FITROTUN NISWAH
Unknown Affiliation

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pembangunan Desa Melalui Program GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Dalam Meningkatkan Kemandirian Kelompok Tani Di Desa Ngabar Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo HELMI NUR FIRDAUS; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu program prioritas Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KEMENDES PDTT). Melalui BUMDes, masyarakatdesa didorong untuk mengelola ekonomi secara otonom.Tujuan dalam penelitian ini untukmendeskripsikan dan menganalisis strategi pembangunan Desa Ngabar melalui Program GAPOKTAN(Gabungan Kelompok Tani) dalam meningkatkan kemandirian Kelompok Tani di Desa Ngabar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitianini adalah strategi optimalisasi pengelolaan kekayaan desa menurut Mardiasmo (2007:238). Subjekpenelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitianini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data,reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalamtahapan awal Desa Ngabar beracuan kepada buku tanah desa sebagai pedoman untuk melaksanakanperencanaan pembangunan. Sistem informasi manajemen yang masih menggunakan cara manualberdampak pada kurang efektifnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Dalam pengawasannyaDesa Ngabar memberdayakan peran masyarakat dan elemen masyarakat (BPD). Jasa penilai di DesaNgabar berjalanbaik dengan melibatkan tim audit pemerintah daerah kabupaten. Adapun saran yangdiajukan peneliti adalah lebih banyak melibatkan pihak ketiga (sektor swasta) dalam jasa penilai,peningkatan sistem informasi yang dapat diakses dengan mudah, serta meningkatkan kualitas sumberdaya aparatur desa.Kata Kunci: Strategi, Pembangunan Desa, Gapoktan Abstract Village-owned enterprises (BUMDes) became one of the priority programs of the Ministry of Rural,Rural Development and Transmigration (KEMENDES PDTT). Through BUMDes, villagers areencouraged to autonomously manage the economy.The purpose of this research to describe and analyzeRural development strategy Ngabar through Gapoktan Program (Farmers Group) to increase theindependence of farmer groups in the village Ngabar. This research uses descriptive method withqualitative approach. The focus of this study is the village of wealth management optimization strategyaccording to Mardiasmo (2007:238). This research subject is determined by purposive samplingtechnique. Data collection techniques in this research through interviews, observation and documentation.Data analysis was performed with data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Theresults showed thatin the early stages of Ngabar beracuan village to village land book as a guide toimplement the development plan. Management information systems that still use manual way impact onthe lack of effective delivery of information to the public. In its oversight role empowers Ngabar villagecommunity and community elements (BPD).Appraiser in the village Ngabar berjalanbaik involvingdistrict government audit team. The suggestions made by the researcher is more involving third parties(private sector) in appraisal services, improvement of information systems that can be accessed easily, aswell as improve the quality of personnel resources of the village.Keywords: Strategy, Rural Development, Gapoktan
Strateg Peningkatan Kualitas Pelayanan Akta Kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang MUHAMMAD AFGAN AKBAR SUPRIYADI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik yang belum mampu memenuhi tuntutan masyarakat, mengisyaratkan bahwa penting bagi institusi penyelenggara pelayanan publik termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang untuk senantiasa melaksanakan serangkaian strategi guna meningkatkan kualitas pelayanannya. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulanya datanya dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan teori 7 strategi menuju pelayanan sukses yang diungkapkan oleh Devrye meliputi: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lumajang telah melaksanakan serangkaian strategi meninngkatkan kualitas pelayanan dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui dari telah dilaksanakannya strategi Self Esteem melalui dukungan kepala dinas yang ditunjukkan dengan kesediannya untuk membangun kedekatan tidak hanya dengan pegawai akan tetapi dengan masyarakat, penempatan pegawai sesuai dengan keahlian, pelaksanaan tugas yang menjangkau masa depan, hingga telah ada pandangan terhadap pentingnya pelaksanaan pelayanan dengan berpedoman pada keberhasilan mendatang. Strategi Exceed Expectation melalui tugas pelayanan sesuai dengan SOP, pelaksanaan berbagai inovasi pelayanan sebagai wujud pemberian pemahaman terhadap keinginan masyarakat yang selalu berubah, hingga telah mampu memberikan pelayanan yang telah sesuai dengan harapan masyarakat. Recovery yang ditunjukkan dengan senantiasa menganggap keluhan masyarakat sebagai sebuah peluang, menyediakan berbagai sarana sebagai upaya untuk mengumpulkan serangkaian informasi dari masyarakat untuk perbaikan,. Vision melalui pemahaman terhadap visi yang diemban sebagai perencanaan yang idealnya diperuntukkan untuk pelayanan yang lebih efisien dari sebelumnya. Improving telah dilaksanakannya serangkaian baik dari segi fisik atau sarana pelayanan, kemampuan sumber daya manusia maupun iklim kerja. Care yang ditunjukkan melalui kesigapan pegawai atau petugas keamanan dalam memberikan bantuan pada pemohon dan telah adanya tolak ukur dalam pelaksanaan tugasnya. Serta strategi empowerment yang ditunjukkan dengan telah dilaksanakannya kegiatan pemberdayaan pegawai dan pemberian punishment reward. Kata Kunci: Keluhan Masyarakat, Strategi Meningkatkan Pelayanan Abstract The implementation of public services that have not been able to meet the demands of the community, suggests that it is important for institutions providing public services including the Department of Population and Civil Registration of Lumajang Regency to always implement a series of strategies to improve the quality of services. For this reason, the purpose of this study was to find out and describe the strategy of improving the quality of services of the Lumajang Regency Population and Civil Registration Service. The type of research used in this research is qualitative descriptive. While the data collection technique is done through interviews, observation, and documentation. The focus of the research is using the theory of 7 strategies towards successful service revealed by Devrye including: Self Esteem, Exceed Expectation, Recovery, Vision, Improve, Care, Empowerment. The results of the study showed that the Lumajang District Population and Civil Registration Service had implemented a series of strategies to improve the quality of services. This can be seen from the implementation of Self Esteem strategy through official head support indicated by their willingness to develop closeness not only with employees but with the community, placing employees in accordance with expertise, implementing tasks that reach the future, until there has been a view on the importance of implementation service based on future success. The Exceed Expectation strategy through service assignments is in accordance with the SOP, the implementation of various service innovations as a manifestation of providing an understanding of the wishes of the ever-changing community, so that they have been able to provide services that are in accordance with the expectations of the community. Recovery, which is demonstrated by always regard community complaints as an opportunity, provides various means as an effort to gather a range of information from the community for improvement. Vision through understanding the vision carried out as a plan that ideally is intended for services that are more efficient than before. Improving a series has been carried out both in terms of physical or service facilities, human resource capabilities and work climate. Care is shown through the alertness of employees or security officers in providing assistance to the applicant and there have been benchmarks in carrying out their duties. As well as empowerment strategies as indicated by the implementation of employee empowerment and punishment reward activities. Keywords: Public Complaint, Strategy to Improve Service
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA SENDANG BERON DI DESA PUNGGULREJO KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN DIMAS OKTAVIAN PRAYOGA HABIBILLAH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 6 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n6.p%p

Abstract

ABSTRAKStrategi Pengembangan Wisata Sendang BeronDi Desa Punggulejo Kecamatan Rengel Kabupaten TubanNama : Dimas Oktavian Prayoga HabibillahNIM : 15040674076Program Studi : S1 Ilmu Administrasi NegaraJurusan : Administrasi PublikFakultas : Ilmu Sosial dan HukumNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP.Pengembangan wisata dapat memberi kesejahtaeraan masyarakat, salah satunya Wisata Sendang Beron yang ada di Desa Punggulrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Tetapi disini terdapat beberapa masalah seperti kerusakann pada akses jalan, kepedulian wisatawan dan warga desa tentang kebersihan liingkungan, dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam mengembangkan desa wisata yaitu Wisata Sendang Beron di Desa Punggulrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kialitatif. Sedangkan fokus penelitian mengggunakan teori tentang strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012 tentang Rencana Strategis Kementrian Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang meliputi strategi pengembangan sumber daya wisata, strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi pengembangan promosi pariwisata pengelolahan lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, study kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.xiHasil penelitian ini menunjukan bahwa yang pertama strategi pengembangan sumber daya pariwisata dengan mengembangkan potensi desa wisata dengan penambahan wahana perahu, spot foto, perbaikan kolam pemandian dan pemberdayaan pedagang bagi warga Desa Punggulrejo, penyediaan fasilitas lain seperti, gazebo, ruang ganti, toilet, dan lahan parkir. Yang kedua ada strategi pengembangan sumber daya manusia, yang ada pada tahap pengembangan dengan memberdayakan masyarakat desa di usia produktif untuk mengurangi jumlah penganggguran. Selain itu akan ada rencana pendidikan dan pelatihan mengenai pengelolaan aktifitas pariwisata. Yang ketiga ada strategi pengembangan promosi pariwisata, dengan memanfaatkan internet/media sosial instagram yang dirasa cepat, mudah dan murah merupakan kelebihan yang efektif dan efisien, selain itu juga bekerja sama dengan event kabupaten untuk promosi melalui brosur/media lain. Yang keempat ada strategi pengelolahan lingkungan yang ramah dan hemat energy dengan tidak menggunakan kaporit/bahan kimia lain pada kolam pemandian, wahana perahu air tidak menggunakan mesin/ BBM sehingga ramah lingkungan. Saran untuk pengembangan wisata lebih lanjut adalah dengan memperbaiki akses jalan wisata, penambahan gate masuk wisata dengan jelas, penambahan keamanan wisata, kebijakan pedagang luar, pelatihan bahasa asing, perawatan dan pengoperasian wisata, penambahan platform website dan bekerja sama melalui media partner dan yang terakhir adanya sanksi tegas bagi pelanggar, pembersihan lingkungan berkala, dan pemilahan sampah organik dan non organik.Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Desa WisataABSTRACTDevelopment Strategy of Sendang Beron at Pungggulrejo Village Rengel Sub-district Tuban RegencyName : Dimas Oktavian Prayoga HabibillahNIM : 15040674076Study Program : Bachelor of State Administration ScienceDepartment : Public AdministrationFaculty : Social and Legal SciencesInstitution : Surabaya State UniversityAdvisor : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP.Tourism development can provide welfare for the community, one of which is Sendang Beron Tourism in Punggulrejo Village, Rengel District, Tuban Regency. But here are some problems such as damage to road access, concern of tourists and villagers about environmental cleanliness, and so on. This study aims to describe the strategy in developing tourism villages, namely Sendang Beron Tourism in Punggulrejo Village, Rengel District, Tuban Regency.The research method used is descriptive method with a qualitative approach. While the focus of research is using theories about tourism development strategies according to Minister of Tourism and Creative Economy Regulation Number PM.35 / UM.001 / MPEK / 2012 concerning the Strategic Plan of the Ministry of Tourism and Creative Economy, which includes tourism resource development strategies, resource development strategies humans, strategies for developing environmental management tourism promotion. Data collection techniques used in the form of observation, interviews, documentation, literature study. Data analysis is done by collecting data, processing data, presenting data, and drawing conclusions.The results of this study indicate that the first strategy is the development of tourism resources by developing the potentialxiiiof tourism villages by adding boat rides, photo spots, repairing bathing pools and empowering traders for residents of Punggulrejo Village, providing other facilities such as gazebos, changing rooms, toilets and land parking. The second is a human resource development strategy, which is at the development stage by empowering rural communities in productive age to reduce the number of unemployed people. In addition there will be plans for education and training on managing tourism activities. The third is that there is a strategy for developing tourism promotion, by utilizing internet / social media Instagram which is considered fast, easy and cheap is an advantage that is effective and efficient, in addition it also works with district events for promotion through brochures / other media. The fourth is that there is a friendly and energy-efficient environment management strategy by not using chlorine / other chemicals in the bathing pool, the water boat vehicle does not use engines / fuel so it is environmentally friendly. Suggestions for further tourism development are by improving tourist road access, adding tourist entry gates clearly, adding tourist security, outside merchant policies, foreign language training, maintenance and operation of tours, adding a website platform and working together through media partners and the last strict sanctions for offenders, periodic environmental cleaning, and segregation of organic and non-organic waste.Keywords: Strategy, Development, Tourism Village
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MI GILA (MELEK IT GAUL INFORMASI LUAR BIASA) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR. NIKEN AULIA DWI ANUGRAH PUTRI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai instansi penyelenggara layanan publik di lingkungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang terpercaya. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sebuah program yaitu Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Mi Gila merupakan program yang memberi wadah masyarakat Jawa Timur belajar tentang IT (informasi dan teknologi) serta ICT (information and communication technology) atau permasalahan-permasalahan lain seputar teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kualitas pelayanan publik Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa) di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode kualitatif.. Fokus penelitian berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan jasa menurut Philip Kotler (2012:284) yang meliputi Bukti Fisik (Tangibles), Empati (Empathy), Kehandalan (Reliability), Cepat Tanggap (Responsiveness), dan jaminan (Assurancee). Teknik pengumpulan data dilakukan melaului wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil Penelitian kualitas layanan Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Pertama dimensi bukti fisik menggambarkan bagaimana penampilan, kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan. Kedua, dimensi empati (empathy), di dimensi ini pihak Diskominfo berusaha memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan. Ketiga, dimensi kehandalan menjelaskan bagaimana kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Keempat, dimensi daya tanggap menjelaskan tentang daya tanggap perusahaan dalam memberi layanan bagi pelanggan dan memberikan jasa dengan sigap dan cepat dalam penanganan keluhan pelanggan. Kelima, dimensi jaminan meliputi beberapa komponen anatara lain komunikasi, kredibilitas keamanan, kompetensi dan sopan santun. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo belum dapat mencukupi sarana prasarana yang dibutuhkan peserta pada saat pelaksanaan pelatihan. Akan lebih baik jika Diskominfo memastikan kecukupan sarana prasarana dengan jumlah peserta sebelum pelatihan dilakukan. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Dimensi Kualitas Pelayanan, Pelayanan Mi Gila.
ANALISIS PESTLE DALAM STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN BATAS PETIR (OBATI SAMPAI TUNTAS PENDERITA TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTANT) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA KABUPATEN GRESIK NURMALA DWI MASTUROH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Upaya RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk meningkatkan pelayanan publik dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan pasien tuberculosis multidrug resistent serta menurunkan jumlah pasien putus berobat yakni dengan mencetuskan inovasi pelayanan BATAS PETIR (Obati Sampai Tuntas Penderita Tuberculosis Multidrug Resistent) yang diciptakan dengan tujuan mengobati pasien TB MDR secara holistik, yang mana pengobatan pasien TB MDR tidak hanya pada medis melainkan juga pengobatan yang mencakup aspek biologi, psikologis, sosial dan spiritual bagi pasien dengan menyusun 5 strategi didalamnya.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Analisis PESTLE yang terdiri dari 6 faktor menurut William (2010:211) meliputi faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi hukum, dan lingkungan dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan inovasi BATAS PETIR telah terlaksana dengan baik oleh RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, namun belum terdukung oleh faktor politik karena belum adanya peran pemerintah daerah yang tertuang dalam kebijakan pemerintah daerah. Faktor Ekonomi, memberikan dampak yang cukup besar karena bantuan uang tunai dari The Global Fund dan bantun pelatihan untuk meningkatkan produktifitas pasien dari Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Kelompok PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Gresik. Faktor sosial, terbantu adanya sinergitas dengan Aisyiyah Care. Faktor Teknologi, digunakan dalam hal pencatatan data dan riwayat pengobatan pasien serta pendeteksian penyakit dengan alat Tes Cepat Molekuler. Faktor Hukum, diterapkan dalam perlindungan pasien dan petugas medis setempat. Faktor lingkungan, diterapkannya pemisahan poli untuk mencegah transisi penyebaran penyakit dan penerapan konsep ruangan terbuka bagi pasien tuberculosis MDR. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Analisis PESTLE, BATAS PETIR
Kualitas Pelayanan Elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo FRITA AYU PRIBADI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan kebutuhan bagi setiap masyarakat.Oleh karena itu, setiap instansi publik perlu berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.Salah satunya dengan menerapkan pelayanan publik berbasis elektronik. Oleh sebab itu, Kantor Kecamatan Tulangan membuat sebuah inovasi pelayanan elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) untuk mempermudah pelayanan administrasi bagi masyarakat. Kata Cepet Mule diambil dari Bahasa Jawa yang berarti cepat pulang, hal ini diharapkan kepengurusan yang akan diajukan melalui pelayanan Cepet Mule agar cepat selesai, memudahkan masyarakat, dan cepat pulang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam dimensi dari Papadomichelaki dan Mentzas (2012) tentang kualitas layanan e-Government (E-GovQual) yang meliputi ease of use (kemudahan penggunaan), trust (kepercayaan), functionality of interaction environment (fungsi interaksi lingkungan), reliability (keandalan), content and appearance (konten dan penampilan) dan citizen support (pendukung). Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sudah baik.Walaupun masih terdapat kendala dan beberapa hal yang kurang didalamnya, seperti tidak adanya informasi kontak didalam website atau aplikasi, lamanya data kependudukan untuk diperbaharui, serta aplikasi Cepet Mule yang belum tersedia didalam playstore dan appstore.Sehingga peneliti memberi saran yaitu dengan menambahkan informasi kontak didalam website Cepet Mule serta diperlukan memperbaharui data, informasi dan tampilan didalam Cepet Mule secara berkala.Selain itu, aplikasi Cepet Mule agar didaftarkan didalam playstore dan appstore untuk mempermudah pengguna. Kata Kunci :Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, E-GovQual, Pelayanan Cepet Mule Abstract Public services are a necessity for every community. Therefore, every public body needs to try to provide good services and in accordance with the times. One of them is by implementing electronic-based public services. Therefore, the Tulangan District Office makes innovative Cepet Mule electronic services (Fast, Right, Easy and Not Prolonged) to simplify administrative services for the community. The word Cepet Mule is taken from the Javanese language which means go home quickly, it is hoped that management will be delivered through the Cepet Mule service so that it is completed quickly, makes it easier for the community, and quickly returns home.The purpose of this study was to describe about the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office, Sidoarjo District. The type of research used in this research is descriptive research with qualitative approach. The theory used in this study was six dimensions about the quality of e-Government Services (E-GovQual) by Papadomichelaki dan Mentzas (2012), includes Ease of use, Trust, Functionality of interaction environment, Reliability, Content and appearance, and Citizen Support. Technique of data analysis was performed with data collection, data reduction, the presentation of the data, and draw conclusions.The results of this study showed the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office is already good. But there are still problems such as absence of contact information on the website or application, Old population data updated and Cepet Mule applications that are not yet available on Playstore and Appstore. So the researchers made a suggestion by adding contact information on the Cepet Mule website and it is necessary to update the data, information and appearance on Cepet Mule regularly. In addition, the Cepet Mule application should be registered in the playstore and appstore to make it easier for users. Keywords: Public Service, Service Quality, E-GovQual, Cepet Mule Service
Analisis Keberhasilan Teknologi Informasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan) di Kantor Kepolisian Resort (Polres) Lamongan (Studi Pada Pelayanan Pengurusan Surat Izin Mengemudi) DIAH RESTU NUR NABILA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan kebutuhan setiap masyarakat, sehingga setiap instansi publik berupaya memberikan kualitas terbaik kepada masyarakat. Bentuk pelayanan pemerintah bukan hanya didapat dari pelayanan jasa, barang dan kesehatan Bentuk perlindungan keamanan merupakan bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah lewat kepolisian.Dengan adanya hal tersebut maka Polri memberikan program promoter yaitu peningkatan pelayanan yang mudah dan berbasis teknologi informasi.Salah satu yang yang melakukan program promoter yaitu Polres Lamongan yang membuat aplikasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis keberhasilan teknologi informasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan) di Polres Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Fokus penelitan menggunakan teori keberhasilan teknologi informasi Menurut O”Brien, James A. dan Marakas, George M.(2010:17) yang meliputi efisiensi dan efektivitas.Teknik analisis data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles dan Huberman.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Polres Lamongan sudah menunjukkan keberhasilan teknologi informasi yang cukup baik. Akan tetapi masih terdapat beberapa kendala seperti trouble-nya aplikasi, terdapat kesalahan bagi pihak pemberi pelayanan, banyaknya CCTV yang tidak berfungsi, dan aplikasi SMART SOTO LA tidak dapat diunduh melalui appstore. Saran dari peneliti adalah memperbaiki sistem agar tidak mengalami masalah yang sama, petugas harus selalu fokus dalam melayani masyarakat agar tidak terjadi kesalahan dalam pelayanan, dilakukan perawatan CCTV seharusnya dilakukan setiap bulan sekali dan apabila tdak berfungsi segera diperbaiki pihak instansi sebaiknya membuat aplikasi SMART SOTO LA yang dapat dibuka melalui browser. Sehingga semua pengguna smartphone dapat mengakses aplikasi SMART SOTO LA. Kata Kunci :Analisis Keberhasilan, Pelayanan Publik, Pelayanan Pengurusan Surat Izin Mengemudi Abstract Public services are the needs of every people. Therefore, every public agencies provide the best quality to society. The form of government services does “not only” come from services, goods, and health but also security. The form of security protection is the example of service that is given from the government through the police. In consequence, the national police give a program promoter that is an easy service improvement and based on information technology. One of the implementers of the promoter program is Lamongan Regional Police. They made the SMART SOTO LA (Lamongan Online Integrated Operational System) application. The purpose of this study is to describe the analysis of the success of the information technology SMART SOTO LA (Lamongan Online Integrated Operational System) at Lamongan Regional Police Station.The type of this research is descriptive with a qualitative approach. The focus of the study uses the theory of information technology success according to O”Brien, James A., and Marakas, George M. (2010:17), which complements efficiency and effectiveness. The data analysis technique was carried out based on the technique by Miles and Huberman. He results of the study showed that the Lamongan Regional Police Station had shown a good success in information technology. However, there are still some obstacles such as application difficulties, there are errors for service providers, many CCTVs that dont work, and the SMART SOTO LA application cannot be downloaded through the appstore. Suggestions from researchers are to improve the system so that it does not experience the same problem, officers must always focus on serving the community so that there are no errors in service, CCTV treatment should be done every month and if it does not function immediately, the agency should make the SMART SOTO LA application can be opened through a browser. So that all smartphone users can access the SMART SOTO LA application. Keywords:Succes Analysis, Public Services,Driver License Management Services.
AKUNTABILITAS APARATUR DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2018 (Studi Kasus di Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban) NIA ELVIANA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa merupakan aspek yang sangat penting. Karena dana desa merupakan dana yang diperuntukan bagi desa yang harus diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satunya Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Desa Karangrejo pada tahun anggaran 2018 menerima dana desa sebesar Rp.738.060.000.00,- dan harus dipertanggungjwabkan kepada masyarakat maupun pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan akuntabilitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa tahun anggaran 2018 di Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan tahap-tahap akuntabilitas (Rakhmat, 2018):Akuntabilitas memiliki tahap-tahap berbeda, antara lain: Kejujuran dan Akuntabilitas Legal, Proses Akuntabilitas, Akuntabilitas Kinerja, Akuntabilitas Program, dan Akuntabilitas Kebijakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa didalam 5 indikator penelitian , meliputi: Probity and Legality Accountability yaitu pengelolaan Dana Desa berdasarkan Perbup No. 17 Tahun 2017, Process Accountability yaitu diwujudkan dengan adanya Musyawarah Desa dan pelaporan rutin , Performance Accountability yaitu efisiensi penggunaan dana desa yang tercapai karena menggunakan tenaga masyarakat sebagai pelaksana dalam pembangunan dan waktu pengerjaan yang singkat, Program Accountability ialah program yang ditetapkan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, Policy Accountability yaitu kebijakan yang diambil adalah memfokuskan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan pembangunan sekaligus sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Akuntabilitas, Pengelolaan Dana, Dana Desa
Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik (SIAP TARIK) Kecamatan Tarik-Sidoarjo PUTRI NOVIA AZHARI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik dapat di artikan sebagai suatu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah atau aparatur negara. Untuk memberikan pelayanan yang baik berupa jasa ataupun barang, yang digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menyelesaikan kepentingan yang dibutuhkan oleh masyarakat, karena pelayanan publik sangat di perlukan dalam suatu negara untuk dapat membantu dan mengukur kesejahateraan masyarakat melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada publik. Adapun salah satu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah yaitu berupa pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan sendiri dapat berupa kemudahan pendaftaran antrian seperti halnya yang di lakukan oleh Puskesmas Tarik. Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Tarik yakni berupa aplikasi untuk mempermudah pendaftaran pasien yang dinamai dengan SIAP TARIK (Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik), aplikasi ini bertujuan untuk dapat mempermudah pasien mendapatkan nomor antrian secara online tanpa harus mengantri di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini yaitu Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian Di Puskesmas Tarik (Siap Tarik) Kecamatan Tarik-Sidoarjo. Dengan teori Parasuraman (2005) yang memiliki empat model untuk mengukur kualias pelayanan dengan menggunakan metode E-S-Qual oleh yaitu: Efficiency, Fullfilment, System Availability, dan privacy. Dari empat indikator yang digunakan pada penelitian ini menunjukan hasil dari kualitas pelayanan pendaftaran menggunakan SIAP TARIK sudah sesuai dengan standar pelayanan yang seharusnya. Hal tersebut dapat didukung oleh hasil perhitungan setiap indikator sebagai berikut : indikator Efficiency (Efisiensi) dengan jumlah prosentase sebesar 89,17%, indikator Fulfillment (Penyelesaian) dengan jumlah prosentase sebesar 83,85%, indikator System Availability (Ketersediaan sistem) dengan jumlah prosentase sebesar 81,17%, indikator Privacy (Rahasia Pribadi) dengan jumlah prosentase sebesar 86,90%. Dari hasil pada setiap item indikator tersebut dapat di ketahui jumlah keseluruhannya dengan hasil prosentase yaitu sebesar 85,54% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, E-S-Qual, SIAP TARIK, Puskesmas
Kualitas Sistem SIMPEG Online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang NADYA ALVI RIZQA FARADILLA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Besarnya angka pelayanan di bidang kepegawaian yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang melalui SIMPEG manual sering kali mengalami kesulitan karena kurangnya tenaga dalam proses pengolahan data pegawai. Banyaknya pegawai yang akan melakukan pembaharuan data tidak sebanding dengan jumlah operator yang menangani sehingga ketika memasukkan data sering terjadi kesalahan. SIMPEG manual juga dirasa kurang efektif karena banyak data pegawai yang hilang, tertukar, maupun data yang dihasilkan terkadang tidak up to date. Dengan adanya permasalahan tersebut dan didukung oleh kemajuan teknologi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencoba untuk menerapkan SIMPEG berbasis online. Namun, setelah diterapkannya SIMPEG berbasis online ini dilapangan masih mengalami kendala, sehingga hal ini menarik bagi peneliti untuk mengukur tingkat kualitas sistem dari SIMPEG berbasis online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 responden dengan teknik pengambilan samplel menggunakan purposive sampling serta melakukan wawancara ke beberapa responden untuk mendukung hasil data yang didapat. Fokus penelitian dalam penelitian ini menggunakan teori menurut DeLone and McLean yang telah diperbaharui (2003) tentang analisis kesuksesan sistem informasi, namun peneliti hanya mengambil variabel “Kualitas Sistem” yang terdiri dari Easy of Use, Response Time, Reliablity, Flexibility, dan Security. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem SIMPEG online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang mencapai persentase 78,22% dan masuk dalam interval 61%-80% dengan kategori baik. Adapun rincian kualitas sistem dari setiap indikator antara lain indikator easy of use dengan persentase sebesar 79,87%, kemudian indikator response time dengan persentase sebesar 77,43%, indikator reliability dengan persentase sebesar 75,38%, indikator flexibility dengan persentase 78,45%, dan indikator security dengan persentase sebesar 80%. Kata Kunci: Kualitas sistem, aplikasi, SIMPEG online Abstract The amount of service in field of staffing which is conducted by Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang District via SIMPEG manual often have difficulty because lock off man power in the process of processing employee data. the number of employees who will perform data update not comparable with amount of operators who handle it, so when uploading data often an error occurs. SIMPEG manual is also considerd less affective, because lot of employee data lost. With the existence of these problems and support by technology advance Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) try to apply SIMPEG online based. But after the application of this online-based SIMPEG on the field still having problems. So this case interesting for researchers for measure quality system level from SIMPEG online-based in Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang district. Types of research which use by researcher is descriptive research with using quantitave approach. Data collection technique carried in away by distributing questionnaries to 100 respondent with sampling technique use purposive sampling and conducting interviews to some respondent to support the result of the data obtained. The focus of research of this study uses theory of deLone and McLean which is have been updated 2003 about system success analysis information, but researcher just choose the variable “quality system” which consist of easy of use, response time, reliablity, flexibility, and security. The result of this research is showing that SIMPEG based online quality level in Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang district reach a percentage of 78,22% and enter the interval 61%-80% with a good category. As for the details of the quality of system form every indicator is easy of use indicator with percentage by 79,87% then response time indicator with percentage by 77,43%, reliablity indicator with percentage by 75,38%, flexibility indicator with percentage by 78,45%, and security indicator with percentage by 80%. Keywords: Quality system, application, SIMPEG online-based