Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kompatibilitas Ekstrak Daun Awar-Awar (Ficus septica) dan Ekstrak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) dalam Menghambat Jamur Collectrotrichum capsici Septikahady, Hani; Nirwanto, Herry; Wiyatiningsih, Sri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i1.1402

Abstract

Colletotrichum capsici adalah patogen pemicu gejala antraknosa pada tumbuhan cabai yang merusak hingga menyebabkan panen gagal. Guna mengendalikan penyakit tersebut selama ini digunakan bahan kimia, dimana dalam rentang waktu yang lama mengakibatkan efek buruk (negatif). Adapun alternatif pengendaliannya menggunakan fungisida nabati. Penggunaan ficus septica (daun awar-awar) mampu mengurangi penyakit antraknosa pada cabai. Salah satu tanaman yang difungsikan sebagai fungisida nabati yaitu daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ficus septica serta Cymbopogon L. dalam mengurangi pertumbuhan jamur Colletotrichum capsici yang dikombinasikan dengan extract dari beragam konsentrasi. Pelaksanaan ini secara in vitro di Laboratorium Kesehatan Tanaman I Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur.  Metode menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Hasilnya membuktikan ekstrak serai wangi memiliki efektivitas lebih dalam menghambat pertumbuhan jamur Colletotctrichum capsici sebab kemampuan menghambatnya paling tinggi hingga 57%. Campuran kedua ekstrak tersebut konsentrasinya 4%+4% dengan persentase daya hambatnya 55% lebih efektif daripada ekstrak awar-awar serta serai wangi dengan konsentrasi 2%+2% yang memiliki daya hambat 33%. 
EFEKTIVITAS Streptomyces sp. SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI CEKAMAN PESTISIDA DI PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK Lius, Michelle; Mujoko, Tri; Nirwanto, Herry
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6847

Abstract

ABSTRAK Pestisida merupakan bahan beracun yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Pengaplikasian pestisida secara langsung pada tanaman dapat meninggalkan residu yang berdampak pada kesehatan serta mengendap di dalam tanah dan menyebabkan kesuburan tanah terganggu. Bioremediasi merupakan pengembangan di bidang bioteknologi lingkungan yang memanfaatkan agen biologis untuk mengendalikan pencemaran.  Streptomyces sp. dapat menjadi agen bioremediasi yang membantu menurunkan nilai residu klorpirifos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Streptomyces sp. sebagai agen bioremediasi serta untuk mengetahui konsentrasi Streptomyces sp. yang efektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan kontrol atau tanpa Streptomyces sp., penambahan konsentrasi Streptomyces sp. 10 ml/100 ml aquades dan 20 ml/100 ml aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Streptomyces sp. pada tanah tercemar residu klorpirfos dengan konsentrasi 20 ml mampu menurunkan nilai residu klorpirifos sebanyak 94% yaitu dari 1.08 ppm menjadi 0.06 ppm dalam waktu 21 hari.    
Respon Kelimpahan Serangga Polinator Terhadap Variasi Iklim Pada Agroekosistem Mangga Gadung 21 (Mangifera indica L.) Danendra Akbar Rakha; Wiwin Windriyanti; Herry Nirwanto
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10010

Abstract

Serangga pollinator berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman mangga (Mangifera indica L.), yang secara langsung mempengaruhi proses produktivitas dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas serangga pollinator dengan faktor iklim meliputi suhu, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanaman mangga varietas Gadung 21 di Desa Oro – oro Ombo, Kabupaten Pasuruan, saat fase pembungaan tanaman. Pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan yellow trap dan sweep net, sementara data iklim diperoleh melalui NASA POWER. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan regresi linear untuk mengetahui hubungan signifikan antara parameter iklim dan jumlah serangga. Hasil pengamatan menunjukkan lima jenis utama serangga pollinator yaitu lalat kuning (Eristalis tenax), lalat hijau (Lucilia spp.), lebah madu (Apis mellifera), lebah klanceng (Trigona spp.), dan kupu-kupu (Appias lybithea). Hasil menunjukkan bahwa suhu (28-30oC) dan kelembapan (70-85%) berkorelasi positif signifikan terhadap aktivitas pollinator (r > 0,67), sedangkan curah hujan menunjukkan korelasi negatif yang signifikan ( r< -0,5). Intensitas cahaya juga berperan dalam meningkatkan aktivitas polinasi terutama pada waktu pagi hingga siang hari. Dapat disimpulkan bahwa dinamika kehadiran serangga pollinator dipengaruhi secara nyata oleh kondisi iklim mikro, sehingga pengelolaan budidaya mangga perlu mempertimbangkan faktor tersebut untuk meningkatkan efisiensi penyerbukan alami
THE POTENTIAL OF Zinnia elegans AND Bacillus sp. as Lead (Pb) BIOREMEDIATION AGENTS Febiola, Regina Rosari; Prasetyawati, Endang Triwahyu; Nirwanto , Herry
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13482

Abstract

Lead (Pb) pollution in soil is a serious problem that reduces crop productivity. One approach to address this issue is through bioremediation and Phytoremediation, using microorganism and plants that can tolerate and bind heavy metals. This study examine the potential of Zinnia elegans (Jacq.) and Bacillus sp., and in combination to reduce Pb in soil. The experiment lasted 60 days using a completely randomized design with six treatments: P0 (control, Pb-contaminated soil without plants or bacteria), P1 (Z. elegans only), P2 (Bacillus sp. only), P3 (combination), P4 (non-contaminated soil with Z. elegans and Bacillus sp.), and P5 (non-contaminated soil with Z. elegans only). The results showed that treatment P3 reduced Pb concentration by 62.31 ppm, while no significant differences were observed among treatments in terms of plant growth parameters. Combining Z. elegans with Bacillus sp. may serve as a practical approach to enhance Pb remediation in contaminated soils.
THE POTENTIAL OF Zinnia elegans AND Bacillus sp. as Lead (Pb) BIOREMEDIATION AGENTS Febiola, Regina Rosari; Prasetyawati, Endang Triwahyu; Nirwanto , Herry
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.13482

Abstract

Lead (Pb) pollution in soil is a serious problem that reduces crop productivity. One approach to address this issue is through bioremediation and Phytoremediation, using microorganism and plants that can tolerate and bind heavy metals. This study examine the potential of Zinnia elegans (Jacq.) and Bacillus sp., and in combination to reduce Pb in soil. The experiment lasted 60 days using a completely randomized design with six treatments: P0 (control, Pb-contaminated soil without plants or bacteria), P1 (Z. elegans only), P2 (Bacillus sp. only), P3 (combination), P4 (non-contaminated soil with Z. elegans and Bacillus sp.), and P5 (non-contaminated soil with Z. elegans only). The results showed that treatment P3 reduced Pb concentration by 62.31 ppm, while no significant differences were observed among treatments in terms of plant growth parameters. Combining Z. elegans with Bacillus sp. may serve as a practical approach to enhance Pb remediation in contaminated soils.
KAJIAN POLA SEBARAN PENYAKIT BULAI DENGAN ANALISIS CITRA DRONE Haikal, M Rifqi; Nirwanto, Herry; Mujoko, Tri
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6105

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia dengan menjadi sumber pangan pokok ketiga setelah padi dan gandum. Penurunan produksi jagung dapat diakibatkan oleh Peronosclerospora spp. penyebab penyakit bulai yang merupakan penyakit utama yang meyerang tanaman jagung di Indonesia. Upaya pengendalian penyakit bulai harus diikuti dengan melakukan survei atau pemantauan di lahan pertanaman untuk melihat gejala kerusakan dan pola sebaran penyakit tersebut. Pemantauan di lapangan secara langsung terdapat banyak kekurangan seperti hasil yang bersifat subjektif dan membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaan drone untuk mendeteksi gejala dan pola sebaran penyakit bulai sehingga lebih efektif dan efisien. Penelitian ini dilaksanakan di lahan tanaman jagung di Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Pengamatan dilakukan selama enam minggu dengan dua metode yakni pengamatan secara langsung dan melalui hasil analisis citra drone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran penyakit bulai adalah acak. Citra drone dapat mendeteksi gejala serta menunjukkan pola sebaran penyakit bulai dengan memerhatikan ketinggian, intensitas cahaya matahari, dan objek di sekitar tanaman jagung.
Early Detection of Pathogenic Fungi Curvularia sp. on Rice Seeds (Oryza sativa) Based on Modified Infrared Image Analysis Anggraini, Novita; Nirwanto, Herry; Mujoko, Tri
BIOEDUSCIENCE Vol 9 No 3 (2025): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/17568

Abstract

Background: Curvularia sp. is a seed-borne pathogenic fungus that can reduce rice plant productivity. At the same time, conventional seed health testing methods still rely on visual observation and require a relatively long incubation time. This study aims to evaluate the potential of infrared image analysis based on a modified imaging system for early detection of Curvularia sp. infection in rice seeds. Methods: Seed health testing was performed using the blotter test method. At the same time, image acquisition was performed with a digital microscope equipped with an infrared light source, and images were analyzed using pseudocoloring and RGB-based color segmentation. Results: The results showed differences in infrared signal intensity patterns in Curvularia sp.-inoculated seeds, which could be identified on the fourth day after inoculation, earlier than visual observation, which showed symptoms on the fifth day. Detection accuracy was calculated using a confusion matrix based on visual observation as the reference method, with a sample size of 50 seeds per observation day, yielding an average detection accuracy of 91% over seven days of observation. Conclusions: The modified infrared image analysis method has the potential to serve as an early detection method for Curvularia sp. infection in rice seeds, although its performance depends on the limitations of the imaging system and the validation method used.