddu Tang
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/kontribusia.v8i2.10445

Abstract

Liquid Organic Fertilizer (LOF) is a fertilizer produced from natural ingredients. LOF is highly beneficial for enhancing seaweed cultivation productivity due to its complex nutritional content. It is favored by the community as it is relatively inexpensive and environmentally friendly. However, seaweed farmers currently lack the knowledge and skills to produce liquid organic fertilizer. This activity aimed to equip seaweed farmers with the knowledge and skills needed to produce environmentally friendly liquid organic fertilizer (LOF) using locally available materials, thereby improving the production and quality of cultivated seaweed. The methods employed to address this issue included educational sessions on environmentally sustainable farming practices and practical training on producing LOF from banana stalks. Results from these activities indicated that Caulerpa farmers were generally unaware of the potential use of banana stalks as raw material for LOF production. Through these educational sessions, members of the "Bahagia Bersama" Caulerpa farmers group gained an understanding of environmentally friendly cultivation techniques utilizing affordable and readily available banana stalk-based liquid organic fertilizer. Recommendations for future activities include intensive mentoring to ensure consistent implementation of cost-effective, environmentally sustainable seaweed farming methods, particularly through the use of locally sourced liquid organic fertilizer (LOF).
Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan nila dengan teknologi bioflok di Desa Pallangga Kabupaten Gowa Beddu Tang; Samsualam Samasualam; Anwar Anwar; Andi Waliana Syaggaf; Sukuryadi Sukuryadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27966

Abstract

AbstrakPemberdayaan masyarakat berkaitan dengan upaya penanggulangan masalah pembangunan seperti pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan. Desa Pallangga memungkinkan dilakukan pembangunan yang berbasis masyarakat (pemberdayaan) karena memiliki sumberdaya alam sangat luas dalam bidang perikanan. Peningkatan pendapatan melalui usaha budidaya ikan nila perlu terus dilakukan walaupun hasilnya masih belum memadai dan belum sesuai harapan.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan bagi mitra dalam upaya peningkatan pendapatan melalui usaha budidaya ikan nila. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok usaha BUMDES yang ada di Desa Pallangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli dan 29 Agustus 2024 di Balai pertemuan desa Pallangga. Metode pelatihan yang dilaksanakan terdiri dari penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan bioflok untuk budidaya ikan nila. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Pallangga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan dilihat dari jumlah kehadiran dan keaktifan peserta, dari yang sebelumnya warga kurang kreatif menjadi lebih kreatif yang diikuti oleh anggota 25 orang. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan produksi ikan nila.   Kata Kunci: pemberdayaan ekonomi; budidaya ikan nila; teknologi bioflok AbstractCommunity empowerment is related to efforts to overcome development problems such as unemployment, poverty and inequality. Pallangga Village allows for community-based development (empowerment) because it has very extensive natural resources in the fisheries sector. Increasing income through tilapia cultivation needs to continue even though the results are still inadequate and do not meet expectations.  This activity aims to provide knowledge and skills for partners in an effort to increase income through tilapia cultivation. The target of this activity is the BUMDES business group in Pallangga Village. This activity was held on July 11 and August 29 2024 at the Pallangga village meeting hall. The training method implemented consisted of delivering material, discussions and questions and answers, as well as a demonstration of making biofloc for tilapia cultivation. The results of the activity showed that the people of Pallangga Village were very enthusiastic in taking part in the training activities seen from the number of participants attending and active, from previously less creative residents to more creative people who were participated by 25 people. The results of this activity can increase tilapia production. Keywords: economic empowerment; tilapia cultivation; biofloc technology 
PELATIHAN BIOFLOK DAN AKUAPONIK KELOMPOK PKK DESA SANROBONE UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN Beddu Tang; Anwar Anwar; Darmawati Darmawati; Andi Hamdillah; Asmidar Asmidar
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3107

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam mengatasi berbagai permasalahan pembangunan, seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Desa Sanrobone memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (community-based development) karena didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, khususnya di sektor perikanan. Upaya peningkatan pendapatan masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan nila perlu terus digalakkan meskipun hasil yang diperoleh saat ini belum sepenuhnya optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok PKK dalam rangka mendorong peningkatan pendapatan melalui usaha budidaya ikan nila dan tanaman sayuran dengan sistem akuaponik. Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok Kader PKK yang berdomisili di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 2 Juli dan 28 Agustus 2025 di Balai Pertemuan Desa Sanrobone. Metode pelatihan mencakup beberapa tahapan, yaitu penyampaian materi, sesi diskusi dan tanya jawab, serta demonstrasi langsung pembuatan bioflok untuk budidaya ikan dan teknik penanaman bibit sayuran sistem akuaponik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok mitra Kader PKK di Desa Sanrobone menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, yang tercermin dari tingkat partisipasi dan keaktifan peserta. Masyarakat yang sebelumnya kurang kreatif kini menunjukkan peningkatan kreativitas dalam memanfaatkan potensi yang ada. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anggota Kader PKK, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan produksi ikan nila melalui sistem bioflok serta peningkatan hasil panen sayuran melalui penerapan teknologi akuaponik.
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PENENTUAN KELAYAKAN WISATA PANTAI DI GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Beddu Tang; Asmidar Asmidar; Muhammad Yunus; Muhammad Nur; Darmawati Darmawati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20570

Abstract

Abstrak: Kecamatan Galesong Utara memiliki potensi wisata dengan pasir putih yang relatif terjaga kondisinya dan memiliki keragaman biota yang menarik serta air laut yang jernih membuat pengunjung sangat terpesona dengan keindahan tersebut. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengetahui kesesuaian wisata pantai Galesong Utara dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah metode survey, dengan pengambilan data primer dan sekunder, pengambilan data dilakukan pada 3 stasiun. Data primer meliputi data fisik kawasan pantai yang digunakan untuk kegiatan wisata di kawasan pantai. Analisis data menggunakan Indeks Kesessuaian Wisata (IKW) untuk mengetahui wilayah yang layak menjadi wisata pantai. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 3 stasiun pengamatan di dapatkan bahwa setiap lokasi memiliki nilai indkes kesesuaian yang hampir sama yaitu stasiun 1 nilai IKW sebesar 2,844, stasiun nilai IKW sebesar 2,844 dan stasiun 3 nilai IKW sebesar 2,625, didapatkan persentas indeks kesesuaian untuk stasiun 1 sebesar 94,8%, stasiun 2 sebesar 94,8% dan stasiun 3 sebesar 87,5%.  Data hasil analisis dan overlay citra (peta kesesuaian) menunjukkan bahwa wilayah Galesong Utara Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar sangat sesuai (kategori S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan luasan area 105,8 ha, sehingga wilyah ini dapat dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan meningkatkan perekonomian masyaraakat setempat.                                                                                                Abstract: North Galesong District has tourism potential with white sand that is relatively well maintained and has a variety of interesting biota and clear sea water, making visitors very enchanted by this beauty. This research aims to determine the suitability of North Galesong beach tourism by utilizing the Geographic Information System (GIS). The benefit of this research is that it can serve as a guide in the development and management of beach tourism in Takalar Regency. The method used is a survey method, with primary and secondary data collection, data collection was carried out at 3 stations. Primary data includes data on the aquatic environment, the physical environment of the beach, the area used for tourism activities in the coastal area. Data analysis uses SPOT or Landsat imagery to find out areas that are suitable for beach tourism. Based on the results of research conducted at 3 observation stations, it was found that each location had almost the same measurement value, namely station 1 with a value of 2.844, station with a value of 2.844 and station 3 with a value of 2.625. The conformity index for station 1 was 94.8%, station 2 was 94.8% and station 3 was 87.5%. Data from analysis and image overlay (suitability map) shows that the North Galesong District, North Galesong District, Takalar Regency is very suitable (category S1) for beach tourism activities in the recreational category with an area of 105.8 ha.
PKM KELOMPOK USAHA PENGOLAH BUAH MANGROVE SEBAGAI MAKANAN DI PUNTONDO KABUPATEN TAKALAR Beddu Tang; Chuzaimah Chuzaimah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KAUNIAH
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jamka.v3i1.573

Abstract

Puntondo di desa Laikang Kecamatan Mangngara bombang Kabupaten Takalar adalah wilayah pesisir yang pantainya banyak ditumbuhi oleh vegetasi mangrove yang merupakan tumbuhan utama yang ada didaerah pantai. Pembuatan makanan yang berbasis buah mangrove bagi kelompok masyarakat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir khu-susnya masyarakat yang ada di wilayah hutan mangrove. Tujuan Kegiatan ini yaitu memberikan pelati-han dan penyuluhan tentang pengelolaan dan pemanfaatan buah mangrove yang berbasis masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah metode pelatihan partisipatif, yaitu melibatkan sebanyak mungkin peran serta masyarakat dalam kegiatan ceramah, diskusi, dan praktek rancangan produk dan cipta karya. Program yang sudah disepakati dengan kelompok usaha dilakukan dengan metode pelatihan dan penyuluhan. Hasil kegiatan bahwa program kemitraan masyarakat tentang pem-anfaatan buah mangrove sebagai makanan bagi masyarakat di Puntondo Desa Laikang Kabupaten Ta-kalar yang telah kami lakukan berlangsung dengan lancar. Adapun hasil yang telah dicapai adalah ke-lompok mitra sudah dapat mengetahui tentang viariasi makan yang dapat dibuat dari buah mangrove terutama makanan dari buah padada yang ada diwilayah tersebut.