Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Kepemimpinan dan Keadilan Manajemen SDM Terhadap Burnout Dokter Spesialis RSUI, Depok, Jawa Barat Irandi Putra Pratomo; A Rohendi; Yani Restiani Widjaja
Jurnal Kesehatan Global Vol 9, No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v9i2.7032

Abstract

Manajemen Mutu Pengendalian Infeksi Pasca Operasi Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien di RS DKH Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Zentika Isnaeni Fajri; A Rohendi; Mira Veranita
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 08 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i08.3842

Abstract

Infeksi pascaoperasi merupakan salah satu indikator penting keselamatan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit yang dipengaruhi oleh efektivitas penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) perioperatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen mutu PPI perioperatif, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi perbaikan di RS DKH Kedungwaringin Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 23 partisipan yang terdiri atas pasien, manajemen rumah sakit, dan tenaga kesehatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan perspektif Total Quality Management (TQM), Clinical Governance, Safety Culture, dan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PPI telah berjalan melalui kebersihan tangan, kewaspadaan standar, pemberian antibiotik profilaksis, penempatan pasien, dan WHO Surgical Safety Checklist, tetapi belum konsisten. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana-prasarana, pengawasan, serta sistem dokumentasi manual. Strategi perbaikan diarahkan pada penguatan monitoring, edukasi berbasis perubahan perilaku, penyediaan antiseptik, digitalisasi dokumentasi, audit komprehensif, dan pemenuhan sarana secara bertahap. Penguatan siklus PDCA secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan PPI, mengendalikan risiko infeksi pascaoperasi, dan memperkuat keselamatan pasien.
Optimalisasi E-Commerce dan Marketplace dalam Meningkatkan Daya Saing De Henz Bakery A Rohendi; Bambang Sukajie; Utang Jujur; Silfia Rachim; Dedeh Nurdalillah
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v8i2.2369

Abstract

The development of digital technology provides opportunities for UMKM to improve their competitiveness through social media and marketplaces. However, some UMKM have not yet optimized digital platforms for promotion and sales, including De Henz Bakery, a bakery and catering business offering banana cake, pastry, and various snacks. The partner’s marketing activities still rely on word of mouth and Instagram Stories, which are not used consistently, resulting in limited market reach. This community service activity aims to improve the partner’s understanding of digital marketing and encourage the utilization of social media and marketplaces. The methods included observation, interviews, socialization, and mentoring. The activities covered digital marketing strategies, social media promotion, and the use of marketplaces such as Shopee and Tokopedia, as well as GoFood and GrabFood services. The results indicate that optimizing digital marketing has the potential to increase brand awareness, consumer engagement, and market reach. Consistent utilization of social media and marketplaces can help De Henz Bakery improve product visibility, expand its market share, and support sustainable business growth.   Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing melalui media sosial dan marketplace. Namun, masih terdapat UMKM yang belum mengoptimalkan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan, salah satunya De Henz Bakery yang bergerak di bidang bakery dan katering dengan produk unggulan banana cake, pastry, dan aneka snack. Pemasaran mitra masih mengandalkan word of mouth dan Instagram Story yang belum digunakan secara konsisten, sehingga jangkauan pasar terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra tentang pemasaran digital serta mendorong pemanfaatan media sosial dan marketplace. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara, sosialisasi, dan pendampingan. Materi yang diberikan mencakup strategi digital marketing, promosi melalui media sosial, serta pemanfaatan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia serta layanan GoFood dan GrabFood. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa optimalisasi pemasaran digital berpotensi meningkatkan brand awareness, interaksi dengan konsumen, dan jangkauan pasar. Dengan pemanfaatan media sosial dan marketplace secara konsisten, De Henz Bakery dapat meningkatkan visibilitas produk, memperluas pangsa pasar, dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING RSU BIDADARI BINJAI Kartika Sari; A Rohendi; Yen Efawati
Jurnal Sains Manajemen Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/r6e93h63

Abstract

Competition in healthcare services in Binjai requires hospitals to develop marketing strategies that not only attract patients but also ensure a consistent service experience. Bidadari Binjai General Hospital faces patient-visit growth that has not been sufficiently strong, creating a need for a more integrated strategy. This study aims to analyze the implementation of the service marketing mix, identify implementation constraints, and formulate strategies to strengthen competitiveness through the Integrated Service Management (ISM) framework. A descriptive qualitative approach was applied using purposive participant selection. Data were obtained through in-depth interviews with hospital management and patients, complemented by observations of service processes and the physical service environment. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and verification, and were subsequently synthesized through SWOT analysis. The findings indicate that the hospital’s main strengths are specialist services, accessible location and digital access, and competent and friendly human resources. Major constraints relate to service-process consistency, workforce distribution, internal communication, and physical evidence, particularly cleanliness and supporting facilities. The novelty of this study lies in integrating the service marketing mix with ISM and SWOT to formulate strategies that connect service-culture reinforcement, process digitalization, quality control, and integrated marketing communication. This integrated approach is expected to strengthen service differentiation and support sustainable hospital competitiveness.   Persaingan layanan kesehatan di Kota Binjai menuntut rumah sakit membangun strategi pemasaran yang tidak hanya menarik pasien, tetapi juga memastikan pengalaman layanan yang konsisten. RSU Bidadari Binjai menghadapi kondisi kunjungan pasien yang belum bertumbuh secara kuat sehingga diperlukan penguatan strategi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi bauran pemasaran jasa, mengidentifikasi kendala pelaksanaannya, dan merumuskan strategi peningkatan daya saing melalui kerangka Integrated Service Management (ISM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pemilihan partisipan secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan pasien serta observasi proses dan lingkungan layanan. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data, kemudian disintesis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama rumah sakit terletak pada layanan spesialis, akses lokasi dan layanan digital, serta kompetensi dan keramahan sumber daya manusia. Kendala utama berada pada konsistensi proses layanan, pemerataan tenaga kesehatan, komunikasi internal, dan bukti fisik terutama kebersihan serta fasilitas penunjang. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi bauran pemasaran jasa dengan ISM dan SWOT untuk menghasilkan strategi yang menautkan penguatan budaya pelayanan, digitalisasi proses, pengendalian mutu, serta komunikasi pemasaran secara terpadu. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat diferensiasi layanan dan daya saing rumah sakit secara berkelanjutan.