FITROTUN NISWAH
Unknown Affiliation

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Peningkatan Pelayanan Melalui Program Pelayanan Aministrasi dan Perijinan Terpadu dan Cepat (PASTI TEPAT) di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban (Service Improvement Strategies through Integrated and Fast Licensing and Licensing Service Program (PASTI TEPAT) at Plumpang District Office in Tuban Regency) NIA PARADITA ASRI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Pelayanan Administrasi dan Perijinan Terpadu dan Cepat (PASTI TEPAT) adalah suatu pengembangan inovasi dari Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang mana terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat saja yaitu melalui satu loket pelayanan. Program PASTI TEPAT merupakan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Plumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan pelayanan melalui program pelayanan administrasi dan perijinan terpadu dan cepat (PASTI TEPAT) di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Lokasi penelitian ini di Kantor Kecamatan Plumpang yang terletak di Jl. Raya Plumpang No. 34, Tanggungan, Plumpang, Tuban. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini terdiri atas 4 indikator, yaitu: Atribut layanan pelanggan/masyarakat, pendekatan untuk penyempurnaan kualitas jasa, sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan dan implementasi manajemen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumetasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam meningkatkan pelayanan melalui program PASTI TEPAT di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban dilakukan dengan 4 indikator yaitu: Pertama atribut layanan pelanggan/masyarakat yang mengembangkan sarana dan prasana yang mendukung dan menunjang dalam pelaksaan program PASTI TEPAT serta penyampaian/pemasaranan layanan program PASTI TEPAT kepada masyarakat, Kedua Pendekatan untuk penyempurnaan kualitas jasa mengembangkan biaya pelayanan, waktu penyelesaian pelayanan serta pengaruh layanan program PASTI TEPAT yang dirasakan masyarakat. Ketiga sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan dengan mengembangkan kepuasan pelanggan serta kulitas layanan dari program PASTI TEPAT yang yang berfokus pada kepuasan masyarakat. Keempat implementasi manajemen mengembangkan seleksi dan pelatihan pegawai, pemantauan kepuasan pelanggan melalui saran da keluhan serta standarisasi dari pelaksanaan program PASTI TEPAT. Kata Kunci: Strategi, Pelayanan Publik, PASTI TEPAT Abstract The Integrated and Fast Licensing and Administration Services Program (PASTI TEPAT) is an innovation development of the Integrated District Administrative Services (PATEN) which is the administration of public services in the sub-district from the application stage to the publication stage of documents carried out in one place, namely through a service counter. The PASTI TEPAT program is a program that is directly in contact with the community in order to improve the quality of public services in Plumpang District. This study aims to describe the service improvement strategy through an integrated and fast administration and licensing service program (PASTI TEPAT) at the Plumpang District Office in Tuban Regency. The location of this study is in the Plumpang District Office located on Jl. Raya Plumpang No. 34, Tanggungan, Plumpang, Tuban. This type of research is a descriptive study using a qualitative approach. The focus in this study consists of 4 indicators, namely: Customer / community service attributes, approaches for improving service quality, feedback systems for customer service quality and management implementation. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques in this study were carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the strategy to improve service through the PASTI TEPAT program at the Plumpang District Office in Tuban is carried out with 4 indicators: First, the customer / community service attributes that develop the facilities and infrastructure that support and support the implementation of the PASTI TEPAT program and the delivery / marketing of services the PASTI TEPAT program to the community, Second Approach to improving service quality develops service costs, time of completion of services and the effect of the PASTI TEPAT program which is felt by the community. The three feedback systems are for the quality of customer service by developing customer satisfaction and service quality from the PASTI TEPAT program which focuses on community satisfaction. The four management implementations are developing employee selection and training, monitoring customer satisfaction through suggestions and complaints and standardizing the implementation of the PASTI TEPAT program. Keywoards: Strategy, Public Service, PASTI TEPAT
PENERAPAN ELECTRONIC GOVERNMENT MELALUI APLIKASI SIMPADU-PMI DI UPT PELAYANAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA PROVINSI JAWA TIMUR APRILIA SURYA TRIPRASTIWI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Laporan UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Tahun 2018 mengenai 10 permasalahan yang dialami oleh pekerja migran di Jawa Timur menunjukkan bahwa 41,36% didominasi oleh problematika pekerja migran nonprosedural. Di sisi lain diketahui bahwa Jawa Timur menjadi provinsi pertama sebagai penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia, dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 68,78%. Hal ini dipicu karena anggapan bahwa bekerja ke luar negeri rumit serta birokratis sehingga menyebabkan masyarakat memanfaatkan jasa calo. Permasalahan inilah yang kemudian mendorong diterapkannya aplikasi simPADU-PMI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan electronic government melalui aplikasi simPADU-PMI di UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan menggunakan teori menurut Olusoyi Richard Ashayea dan Zahir Irani (2019) mengenai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi penerapan electronic government dengan meliputi faktor organisasi, politik, ekonomi, hukum, tingkat kekritisan, kepemimpian, kondisi keuangan, tujuan, sikap, serta faktor kolaborasi. Teknis analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi simPADU-PMI sudah cukup baik yang dipengaruhi oleh fungsi UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur sebagai organisasi penyedia layanan publik, komitmen politik dari jajaran pusat dalam menerapkan electronic government, proses pembiayaan yang memadai, adanya kerangka hukum sebagai landasan penerapan layanan electronic government, kegiatan pengembangan kapabilitas pegawai, komitmen dan dukungan penuh dari pimpinan instansi, proses penganggaran yang tepat, penjabaran dan pelaksanaan strategi dalam mencapai tujuan diterapkannya layanan, dukungan dari pegawai dalam menerapkan layanan electronic government, serta partisipasi dan kerja sama dari pihak eksternal maupun internal dalam membangun sistem layanan yang maksimal. Beberapa hal yang terjadi dalam proses penerapan seperti minimnya jumlah pengguna aplikasi dalam memanfaatkan fitur melamar pekerjaan secara daring yang tercatat masih menembus angka 643 orang, ketergantungan dengan pihak swasta dalam sistem pengelolaan dan pemeliharaan aplikasi, sistem keamanan yang masih standar, tidak adanya follow-up mengenai status pelamar kerja pada aplikasi menjadi alasan simPADU-PMI belum berjalan secara maksimal.Kata Kunci: Pelayanan Publik, Electronic Government, simPADU-PMI
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PEMBAYARAN SURAT IZIN MENGEMUDI MELALUI PROGRAM CASHLESS PAYMENT SYSTEM (CPS) DI KANTOR SATLANTAS POLRES GRESIK Achmad Yoga Prasetiya; Fitrotun Niswah
Publika Vol 8 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n4.p%p

Abstract

Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik sepatutnya bertanggung jawab untuk terusberusaha melayani secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Dilihat darikondisi tersebut Polres Gresik telah melalukan perbaikan pelayanan dengan menciptakaninovasi yang dilakukan seperti menciptakan program yang bernama Cashless Payment Sytem(CPS). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan mendeskripsikan mengenaistrategi peningkatan pelayanan pembayaran SIM melalui Program Cashless payment System(CPS) di kantor Satlantas Polres Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori 4 strategipeningkatan kualitas pelayanan dari Kevin P. Kearns (dalam Islamy, 2002) yang terdiri dariGrowth Strategies (Strategi Pertumbuhan), Retrenchment Strategies (Strategi MeningkatkanEfisiensi), Stability Strategies (Strategi Stabilisasi), dan Collaborative Strategies (StrategiKolaborasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 indikator dari proses peningkatan kualitaspelayanan yang dikemukakan oleh Kevin P. Kearns (dalam Islamy, 2002) telah dijalankan olehSatlantas Polres Gresik malalui Program CPS.Kata Kunci : Pelayanan Publik, Strategi, CPS (Cahsless Payment System) AbstractThe government as the provider of public services should be responsible for continuing to getmaximum assistance to get the quality of public services. Judging from the condition, the GresikPolice Station has done service improvements such as making a program called CashlessPayment System (CPS). This study aims to provide information and describe strategies toimprove SIM payment services through the Cashless Payment System (CPS) Program at theGresik Police Traffic Unit office. This type of research is a descriptive study using qualitative.Kevin P. Kearns (in Islamy, 2002) which consists of Growth Strategy, Improvement Strategy,Stability Strategy (Stabilization Strategy), and Collaboration Strategy (Strategy) Collaboration).The results showed that 4 indicators of the process of improving the quality of services proposedby Kevin P. Kearns (in Islamy, 2002) were carried out by the Satlantas Polres Gresik throughthe CPS Program.Keywords : Public Service, Strategy, CPS (Cahsless Payment System)
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA MELALUI PROGRAM LAMONGAN GREEN AND CLEAN DI DESA SURABAYAN KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN Viranti Aulia Rahma; Fitrotun Niswah
Publika Vol 8 No 5 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n5.p%p

Abstract

Partisipasi masyarakat diperlukan dalam menentukan kebijakan dan keputusan dan sering diperbincangkan diberbagai wilayah, baik didaerah kota maupun pedesaan karena dapat kita lihat begitu besar pengaruh dari partisipasi tersebut, partisipasi masyarakat ini sangat menentukan suatu program yang ada disekitar mereka, keberhasilan suatu program tanpa adanya partisipasi masyarakat tidak akan berjalan dengan baik, keikutsertaan masyarakat akan sangat dibutuhkan dalam perencanaan, agar program berjalan dengan semestinya. Peran masyarakat dalam pembangunan sekarang ini bukan hanya sebagai objek saja, tetapi juga sebagai subjek dari pembangunan tersebut. Prinsip pembangunan yang berpusat pada rakyat menegaskan masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan pembangunan di Desa Surabayan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa di Desa Surabayan, terdapat beberapa tahapan pembangunan, yaitu: Proses pembuatan Keputusan, Pelaksanaan, Proses Pengambilan manfaat serta Evaluasi. Partisipasi masyarakat Desa Surabayan dalam pembangunan desa dapat berjalan dengan lancar dan baik, terlaksananya pembangunan tersebut selain ikut terlibat masyarakat memberikan bantuan berupa tenaga, dan pemikiran. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat ikut andil dan aktif dalam rangkaian kegiatan pembangunan desa. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari program pembangunan maupun pengembangan masyarakat pedesaan. Kata kunci: Partisipasi masyarakat, Pembangunan Desa, Lamongan Green and Clean Community participation is needed in determining policies, decisions and is often discussed in various regions, both in the city and rural areas because we can see the influence of such participation, community participation is determining a program that is around them, the success of a program without the participation of the community is not will run well, community participation will be needed in the planning or program, so that the program runs properly. The role of society in development now is not only as an object, also as a subject of development. Principle of people-centered development emphasizes that the community must be the main actor in development. This study aims to find how community participation in the planning, implementation, and maintenance process of development. Method used is descriptive qualitative. Meanwhile, data collection techniques used in this study are interviews and documentation. The results of this study indicate that community participation in the process development in Surabayan Village, there are several stages of development, namely: Decision Making, Implementation, Utilization of Development Results, and Evaluation. Society participation in the village development can run smoothly and well, the implementation of the development in addition to involving the community to provide assistance in the form of energy, and thought. This shows that the community participates and is active in a series of village development activities. Therefore, community participation is one of the factors that influence the success of development programs and rural community development. Keywords: Society Participation, Village Development, Lamongan Green and Clean
STRATEGI KETAHANAN PANGAN DALAM PROGRAM URBAN FARMING DI MASA PANDEMI COVID-19 OLEH DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURABAYA Olivia Agustin Nailatul Wardah; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p145-160

Abstract

Pemerintah lewat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya telah mengupayakan berbagai program yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan terkait pemenuhan kebutuhan pangan pasca pandemi COVID-19 yang sedang terjadi, contohnya dalam pemanfaatan program Urban Farming yang bertujuan mengatasi permasalahan kebutuhan pangan pasca pandemi. Sehingga dari permasalahan tersebut tujuan yang ingin dicapai ialah dapat mengetahui, menggambarkan serta mendeskripsikan bagaimana upaya strategi ketahanan pangan melalui program pertanian perkotaan yang digagas oleh DKPP Kota Surabaya. Urban Farming awalnya ditujukan kepada masyarakat miskin untuk bekal memulai pembudidayaan tanaman yang dimanfaatkan guna pemenuhan pangan mandiri untuk menuju kesejahteraan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam metode penelitian kualitatif deskriptif ini ialah studi kepustakaan. Fokus yang diambil oleh peneliti merujuk pada 5 strategi utama menurut (Hanafie,2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lima indikator yang dianalisis ditemukan fakta yang meliputi, prioritas pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang dimanfaatkan di perkotaan; pemenuhan pangan pasca pandemi COVID-19; pemberdayaan masyarakat terkait program Urban Farming; promosi dan edukasi terkait program tersebut; dan penanganan keamanan terhadap jaminan mutu pangan yang segar; bahwa peran dan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dinilai sangat efektif. Hal ini ditinjau lewat meningkatnya tren positif dalam pemanfaatan program Urban Farming oleh masyarakat Kota Surabaya. Namun perlunya perbaikan proses sosialisasi serta promosi agar program dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan dan kendala. Kata Kunci: Strategi, Ketahanan Pangan, Urban Farming The government, through Food and Agriculture Service Office, has pursued various programs that are expected to be able to overcome problems to meeting food needs after the COVID-19 pandemic, for example in the Urban Farming program which aims to address the problem of post-pandemic food needs. From these problems, the goal to be achieved is to be able to find and describe how the food security strategy efforts through the urban agricultural program. Urban Farming was originally aimed at the poor to provide supplies to start cultivating plants that are used to fulfill independent food for prosperity. The data collection technique used in this research method is literature study. The focus taken by the researcher refers to the 5 main strategies according to (Hanafie, 2010). The results showed that in the five indicators analyzed, facts were found which include, agricultural-based economic development priorities that are utilized in urban areas; fulfillment of food after the COVID-19 pandemic; community empowerment related to the Urban Farming program; promotion and education related to the program; and security handling of fresh food quality assurance; that the roles and steps taken by the Surabaya City Government are considered very effective. This is observed through the increasing positive trend in the use of the Urban Farming program by the people of the City of Surabaya. However, it is necessary to improve the socialization and promotion process so that the program can run well without obstacles and obstacles. Keywords: Strategy, Food Security, Urban Farming
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MELALUI PROGRAM TAHU PANAS (TAK TAKUT KEHUJANAN, TAK TAKUT KEPANASAN) OLEH DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA Filandita Ananda Kusuma Pratama; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n1.p295-306

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Dinsos Kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Salah satu upaya dilakukan dengan membuat suatu program inovasi yang berfokus pada hunian yang layak untuk masyarakat miskin. Program tersebut yaitu Tahu Panas, program ini dimaksudkan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni. Karena masih adanya warga Surabaya yang rumahnya belum layak huni, dengan adanya program ini diharapkan masyarakat miskin yang memiliki rumah tidak layak huni mendapatkan rumah yang layak dan meningkatkan kualitas hidupnya lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas hidup melalui program tahu panas oleh Dinsos Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi,wawancara,dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, Reduksi data,Penyajian data, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi. Fokus penelitian terdiri dari tiga indikator yaitu Goal Directed Actions yaitu organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya, mempertimbangkan semua kekuatan internal (sumber daya dan kapabilitas), serta memperhatikan peluang dan tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaanya program ini : Dinsos bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga surabaya dalam memliki rumah sederhana dan sehat melalui program Tahu Panas. Dalam pelaksanaanya juga dibantu oleh UPKM atau Pokmas yang sudah dipilih oleh lurah dimana UPKM ini bertugas untuk memanage segala urusan pembangunan. Dari pihak Dinsos ada pendampingan sebanyak 31 orang yang berada dibidang pemberdayaan sosial dan 1 pendamping memegang 4-5 kelurahan dengan total 154 kelurahan yang ada di Surabaya dalam pelaksanaan program Tahu Panas. Dalam pelaksanaannya sering mengalami kendala terutama pada UPKMnya. Kata Kunci: Strategi,Program Tahu Panas,Kualitas hidup The Surabaya City Government is collaborating with the Surabaya City Social Service to improve the quality of life of its citizens. One of the efforts is to create an innovation program that focuses on decent housing for the poor. The program, namely Tahu Panas, is intended to repair houses that are unfit for habitation. Because there are still residents of Surabaya whose houses are not yet livable, with this program it is hoped that the poor who have houses that are not suitable for habitation will get decent houses and improve their quality of life to be even better. The purpose of this study was to determine the strategy for improving the quality of life through the Tahu Panas program by the Surabaya City Social Service. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques with data collection, data reduction, data presentation, to drawing conclusions or verification. The research focus consists of three indicators, namely Goal Directed Actions, namely the organization and how to implement it, considering all internal strengths (resources and capabilities), and paying attention to opportunities and challenges. The results showed that in implementing this program: Dinsos aims to improve the welfare and quality of life of Surabaya residents in having a simple and healthy house through the Tahu Panas program. In its implementation, it is also assisted by the UPKM or Pokmas who have been selected by the village head where the UPKM is in charge of managing all development matters. From the Social Agency, 31 people are assisted in the field of social empowerment and 1 assistant holds 4-5 urban villages with a total of 154 villages in Surabaya in implementing the Hot Tofu program. In its implementation, there are often obstacles, especially in the UPKM. Keywords: Strategic ,Tahu Panas Program, quality of life
INOVASI LAYANAN DRIVE-THRU PERPUSTAKAAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI (STUDI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR) Anton Wahyu Putra; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p25-38

Abstract

Inovasi layanan drive-thru perpustakaan merupakan sebuah layanan yang diciptakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Inovasi layanan drive-thru ini berbentuk tempat / loket untuk melayani kebutuhan pemustaka tanpa harus turun dari kendaraan. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada pemustaka dengan harapan dapat meningkatkan budaya literasi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi layanan drive-thru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Fokus penelitian ini adalah Kriteria Inovasi menurut PermenPANRB nomor 3 Tahun 2018 meliputi 5 variabel yang terdiri atas Kebaruan, Efektif , Bermanfaat , Dapat direplikasi, dan Berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pemaparan dan penarikan kesimpulan. Untuk hasil penelitian menunjukkan inovasi layanan drive-thru memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada kriteria kebaruan menunjukkan inovasi drive-thru merupakan suatu penemuan baru serta menawarkan cara baru dalam melayani pemustaka melalui loket. Untuk kriteria efektif tujuan dari diciptakannya drive-thru adalah untuk memudahkan pemustaka sudah memenuhi, tetapi untuk meningkatkan budaya literasi belum tercapai. Untuk kriteria bermanfaat sudah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi dinas yang menerapkannya. Pada dapat direplikasi inovasi ini dapat menjadi contoh/rujukan karena sudah ada beberapa instansi yang menduplikasinya, lalu kriteria terakhir keberlanjutan untuk kedepan inovasi ini akan tetap dipertahankan karena mendapat dukungan dari berbagai stakeholder. Saran yang dapat diberikan adalah lebih menggalakan sosialisasi agar drive-thru ini bisa lebih berkembang dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang. Kata kunci : Inovasi Layanan, Drive Thru Perpustakaan, Budaya Literasi The library's drive-thru service innovation is a service created by the Library and Archives Office of East Java Province. This drive-thru service innovation is in the form of a counter to serve the needs of visitors without having to get off the vehicle. This innovation aims to facilitate service to users in the hope that it can improve literacy culture. The purpose of this study is to describe the drive-thru service innovation in the Department of Library and Archives of East Java Province. The focus of this research is the Innovation Criteria according to the Regulation of the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) number 3 of 2018 covering 5 variables consisting of novelty, effectiveness, benefit, transferbility, and sustainability. This type of research is a descriptive type with a qualitative approach. For data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used was data collection, data reduction, data presentation, presentation and conclusion drawing. The research results show that drive-thru service innovation has advantages and disadvantages. The novelty criterion indicates that drive-thru innovation is a new invention and offers a new way of serving visitors through the counter. . For the effective criteria, the purpose of creating a drive-thru is to make it easier for users to fulfill it, but to improve literacy culture has not been achieved. For useful criteria, it can provide benefits for the community and for the agencies that implement them. If this innovation can be replicated, it can be used as an example / reference because there are already several agencies that duplicate it. Then the last criteria for sustainability for the future of this innovation will be maintained because it has the support of various stakeholders. Suggestions that can be given are to promote more socialization so that this drive-thru can be more developed and utilized by more people. Keywords : Service Innovation , Drive Thru Library, Literacy Culture
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI LAYANAN SAMSAT CORNER DI ITC (INTERNATIONAL TRADE CENTRE) KOTA SURABAYA Gadis Bella Oktaviana; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p69-82

Abstract

Pemerintah mempunyai tugas salah satunya di dalam hal melayani masyarakat. Salah satu layanan untuk masyarakat umum (publik) adalah kegiatan untuk memenuhi keperluan dan kepuasan masyarakat. Tujuan peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk menjelaskan secara rinci tentang kualitas administrasi didalam melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor serta untuk mengetahui seberapa jauh kepuasan yang di dapat para wajib pajak pada layanan Samsat Corner di ITC Mega Grosir Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan layanan Samsat Corner ITC merupakan subjek penelitian ini, sehingga dapat dipercaya dan dianggap bisa mengetahui masalah secara mendalam, antara lain para petugas bagian administrasi, bagian kepolisian, serta masyarakat (wajib pajak) yang telah menggunakan layanan di Samsat Corner ITC Kota Surabaya. Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan terjun ke lapangan (observasi), melakukan wawancara dan terakhir dokumentasi. Analisis interaktif adalah penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini. Teknik triangulasi sumber digunakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 responden masyarakat (wajib pajak) diketahui bahwa kualitas pelayanan administrasi dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat Corner di ITC Kota Surabaya, seluruhnya mempunyai penilaian 100% sangat puas. Pada setiap hari, terdapat kurang lebih ada 70 0rang yang melakukan pembayaran PKB di Samsat Corner ITC Kota Surabaya, selain itu di tahun 2020 ini jumlah wajib pajak mengalami peningkatan sebesar 700 orang. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Samsat Corner, pajak kendaraan bermotor The government has a duty, one of which is in serving the community. One of the services for the general public (public) is an activity to meet community needs and satisfaction. The aim of the researcher in this study is to explain in detail the quality of administration in serving motor vehicle tax payments and to find out how much satisfaction taxpayers get at the Samsat Corner service at ITC Mega Grosir Kota Surabaya. This study used descriptive qualitative method. The parties involved in the implementation of the Samsat Corner ITC service are the subjects of this research, so that they can be trusted and are considered to be able to know the problem in depth, including administrative officers, police officers, and the public (taxpayers) who have used services at Samsat Corner. ITC City of Surabaya. The way to collect data in this research is by going into the field (observation), conducting interviews and finally documentation. Interactive analysis is the use of data analysis techniques in this study. The source triangulation technique was used to check the validity of the data in this study. The conclusion of this study shows that from 25 community respondents (taxpayers) it is known that the quality of administrative services in paying motorized vehicle taxes through the Samsat Corner service at ITC Surabaya City, all of them have a 100% very satisfied assessment Every day, there are approximately 70 people who make PKB payments at the Samsat Corner ITC Surabaya City, besides that in 2020 the number of taxpayers has increased by 700 people. Keywords: Service Quality, Samsat Corner, motor vehicle tax
STRATEGI KOMPETITIF MELALUI PROGRAM PAHLAWAN EKONOMI DALAM PEMBERDAYAAN UMKM PASCA PANDEMI COVID-19 (Studi padaPemerintah Kota Surabaya) Ayu Aldania; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p137-148

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada ekonomi global dan menyebabkan resesi. Ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan resesi mempengaruhi keberadaan UMKM. Pahlawan Ekonomi yang memberikan pelatihan dan pendampingan pada pemberdayaan UMKM dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong aktivitas ekonomi negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi kompetitif melalui Pahlawan Ekonomi dalam pemberdayaan UMKM pasca pandemic COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berfokus pada Strategi Kompetitif Generik yang dibagi menjadi tiga strategi yaitu kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus. Teknik analisis data menggunakan interaktif kualitatif, yaitu pengambilan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya dan strategi diferensiasi efektif untuk diterapkan di Pahlawan Ekonomi dimasa pandemic COVID-19. Karena tidak hanya mempertahankan UMKM dari resesi, tetapi juga meningkatkan penjualan. Salah satu saran yang dapat diajukan adalah memberikan pelatihan yang berjenjang sesuai kondisi masing-masing UMKM. Kata Kunci: Strategi Kompetitif Generik, Pahlawan Ekonomi, COVID-19. The COVID-19 pandemic is impacting the global economy and causing a recession. Economic instability caused by recession affects the existence of MSMEs. Pahlawan Ekonomi provides training and assistance on empowering MSMEs to be one of the steps to encourage the country's economic activities. The purpose of this study is to describe a competitive strategy through Economic Heroes in empowering MSMEs after the COVID-19 pandemic. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Focusing on Generic Competitive Strategies which are divided into three strategies namely cost leadership, differentiation, and focus. The data analysis technique used interactive qualitative, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Collecting data in this study using interviews, observations, and documentation. The results showed that the cost leadership strategy and differentiation strategy were effective to be implemented in Pahlawan Ekonomi during the COVID-19 pandemic. Because it not only defends MSMEs from recession, but also increase sales. One suggestion that can be put forward is to provide tiered training according to the conditions of each UMKM. Keywords:Generic Competitive Strategy, Economic Hero Program, COVID-19
OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN PERKOTAAN (PBB-P2) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN GRESIK Ervita Tri Irianti; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n4.p503-514

Abstract

Tax collection in Gresik Regency from year to year always experiences various obstacles or obstacles. One of the obstacles experienced by Gresik Regency is that there are still people who do not have the awareness to pay taxes. This of course will cause tax arrears which will result in losses for Gresik Regency itself. Gresik Regency has a variety of potential regional taxes that are still not maximized. The industrial sector is one of several potential taxes owned by Gresik Regency. The development of industrial estates is a potential that can be developed so that later it can be used to increase regional development more optimally. The delegation of the authority to manage PBB-P2 from the central government to the local government has made the Gresik Regency government easier to optimize its potential. The existence of obstacles in the collection of PBB-P2 resulted in the less than the maximum local revenue (PAD) owned by Gresik Regency, this can be seen from the unachieved target of PBB-P2 every year. Optimization is an effort that can be used to increase the realization of PAD. The purpose of this research is to analyze what factors must be prepared in order to increase PBB-P2 in Gresik Regency. Keywords: optimizatio, Local Own-Source Revenue , land and building tax Pemungutan Pajak di Kabupaten Gresik dari Tahun ketahun selalu mengalami berbagai kendala atau hambatan. Salah satu hambatan yang dialami Kabupaten Gresik adalah masih adanya masyarakat yang kurang memiliki kesadaran untuk membayar pajak. Hal ini tentunya akan menyebabkan terjadinya penunggakan pajak yang nantinya mengakibatan timbulnya kerugian bagi Kabupaten Gresik itu sendiri. Kabupaten Gresik memiliki beragam potensi pajak daerah yang masih belum maksimal, Bidang industri merupakan satu dari beberapa potensi pajak yang yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik. Pengembangan kawasan industri adalah potensi yang dapat dikembangkan sehingga nantinya dapat digunakan untuk peningkatan pembangunan daerahdengan lebih optimal lagi. Pelimpahan wewenang pengelolaan PBB-P2 dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah menyebabkan pemerintah Kabupaten Gresik dapat lebih muda dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Adanya hambatan dalam pemungutan PBB-P2 mengakibatkan kurang maksimalnya pendapatan asli daerah (PAD) yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik, hal ini dapat terlihat dari belum tercapainya target PBB-P2 setiap tahunnya. Optimalisasi adalah upaya yang dapat dingunakan untuk meningkatkan realisasi PAD. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis apa saja faktor-faktor yang harus disiapkan agar dapat meningkatkan PBB-P2 yang ada di Kabupaten Gresik. Kata Kunci : Optimalisasi, Pendapatan Asli Daerah, Pajak bumi dan Bangunan