Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

POLA DISTRIBUSI PENYAKIT KRESEK PADA PERTANAMAN PADI DI LAHAN DENGAN TINGKAT KEASAMAN BERBEDA BERBASIS CITRA FOTO UDARA Alfa, Maria Rodhya; Nirwanto, Herry; Purnawati, Arika
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v10i2.81

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan paling penting di dunia setelah jagung dan gandum. Produksi padi mengalami penurunan dikarenakan salah faktor pembatasnya yaitu hawar daun bakteri (HDB) / kresek. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh derajat keasaman/kebasaan(pH) tanah pada pola sebaran penyakit kresek dan pada lahan pertanaman padi di Sidoarjo melalui pengamatan langsung pada tanaman dan pengamatan melalui foto udara. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertanaman padi yang terserang penyakit bakteri pada lahan seluas 800 m2. Pengamatan langsung dilakukan untuk mendapatkan insidensi penyakit dan faktor edafik nilai pH genangan air. Pengamatan melalui foto udara dilakukan untuk memperoleh citra digital lahan padi yang berpenyakit kresek. Data insidensi penyakit diolah secara deskriptif, data nilai pH dibandingkan dengan data pola sebaran, sedangkan citra digital diolah menggunakan metode RGB dengan aplikasi MATLAB R2018a. Pola sebaran penyakit kresek berdasarkan pengamatan langsung di darat dan melalui foto udara adalah mengelompok pada minggu 1 dan 2, lalu acak pada minggu 4 hingga 6. Minggu 3 terdeteksi acak pada pengamatan langsung namun terdeteksi mengelompok pada pengamatan melalui foto udara. Pengamatan melalui foto udara dinilai lebih tinggi validitasnya daripada pengamatan langsung di darat. Pola sebaran penyakit bakteri pada lahan padi tidak dipengaruhi nilai pH.
Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Tomat (Solanum lycopersicum) dengan Penanaman Refugia Bunga Zinnia elegans Umam, Amirul; Widajati, Wiludjeng; Nirwanto, Herry
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8427

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan jenis tanaman hortikultura yang umumnya ditanam secara luas di Indonesia. Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa produksi tomat di Kota Batu, Jawa Timur dari tahun 2020 ke tahun 2021 mengalami penurunan. Produksi tomat pada tahun 2020 sebesar 117.501 kuintal dan mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 76.745 kuintal. Penelitian ini direncanakan untuk dilakukan di Desa Torongrejo, Junrejo, Kota Batu, mulai dari bulan Juni hingga Agustus tahun 2023. Metode yang hendak dipilih berupa observasi langsung, perangkap jaring, perangkap yellow trap, dan perangkap pitfall trap. Penelitian ini dilaksanakan pada area pertanaman tomat yang telah ditanami dengan tanaman refugia selama periode 4 minggu. Observasi dilakukan sebanyak delapan kali, dengan interval dua kali dalam seminggu dan dimulai pada fase generatif yaitu umur tanaman tomat memasuki 6 MST (Minggu Setelah Tanam) hingga 10 MST. Parameter pengamatan meliputi jumlah hama dan musuh alami, identifikasi jenis, dan keanekaragaman hama dan musuh alami yang terdapat pada pertanaman tomat dengan penanaman refugia. Data hasil observasi dicatat dan diorganisir dalam tabel menggunakan Microsoft Excel. Analisis data kuantitatif keanekaragaman hama dan musuh alami dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kemerataan jenis (E), dan indeks asosiasi. Serangkaian pengamatan serangga pada pertanaman tomat telah dilakukan sebanyak 16 kali pengamatan dan terdapat 11 genus yang terdiri dari 5 ordo. Nilai indeks keanekaragaman hama dan musuh alami pada petak refugia dengan nilai 0,6435 lebih tinggi dibandingkan pada petak tanpa refugia. Sedangkan untuk nilai indeks kemerataan hama dan musuh alami juga ditunjukkan lebih tinggi pada petak refugia dengan nilai 0,2683. Hasil nilai x hitung indeks asosiasi setiap hama dan musuh alami yang ditemukan di penelitian ini menunjukkan tidak adanya asosiasi antara setiap hama dan musuh alami.
Distribusi Penyakit Bulai Jagung (Peronosclerospora maydis) pada Lahan Pertanaman Jagung dengan Pendekatan Geostatistik Nirwanto, Hery; Sutikno, Sutikno
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 24 No 4 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v24i4.3431

Abstract

Downy mildew Peronosclerospora spp. is an important disease in corn (Zea mays L.). The damage of downy mildew caused by Peronosclerospora spp. is this pathogen can reach 90-100%, especially in corn varieties that are susceptible to downy mildew. So far, most research has only been limited to knowing the incidence of the disease, without being able to describe the spatial distribution pattern of downy mildew in the planting area. This research aims to determine the occurrence of disease and the spatial distribution patterns of downy mildew on a geospatial basis. Samples were taken from three corn fields affected by downy mildew on three fields planted with corn plants that were attacked by downy mildew. Data on the level of infestation, along with its coordinates, were used to create a theoretical semivariogram model, Gaussian, spherical, exponential. The distribution pattern is approached by interpolating attack level data using the kriging method. The research results show that the appropriate theoretical semivariogram model to describe the distribution of P. maydis in the observation area is the Gaussian model. The distribution of pathogens throughout the observation area began with a clustered pattern and evened out at the end of the observation. Foci had a clustered pattern in the first to fourth weeks of observation. Then each foci experienced development, so that the distribution pattern changed to become even after the fifth week of observation.
Pengaruh Ekstrak Selasih dan Ketinggian Perangkap dalam Memonitoring Lalat Buah Jantan di Kebun Mangga Pasuruan Prasetyo, Dandy; Rahmadhini, Noni; Nirwanto, Hery
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.3884

Abstract

Potensi dan peluang pasar komoditas hortikultura khususnya buah-buahan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap buah-buahan yang bermutu tinggi. Nilai mutu buah dapat dilihat dari dua hal yaitu kualitas dan kuantitas. Kendala dalam meningkatkan nilai mutu buah adalah serangan hama contohnya lalat buah. Salah satu tanaman inang yang diserang oleh lalat buah adalah tanaman mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lalat buah dan pengaruh ekstrak selasih sebagai atraktan terhadap dinamika populasi lalat buah di Kebun Mangga Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di Kebun Mangga Pasuruan pada bulan Juni-Juli 2023 dengan memasang perangkap menggunakan atraktan ekstrak selasih dengan dosis 2,5 ml dan 5 ml serta petrogenol 0,125 ml dan penempatan perangkap pada ketinggian 1 m, 1,5 m, 2 m, kemudian mengambil beberapa lalat buah untuk dilakukan identifikasi dengan mencari kecocokan ciri morfologi lalat buah meliputi garis pada abdomen dan pola pita venasi sayap yang mengacu pada kunci dikotonomi manual. Hasil penelitian menunjukkan berhasil menekan populasi lalat buah dan terdapat dua spesies lalat buah yang menyerang mangga di Kebun Mangga Pasuruan yaitu Bactrocera dorsalis dan spesies hibrida dan ekstrak selasih berpengaruh untuk mendatangkan lalat buah namun tidak efektif. Hasil tangkapan lalat buah terbanyak penempatan perangkap pada ketinggian 1-1,5 m.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERTANAMAN JAGUNG PADA LAHAN SAWAH DESA RANDUPADANGAN GRESIK JAWA TIMUR Nisa, Isnaini Lailatun; Windriyanti, Wiwin; Nirwanto, Herry
JURNAL AGROTROPIKA Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i1.9026

Abstract

Diversity of insect on agricultural land is an indicator of ecosystem balance which is the basis of the concept of Integrated Pest Management (IPM). The research was conducted in October-December 2022 on corn fields in Randupadangan Hamlet, Randupadangan Village, Menganti District, Gresik Regency. The research used survey method and purpose sampling. Insect sampling used 4 methods, namely sweep net, visual observation, yellow sticky trap, and pitfall trap. Determination of insect visits using scan sampling method. Data analysis used includes diversity index, evenness index, dominance index and association index with the help of Microsoft Excel. The results showed that the values of diversity index, dominance index, and evenness index were low, and the association index showed an association between species. The most active visiting time of insect visitors is in the morning, afternoon and afternoon, respectively. There are four roles of insects found, namely natural enemies, pests, pollinators, and decomposers.
Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Tomat (Solanum lycopersicum) dengan Penanaman Refugia Bunga Zinnia elegans Umam, Amirul; Widajati, Wiludjeng; Nirwanto, Herry
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8427

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan jenis tanaman hortikultura yang umumnya ditanam secara luas di Indonesia. Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa produksi tomat di Kota Batu, Jawa Timur dari tahun 2020 ke tahun 2021 mengalami penurunan. Produksi tomat pada tahun 2020 sebesar 117.501 kuintal dan mengalami penurunan pada tahun 2021 menjadi 76.745 kuintal. Penelitian ini direncanakan untuk dilakukan di Desa Torongrejo, Junrejo, Kota Batu, mulai dari bulan Juni hingga Agustus tahun 2023. Metode yang hendak dipilih berupa observasi langsung, perangkap jaring, perangkap yellow trap, dan perangkap pitfall trap. Penelitian ini dilaksanakan pada area pertanaman tomat yang telah ditanami dengan tanaman refugia selama periode 4 minggu. Observasi dilakukan sebanyak delapan kali, dengan interval dua kali dalam seminggu dan dimulai pada fase generatif yaitu umur tanaman tomat memasuki 6 MST (Minggu Setelah Tanam) hingga 10 MST. Parameter pengamatan meliputi jumlah hama dan musuh alami, identifikasi jenis, dan keanekaragaman hama dan musuh alami yang terdapat pada pertanaman tomat dengan penanaman refugia. Data hasil observasi dicatat dan diorganisir dalam tabel menggunakan Microsoft Excel. Analisis data kuantitatif keanekaragaman hama dan musuh alami dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis (H’), indeks kemerataan jenis (E), dan indeks asosiasi. Serangkaian pengamatan serangga pada pertanaman tomat telah dilakukan sebanyak 16 kali pengamatan dan terdapat 11 genus yang terdiri dari 5 ordo. Nilai indeks keanekaragaman hama dan musuh alami pada petak refugia dengan nilai 0,6435 lebih tinggi dibandingkan pada petak tanpa refugia. Sedangkan untuk nilai indeks kemerataan hama dan musuh alami juga ditunjukkan lebih tinggi pada petak refugia dengan nilai 0,2683. Hasil nilai x hitung indeks asosiasi setiap hama dan musuh alami yang ditemukan di penelitian ini menunjukkan tidak adanya asosiasi antara setiap hama dan musuh alami.
PENGARUH ENKAPSULASI BENIH CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DENGAN BERBAGAI BAHAN PEMBAWA PADA BAHAN AKTIF Trichoderma spp. UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM Hidayat, Taufik; Nirwanto, Herry; Wuryandari, Yenny
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i1.8810

Abstract

Fusarium wilt is an important disease of cayenne pepper plants caused by the fungus Fusarium. Trichoderma is a type of biological agent that can be used to control plant diseases, one of which is fusarium wilt. This research was conducted to determine the effect of seed encapsulation with different carrier materials and the active ingredient Trichoderma in controlling fusarium wilt disease. This research was carried out in September 2023-January 2024, at the Plant Health Laboratory and Green House of UPN "Veteran" East Java. This research was prepared using a Completely Randomized Design (CRD) using 7 treatments and 3 replications. The data obtained were analyzed using analysis of variance with a further 5% DMRT test. The research results showed that the use of carrier materials and active ingredients of Trichoderma  influence on ability to control the fusarium wilt of cayenne pepper plants. The resulting inhibitory ability is categorized as capable of controlling fusarium wilt disease with an inhibitory ability of >50% (In vitro) and in vivo can reduce the intensity of the attack to <40%. Carrier materials glutinous flour (in vitro) and compost (in vivo) with the active ingredient Trichoderma harzianum are the best carrier materials in controlling fusarium wilt disease in cayenne pepper plants.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERTANAMAN JAGUNG PADA LAHAN SAWAH DESA RANDUPADANGAN GRESIK JAWA TIMUR Nisa, Isnaini Lailatun; Windriyanti, Wiwin; Nirwanto, Herry
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 24 No. 1 (2025): Jurnal Agrotropika Vol 24 No 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v24i1.9026

Abstract

Diversity of insect on agricultural land is an indicator of ecosystem balance which is the basis of the concept of Integrated Pest Management (IPM). The research was conducted in October-December 2022 on corn fields in Randupadangan Hamlet, Randupadangan Village, Menganti District, Gresik Regency. The research used survey method and purpose sampling. Insect sampling used 4 methods, namely sweep net, visual observation, yellow sticky trap, and pitfall trap. Determination of insect visits using scan sampling method. Data analysis used includes diversity index, evenness index, dominance index and association index with the help of Microsoft Excel. The results showed that the values of diversity index, dominance index, and evenness index were low, and the association index showed an association between species. The most active visiting time of insect visitors is in the morning, afternoon and afternoon, respectively. There are four roles of insects found, namely natural enemies, pests, pollinators, and decomposers.
The In Vitro Antifungal Impact of Secondary Metabolites from Trichoderma sp. on Fusarium sp. Uswatun Hasanah; Arika Purnawati; Herry Nirwanto
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v7i2.4511

Abstract

Fusarium sp. is a significant pathogenic fungus responsible for causing wilt in various plants, including chilies, eggplants, and shallots. One approach to address this issue involves utilizing secondary metabolites from the fungus Trichoderma sp. These metabolites were applied at concentrations of 10%, 20%, and 30% alongside a fungicide called M-Dithane 45, following the recommended dosage specified on the packaging. This research aims to evaluate the impact of these secondary metabolites in suppressing the Fusarium sp. pathogen. The study occurred at the Plant Health Laboratory I within the Faculty of Agriculture at Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” East Java from October to December 2022. It adopted a single-factor, Completely Randomized Design (CRD), and data analysis was carried out using R-studio software. In vitro analysis was conducted through the dual culture technique on a PDA medium, assessing inhibition percentages and observing the morphology of Fusarium sp. fungi. The results demonstrated that the highest inhibition percentage of Fusarium sp. occurred at a 30% concentration, reaching 26% compared to the control group. Morphological examinations of Fusarium sp. indicated that all treatments affected the growth of abnormal hyphae, including bending, curling, coiling, and lysis.
The Potential of Bacillus spp. in Suppressing Colletotrichum capsici that Causes Antracnose in Red Chili Rani, Sasiska; Endang Triwahyu Prasetyawati; Herry Nirwanto; Sri Wiyatiningsih
International Journal of Applied Biology Vol. 7 No. 1 (2023): International Journal of Applied Biology
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red Chili (Capsicum annum L.) is a horticultural plants that is classified as an important commodity and has high economic value. One of the main problems in the production of red chili is anthracnose disease caused by the Colletotrichum capsici pathogen. Bacillus spp. expected to have the potential to inhibit the growth of C. capsici and stimulate the growth of plant. This study aims to determine the potential of Bacillus spp., in suppressing the growth of the C. capsici fungus and stimulating the growth of red chili. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with the treatment without Bacillus spp., chemical fungicides, Bacillus sp. (Ba-6), Bacillus sp. (Ba-9), Bacillus sp. (Ba-12), Bacillus sp. (Ba-15), and Bacillus sp. (Ba-17). The treatment was repeated 4 times and the treatment unit contained 5 red chili/polybag. The results showed that the highest suppression of C. capsici in the treatment of Bacillus sp. Ba-15 was 6.25% compared to the negative control. The best bacteria that can stimulate the growth of red chili is Bacillus sp. Ba-9 with an average plant height 20.10 cm and an average number of leaves 10.49